Saat Andra, masuk kedalam kamar yang tidak terkunci itu, dia melihat Dheandra tengah sibuk dengan laptop nya sementara putra nya sudah tertidur pulas di atas ranjang.
"Kalian kenapa??... tidak kerumah kita saja, disana lebih nyaman"ucap Andra, sambil berjalan menghampiri putra nya yang saat ini tengah terlelap tidur.
"Jangan beri dia harapan, jika kelak kau tak bisa memenuhi nya"ujar Dheandra pelan.
"Yannk... aku tidak memberikan harapan, aku memberikan bukti bahwa aku sangat mencintaimu dan putra kita, tapi kamu selalu tidak bisa menolaknya"ucap Andra.
"Aku menolak karena,itu bukan hak ku kita tidak memiliki ikatan apa-apa"ucap Dheandra.
"Bagaimana cara nya kita punya ikatan jika kamu selalu menolak niat ku untuk mengikat mu dalam ikatan suci"ucap Andra.
"Bagaimana bisa aku menikah dengan suami orang"ucap nya tak kalah tegas meski dengan nada pelan.
"Aku"
"Jika kamu kemari hanya untuk berdebat, sebaiknya kamu pulang saja, yang kami butuhkan saat ini adalah ketenangan"ucap Dheandra.
Andra, langsung menghampiri Dheandra, yang kini tengah fokus menatap layar laptop nya, sambil menjawab perkataan Andra, pria itu langsung mengambil laptop tersebut dan menutup nya kasar bahkan melempar nya ke atas sofa yang ada di samping Dheandra, hampir saja terjatuh ke lantai dan mungkin akan pecah.
saat Dheandra bangkit berdiri, hendak marah pria itu langsung membungkam bibir Dheandra, dengan kasar nya,ia mencium bibir wanita yang kini berusaha melepaskan diri, tapi tidak berhasil Andra, terlalu kuat, hingga bibir Dheandra sedikit mengeluarkan darah segar, karena Andra, memberikan gigitan di bibir bawah nya, saat Dheandra menolak untuk berciuman.
"Pergi...!!"ucap Dheandra yang masih marah, Dheandra berteriak hingga Gerald, terbangun dan menangis, Andra, langsung melepaskan genggaman tangan nya, pada Dheandra, dia langsung pergi menghampiri Gerald, membawa putranya kedalam pelukan nya hingga Gerald, terdiam dan kembali tidur.
Andra kembali meletakkan putra nya itu di atas ranjang,di susul oleh nya yang kini berbaring bersama dengan putra nya itu, dia tidak perduli Dheandra yang kini masih terlihat menatap tajam kearah nya.
Dheandra, kembali bekerja dengan laptop nya, dia harus menyelesaikan pekerjaan nya, tidak perduli mau sampai pagi sekali pun, Dheandra tak ingin Georgio, marah, pria yang baru saja menikah dengan pelayan restoran tersebut kini tengah kesulitan dengan pekerjaan nya yang menumpuk akibat di tinggal pergi Honey moon.
tepat pukul empat pagi Dheandra, selesai membereskan pekerjaan nya.
Dheandra langsung pergi menuju kamar mandi dan ia membersihkan diri setelah itu dia langsung menuju kamar lain yang terdapat di villa tersebut, dia akan tidur seharian saat ini.
Ketika Andra, bangun dan membuka mata, dia melirik ke sekeliling ruangan tersebut, tapi tidak mendapati wanita nya saat ini.
Andra pun turun dan mencari keberadaan Dheandra di setiap penjuru villa itu tapi, bahkan dia tidak melihat pengawal pribadi Dheandra, saat ini begitu juga putra nya, dimana wanita itu, pikiran Andra melayang hingga sebuah suara menyadarkan nya.
"Daddy"ucap pria kecil itu pada Andra, terlihat Gerald, sudah memakai sarung tangan dan Hoodie seperti nya dia habis jalan-jalan pagi bersama asisten nya.
"Boy... mommy mana??..."ujar Andra, sambil mengangkat tubuh pria kecil itu dan memberi kecupan selamat pagi pada Gerald.
"Mommy... mungkin masih Bobo"jawab Gerald.
"Tapi, tidak ada dikamar"ucap Andra lagi.
"Kamar tidur yang satunya Daddy, mommy pasti bekerja hingga pagi, makanya saat ini dia belum bangun"ucap Gerald lagi.
Andra pun menurunkan putra nya itu di atas sofa setelah bertanya untuk memastikan bahwa putranya itu sudah sarapan.
Andra langsung masuk kedalam kamar yang kini ditempati oleh Dheandra, dia langsung menghampiri wanita yang kini tengah terlelap tidur dan langsung mengikuti nya berbaring di ranjang tersebut.
Andra langsung memeluk Dheandra dan membawa nya kedalam dekapannya.
tidak ada pemberontakan sama sekali saat ini dia benar-benar tertidur pulas bahkan dia membenamkan wajahnya di dada bidang Andra, Andra pun tersenyum bahagia, dia mengecup puncak kepala Dheandra berkali-kali.
Dheandra yang masih tertidur pulas bahkan tidak ingat dengan janji nya pada Gerald, untuk berjalan-jalan di pagi hari beruntung ketiga bodyguard dan asisten nya menemani dan mengurus keperluan Gerald, karena untuk itulah mereka ada di sana.
Gerald kini tengah bermain game, online bersama Okan, pria itu tidak sedikit pun jauh dari Gerald, karena tugas terbesar yang Dheandra berikan adalah untuk menjaga putra semata wayangnya itu.
Andra, terpaksa bangun lebih awal, padahal ini sudah lewat jam makan siang, dia ingin memasak sesuatu untuk wanita nya saat ini dia menelpon seseorang untuk membelikan nya bahan makanan yang akan iya masak sekaligus berbagai macam camilan sehat untuk putra semata wayangnya saat ini,ya dia memang putra semata wayangnya saat ini karena dia belum dikaruniai anak lagi dari Dheandra, karena Andra belum pernah menyentuhnya kembali, hingga saat ini pun dia masih menahan nafsu nya dia ingin menghalalkan Dheandra untuk seumur hidup nya, dia tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
tentang Sopi, wanita itu sudah berjanji untuk menggugat cerai diri nya dan itu membuat Andra, senang jadi dia tidak perlu bersusah payah untuk mengusir Sopi, dari hidup nya.
Andra, menunggu orang nya sambil membersihkan diri, sementara itu Dheandra masih belum bangun dari tidur nya.
setelah selesai memasak dan menyiapkan salad buah untuk mereka bertiga saat ini Andra, langsung berjalan menuju kamar yang tadi Dheandra tempati bersama dengan dirinya, tapi saat sampai di sana Dheandra sudah tidak ada, Andra bahkan mencari nya hingga ke kamar mandi.
kemudian dia mencari ke kamar yang semalam Gerald, tidur bersama nya, ternyata wanita itu baru selesai mengenakan pakaian nya.
"Sayang...ayo makan siang dulu kamu pasti lapar, aku sudah memasak spesial untuk kita bertiga"ucap Andra.
Dheandra yang merasa sangat lelah dia hanya mengangguk dan menurut dia tidak ingin berdebat saat ini karena merasa tidak punya tenaga.
mereka berdua berjalan bersama bahkan Andra merangkul pinggang Dheandra, begitu mesra, Gerald yang melihat itu dia tersenyum bahagia, bocah berusia empat tahun itu senang melihat ibunya dan ayah nya damai.
"Daddy, mommy ini enak kemari lah"ucap putra semata wayang mereka.
"Makan yang banyak sayang biar cepat besar"ucap keduanya entah kenapa??... hari ini mereka begitu kompak.
sementara Andra, langsung menggeser kursi untuk Dheandra duduk saat itu juga, Dheandra dengan senang hati menuruti nya, karena sudah tidak punya tenaga untuk melakukan itu semua, bahkan jika Andra bersedia menyuapi nya, dia akan patuh dan memakannya dengan lahap.
🌹💖💖💖🌹
"Bisa minta tolong"ucap Dheandra.
"Minta tolong apa??.. honey "ucap Andra.
"Aku ingin disuapi, rasanya saat ini aku tidak punya tenaga lagi"ucap Dheandra.
"Tentu saja Sayang, kemari lah sayang mau makan yang mana dulu" tanya Andra.
Andra, langsung menyuapi Dheandra penuh kasih sayang saat ini bahkan sesekali Andra pun mengusap sudut bibir Dheandra yang sedikit belepotan, kadang Andra juga memberikan kecupan sayang pada wanita itu, saat ini terlihat tidak bertenaga.
"Sayang makan dulu salad buah nya ya, setelah itu kamu bisa tidur lagi"ucap Andra.
"Aku ingin digendong"ucap Dheandra, sambil berurai air mata, entah kenapa??...baru kali ini wanita itu merasa tidak berdaya.
"Baik sayang ayo makan dulu ini nya"ucap Andra, sambil menyuapi Dheandra saat itu juga.
setelah beberapa suap Dheandra langsung meminta berhenti.
"Gerald, ikut mommy dan Daddy ke atas atau masih mau main disini"ucap Andra.
"Gerald, masih mau main Daddy, nanti saja aku nyusul"ujar Gerald.
"Baiklah Daddy dan mommy keatas dulu Ok, kamu di sini hati-hati Okan, tolong jaga putra ku dengan baik"ucap Dheandra.
Andra mengangkat tubuh Dheandra,ala bridal style membawa nya kelantai dua dengan menaiki tangga, sementara Dheandra membenamkan wajahnya di ceruk leher Andra.
"Abang, kalau aku sakit suatu hari nanti dan tidak berdaya seperti ini apa Abang akan tetap mencintai ku"ujar Dheandra .
"Pertanyaan macam apa??...itu tentu saja aku akan tetap menyayangi dan mencintai mu hingga akhir nafas ku, karena hanya kamu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai di dunia ini"ucap Andra.
"Aku mau menikah dengan Abang "ucap Dheandra yang kini masih membenamkan wajahnya di ceruk leher Andra.
"Benarkah itu sayang,oh.... aku sangat bahagia, Amanda Alexandria akhirnya aku akan miliki mu seutuhnya.
"Abang, jangan begini aku takut jatuh"ucap Dheandra.
"Tidak akan sayang ku"ucap Andra sambil terus melakukan gerakan memutar dengan posisi menggendong tubuh Dheandra Andra pun menghujani ciuman di wajah Dheandra saat itu juga.
"Terimakasih, honey..... aku berjanji akan terus berada di sisi mu, sampai akhir hayat ku nanti"ucap nya penuh semangat.
Andra langsung menelpon seseorang sesampainya di dalam kamar, dia meminta nya untuk menyiapkan semuanya sampai liburan mereka berakhir.
untuk saat ini Andra meminta penghulu dan beberapa saksi untuk menikah kan mereka malam nanti, rencana nya Andra, akan menikahi Dheandra di villa itu, hanya melakukan akad setelah itu mereka akan lanjut berlibur.
"Sayang kamu sudah siap bukan"ucap Andra.
"Sudah"ujar Dheandra.
"Baiklah nanti setelah kamu istirahat kita langsung pulang ke rumah kita"ucap Andra.
"Baiklah bang aku tidur dulu ya, nanti bangun kan aku saat semuanya sudah siap"ucap Dheandra, sambil memejamkan mata nya.
Andra langsung mengelus puncak kepala nya.
Dheandra pun kembali ke alam mimpi nya.
hingga pukul tujuh malam mereka sudah berada di villa Andra, untuk melakukan ijab Kabul Dheandra yang langsung disambut penata rias, dia hanya bisa pasrah terserah mereka mau meriasnya bagaimana karena rasa lelahnya mendera tubuh nya meski dia sudah meminum vitamin saat sebelum tidur lagi siang tadi.
setelah selesai dirias, Dheandra turun ke bawah, disana sudah ada beberapa orang saksi bahkan ada teman Dheandra, saat ia masih berada di panti dulu, entah mereka tahu dari mana, semenjak kepergian Sari, menghadap sang khalik, mereka kini entah tinggal di mana.
sementara saat dia menuruni tangga, Andra tidak pernah berkedip sedikit pun, begitu juga dengan yang lain nya, Dheandra begitu cantik mempesona,bak bidadari turun dari kahyangan.
sampai saat Dheandra, duduk di bantu para sahabat nya, Dheandra duduk di samping Andra yang sudah siap melakukan ijab Kabul.
"Honey, kamu itu sangat cantik malam ini"bisik Andra, yang langsung membuat Dheandra menunduk mereka tidak sadar bahwa saat ini penghulu sudah berbicara sedari tadi meminta Andra, menjabat tangan nya.
ijab Kabul pun, selesai dilakukan saat itu juga dengan satu kali tarikan nafas Andra mampu mengucapkan itu dengan lantang dan akhirnya, Dheandra pun kini telah menjadi miliknya dengan halal...
Gerald, langsung memeluk kedua orang tua nya saat itu juga, setelah proses menandatangani berkas pernikahan, yang biasa orang-orang lakukan setelah ijab Kabul, Andra dan Dheandra, melakukan pemotretan, untuk mengabadikan momen sakral tersebut.
hingga para saksi kembali pulang kini suasana villa, sunyi hanya ada orang-orang Andra yang berjaga di depan villa tepat sebuah pos satpam yang cukup luas.
sementara Okan menemani Gerald tidur bodyguard yang lain juga tidur di pos satpam.
sementara pengantin baru itu kini tengah beristirahat, tepat nya, Andra, tengah mengelus tubuh Dheandra, yang kini mengeluh sakit,ada yang tak biasa dari istrinya itu saat ini.
"Honey kita kerumah sakit saja ya, kamu sedang tidak baik-baik saja"ucap Andra sambil mengelus puncak kepala istrinya yang kini berada dalam pelukan nya.
"Aku hanya kurang tidur Abang mungkin besok pagi akan lebih baik, sebaiknya Abang istirahat, saat ini Abang pasti lelah"ucap Dheandra.
"Tidak sayang, Abang tidak lelah justru Abang sangat khawatir pada mu"ujar Andra, yang langsung mencium puncak kepala Dheandra, wanita itu merasa sangat nyaman saat ini.
"Abang, apa Gerald, akan baik-baik saja bobo sendiri di tempat baru"ucap Dheandra.
"Dia bobo sama si Okan, jadi Honey tidak usah khawatir.
"Heumm... terimakasih untuk hari ini Abang "ucap Dheandra lirih.
"Sayang, kamu itu berterima kasih untuk hal apa??... Abang tidak melakukan apa-apa"ucap Andra lembut.
"Terimakasih untuk cinta tulus Abang"ucap Dheandra.
"Aku yang seharusnya berterimakasih karena, kamu mau menerima cinta pria yang jauh dari kata sempurna ini"ucap Andra.
"Abang, aku juga mencintaimu sedari dulu hanya saja, aku selalu merasa belum pantas untuk pria sesempurna dirimu, Abang tau rasanya sangat menyakitkan di saat orang yang kita cintai harus menjadi milik orang lain, dan aku merasakan itu, saat mendengar kabar bahwa Abang sudah menikah dengan nya, hiks hiks hiks... maafkan aku jika aku terlalu mencintaimu"Ucap Dheandra, yang kini menangis dia melupakan perasaan yang selama ini terpendam.
"Honey andaikan kau tau aku pun merasakan hal yang sama, saat itu meskipun semua itu juga berjalan karena kecerobohan ku tapi asal kamu tahu, aku selalu melihat mu di hadapan ku melakukan kewajiban sebagai suami istri,di setiap kali, aku menyentuh nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments