Terlihat Alan berada di ruangan yang gelap bahkan hanya ada lampu remang-remang dirinya duduk dengan kaki di angkat di depanya juga ada seorang perempuan yang sedang merokok dia bernama Janefera Meylieza.
"Fer, " panggil Alan dan seketika wanita yang di panggilnya menoleh sembari mengepulkan asap dari mulutnya lalu memainkan rokok itu di tangannya.
"Hm, " Fera hanya berdehem ia memanglah wanita yang cuek dan dingin.
"Bagaimana dengan Felix? " tanya Alan menatap sahabatnya itu yang tampak tersenyum miring.
"Dia masih bodoh mencoba bersembunyi di saat aku tak menemukannya, " jawab Fera dengan suara sinis dan di balas dengan anggukan oleh Alan.
"Kita lihat saja sampai kapan dia akan terus lari dari kita, " ujar Alan seraya mengambil rokok milik Fera lalu menyalakanya.
Sementara Fera bangkit dengan mengambil rokok yang ada di atas meja lalu berucap "Kau ini kenapa sih? suka sekali ngambil barang orang, " ucapnya yang merasa kesal mempunyai sahabat yang suka main ambil barangnya.
Sementara Alan hanya tersenyum tipis melihat Fera yang berjalan dengan langkah kaki yang di hentakan apalagi dengan wajah marahnya sebelum akhirnya menutup pintu ruangan tersebut dengan kencang.
BRAGK!!
"Wanita itu memang aneh, " gumam Alan lalu melanjutkan menikmati rokoknya dan mengepulkan asap.
***
Fera menuruni tangga dengan tatapan tajamnya dan terus merokok namun matanya menangkap seorang gadis yang sedang membawa plastik besar berwarna hitam siapa lagi kalo bukan Aleski.
Namun Aleski terus berjalan tanpa menghiraukan Fera dan itu yang membuatnya merasa penasaran siapa gadis itu apalagi selama ini dirinya belum pernah melihat Aleski otaknya sempat berfikir kalau orang yang di lihatnya adalah penyusup.
"Siapa!!" Fera bertanya dengan suara keras berhasil membuat Aleski berhenti seraya menoleh ke arah Fera dan seketika dirinya ketakutan sebab penampilan Fera yang sangat mirip seperti preman dengan jaket kulit hitam bergambar singa dengan tampilan yang sangat gelap apalagi antingnya dan rambut yang di kuncir kuda.
"Apa kamu BISU ya!! saya tanya kamu siapa? " bentak Fera karna Aleski hanya diam mematung.
"Sa-saya Aleski," jawab Aleski dengan cepat tak mau wanita di depanya marah baginya wanita di depanya itu marah ataupun tidak tetap saja terlihat menakutkan.
Namun Fera masih menatap Aleski dengan curiga dirinya menganggap orang yang ada di depanya itu sangat mencurigakan padahal Aleski hanya ketakutan apalagi tadi di ruangan yang menjijikan dirinya harus kuat .
"Dia pekerja baru di sini, " Leo datang tepat pada waktunya dan mereka dua wanita itu menoleh ke arah Leo.
"Oh, " Fera hanya ber-oh saja sekarang dirinya sudah tidak curiga lagi karna yang mengatakannya adalah Leo sahabatnya sendiri.
Setelahnya Fera melangkah pergi meninggalkan mereka di sana berdua dengan rokoknya yang masih betah ia hisap.
Leo menepuk pundak Aleski seraya berucap "Namanya Fera, dia itu memang seperti itu tapi kalo sudah dekat denganya pasti akan tau sisi baiknya. "
Aleski yang mendengar perkataan Leo barusan hanya bisa mengangguk dengan senyum manisnya yang dapat di lihat oleh Leo.
'Cantik,' batin Leo ketika melihat senyum Aleski yang menurutnya manis padahal dirinya tidak tau saja di balik senyum yang manis ada kepaitan di baliknya dan luka yang dalam namun begitulah cara wanita kuat menutupi kesedihanya dengan senyuman yang mampu menipu orang lain.
"Sa-saya permisi dulu, " pamit Aleski ketika merasa terabaikan karna Leo hanya diam memandanginya.
"Oh iya, " jawab Leo yang berusaha menjadi normal kembali sedangkan Aleski sudah berjalan menuju ke luar memberikan daging dari ruangan tadi untuk hewan buas peliharaan Alan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
atang maulana
semoga saja ceritanya lanjut sampai tamat ya👍👍
2022-11-10
2