Bab 19 | Bukan Perempuan Bodoh

Sementara di tempat lain mereka terus saling menyerang.dan menyerang bahkan banyak suara senjata disana.

Namun melawan tapi jumlahnya tidak seimbang membuat Alan, Fera dan Leo merasa agak kesulitan sebab jumlah lawanya mencapai ribuan apalagi dengan mereka yang semakin bertambah.

"Le! apa kau sudah mengabari yang lain? " tanya Alan dengan suara baritonya sementara yang di tanya hanya mengangguk sebab dirinya harus terus menembak.

"Sial!" Fera menggerutu sebab panahnya hampir habis sedangkan mereka malah semakin bertambah.

"Kau pergilah!! " teriak Alan karena melihat panah Fera sudah hampir habis tinggal beberapa saja.

"Tidak, aku akan melawan mereka dengan caraku sendiri. " Fera menolak ucapan Alan baginya pantang pergi sebelum menang.

"Fera!! " Alan sekarang sudah mengeluarkan suara kerasnya seperti tidak bisa di bantah lagi.

"Tap.. " Fera hendak menolak kembali namun suara Leo memotongnya.

"Kau menurut lah, sekalian cari Aleski. " Leo berucap dengan nada kerasnya juga ingin sahabatnya itu menurut.

Merasa tak bisa apa-apa Fera hanya bisa menurut dengan mengambil panah yang tersisa setelah itu melompat keluar menghindari serangan mereka dengan kemampuannya.

Dirinya berlari di dalam hutan dengan mata yang menatap tajam ke sekitar ia harus tetap waspada karena bahaya tak memandang waktu.

"Anak itu kemana? " gumam Fera yang merasa sewot sebab bebanya seketika bertambah.

...✧༺♥༻✧...

Di tempat lain terlihat Marwin sedang tertawa terbahak-bahak pasalnya anaknya akan segera tertangkap berkat kepintaran istrinya itu.

"Bagus, kali ini jangan sampai anak haram itu lolos lagi. " ujar Marwin kepada anak buahnya yang ada di depan matanya itu.

"Siap Bos, " ucap mereka semua yang ada di sana sementara Marwin kembali duduk di kursi kebesaranya.

CKLEK!

Pintu terbuka dan ternyata itu Marie dengan senyum manisnya ia berjalan mendekat ke arah Marwin dan dengan tanpa pikir panjang Marie duduk di paha suaminya itu.

"Bagaimana Honey? " tanya Marie sembari mengelus pipi suaminya dengan lembut dan di balas senyuman oleh Marwin mendapatkan senyum Marie langsung mengecup bibir Marwin.

"Take it easy dear, anak itu pasti akan tertangkap kali ini. " balas Marwin dengan membelai rambut pirang wanita tercintanya.

"Thank you my dear husband, " ucap Marie dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Marwin.

"I'ii do anything for you, " ucap Marwin dan berhasil membuat Marie semakin tersenyum.

Bahkan mereka tidak menghiraukan orang di sana, yang hanya bisa menggigit bibir rasanya ingin tapi jauh.

...✧༺♥༻✧...

Aleski masih betah bersantai di atas pohon dengan memakan buah yang ada di pohon itu rasa-rasanya anak itu lupa dengan rasa takutnya tapi yang ia rasakan sekarang hanyalah santai bahkan lupa dengan orang-orang yang sedang berjuang.

Beruntungnya dirinya bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga tidak jatuh dan kalau sampai terjadi bisa encok.

"Ternyata begini rasanya bersantai, " gumam Aleski sembari memandangi langit dengan bulan yang bersinar bahkan nampak bintang-bintang di langit.

Namun ia kembali waspada karena mendengar suara keramaian dengan langkah kaki yang semakin mendekat.

"Non Al kau dimana!! "

"Cepatlah keluar!! "

"Ayolah Non, setidaknya kau menyelamatkan kami."

"Non Al ayolah berhenti bermain petak umpet!! "

"Non cepatlah keluar, kami tidak mau di habisi nyawanya oleh Nyonya Marie!! "

Mereka berteriak meminta Aleski untuk keluar dari tempat persembunyian sementara yang di cari sedang cengengesan sampai memperlihatkan gigi putihnya.

