Bab 17 | Kembali ke Rumah

Hari-hari Aleski sekarang adalah membersihkan ruangan yang menjijikan baginya namun karna setiap hari dirinya membersihkan rasa jijik itu perlahan mulai berkurang.

"Astaga ruangan apa ini? kenapa selalu ada darah dan daging setiap harinya? " tanyanya yang entah kepada siapa.

Setelah selesai membersihkan ruangan itu Aleski seperti biasanya membawa potongan daging tersebut ke tempat hewan peliharaan Alan.

...✧༺♥༻✧...

Sementara di tempat lain terlihat Alan sudah siap dengan pakaian rapihnya sebab dirinya akan kembali lagi ke kota untuk menjalankan bisnisnya di sana sekaligus mencari musuhnya.

TOK... TOK... TOK...

Terdengar suara pintu di ketuk entah oleh siapa sedangkan Alan hanya mendengus kesal tapi akhirnya dirinya berjalan membuka pintu.

CKLEK!

Pintu terbuka dan terlihatlah siapa yang mengetuk pintu tadi, dia adalah Leo dengan kertas di tanganya.

"Ada apa? " tanya Alan dengan datarnya sama seperti ekpresinya yang datar saja.

"Dingin banget sih? lagian aku ke sini cuman mau kasih ini aja kok, " ujar Leo sembari menyodorkan kertas.

"Apa? " tanya Alan yang hanya melihat kertas itu tanpa mengambilnya.

"Tentang gadis itu, " jawab Leo dengan nada kesal karena bukanya di ambil namun malah hanya di lihat saja.

"Oh, yasudah tolong bacakan. " ucap Alan lalu duduk di kursi kebesarannya seraya mengambil rokok yang ada di meja.

Leo mendengus namun Alan adalah bosnya dan dirinya hanya bisa menurut dengan berat Leo duduk di sofa panjang yang ada di sana lalu mulai membacanya.

"Namanya Sabrina Aleskia anak dari Marie Atalie dan Syakil Marwin, dirinya tinggal di kompleks kenanga di kota jakarta umurnya dua puluh tahun yang aku dengar dia di kejar oleh bodyguard. " jelas Leo sementara Alan hanya diam dengan terus menyesap rokoknya seperti tidak perduli.

"Bawa pulang anak itu, " ujar Alan dengan datar.

"Siap, eh tapi kau rapih begini mau kemana? " tanya Leo penasaran ketika melihat sahabatnya sudah rapih.

"Balik, " jawab Alan dengan cuek baginya jawabannya sudah cukup.

"Ke Jakarta? " tanya Leo yang berhasil membuat Alan mendengus merasa kesal sebab Leo terus bertanya.

"Hm, " Alan hanya menjawab dengan deheman seraya menyesap rokoknya kembali.

"Sekalian lah sama si Aleski, " saran Leo karna tujuan mereka sama.

"Terserah, " jawab Alan ketus seraya bangkit lalu membuka pintu namun terlihat Fera yang sedang memakan permen karet.

"Kau mau pulang Lan? " tanya Fera dengan menatap Alan.

"Hm, " jawab Alan singkat sementara Fera seketika terdiam bahkan ia berhenti mengunyah permennya namun beberapa saat kemudian dirinya tersenyum miring.

"Aku boleh ikut? " tanya Fera sementara Alan mengangguk tanda mengiyakan setelah itu melangkah pergi.

...✧༺♥༻✧...

Terlihat Aleski sedang duduk di tanah dengan melihat rumput kering yang ada di sana ia merasakan hidupnya sangat hampa.

"Ya Tuhan kapan aku bisa hidup bahagia seperti orang lain? " gumam Aleski yang sedang merenungi nasibnya yang sangat miris baginya.

Tanganya mulai memetik rumput kering yang sudah berwarna coklat kekuningan bahkan tangan kreatifnya mulai bergerak merangkai rumput yang terlihat biasa saja dan tidak menarik menjadi mahkota yang terlihat indah Aleski memakai mahkota yang barusan ia buat di kepalanya sekarang dirinya terlihat sangat cantik dengan rambut tergerai yang terkena angin.

