Mereka masih mengejar Aleski begitu juga Aleski yang semakin cepat larinya berusaha lolos dari para Bodyguard yang hendak menangkapnya membawanya pulang ke tempat penyiksaan.
"Non berhenti!! " teriak mereka yang semakin menjauh dari Aleski yang berlari cepat bagaikan kuda.
Dirinya terus berlari dan berlari tak peduli jika ia sudah terlalu jauh bahkan dirinya terus berlari tak mau berhenti sampailah dirinya melihat rumah kosong dengan cepat pula ia masuk ke dalam berharap mereka tak melihatnya.
...✧༺♥༻✧...
Terlihat sekumpulan pria dengan pakaian hitam tengah berlari dan berhenti tepat di rumah kosong tersebut.
"Cepet banget larinya, " ujar salah satu dari mereka dengan napas tersengal-sengal.
"Astaga kalo kita gak bawa Non Al pulang bisa abis kita sama Bos, " lanjut yang lain.
"Lu gak usah nambah takut bisa gak sih? " tanya yang lain dengan suara kerasnya bahkan hampir terjadi adu mulut ataupun fisik antara mereka kalau Andra tidak melerai.
"Udah-udah mending kalian gak usah kosplay jadi Tom And Jerry sekarang kita lebih baik lanjut cari Non Al pasti belum jauh, " ujar Andra dengan tegas lalu mereka semua lanjut berpencar mencari majikanya.
Ketika sudah aman Aleski baru keluar dari tempat persembunyiannya lalu dirinya menengok kesana kemari memastikan keadaan mendukung untuk dirinya pergi dari sana.
Setelah yakin Aleski berlari dan berlari ingin rasanya ia cepat-cepat pergi dari sana namun langkahnya terhenti ketika dirinya menabrak seseorang dengan cepat ia mendongak melihat orang yang dirinya tabrak dan ternyata itu seorang pria tampan dengan pisau di tangannya yang berlumuran darah bahkan Aleski sempat terpesona dengan wajah pria tersebut namun dengan segera dirinya sadar dari pikiranya.
"Ma-maaf, " Aleski meminta maaf dengan suara lirih namun pria tersebut hanya diam masih membersihkan pisaunya.
"Tu-tuan saya mohon tolongin saya, saya di kejar. " mohon Aleski dengan memasang wajah memelas bahkan dirinya terus menoleh ke belakang memastikan tidak ada mereka lagi sementara pria tersebut hanya diam seperti orang bisu masih dengan ekpresi datarnya dan pisau di tangannya tanpa menoleh sekalipun bahkan melirik pun tidak seperti tidak menganggap keberadaan Aleski.
"Tuan tolong saya, " Aleski kembali memohon namun tetap saja pria itu tidak bergeming masih fokus dengan benda yang di pegangnya dan sayangnya Aleski tidak menyadari apa yang ada di depanya.
Aleski terus memohon dan sesekali menoleh ke arah belakang memastikan tidak ada mereka yang mengejar dirinya tadi namun terlihat pria yang sedari tadi ada di situ dengan cepat mendekat ke arah Aleski.
"Lebih baik kau pergi saja sana!!! berani sekali menggangu Bosku apa kau tak tau siapa dirinya hah?!!!" bentak pria dengan badan kekar yang penuh dengan tato itu bergambar singa.
"Maaf sa-saya tidak tau, " ujar Aleski lalu tampak pria tersebut menarik nafas sementara pria yang masih memegang pisaunya masih saja terlihat datar tanpa ekpresi sedikitpun.
"Bos saya adalah Mafia apa kau sudah paham sekarang!!! " bentaknya dan Aleski langsung menoleh ke arah pria yang masih asik dengan senjatanya.
"Tolong aku tuan mafia, " ujar Aleski yang jujur tak tau apa itu mafia yang ia kira mafia adalah nama dari pria tersebut.
Baru saja pria yang penuh tato itu membuka mulutnya hendak bersuara namun bosnya sudah memberi kode lewat jarinya lalu pria bertato tadi menunduk seraya berjalan ke arah mobil hitam dan langsung membuka pintu mobil tersebut.
Bosnya berjalan setelah menyimpan pisaunya di saku celananya lalu masuk ke dalam mobil yang segera di tutup oleh anak buahnya sementara Aleski yang merasa akan di tinggalkan segera berlari mendekat ke arah mobil.
"Tolong aku tuan mafia, " teriak Aleski dengan mengetuk kaca mobil sedangkan pria itu masih terdiam dengan jari yang ia gerakan lalu terdengar mesin mobil menyala setelah itu berjalan meninggalkan Aleski sendirian.
"Ya Tuhan aku harus kemana lagi, " batin Aleski yang sudah mulai putus asa namun dirinya kembali semangat saat mengingat sudah sejauh apa dirinya setelah itu ia berlari menjauh dari sana melewati pepohonan dan berharap akan mendapatkan kebebasan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments