Terlihat Aleski dan Luna turun dari mobil berjalan masuk ke dalam hotel dengan susah payahnya Aleski berjalan dirinya ingin melepas sepatu tinggi itu namun di larang oleh Luna bahkan langsung di tatap dengan mata elangnya.
Tak…Tak…Tak…
Terdengar deru langkah mereka memasuki kawasan lobby hotel mereka berjalan menuju lift setelah itu masuk kedalam lift.
Di dalam lift hanya ada keheningan dua orang itu hanya fokus dengan pikiran masing-masing.
Ting!!
Pintu lift terbuka dan Luna langsung menggandeng tangan Aleski berjalan melewati ruangan ke ruangan lain.
"Maaf ini mau kemana ya? " tanya Aleski yang entah kenapa perasaanya tidak enak bahkan jantungnya terus berdetak tak karuan.
"Sudah ikut saja, " jawab Luna dengan ketus dengan tangan yang terus menggandeng Aleski untuk mengikutinya.
Selangakah demi selangkah sampailah mereka di belokan dimana terdapat tiga arah namun Aleski merasa kaget saat melihat Marwin bersama anak buahnya dengan jaz berwarna hitamnya.
Langkahnya terhenti bersembunyi di balik tubuh Luna namun Luna merasa risih sampai akhirnya dirinya menoleh dengan wajah sinisnya.
"Kau kenapa? " tanya Luna melihat Aleski yang ikut mendongak ke arah wanita yang lebih tinggi darinya.
"Aleski!!! " pekik Marwin yang menoleh ke sumber suara dan ternyata itu adalah anaknya dengan cepat pula Aleski berlari menuju lift dan anak buah Marwin juga tak tinggal diam mereka ikut mengejar.
Sekarang Aleski sudah masuk ke dalam lift tanganya memencet tombol dengan gemetar sementara anak buah ayahnya semakin mendekat bahkan sangat dekat Aleski terus memencet dan mereka sudah sangat dekat.
"Non Al berhenti!! " pekik salah satu dari mereka dan beruntung pintu lift sudah tertutup disitulah Aleski dapat bernapas lega namun entah kenapa dirinya masih merasa waswas takut rasanya kalau sampai dirinya tertangkap.
...✧༺♥༻✧...
"Kejar!!! " pekik Marwin menyuruh mereka berlari mengejar Aleski.
"I-iya bos, " jawab mereka lalu berlari ada
yang masuk ke dalam lift ada juga yang turun lewat tangga.
Mereka terus berlari dan berlari dengan perasaan panik takut jika majikannya lolos lagi mereka tak akan mau mati dengan mengenaskan apalagi mereka baru saja tau jika temanya mati di tangan Marie dengan mengenaskan bosnya memang lah mempunyai penderita Psycho.
Sementara yang berada di dalam lift terus menendang dinding tersebut dengan berteriak-teriak memaki-maki entah kepada siapa mereka terus mengumpat bagi mereka lift yang sedang turun ke lantai satu terasa sangat lama bagaikan se-abad.
"Sial kenapa lama sekali!! "
"Astaga menyusahkan saja!! "
"Tidak berguna!! "
TING!!
Akhirnya pintu lift terbuka mereka langsung berlari keluar sampai tak memperdulikan orang-orang yang mereka tabrak.
Sementara Aleski masih berlari keluar dari hotel bahkan dirinya melepas sepatu tinggi yang menghalanginya untuk berlari cepat.
"Ya Tuhan kenapa aku selalu di kejar? " gumam Aleski dengan sesekali menoleh ke arah belakang dan ternyata sudah mulai terlihat sebagian Bodyguard yang keluar bahkan mengejarnya dengan terus berteriak memanggil nama Aleski namun Aleski semakin menambah kecepatan larinya menembus kota metropolitan bahkan mungkin dirinya sudah mengalahkan pengendara yang lewat.
Dirinya terus berlari dan berlari tak perduli dengan kakinya yang sudah pegal akibat berlari tanpa menggunakan apapun apalagi dengan pejalan kaki dan pedagang kaki lima yang terus membuat Aleski susah untuk berlari beberapa kali dirinya harus mengurangi kecepatan larinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments