Dheandra, mematung di tempatnya kini Andra, terlihat sangat marah saat ini.
"Setidaknya bang Andra, bersedia untuk menunggu kontrak kerja ku berakhir, setelah itu aku bisa pulang ke Indonesia."ucap Dheandra.
"Kita menikah dulu, setelah itu terserah kamu mau lanjut kerja atau berhenti pun aku yang akan membayar denda nya"ujar Andra, tegas.
"Tidak bisa begitu donk bang Andra , aku tidak bisa seenaknya begitu, sekarang pun aku masih ditunggu untuk memberikan berkas berkas penting pada bhigbos "ucap Dheandra.
"Jangan cari alasan Dhea, aku tau tidak ada kantor yang bukan hingga pagi dini hari"ucap Andra.
"Itu mungkin perusahaan lain, tapi tempat aku bekerja bisa masuk dan pulang kapan pun bagi para pendiri nya"ucap Dheandra.
"Aku bilang tidak ya tidak"ucap Andra sangat marah, dan akhirnya tangis Dheandra pecah dia sudah tidak tahan dengan sifat keras kepala Andra, saat ini.
"Tuhan apa ??...salah ku, kenapa??... harus seperti ini"ujar Dheandra lirih.
Dheandra berjalan menuju sofa dia menjatuhkan diri nya di sofa itu tangan yang menutup daerah matanya sambil sesekali menghela nafas panjang.
"Apa tidak ada waktu lagi, untuk aku menyelesaikan semua nya, kenapa??.. kamu seperti ini Abang"ucap Dheandra.
"Ngertiin aku donk yannk... aku sangat mencintaimu dan aku sangat takut kehilanganmu, Dhea, kenapa?... kamu tidak mau mengerti juga"ucap Andra lirih sambil menggenggam tangan Dheandra pria itu berjongkok di depan Dheandra mensejajarkan diri nya.
"Abang, aku tidak akan pernah pergi kemana pun, aku disini , untuk menyelesaikan pekerjaan ku, dan satu lagi bang aku tidak ingin terus bepergian setelah menikah nanti aku hanya ingin bekerja dari rumah sambil mengurus anak-anak ku kelak"ucap Andra.
akhirnya Andra, pun mengalah dia membiarkan Dheandra pergi, meski setelah itu Dheandra, tidak pergi ke kantor, Andra pun tidur saat Dheandra pergi.
satu Minggu berlalu semenjak Andra, kembali ke Indonesia, pria itu akhirnya melangsungkan pernikahan nya dengan Sopi, meski dirinya melakukan semua itu dengan sangat terpaksa, yang dia inginkan untuk menjadi istri nya adalah Dheandra bukan wanita lain tapi nasi sudah menjadi bubur saat ini dia harus bisa menerima takdir nya, meski rasa bersalah terhadap Dheandra saat ini begitu besar.
andaikan saja dia tidak kembali Minggu lalu andaikan saja dia masih bertahan untuk tetap berada di Jerman, mungkin saat ini dia tidak akan seperti ini.
sementara Dheandra, yang baru saja kembali dari kantor, dia langsung membersihkan diri setelah itu dia kembali seperti biasa dia hanya menggunakan hotpants dan branya .
dibalik selimut kini Dheandra pun memejamkan mata padahal waktu menunjukkan pukul dua pagi.
tapi wanita itu sangat merasa lelah saat ini lelah hati dan jiwa nya.
Dheandra,tau semua tentang pria yang sudah merenggut kehormatan nya,satu Minggu yang lalu, Dheandra memang sangat kecewa tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, semua keputusan ada pada Andra.