Aleski mulai menikmati suasana sampailah dirinya di kagetkan ketika merasakan seperti ada tangan yang memegang bahunya dengan segera pula dirinya mendongak dan ternyata itu adalah Leo yang tengah tersenyum.

"A-ada apa tuan? " tanya Aleski seraya bangkit.

"Ikut saya, " jawab Leo dengan menarik tangan Aleski sementara yang di tarik hanya bisa menurut.

Tak... Tak... Tak...

Deru langkah kaki mereka mulai memasuki parkiran dimana di sana ada sebuah mobil hitam.

Tangan Leo mulai membuka pintu belakang dan langsung memperlihatkan Alan yang sedah duduk dengan tablet di tangannya ekpresinya terlihat serius sementara Fera yang duduk di samping kursi kemudi menoleh ke belakang.

"Loh kenapa dia ada di sini? " tanya Fera dengan menatap heran ke arah Aleski yang menunduk.

"Dia ikut ke Jakarta, " jawab Leo sementara Fera hanya ber-oh saja seraya kembali menatap ke arah depan.

Leo segera menyuruh Aleski untuk masuk duduk di samping Alan yang tidak bergeming sedikit pun masih saja fokus ke arah layar tabletnya seperti tidak menganggap mereka.

BRAGK!

Pintu mobil tertutup lalu Leo masuk ke pintu depan duduk di kursi kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.

Di sepanjang jalan hanya ada keheningan karena merasa bosan akhirnya Aleski memutuskan untuk melihat ke luar jendela yang hanya ada pohon dan pohon baginya menatap lurus ke depan sangatlah membosankan.

