Kata Mereka, Aku Pelakor
“Lihat deh, si Qeiza, tampangnya saja yang kelihatan seperti wanita baik-baik, padahal aslinya wanita penggoda!”
“Katanya, Pak Andreas terpikat sama janda muda itu, karena wajahnya mirip almarhum istrinya!”
“Tapi kok dia mau ya, menggoda pria yang pantas menjadi ayahnya. Qeiza itu baru 29 tahun loh, sedangkan Pak Andreas kan sudah hampir 70 tahun!”
“Wanita penggoda itu, apa lagi sih yang diincarnya selain harta! Nanti, saat Pak Andreas berpulang, pasti janda itu yang menguasai harta kekayaannya! Dasar wanita licik!”
Begitulah nada-nada sumbang yang selalu terdengar di indra Qeiza, sejak dirinya bekerja sebagai sekretaris pribadi Andreas Bratajaya, yang tak lain adalah CEO Bratajaya Corporation— perusahaan tempatnya bekerja.
Wajahnya yang sekilas mirip dengan istri sang CEO, membuat gosip itu pun semakin merebak. Terlebih hubungan dirinya dengan Andreas begitu akrab.
Qeiza yang bekerja dengan cekatan membuat Andreas semakin menyukai wanita itu. Hubungan mereka semakin dekat, kala Andreas mengetahui jika Qeiza adalah seorang wanita yang sudah tak bersuami.
Andreas sering bercerita mengenai mantan istrinya kepada Qeiza. Betapa dirinya sangat mencintai sang istri, hingga rela tak lagi menikah demi menjaga cinta suci mereka. Namun, saat melihat wajah Qeiza dan sikap wanita muda itu yang penuh kelembutan, dirinya kembali terkenang dengan almarhum istrinya.
Dan, sejak mengetahui jika Qeiza adalah janda beranak satu, pria lanjut usia itu selalu memberikan bahan kebutuhan pokok. Setiap awal bulan, melalui supir pribadinya, Andreas mengirimkan beras, gula, buah-buahan, sabun cuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya ke kediaman wanita itu.
Qeiza sempat menolak, saat barang-barang itu tiba di kediamannya. Namun, dengan alasan takut diberi hukuman oleh sang majikan, supir pribadi Andreas, tetap membawa masuk semua barang pembelian CEO Bratajaya Corporation itu.
“Pak, saya sudah sangat berterima kasih sekali kepada Bapak. Karena Bapak sudah memberikan saya pekerjaan dengan gaji yang besar. Jadi, Bapak tidak perlu lagi mengirimkan barang-barang ke rumah saya. Gaji yang diberikan dari perusahaan, sudah lebih dari cukup, Pak,” ucap Qeiza.
Andreas tersenyum dan menatap lembut, pada wanita yang pantas menjadi anaknya itu.
“Qei, wajahmu dan sifat lemah lembutmu itu memang mirip dengan almarhum istri saya. Tapi, kisah hidupmu mirip dengan almarhum mami saya,” ucap Andreas.
“Mami saya ditinggal mati oleh papi, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Di situ mami berjuang untuk menghidupi saya, dengan menjalankan perusahaan hingga bisa sebesar ini sekarang. Jadi, apa yang saya berikan ke kamu, saya anggap, saya memberikan bantuan itu kepada mami saya. Saya anggap, saya bisa sedikit meringankan beban mami saya di masa lalu.”
Qeiza menghela napas berat. Setelah penjelasan dari Andreas, Qeiza tak lagi melarang pria lanjut usia itu untuk memberikannya barang-barang kebutuhan pokok untuk keluarganya. Walaupun, Qeiza juga harus menerima suara-suara sumbang dari para tetangga.
Bagaimana tidak, Andreas kerap menjemput Qeiza di kediamannya dan berangkat bersama menuju perusahaan. Begitu pula ketika pulang bekerja.
Setiap hari selalu diantar dan dijemput menggunakan mobil mewah, serta sering diantarkan banyak barang, membuat Qeiza harus mendengar komentar-komentar miring dari para tetangga mengenai dirinya.
“Wanita simpanan konglomerat.”
Hati Qeiza sakit mendengarnya. Bukan karena orang-orang mengumpatnya sebagai wanita simpanan. Tapi karena para tetangga mengungkapkan hal itu kepada Qiana—anaknya.
“Qiana, mama kamu itu wanita simpanan!”
“Qiana, kalau sudah besar jangan jadi seperti mama kamu. Harus cari pekerjaan yang halal, biar berkah hidupnya!”
Qeiza sempat berpikir untuk berhenti dari pekerjaan itu. Tapi, ketika dia melihat senyum anaknya, pikiran itu hilang. Putrinya harus mendapatkan banyak kebahagiaan. Putrinya tak boleh hidup berkekurangan. Biarlah orang menilainya apa saja. Selama dia tak melakukan hal yang dilarang oleh agama, Qeiza menutup mata dan telinganya dari pandangan dan ucapan buruk orang lain.