Dheandra, menganggap kesialan karena telah kehilangan keperawanan yang direnggut oleh pria yang sedari dulu ia cintai.
sementara itu Andra, tengah menghabiskan waktu nya bekerja di kantor nya saat ini perbedaan waktu yang begitu jauh antara Jerman dan Indonesia, membuat mereka sulit untuk berkomunikasi sekalipun Dheandra tidak sedang sibuk,maka Andra lah yang akan sibuk dengan pekerjaan dan tugas negara nya karena Andra adalah seorang prajurit TNI yang memiliki jadwal tugas yang cukup padat sebagai seorang perwira muda, saat ini.
Andra, memperlakukan Sopi, layaknya seorang istri tapi mereka tidak tidur satu kamar karena Andra, menolak itu dengan berbagai alasan, tapi Andra, masih sangat memberikan perhatian sebagai seorang suami dia bahkan mencukupi kebutuhan lahir maupun batin, tapi dengan Sopi, Andra selalu sangat berhati-hati dan selalu menggunakan pengaman saat berhubungan.
Sopi sendiri tidak merasa keberatan sebagai seorang wanita sosialita di balik pekerjaan nya sebagai pramugari, dia selalu memanfaatkan hari libur nya untuk bergabung dengan sahabat nya yang baru semenjak ia menikah dengan Andra, yang seorang pengusaha sekaligus seorang abdi negara.
sementara Andra yang tidak ingin pusing dengan urusan Sopi dia terus memberikan apa yang wanita itu ingin termasuk memberikan ratusan juta uang setiap bulannya dan terkadang Andra, menambahkan uang ke rekening Sopi.
Andra, selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan nya, dia sebenarnya tidak ingin bertemu Sopi, ataupun menyentuh nya, tapi Andra, selalu menyentuh nya untuk mengobati kerinduan akan Dheandra meski sangat jauh berbeda.
sementara Dheandra pun selalu menghabiskan waktu untuk bekerja meski saat ini dia tengah mengandung anak dari pria yang merenggut kesucian nya, awal nya dia ingin menggugurkan janin itu, tapi dia tidak pernah tega, beruntung karena dia tinggal di Jerman, tidak akan ada orang yang nyinyir pada nya yang tidak punya suami, saat ini .
kini usia kehamilan Dheandra, sudah masuk bulan ke lima, Randy, sebetulnya sudah sangat ingin meminta tanggung jawab dari Andra, tapi adiknya tidak ingin itu terjadi, dan Randy pun mengalah sementara Georgio, pria itu sudah menawarkan bantuan untuk menikahi Dheandra,agar anak nya kelak memiliki seorang ayah, tapi Dheandra tetap menolak nya, bukan nya dia egois, tapi dia tidak ingin membebani orang lain.
biarlah dia sendiri yang akan menggantikan peran sebagai ibu sekaligus ayah untuk putra nya itu,ya... anak nya itu berjenis kelamin laki-laki.
Dheandra, hanya bisa berdoa, semoga kelak dia akan bertemu bahagia bersama dengan putra nya itu, dia memutuskan untuk tidak menikah agar putra nya tidak merasa tersisih karena kehadiran orang asing di sisinya.
Andra baru kembali dari dinas, hari ini masih pukul sembilan pagi, dia langsung masuk ke dalam kamar nya dan kembali membersihkan diri setelah itu dia langsung bersiap untuk pergi ke kantor, lima bulan sudah Dheandra tak pernah memberi nya kabar, mungkin karena dia sibuk, pikir Andra.
padahal yang ada di dalam pikiran Andra, semua adalah salah Dheandra, saat ini tengah berlibur di Jepang bersama Randy dan keluarga tidak lupa juga Georgio, sebenarnya mereka sedang dalam perjalanan bisnis, tapi mereka sekalian ingin berlibur.
selama di Jepang, Dheandra, selalu mengidam hal-hal yang tidak pernah bisa ia ceritakan pada siapapun, dia selalu berusaha mencari apa yang diinginkan nya sendirian.