Terpopuler

Comments

Kirana Servis Dan Aksesoris

Kirana Servis Dan Aksesoris

sebener bikin cerita apa sih thoor muter-muter mulu baca nya

2022-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 | Meneratapi Nasib Yang Kejam
2 Bab 2 | Merasa Tersiksa
3 Bab 3 | Ingin Kabur Tapi Bingung Akan Kemana Dirinya
4 Bab 4 | Gerbang Menuju Kebebasan
5 Bab 5 | Hampir Ketahuan
6 Bab 6 | Mengalahkan Pelari Profesional
7 Bab 7 | Sepi Dan Gelap
8 Bab 8 | Tolong Aku Tuan Mafia
9 Bab 9 | Hanya Perlu Masuk Ke Dalam Hotel
10 Bab 10 | Bangunan Yang Sangat Megah
11 Bab 11 | Terus Berlari Dan Berlari
12 Bab 12 | Sangat Cepat Bagaikan Kuda
13 Bab 13 | Betapa Bahagianya
14 Bab 14 | Tempat Apa Lagi Ini?
15 Bab 15 | Sangat Mirip Seperti Preman
16 Bab 16 | Rasanya Sama Saja
17 Bab 17 | Kembali ke Rumah
18 Bab 18 | Di Serang
19 Bab 19 | Bukan Perempuan Bodoh
20 Bab 20 | Nyawa Kita Sudah Di Ujung Tanduk
21 Bab 21 | Tidak Menyangka Kau Akan Melakukannya
22 Bab 22 | Dasar Marwin Bodoh!!
23 Bab 23 | Jangan Galak-Galak
24 Bab 24 | Tinggal Di Sini Saja
25 Bab 25 | Apa Harus Ya?
26 Bab 26 | Mati Kutu
27 Bab 27 | Rencana Marie
28 Bab 28 | Terkena Jebakan
29 Bab 29 | Wanita Tua Bau Tanah Yang Pintar
30 Bab 30 | Tak Bisa Berkutik Lagi
31 Bab 31 | Masa Lalu
32 Bab 32 | Marwin Tertusuk
33 Bab 33 | Bertemu Bi Desi
34 Bab 34 | Ke Rumah Sakit
35 Bab 35 | Cari Aleski
36 Bab 36 | Mimpi Marwin
37 Bab 37 | Kegagalan Felix
38 Bab 38 | Saya Brengsek?
39 Bab 39 | Mau Bakar Anak Dan Menantumu
40 Bab 40 | Kalau Mereka Bukan Orang Tua Kandungmu?
41 Bab 41 | Gelap Gulita Dan Hening
42 Bab 42 | Kalau Aku Membantu?
43 Bab 43 | Labirin
44 Bab 44 | Labirin Bawah Tanah
45 Bab 45 | Perdebatan
46 Bab 46 | Drone
47 Bab 47 | Kedatangan Aleski
48 Bab 48 | Flashback 1
49 Bab 49 | Flashback 2
50 Bab 50 | Flashback 3
51 Bab 51 | Kematian Wanita Iblis
52 Bab 52 | Menyerahkan Diri Ke Kantor Polisi
53 Bab 53 | Ayah Berkunjung
54 Bab 54 | Pak Tua
55 Bab 55 | Tangis Haru
56 Bab 56 | Akhir Dari Semuanya
57 Misteri Mawar Hitam
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 | Meneratapi Nasib Yang Kejam
2
Bab 2 | Merasa Tersiksa
3
Bab 3 | Ingin Kabur Tapi Bingung Akan Kemana Dirinya
4
Bab 4 | Gerbang Menuju Kebebasan
5
Bab 5 | Hampir Ketahuan
6
Bab 6 | Mengalahkan Pelari Profesional
7
Bab 7 | Sepi Dan Gelap
8
Bab 8 | Tolong Aku Tuan Mafia
9
Bab 9 | Hanya Perlu Masuk Ke Dalam Hotel
10
Bab 10 | Bangunan Yang Sangat Megah
11
Bab 11 | Terus Berlari Dan Berlari
12
Bab 12 | Sangat Cepat Bagaikan Kuda
13
Bab 13 | Betapa Bahagianya
14
Bab 14 | Tempat Apa Lagi Ini?
15
Bab 15 | Sangat Mirip Seperti Preman
16
Bab 16 | Rasanya Sama Saja
17
Bab 17 | Kembali ke Rumah
18
Bab 18 | Di Serang
19
Bab 19 | Bukan Perempuan Bodoh
20
Bab 20 | Nyawa Kita Sudah Di Ujung Tanduk
21
Bab 21 | Tidak Menyangka Kau Akan Melakukannya
22
Bab 22 | Dasar Marwin Bodoh!!
23
Bab 23 | Jangan Galak-Galak
24
Bab 24 | Tinggal Di Sini Saja
25
Bab 25 | Apa Harus Ya?
26
Bab 26 | Mati Kutu
27
Bab 27 | Rencana Marie
28
Bab 28 | Terkena Jebakan
29
Bab 29 | Wanita Tua Bau Tanah Yang Pintar
30
Bab 30 | Tak Bisa Berkutik Lagi
31
Bab 31 | Masa Lalu
32
Bab 32 | Marwin Tertusuk
33
Bab 33 | Bertemu Bi Desi
34
Bab 34 | Ke Rumah Sakit
35
Bab 35 | Cari Aleski
36
Bab 36 | Mimpi Marwin
37
Bab 37 | Kegagalan Felix
38
Bab 38 | Saya Brengsek?
39
Bab 39 | Mau Bakar Anak Dan Menantumu
40
Bab 40 | Kalau Mereka Bukan Orang Tua Kandungmu?
41
Bab 41 | Gelap Gulita Dan Hening
42
Bab 42 | Kalau Aku Membantu?
43
Bab 43 | Labirin
44
Bab 44 | Labirin Bawah Tanah
45
Bab 45 | Perdebatan
46
Bab 46 | Drone
47
Bab 47 | Kedatangan Aleski
48
Bab 48 | Flashback 1
49
Bab 49 | Flashback 2
50
Bab 50 | Flashback 3
51
Bab 51 | Kematian Wanita Iblis
52
Bab 52 | Menyerahkan Diri Ke Kantor Polisi
53
Bab 53 | Ayah Berkunjung
54
Bab 54 | Pak Tua
55
Bab 55 | Tangis Haru
56
Bab 56 | Akhir Dari Semuanya
57
Misteri Mawar Hitam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!