Hari sudah mulai sore matahari mulai turun hendak pamit mempersilahkan bulan untuk menerangi bumi.
Terlihat sekumpulan Bodyguard masih sibuk mencari Aleski semakin malam semakin bertambah pula rasa panik jika sampai di hukum.
Drrtt…Drrtt…Drrtt…
Salah satu hendpone mereka berbunyi dan akhirnya Reza melihat siapa yang menelpon seketika raut wajahnya menjadi panik bahkan pucat ketika tau yang menelfon adalah Marwin dirinya menoleh ke yang lain dan di balas anggukan.
"Ha-halo Bos, " Reza menyapa dengan suara gemetar bahkan tanganya saja bergetar.
"Bagaimana? " tanya Marwin di seberang sana dengan suara dinginya itu tandanya dirinya sedang serius.
"Ma-maaf Bos Non Al lolos lagi, " ujar Reza dengan perasaan gelisah.
"Oh tidak apa-apa santai aja, " ujar Marwin dan seketika anak buah yang mendengarnya sontak saja kaget karna tumben bosnya itu tidak marah bahkan nada bicaranya terdengar santai tidak ada ancaman sedikitpun.
"Kalian sudah makan? " tanya Marwin dan Reza menoleh ke teman-temanya yang dimana langsung mendapat anggukan.
"Belum Bos, " jawab Reza memang benar mereka sedari pagi belum makan.
"Kasian sekali kalian, yasudah sebagai tanda terimakasih karna sudah bekerja dengan baik kalian ke rumah sekarang kita makan malam bersama, " ujar Marwin mengajak mereka dan sontak saja antara senang dan heran karna baru kali ini bosnya mau mengajak mereka makan di rumah mewahnya.
"Se-serius Bos? " Reza bertanya memastikan bosnya itu tidak sedang main-main.
"Tentu saja serius, Sudah saya ingin kalian ke rumah sekarang saya tidak ingin kalian sakit karna telat makan. " ujar Marwin menyuruh mereka segera kembali.
Dengan antusias Reza mengiyakan ajakan bosnya setelah itu sambungan telepon terputus dan di situlah mereka bersorak merasa senang karna bosnya tidak mengamuk.
"Lebih baik kita kesana sekarang, " ujar salah satu dari mereka yang angat antusias mendengar ajakan dari bosnya.
Akhirnya mereka kembali ke rumah Marwin dengan menaiki kendaraan di sepanjang jalan mereka terus saja bersorak ria berapa bahagianya menurut mereka ini adalah momen paling langka yang harus di nikmati.
***
Setelah sampai di rumah besar Marwin mereka para Bodyguard segera masuk dan betapa senangnya saat di sambut oleh para pekerja di sana dengan sangat ramah bahkan seperti orang penting yang harus di hormati.
Setelah pintu rumah terbuka lebar mereka langsung di sambut oleh Marie dan Marwin yang duduk di atas kursi mewah.
"Selamat datang, silakan ikut saya, " ujar Marie dengan senyum manisnya tanpa ekpresi sinis sedikitpun Begitu juga dengan Marwin yang sangat ramah kali ini.
"Ayo, tunggu apa lagi? " tanya Marwin dan setelahnya para Bodyguard dengan senang hati mengikuti bosnya.
Namun mereka merasa heran karna bukanya ke dapur tapi ke arah belakang yang entah akan menuju kemana awalnya mereka merasa heran namun berusaha berfikir positif bahwa mereka akan di ajak bakar-bakaran di belakang rumah.
Marie dengan anggunya membuka pintu yang terbuat dari besi itu dan seketika ekpresi mereka menjadi tegang saat melihat alat-alat penyiksaan seperti alat untuk memenggal kepala dan ada juga alat untuk membakar namun bukan untuk membakar daging tetapi membakar manusia.
"Maaf Bos kenapa kesini ya? " tanya salah satu dari mereka dengan rasa takut apalagi kini ekpresi bosnya sudah berubah menjadi menyeramkan.
"Sudah masuk saja," ujar Marie sedikit membentak.
"Lagian di sana kalian pasti akan berteriak karna bahagia, saya hanya melakukan ini sekali loh." lanjutnya dan mereka yang ada di situ langsung pucat.
"Ayo masuk!!! " bentak Marie dan mereka para Bodyguard sontak saja langsung maju menurut tampaknya mereka sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan bosnya pada mereka.
Sekarang mereka sudah berada di posisi masing-masing dengan berbaris bak anak sekolahan yang sedang upacara bendera.
Marwin memanggil mereka satu persatu dan di giring ke alat penyiksaan tersebut api sudah di nyalakan mesin juga sudah di nyalakan begitu juga dengan Marie yang sudah siap dengan berbagai macam benda tajam yang siap menyiksa mereka.
"AAKKKHHHH!!!! "
"TOLONG!!! "
"AMPUN!! "
"SAKIT!! "
Suara-suara teriakan sudah terdengar dan di situlah Marie semakin bahagia apalagi ketika melihat darah yang menyiprat dan luka yang sangat parah.
Sementara yang lain sudah merasa ngeri bahkan ada yang pingsan mereka sudah pasrah sangat pasrah toh kabur pun percuma tak akan bisa lari dari kekejaman bosnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
joyji
harusnya bodigat nya kerja sama,bos nya kan cewek.pukul aja..
2023-01-01
0
atang maulana
dasar Marie psikopat, Semoga aleski selamat
2022-11-10
1