Hari sudah pagi mulai terlihat sinar matahari yang sangat terang terlihat Aleski yang masih berjalan dengan rasa lelah bagaimana tidak? semalaman dirinya tidak berhenti berjalan.
Dari kejauhan dirinya melihat sekumpulan bapak-bapak dengan motor yang terparkir dengan rapih.
Aleski terus berjalan dan berjalan entah sampai kapan bahkan dirinya masih di dalam desa yang entah dimana sampailah dirinya tepat di depan pos.
"Ojek neng? " tanya salah satu dari mereka dan seketika Aleski menoleh.
"Ta-tapi saya gak punya tujuan, " ujar Aleski dengan suara lirih.
"Neng dari mana emangnya? " tanya yang lain dengan penuh tanda tanya.
Aleski lalu menceritakan semuanya kepada mereka dan di balas dengan anggukan ada juga yang merasa miris dengan yang sudah terjadi kepada Aleski.
"Kalo boleh saya minta di anter ke kota aja pak, tapi tenang aja pak saya ada uangnya kok buat bayar." ujar Aleski.
"Oh iya neng, " salah satu dari mereka berjalan mendekat ke arah motor seraya memakai helm.
"Silakan naik neng, " ujar bapak itu sementara Aleski dengan segera menaiki motor tersebut lalu memakai helmnya setelah siap motor akhirnya di jalankan melewati pepohonan dan beberapa rumah.
Tanpa terasa mereka sudah sampai di kota dapat di lihat dengan gedung yang tinggi dan bangunan lainya.
"Turun di mana neng? " tanya si bapak.
"Di sini aja pak, " jawab Aleski cepat.
Setelah itu motor di tepikan lalu mematikan mesinya setelah itu Aleski turun seraya melepaskan helmnya.
"Berapa pak? " tanya Aleski.
"Delapan puluh ribu neng, " jawab si bapak setelah itu Aleski membuka kantong yang di berikan oleh orang yang telah membantunya di saat dirinya kabur dari rumah.
Dirinya mengeluarkan uang yang di maksud seraya memberikan uangnya setelah itu si bapak pamit untuk kembali ke desa.
Sekarang dirinya hanya sendiri dengan langkah pelan Aleski berjalan di pinggiran dengan menahan perutnya yang mulai keroncongan.
Bahkan dirinya tak fokus dengan pandangannya sampailah dirinya menabrak seseorang.
BRUGH!!
"Oh, My God!! " pekik seorang wanita yang tengah menelfon dan reflek melepasnya dengan tatapan tajam bagaikan elang ia tuju ke arah Aleski.
"Ma-maaf, " ujar Aleski dengan menunduk tak berani menatap wanita dengan pakaian merah itu bagaikan penghuni jembatan ancol.
Sementara wanita itu memperhatikan Aleski dengan senyum smirk entah apa yang ada di dalam otaknya.
"Saya akan mengampuni kamu, tapi... kamu harus melakukan sesuatu. " ujar wanita tadi dengan suara datar.
Seketika Aleski mendongak menatap wanita yang sedari tadi tidak ia tatap dengan bibir merahnya wanita tadi tersenyum menatap Aleski.
"Melakukan apa? " tanya Aleski dengan mengernyitkan keningnya.
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Diandra Safaluna panggil saja Luna, " ucapnya dan di balas anggukan oleh Aleski.
"Yang harus kamu lakukan hanya perlu masuk ke dalam hotel menemani seseorang, " jelasnya.
"Hotel? " jujur Aleski tak tau apa itu Hotel bagaimana bisa tau? keluar rumah saja dirinya tak pernah.
"Astaga anak ini, " tampak Luna merasa pusing dengan kepolosan Aleski namun seketika dirinya tersenyum karna jika Aleski tak tau tandanya akan mudah baginya.
"Sudahlah kau ikuti saja, " ujar Luna setelah itu dirinya merangkul Aleski memintanya untuk masuk ke dalam mobil mewah berwarna merah.
Sementara Aleski hanya bisa mengikuti dengan apa yang Luna inginkan tanpa rasa curiga sekalipun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
atang maulana
semoga tidak kenapa2 aleski nya
2022-11-10
2