Mobil merah itu berhenti di depan salon besar lalu Luna turun dari mobil begitu juga dengan Aleski yang ikut turun melihat bangunan yang sangat megah itu sementara Luna mendekat dan menggandeng lengan Aleski untuk masuk sementara dirinya hanya bisa menurut.
Ketika sudah mendekat ke pintu masuk Aleski terkaget dengan pintu kaca yang terbuka dengan sendirinya dia mengira bahwa itu ulah mahluk gaib padahal itu adalah pintu otomatis.
"Ki-kita mau ngapain? " tanya Aleski yang merasa merinding sementara Luna hanya tersenyum miring setelah itu dirinya memanggil pegawai salon itu.
Dengan cepat para pegawai dengan seragam itu mendekat ke arahnya dengan menunduk hormat.
"Buat anak ini secantik mungkin dan se-**** mungkin, " ujar Luna dengan di balas anggukan oleh mereka setelah itu Luna berjalan menuju sofa dan duduk di sana dengan senyum yang sangat aneh.
Sementara para pegawai segera melakukan perintah bosnya dengan telaten namun Aleski yang tidak pernah di dandani beberapa kali menolak saat di pasangkan bulu mata dan celak apalagi soflen namun mereka tetap memaksa walau Aleski sudah mengeluarkan air mata.
Setelah selesai di Make Up dengan segera mereka menggiring Aleski untuk ke tempat ganti sementara yang lain memberikan beberpa pakaian dengan warna yang terang.
Sementara Luna tengah menelfon dengan penuh senyum.
"Saya pastikan yang ini lebih uh ****, " ujar Luna dengan suara meyakinkan.
"Saya harap seperti itu dan pastikan dia lihai di atas ranjang, " ujar di seberang sana sementara Luna terlihat tegang ia takut Aleski akan mengecewakan.
"Halo? " terdengar suara di seberang sana seketika Luna tersadar dari lamunanya.
"Oh iya saya pastikan akan sesuai dengan apa yang Anda inginkan, " ujar Luna berusaha meyakinkan.
"Oh oke saya tunggu, " ujar dari seberang setelah itu sambungan telepon terputus dan seketika Luna merasa gelisah.
"Bos!! " terdengar suara pegawai yang berhasil membuat Luna tersadar dari lamunanya.
"Sudah selesai? " tanya Luna dan di balas anggukan setelah itu terlihat dari kejauhan Aleski tengah berjalan dengan susah payah karna dirinya memakai sepatu tinggi sampai-sampai harus di bantu oleh salah satu pegawai.
Luna bangkit mengambil alih Aleski dari pegawai dan langsung menuntunnya menuju mobil sementara Aleski berusaha tetap berjalan dengan normal.
'sendal model apa ini? ' batin Aleski merasa heran sementara Luna menuntun dengan kasar.
...✧༺♥༻✧...
BRAGK!!!
Marie menggebrak meja yang terbuat dari kayu jati itu dengan keras berhasil membuat yang ada di situ terlonjak kaget bahkan ada yang sampai senam jantung beruntung mereka tidak mempunyai penyakit jantung kalo punya nyawa akan melayang.
"KURANG AJAR!!! " pekik Marie dengan wajah merah apalagi dengan mata yang tajam namun yang membuat anak buahnya takut adalah tangan Marie mulai mengambil tembakan dan senjata tajam.
DOOR!!!
DOOR!!!!
DOOR!!!!!
DOOR!!!!!
DOOR!!!!!!!
Seketika ruangan tersebut menjadi berisik apalagi dengan darah yang memuncrat yang sangat merah dan kental sementara Marie mendekat mulai memisahkan kulit dari dagingnya lalu ia kumpulkan setelah itu di tancapkanya pisau lipat tersebut ke mata mereka yang masih terbuka lebar setelah itu Marie mengambil pisau kecil lalu di potong nya jari-jari mereka sampai terpisah dan akhirnya di kumpulkan menjadi satu dengan kulit di potongnya menjadi sangat kecil bagaikan debu.
Setelah itu matanya melirik ke arah kepala dan akhirnya bibirnya membentuk sebuah senyuman seraya bengkit mengambil golok yang ada di laci setelahnya di injaknya kepala itu sebelum memotong kepalanya.
"Rasakan itu!!! " tekanya sebelum akhirnya keluar dari ruangan dimana penuh dengan mayat yang sangat mengenaskan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Elina zivana
Eeeeh parah 😰😰
2022-07-24
3