Waktu terus berputar namun mobil belum juga berhenti sementara Aleski yang merasa ngantuk akhirnya tertidur dengan menyender di jendela sedangkan Alan ia hanya menutup mata saja dengan menyender di kursi.
"Masih jauh ya? " tanya Fera yang sudah mulai bosan sampailah ia memutuskan untuk menengok ke belakang dan hatinya seketika teriris saat melihat mereka duduk berdua .
'Sudahlah lagi pula sebentar lagi gadis itu akan pergi,' batin Fera.
Perlahan dirinya mencoba untuk memejamkan matanya supaya bisa terlelap untuk menghilangkan rasa bosan.
Namun belum juga dirinya terlelap sudah terdengar suara tembakan dan benda tajam lainya sontak saja Fera terbangun memperhatikan keadaan sekitar yang tiba-tiba saja banyak mobil hitam dan motor hitam yang mengikuti mereka bahkan ada yang mencoba menghancurkan kaca mobil.
Alan pun ikut terbangun memperhatikan keadaan seketika tanganya mulai mengambil koper berisi banyak macam senjata tajam, tatapan matanya terlihat dingin sementara jari jemarinya memilih senjata yang menurutnya pas.
"Siapa mereka? " ucap Fera yang mulai mengambil busur panah untuk bersiap melawan mereka nanti sementara Leo hanya diam dengan mata yang fokus ke depan terus menjalankan mobil mencoba menghindar dari mereka bahkan kecepatannya ia tambahkan dimana berhasil membuat Aleski terbangun dari tidurnya.
Panik? tentu saja Aleski merasa panik sebab mereka terus mencoba memecahkan kaca bahkan ada yang menembakan pelurunya ke arah mobil beruntung mobil tersebut sangat kuat.
"Buka Le, " titah Alan yang sudah ada dua senjata di tanganya sementara Leo segera memencet tombol dan terbukalah atap mobil dengan segera Alan bangkit mulai menembakkan dua senjata yang ada di tanganya begitu juga dengan Fera yang ikut bangkit melawan mereka dengan busurnya.
Sedangkan Leo masih saja berusaha untuk lari dari mereka namun dirinya juga ragu karna jumlah mereka sangat banyak akhirnya dirinya mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buah Alan di markas untuk segera membantunya.
CIITT!! …
Terpaksa Leo harus menghentikan mobilnya secara tiba-tiba berhasil membuat Aleski terhuyung ke depan dan akhirnya mencium kursi di depannya. sedangkan Leo berhenti sebab jalan sudah di tutup oleh mobil dan motor bahkan terlihat mereka turun dari kendaraanya dengan senjata di tanganya mereka mendekat ke arah mobil.
Akhirnya Leo ikut mengambil senjata dan tanpa pikir panjang dirinya menembak mereka namun ia menoleh ke arah Aleski yang merasa panik.
"Kau keluarlah, nanti kita menyusul! " ujar Leo dengan suara lantang sedangkan Aleski merasa bingung akan melakukan apa.
"Cepat keluar!! " Leo kembali berteriak dan situlah Aleski menuruti apa yang Leo perintahkan.
BRAGK!
Aleski membuka pintu mobil dan dirinya mencoba menghindar dari peluru sembari terus berlari masuk ke dalam hutan.
Sampai-sampai dirinya tidak menyadari jika orang yang memakai pakaian serba hitam sudah mengejarnya ikut masuk ke dalam hutan yang gelap itu.
Aleski terus berlari dan berlari di sepanjang hutan, rambutnya yang tergerai menjadi berterbangan apalagi tatapanya yang terus fokus ke depan pantang untuk berhenti sebab dirinya merasa terancam.
Sementara orang yang di belakangnya terus mengejar Aleski yang berlari bagaikan kuda di saat perang sangat cepat.
"Astaga kenapa mereka malah mengejarku? " gumam Aleski yang merasa heran sebab mereka malah mengejarnya.
Karena merasa sudah jauh ia berlari akhirnya otak cerdasnya berfikir untuk bersembunyi Toh jika berlari tak akan ada habisnya.
Aleski mulai mendekat ke arah pohon lalu memanjatnya setelah sampai di atas Aleski duduk dengan tenang sembari terus memperhatikan sekitaran.
"Nah begini kan enak, aku gak bakal capek. " gumam Aleski dengan senyam-senyum namun karena merasa lelah akhirnya Aleski menyenderkan dirinya di pohon mengabaikan mereka yang masih saja berlari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
atang maulana
kenapa nggak ada hbsnya kesialan aleski
2022-11-10
3