Apalagi, anak-anak Andreas bersikap baik padanya. Terlebih Ivona. Anak kedua dari trah Bratajaya itu, sering mengajaknya makan siang bersama. Namun, hal itu malah mengembuskan kabar, jika Qeiza akan segera menjadi nyonya utama di keluarga Bratajaya.
Dan kabar burung itu sampai juga di telinga Andreas.
Karena tak mau Qeiza terus-menerus menerima praduga itu, Andreas lantas memutuskan untuk pensiun. Dan sebagai sulung dari trah Bratajaya, Ivander Bratajaya lah yang menggantikan Andreas, sebagai CEO Bratajaya Corporation.
Qeiza pun bertukar atasan.
Dirinya kini menjabat sebagai sekretaris pribadi, Ivander Bratajaya.
Tampan, muda dan kaya raya, membuat Ivander Bratajaya digilai banyak wanita. Namun, tak ada seorang wanita pun yang mampu menggoyahkan cinta Ivander terhadap istrinya— Evelyn Chandra.
Evelyn adalah wanita yang sangat dicintai oleh Ivander. Mereka pertama kali bertemu, saat Ivander menghadiri pesta ulang tahun temannya, yang juga berteman dengan Evelyn.
Cantik dan mempunyai tubuh yang proporsional, membuat Ivander tersihir akan pesona Evelyn.
Tak butuh waktu lama hingga Ivander berhasil mendapatkan Evelyn. Dan akhirnya mereka menikah.
Memiliki istri begitu cantik yang sangat dia cintai dan mencintainya, membuat Ivander merasa sebagai pria paling bahagia di dunia ini.
Kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia. Walau tanpa dikaruniai seorang anak. Karena Evelyn tak ingin memiliki anak.
Mempunyai anak hanya akan membuat tubuhnya tak indah lagi. Begitulah pemikiran Evelyn. Walau sedikit merasa kecewa dengan keinginan sang istri, dengan alasan cinta, Ivander tetap mengabulkannya. Mereka sepakat untuk tak memiliki anak.
Dan sekarang, di sinilah Qeiza berdiri. Di sisi Ivander Bratajaya, sebagai istri kedua pria.
.
Setelah satu tahun Qeiza menjadi sekretaris pribadi, kini dirinya menyandang gelar sebagai nyonya kedua, bagi Ivander Bratajaya.
“Tuh, si pelakor lewat.”
“Awas, awas, ada pelakor!”
“Di depan sikapnya sok baik! Lagaknya bak ibu peri, padahal di belakang, jual selangkang*n!”
“Pak Andreas yang sudah lanjut usia saja, digoda! Apalagi Pak Ivan yang masih segar bugar. Janda tidak tau diri!”
“Benar tuh. Dulu saat Pak Andreas masih menjadi CEO, dia menggoda Pak Andreas. Sekarang, saat Pak Andreas sudah pensiun, dia malah menggoda Pak Ivan!”
“Padahal Pak Ivan dan Bu Evelyn, couple goals banget. Harmonis dan selalu rukun. Eh, datang si wanita penggoda! Dasar pelakor!”
Seperti itulah kasak-kusuk para staff Bratajaya Corporation, kali ini. Setiap kali Qeiza berjalan melewati mereka ucapan-ucapan seperti itu selalu terdengar.
Pelakor, wanita penggoda, janda genit, adalah julukan-julukan yang mereka sematkan pada diri Qeiza. Karena wanita itu menikah dengan pria beristri.
Satu bulan sudah usia pernikahan Qeiza dengan Ivander. Selama itu pula, julukan-julukan itu diterimanya. Bahkan, julukan itu sudah didengarnya, beberapa hari, sebelum pernikahan dirinya dan Ivander dilaksanakan.
“Kenapa?” tanya Ivander, kepada istri kedua sekaligus sekretaris pribadinya, saat wanita itu masuk ke ruangannya dengan wajah sendu. Qeiza tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, “tidak ada apa-apa, Mas.”
Ivander terus menatap sang istri, lalu menghampiri dan menggenggam kedua telapak tangannya. “Apa karena desas-desus itu?”
“Desas-desus apa?” tanya Qeiza.
Wanita itu berpura-pura tak mengetahui maksud pembicaraan sang suami. Qeiza tak mau menambah beban pikiran Ivander. Karena dirinya yakin, Ivander juga pasti merasa kesulitan dengan pernikahan mereka.
Membagi cinta dengan adil, itu pasti tak mudah. Qeiza juga tau posisinya. Dia juga sadar, seberapa besar cinta Ivander terhadap Evelyn.
Andai suaminya dulu tak begitu cepat diambil yang maha kuasa, pasti dia tak akan berada di posisi ini.
Andai dirinya tak menolong Andreas saat itu, pasti dia tidak akan menerima rangkaian hujatan dari banyak orang.
Qeiza menarik napas berat. Ingatannya kembali melayang ke masa itu. Masa di mana sang suami meninggalkannya. Masa di mana akhirnya dia bertemu dengan Andreas, yang kini menjadi mertuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Soraya
mampir thor
2024-05-12
0
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
2023-04-09
1
kurnia astutik
hadiiiir mak.....
2022-08-22
1