Hari sudah malam terlihat Aleski tengah menyiapkan makan malam dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya bagai mana tidak? tadi pagi sudah di keroyok oleh ibunya.
"Hahahaha Beby kau bisa saja, " terdengar suara Marie yang sangat manja.
"What can't love, apapun aku bisa. Lihatlah membuat Eline mati pun aku bisa. " ujar Marwin dengan bangganya.
Mereka semakin mendekat dan di situlah aroma alkohol semakin menyengat bahkan terlihat mereka sangat romantis dengan ucapan-ucapan bernada manjanya.
"I love you more and more, " suara Marie terdengar manja berhasil membuat siapa saja yang mendengar hampir muntah.
Prang!!!…
Terdengar suara piring terjatuh oleh Aleski ketika mendengar nama Elline dan di saat ituloh pasangan suami istri tersebut menoleh ke arah Aleski dengan tatapan tajam bahkan Marie melepas genggamanya dari Marwin lalu mendekat ke arah Aleski.
"Wah anak haram ini sangat pintar sekali, " ucap Marie dengan menatap Aleski bahkan menampakan senyum yang sangat mengerikan.
"Ma-maaf, " ujar Aleski dengan nada gemetar merasa terancam dirinya takut akan di perlakukan kasar kembali oleh Marie.
"Maaf? oh ok I will memberi kamu hadiah karna sudah sangat pintar, " ucap Marie dengan nada yang sangat aneh.
"Silakan duduk sayang, " ujar Marie dengan tangan mempersilahkan Aleski untuk duduk.
"Trimakasih tapi Aleski ingin segera membereskan pecahan piring Mama sama Papa duduk saja, " ucap Aleski dengan menunduk.
"Sit down and eat together, " ujar Marie meminta Aleski untuk segera duduk.
Merasa tersudut akhirnya Aleski menurut lalu berjalan mendekat ke arah kursi baru saja akan duduk namun.
Brak!! …
Marie menjedotkan kepala Aleski ke atas meja berhasil membuat Aleski merintih kesakitan sementara para pelayan dan Bodyguard yang ada di situ hanya bisa menggigit bibir merasa ngeri dengan apa yang di lakukan Marie kepada Aleski.
Sementara Marwin hanya bersedekap dada dengan senyum mengembang di wajahnya merasa bangga dengan apa yang di lakukan istrinya kepada Aleski.
"Sakit! " ringis Aleski mengusap keningnya dimana barusan terjedot meja yang terbuat dari marmer.
"Woah pasti enak, " ujar Marie dengan senyum smirk menatap Aleski dengan sinis.
"Oh ya mama punya hadiah lagi loh, " ucap Marie dengan nada lembut namun ekpreksinya mengerikan.
"Ja-jangan mah, " mohon Aleski supaya Marie berhenti menyiksanya.
Namun Marie hanya tersenyum seraya mengangkat tangannya lalu menarik rambut Aleski dengan kencang sangat kencang sampai banyak yang rontok.
"Sakit mah!! " tangis Aleski pecah dengan memegangi rambutnya yang sangat sakit berharap akan ada yang menolongnya tapi tidak akan ada satupun yang berani maju satu kata lolos langsung di pecat bahkan nyawa bisa melayang.
"Anak HARAM tak tau DIRI, " bentak Marie dengan menatap tajam Aleski.
"Pah sakit pah tolong Al, " mohon Aleski kepada Marwin.
Tampak Marwin merasa ngeri dengan apa yang di lakukan istrinya sampai-sampai dirinya keringat dingin.
"Sayang ayo kita ke kamar, " ajak Marwin yang berhasil memberanikan dirinya untuk berbicara.
Marie menoleh ke arah Marwin dengan senyum manisnya sebelum dirinya melakukan sedikit bonus.
Bugh!! …
Setelah mendorong kuat Aleski Marie langsung menendangnya dengan sangat kuat lalu tersenyum setelah itu dirinya berbalik melangkah mendekat ke arah Marwin seraya menggandeng tangan suaminya lalu berjalan menjauh dari ruang makan.
Seperti biasa para pelayan menunggu aman lalu menolong Aleski dengan raut wajah khawatir.
"Ya ampun Non Al, " Bi Desi menangis sesenggukan merasa tak tega dengan majikanya itu.
"Bibi jangan nangis, Al gak papa kok, " ujar Aleski menatap wajah Bi Desi dengan senyuman berusaha membuat rasa khawatir Bi Desi berkurang.
"Bibi antar ke kamar ya Non, " ujar Bi Sisri lalu memapah tubuh Aleski menuju kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
ih ngeri di jedotin dong
2022-08-04
2