Sementara Aleski yang masih di dalam mobil dengan terus menunduk untungnya lelaki itu belum tau dengan keberadaan Aleski.
Rencananya setelah mobil berhenti dirinya akan keluar dari mobil bahkan ia berharap akan di permudahkan untuk bisa pergi.
Waktu terus berlalu dan akhirnya mobil behenti juga tampak lelaki itu keluar namun tanganya hendak membuka pintu belakang dan situlah Aleski semakin panik rasa takut jika sampai ketahuan.
BRAK!!
Pintu terbuka dan tangan yang hendak mengambil koper seketika berhenti matanya menatap tajam ke arah Aleski aura kemarahan mulai terasa rahangnya mengeras.
"Siapa?!! " bentak lelaki itu dan sekeketika jantung Aleski sudah berdetak sangat kencang perlahan dirinya berbalik mencoba memberanikan dirinya untuk melihatnya.
"Ma-maaf tuan Mafia sa-saya tadi di kejar dan…" belum selesai Aleski berbicara sudah di tarik dengan kasar olehnya.
Ekpresinya datar tapi dapat di rasakan jika ada kemarahan di dalam dirinya bahkan Aleski hanya bisa diam dan pasrah, dirinya merasa hidupnya memang selalu di kasari bahkan seperti tidak mempunyai hak sedikitpun untuk bahagia.
Tanganya mencengkeram erat tangan Aleski bahkan sampai membuatnya kesakitan bagaikan tulangnya akan retak karna lelaki itu.
'Sial, kenapa aku bertemu bocah ini lagi' batin lelaki itu yang merasa muak karna harus bertemu dengan Aleski kembali.
Lelaki itu menarik Aleski ke dalam bangunan yang menyeramkan bahkan tercium bau darah entahlah tempat apa itu.
'Tempat apa lagi ini?' batin Aleski bertanya-tanya dengan tempat yang sedang ia pijaki jujur tempat itu sangat menakutkan.
Pintu bangunan itu terbuka lebar bahkan pintunya sangat tinggi dan besar bagaikan gerbang istana.
Terlihat seorang pria yang masih terlihat muda dengan menggunakan jaket kulit dia bangkit mendekat ke arah dirinya.
"Akhirnya kau datang juga Alan, " ucap pria itu yang di yakini lelaki yang masih mencengkeram tangan Aleski bernama Alan Ghaizan Mahendra.
"Sudah aku katakan akan datang Leo, " ucap Alan menjawab ucapan sahabatnya yang bernama Leonard Amreli.
Leo hanya terkekeh namun dirinya berhenti saat baru menyadari dengan keberadaan Aleski di samping sahabatnya itu yang tampak kesakitan.
"Siapa dia Lan? " tanya Leo menatap Alan dengan penuh tanda tanya.
"Tidak penting, " jawab Alan ketus seraya melepas tanganya dari Aleski dengan paksa sementara Leo hanya bisa mengernyit merasa heran.
"Kau urus saja dia, " lanjut Alan dengan dinginya memerintah sahabatnya sendiri sedangkan Leo merasa heran sebab akan di apakan gadis yang di bawa sahabatnya itu.
"Di bunuh Lan? atau di siksa? " tanya Leo namun Aleski menjadi panik dirinya belum siap untuk kehilangan nyawa karena dirinya ingin hidup bahagia terlebih dahulu.
"Apa kau lupa Le? kita tidak akan membunuh perempuan. " ujar Alan menatap tajam Leo dan seketika Leo ingat bahwa mereka tak akan membunuh perempuan karna ada masa lalu yang tak dapat terlupakan.
"Sorry Lan, " ujar Leo merasa malu sendiri sedangkan Alan dia sudah berjalan meninggalkan mereka berdua dan Leo tengah berfikir akan di apakan gadis itu sampailah ide yang menurutnya brlilian muncul.
"Ayo ikut aku, " ujar Leo seraya menarik tangan Aleski supaya dengan cepat mengikutinya.
"To-tolong saya tuan, " ujar Aleski yang sudah keringat dingin.
"Tidak usah takut, kau hanya perlu membersihkan darah dan potongan daging itu setiap harinya. " ujar Leo setelah membuka pintu ruangan yang penuh dengan darah dan potongan daging entah apa itu hewan atau manusia.
Seketika Aleski menjadi mual melihat isi ruangan yang sangat parah memang di rumah dulu dirinya juga sering di suguhkan dengan pemandangan darah dan potongan tubuh manusia namun tidak separah ini.
"Kau boleh bersihkan ruangan ini sekarang juga, kalo butuh apa-apa bilang saja sama Bi Yati. " ujar Leo dengan senyumnya baginya itu adalah pekerjaan paling cocok untuk gadis seusia Aleski.
Lagi dan lagi Aleski hanya bisa menurut dengan perintah orang lain dan setelahnya Leo pergi begitu saja meninggalkan Aleski sendirian di ruangan yang sangat menjijikkan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
atang maulana
semoga aleski tidak disiksa lagi kan kasian 😭😭
2022-11-10
2