Hari-hari Aleski sekarang adalah membersihkan ruangan yang menjijikan baginya namun karna setiap hari dirinya membersihkan rasa jijik itu perlahan mulai berkurang.
"Astaga ruangan apa ini? kenapa selalu ada darah dan daging setiap harinya? " tanyanya yang entah kepada siapa.
Setelah selesai membersihkan ruangan itu Aleski seperti biasanya membawa potongan daging tersebut ke tempat hewan peliharaan Alan.
...✧༺♥༻✧...
Sementara di tempat lain terlihat Alan sudah siap dengan pakaian rapihnya sebab dirinya akan kembali lagi ke kota untuk menjalankan bisnisnya di sana sekaligus mencari musuhnya.
TOK... TOK... TOK...
Terdengar suara pintu di ketuk entah oleh siapa sedangkan Alan hanya mendengus kesal tapi akhirnya dirinya berjalan membuka pintu.
CKLEK!
Pintu terbuka dan terlihatlah siapa yang mengetuk pintu tadi, dia adalah Leo dengan kertas di tanganya.
"Ada apa? " tanya Alan dengan datarnya sama seperti ekpresinya yang datar saja.
"Dingin banget sih? lagian aku ke sini cuman mau kasih ini aja kok, " ujar Leo sembari menyodorkan kertas.
"Apa? " tanya Alan yang hanya melihat kertas itu tanpa mengambilnya.
"Tentang gadis itu, " jawab Leo dengan nada kesal karena bukanya di ambil namun malah hanya di lihat saja.
"Oh, yasudah tolong bacakan. " ucap Alan lalu duduk di kursi kebesarannya seraya mengambil rokok yang ada di meja.
Leo mendengus namun Alan adalah bosnya dan dirinya hanya bisa menurut dengan berat Leo duduk di sofa panjang yang ada di sana lalu mulai membacanya.
"Namanya Sabrina Aleskia anak dari Marie Atalie dan Syakil Marwin, dirinya tinggal di kompleks kenanga di kota jakarta umurnya dua puluh tahun yang aku dengar dia di kejar oleh bodyguard. " jelas Leo sementara Alan hanya diam dengan terus menyesap rokoknya seperti tidak perduli.
"Bawa pulang anak itu, " ujar Alan dengan datar.
"Siap, eh tapi kau rapih begini mau kemana? " tanya Leo penasaran ketika melihat sahabatnya sudah rapih.
"Balik, " jawab Alan dengan cuek baginya jawabannya sudah cukup.
"Ke Jakarta? " tanya Leo yang berhasil membuat Alan mendengus merasa kesal sebab Leo terus bertanya.
"Hm, " Alan hanya menjawab dengan deheman seraya menyesap rokoknya kembali.
"Sekalian lah sama si Aleski, " saran Leo karna tujuan mereka sama.
"Terserah, " jawab Alan ketus seraya bangkit lalu membuka pintu namun terlihat Fera yang sedang memakan permen karet.
"Kau mau pulang Lan? " tanya Fera dengan menatap Alan.
"Hm, " jawab Alan singkat sementara Fera seketika terdiam bahkan ia berhenti mengunyah permennya namun beberapa saat kemudian dirinya tersenyum miring.
"Aku boleh ikut? " tanya Fera sementara Alan mengangguk tanda mengiyakan setelah itu melangkah pergi.
...✧༺♥༻✧...
Terlihat Aleski sedang duduk di tanah dengan melihat rumput kering yang ada di sana ia merasakan hidupnya sangat hampa.
"Ya Tuhan kapan aku bisa hidup bahagia seperti orang lain? " gumam Aleski yang sedang merenungi nasibnya yang sangat miris baginya.
Tanganya mulai memetik rumput kering yang sudah berwarna coklat kekuningan bahkan tangan kreatifnya mulai bergerak merangkai rumput yang terlihat biasa saja dan tidak menarik menjadi mahkota yang terlihat indah Aleski memakai mahkota yang barusan ia buat di kepalanya sekarang dirinya terlihat sangat cantik dengan rambut tergerai yang terkena angin.
Aleski mulai menikmati suasana sampailah dirinya di kagetkan ketika merasakan seperti ada tangan yang memegang bahunya dengan segera pula dirinya mendongak dan ternyata itu adalah Leo yang tengah tersenyum.
"A-ada apa tuan? " tanya Aleski seraya bangkit.
"Ikut saya, " jawab Leo dengan menarik tangan Aleski sementara yang di tarik hanya bisa menurut.
Tak... Tak... Tak...
Deru langkah kaki mereka mulai memasuki parkiran dimana di sana ada sebuah mobil hitam.
Tangan Leo mulai membuka pintu belakang dan langsung memperlihatkan Alan yang sedah duduk dengan tablet di tangannya ekpresinya terlihat serius sementara Fera yang duduk di samping kursi kemudi menoleh ke belakang.
"Loh kenapa dia ada di sini? " tanya Fera dengan menatap heran ke arah Aleski yang menunduk.
"Dia ikut ke Jakarta, " jawab Leo sementara Fera hanya ber-oh saja seraya kembali menatap ke arah depan.
Leo segera menyuruh Aleski untuk masuk duduk di samping Alan yang tidak bergeming sedikit pun masih saja fokus ke arah layar tabletnya seperti tidak menganggap mereka.
BRAGK!
Pintu mobil tertutup lalu Leo masuk ke pintu depan duduk di kursi kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.
Di sepanjang jalan hanya ada keheningan karena merasa bosan akhirnya Aleski memutuskan untuk melihat ke luar jendela yang hanya ada pohon dan pohon baginya menatap lurus ke depan sangatlah membosankan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Kirana Servis Dan Aksesoris
sebener bikin cerita apa sih thoor muter-muter mulu baca nya
2022-09-06
0