Georgio, tidak pernah membiarkan Dheandra pergi sendirian, dia selalu menemani wanita itu, semua yang ia inginkan selalu berusaha Georgio wujud kan, katanya dia melakukan itu sebagai penebusan dosa pada para wanita yang selama ini ia kencani dan penebusan dosa untuk anak yang telah kekasih nya gugur kan.
🌹💖💖💖🌹
dua tahun kemudian, Dheandra, saat ini sedang berada di bandara Soekarno-Hatta Jakarta dia kembali ke Indonesia, untuk urusan pekerjaan, sementara kini dia tidak datang sendirian, Dheandra membawa Gerald Alexander.
Balita berusia dua tahun itu terlihat begitu menggemaskan saat ini meski sedang tertidur pulas di dekapan sang mommy.
Gerald adalah anak yang sangat pintar bahkan di usia nya yang baru dua tahun dia sudah pintar berceloteh meski kata-kata nya, sebagian tidak dimengerti oleh orang dewasa.
sesampainya di rumah yang sudah hampir tiga tahun ia tinggal kan tapi rumah nya itu masih sangat terawat dengan sangat baik, hingga masih terlihat sangat nyaman.
Dheandra masih menggendong putra nya itu, hingga dia membawa putranya itu kedalam kamar nya, Dheandra langsung membaringkan tubuhnya bersama dengan putra nya, Dheandra,dibantu asisten dan pelayanan rumah membawa koper dan barang-barang miliknya dan putra nya.
Dheandra dan Gerald, pun terlelap meski tidak sempat mandi saat ini, tapi mereka langsung pergi ke alam mimpi mereka berdua.
ke esokan pagi nya, Dheandra bangun lebih awal setelah menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, Dheandra langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk nya, karena hari ini belum ada koki di rumah itu karena lama ditinggal BI Ijah pun hanya datang sesekali.
Dheandra langsung menghubungi Refi, dan juga ibu warteg yang sudah lama tidak pernah saling mengabari tak lupa Boston dan Sindy, juga putri nya yang kini sudah berusia delapan tahun, gadis kecil itu begitu menggemaskan.
Dheandra mengundang mereka untuk datang ke rumah nya saat ini dia ingin merayakan selamatan untuk hari ulang tahun putra nya itu yang kedua.
sementara itu Andra, yang sedang berada di warteg bersama dengan Sopi, tidak sengaja dia mendengar bahwa Dheandra telah kembali ke Indonesia,ada rasa bahagia di hati Andra, sekaligus juga sedih Dheandra, sudah menepati janji nya untuk kembali tapi dia sendiri yang telah mengingkari janji nya, meski Dheandra tak pernah ingin lagi berhubungan dengan pria itu.
Dheandra, ingin merayakan pesta ulang tahun putra nya itu di panti asuhan, tapi saat ini Sari sang bunda sudah tidak ada lagi di dunia ini setelah dua tahun yang lalu Sari terkena serangan jantung karena perusahaan nya mengalami kebangkrutan,atas perbuatan keponakan nya yang selalu menggelapkan uang perusahaan, dan Dheandra hanya bisa menangis tanpa bisa menghadiri pemakaman Bunda nya itu, karena dia baru dua hari melahirkan.
hanya Randy yang datang ke sana, saat itu beruntung panti asuhan saat itu sudah kosong karena mereka semua sudah pada besar dan sebagian sudah lebih dulu keluar untuk hidup yang mandiri dan sebagian lagi mereka diadopsi oleh para orang yang sangat menginginkan anugrah terindah yang Tuhan titipkan di sana.
dan panti asuhan itu sudah digusur karena semua bagian dari aset perusahaan.
Dheandra hanya bisa berdoa semoga ibunya itu mendapat kan surga yang terindah, seperti indah nya senyuman anak-anak yatim-piatu yang selama ini ia rawat selama puluhan tahun.
"Bunda, aku kangen"gumam nya lirih.