"Aku bukan perempuan bodoh yang bisa kalian suruh dengan mudahnya, kecuali orang tuaku yang seramnya minta ampun. " gumam Aleski dengan sangat lirih supaya tidak ketahuan.

Sementara mereka terus mencari Aleski dengan berpencar namun tetap di sekitaran Aleski bersembunyi mereka terus berteriak dan mencari namun percuma saja karena Aleski sudah bersembunyi di tempat yang aman apalagi malam yang gelap membuat penglihatan terhalang dan untungnya juga pohon tempat Aleski bersembunyi cukup lebat.

Mungkin sudah satu jam mereka terus mencari sampai-sampai Aleski merasakan kantuk yang mulai menyerang akhirnya dirinya memilih untuk tiduran sedangkan kumpulan pria itu sudah tidak terdengar lagi.

"Woy!! Kau dimana? " suara teriakan berhasil membuat Aleski membuka matanya kembali dan sontak ia kaget saat melihat Fera yang tengah berteriak.

Matanya berputar-putar memastikan keadaan sudah aman dan benar saja mereka sudah tidak ada lagi.

Prok!!

Prok!!

Prok!!

Aleski bertepuk tangan dimana berhasil membuat Fera menoleh ke sumber suara dengan alis yang saling bertauatan merasa heran sebab yang di lihatnya hanyalah pohon.

"Itu tadi setan kah?" gumam Fera bertanya-tanya namun pikiran anehnya segera di tepis "Mungkin hanya perasaanku, " lanjutnya.

BRUGK!!

Fera hendak melanjutkan langkahnya namun ia urungkan sebab dirinya mendengar suara seperti ada yang jatuh dengan perlahan ia memutar badanya untuk melihat apa yang jatuh.

Dan betapa kagetnya saat melihat Aleski yang berada di depan pohon tersebut sembari mengibaskan roknya yang kotor itu.

"Astaga anak itu!"

Terpopuler

Comments

atang maulana

atang maulana

🤦🤦🤦😄😄😄

2022-11-10

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 | Meneratapi Nasib Yang Kejam
2 Bab 2 | Merasa Tersiksa
3 Bab 3 | Ingin Kabur Tapi Bingung Akan Kemana Dirinya
4 Bab 4 | Gerbang Menuju Kebebasan
5 Bab 5 | Hampir Ketahuan
6 Bab 6 | Mengalahkan Pelari Profesional
7 Bab 7 | Sepi Dan Gelap
8 Bab 8 | Tolong Aku Tuan Mafia
9 Bab 9 | Hanya Perlu Masuk Ke Dalam Hotel
10 Bab 10 | Bangunan Yang Sangat Megah
11 Bab 11 | Terus Berlari Dan Berlari
12 Bab 12 | Sangat Cepat Bagaikan Kuda
13 Bab 13 | Betapa Bahagianya
14 Bab 14 | Tempat Apa Lagi Ini?
15 Bab 15 | Sangat Mirip Seperti Preman
16 Bab 16 | Rasanya Sama Saja
17 Bab 17 | Kembali ke Rumah
18 Bab 18 | Di Serang
19 Bab 19 | Bukan Perempuan Bodoh
20 Bab 20 | Nyawa Kita Sudah Di Ujung Tanduk
21 Bab 21 | Tidak Menyangka Kau Akan Melakukannya
22 Bab 22 | Dasar Marwin Bodoh!!
23 Bab 23 | Jangan Galak-Galak
24 Bab 24 | Tinggal Di Sini Saja
25 Bab 25 | Apa Harus Ya?
26 Bab 26 | Mati Kutu
27 Bab 27 | Rencana Marie
28 Bab 28 | Terkena Jebakan
29 Bab 29 | Wanita Tua Bau Tanah Yang Pintar
30 Bab 30 | Tak Bisa Berkutik Lagi
31 Bab 31 | Masa Lalu
32 Bab 32 | Marwin Tertusuk
33 Bab 33 | Bertemu Bi Desi
34 Bab 34 | Ke Rumah Sakit
35 Bab 35 | Cari Aleski
36 Bab 36 | Mimpi Marwin
37 Bab 37 | Kegagalan Felix
38 Bab 38 | Saya Brengsek?
39 Bab 39 | Mau Bakar Anak Dan Menantumu
40 Bab 40 | Kalau Mereka Bukan Orang Tua Kandungmu?
41 Bab 41 | Gelap Gulita Dan Hening
42 Bab 42 | Kalau Aku Membantu?
43 Bab 43 | Labirin
44 Bab 44 | Labirin Bawah Tanah
45 Bab 45 | Perdebatan
46 Bab 46 | Drone
47 Bab 47 | Kedatangan Aleski
48 Bab 48 | Flashback 1
49 Bab 49 | Flashback 2
50 Bab 50 | Flashback 3
51 Bab 51 | Kematian Wanita Iblis
52 Bab 52 | Menyerahkan Diri Ke Kantor Polisi
53 Bab 53 | Ayah Berkunjung
54 Bab 54 | Pak Tua
55 Bab 55 | Tangis Haru
56 Bab 56 | Akhir Dari Semuanya
57 Misteri Mawar Hitam
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 | Meneratapi Nasib Yang Kejam
2
Bab 2 | Merasa Tersiksa
3
Bab 3 | Ingin Kabur Tapi Bingung Akan Kemana Dirinya
4
Bab 4 | Gerbang Menuju Kebebasan
5
Bab 5 | Hampir Ketahuan
6
Bab 6 | Mengalahkan Pelari Profesional
7
Bab 7 | Sepi Dan Gelap
8
Bab 8 | Tolong Aku Tuan Mafia
9
Bab 9 | Hanya Perlu Masuk Ke Dalam Hotel
10
Bab 10 | Bangunan Yang Sangat Megah
11
Bab 11 | Terus Berlari Dan Berlari
12
Bab 12 | Sangat Cepat Bagaikan Kuda
13
Bab 13 | Betapa Bahagianya
14
Bab 14 | Tempat Apa Lagi Ini?
15
Bab 15 | Sangat Mirip Seperti Preman
16
Bab 16 | Rasanya Sama Saja
17
Bab 17 | Kembali ke Rumah
18
Bab 18 | Di Serang
19
Bab 19 | Bukan Perempuan Bodoh
20
Bab 20 | Nyawa Kita Sudah Di Ujung Tanduk
21
Bab 21 | Tidak Menyangka Kau Akan Melakukannya
22
Bab 22 | Dasar Marwin Bodoh!!
23
Bab 23 | Jangan Galak-Galak
24
Bab 24 | Tinggal Di Sini Saja
25
Bab 25 | Apa Harus Ya?
26
Bab 26 | Mati Kutu
27
Bab 27 | Rencana Marie
28
Bab 28 | Terkena Jebakan
29
Bab 29 | Wanita Tua Bau Tanah Yang Pintar
30
Bab 30 | Tak Bisa Berkutik Lagi
31
Bab 31 | Masa Lalu
32
Bab 32 | Marwin Tertusuk
33
Bab 33 | Bertemu Bi Desi
34
Bab 34 | Ke Rumah Sakit
35
Bab 35 | Cari Aleski
36
Bab 36 | Mimpi Marwin
37
Bab 37 | Kegagalan Felix
38
Bab 38 | Saya Brengsek?
39
Bab 39 | Mau Bakar Anak Dan Menantumu
40
Bab 40 | Kalau Mereka Bukan Orang Tua Kandungmu?
41
Bab 41 | Gelap Gulita Dan Hening
42
Bab 42 | Kalau Aku Membantu?
43
Bab 43 | Labirin
44
Bab 44 | Labirin Bawah Tanah
45
Bab 45 | Perdebatan
46
Bab 46 | Drone
47
Bab 47 | Kedatangan Aleski
48
Bab 48 | Flashback 1
49
Bab 49 | Flashback 2
50
Bab 50 | Flashback 3
51
Bab 51 | Kematian Wanita Iblis
52
Bab 52 | Menyerahkan Diri Ke Kantor Polisi
53
Bab 53 | Ayah Berkunjung
54
Bab 54 | Pak Tua
55
Bab 55 | Tangis Haru
56
Bab 56 | Akhir Dari Semuanya
57
Misteri Mawar Hitam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!