Ya... Dheandra saat ini tengah berada di pemakaman umum tempat Bunda Sari, dimakamkan, bersama dengan putra nya Gerald, yang anteng mengikuti perbuatan ibunya untuk yang kini tengah menarik rumput liar yang tumbuh di atas makam meski baru tumbuh dan sangat kecil-kecil nya.
Dheandra membiarkan Gerald, yang tengah melakukan itu, dia tidak pernah melarang Gerald, untuk bisa melakukan hal apapun yang membuat dia penasaran meski itu membuat nya kotor, Dheandra ingin putra nya menjadi pria pekerja keras, meski saat ini dia hidup berkecukupan tapi Dheandra ingin putra nya tidak bersikap sombong.
Dheandra langsung membawa Gerald, untuk menuju mobilnya dan dia akan segera pulang, dia sudah membawa putranya itu masuk kedalam mobil, dan saat itu juga dia langsung tancap gas.
saat mobil Dheandra pergi mobil Andra datang pria itu sengaja menyusul wanita itu saat mendengar Refi, yang sedang mengobrol dengan Dheandra, bahwa saat ini dia tengah berada di Bogor, untuk berziarah kubur.
Andra, hanya bisa mengusap wajah kasar, saat yang ia cari sudah tidak ada lagi, Andra kembali menuju ke tempat Refi, saat ini yaitu bengkel Toni, karena pria itu tetap menolak untuk menerima warisan dari Daddy nya,.
tapi saat Andra tiba, ternyata Dheandra juga sudah pergi dari tempat itu.
Andra langsung bergegas pergi, ingin menyusul Dheandra, meski ini sudah larut malam tapi Andra tidak ingin menyerah Andra, pergi menuju Jakarta saat itu juga dia langsung menuju rumah Dheandra, padahal wanita itu saat ini tengah menginap di hotel karena tidak tega melihat putranya yang tertidur pulas di dalam mobil nya.
"Gerald, apa Gerald, bahagia hidup dengan mommy selama ini"gumamnya lirih sambil mengelus puncak kepala putra nya itu.
sesekali ia memberikan kecupan penuh cinta untuk putra semata wayangnya itu.
Dheandra pun masuk ke dalam kamar mandi, dia membersihkan diri dan tidak lama ia sudah kembali ke dalam kamar tidur, dia langsung duduk di atas ranjang sambil bersandar di kepala ranjang.
dia juga mengecek ponselnya dan betapa sakit nya melihat sebuah foto yang Refi, kirim saat ini terlihat pria itu tengah bersedih di sebuah bar, Dheandra tak tau sejak kapan pria itu suka datang ke tempat seperti itu.
Dheandra mengusap air mata nya, lalu berkata dengan lirih nya.
"Abang, aku kira hidup mu sudah sangat bahagia selama ini, tapi kenapa??.... kenyataan itu tidak sesuai harapan"Dheandra mengusap air mata nya.
pria itu adalah pria yang sering membuat nya rindu , rindu lemah lembut nya rindu keras kepala nya, rindu dengan paksaan nya dulu, tapi itu ia tahan setelah tau bahwa mereka benar-benar menikah dan beberapa kabar setiap kali membuka sosial media yang selalu menghadirkan berbagai macam foto kebahagiaan mereka.
Dheandra seringkali melihat kemesraan Andra, dengan Sopi istrinya.
Dheandra tak tau hanya karena kelakuan Sopi, Andra terpaksa mengundurkan diri dari kesatuan nya, karena istrinya sempat berselingkuh dengan pria yang tak lain adalah sahabat nya di sana.
Andra kini masih duduk menikmati minuman nya yang sudah menghabiskan dua botol.
Refi yang sengaja mengikuti Andra, dia langsung menarik pria itu untuk pulang ke rumah Dheandra saat ini meski sang empunya tidak berada di rumah nya.
Andra langsung menurut saat Refi, mengatakan bahwa Dheandra tengah menunggu nya di sana dan Andra pun langsung mengikuti langkah Refi, yang kini tengah memapah nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments