Andra memutuskan untuk kembali ke pulang ke kediaman nya saat ini tanpa mengajak Dheandra yang jelas-jelas belum pernah dia kenal kan pada kedua orang tua nya.
karena kesibukan Andra juga saat ini dia yang kini tengah sibuk mengurus perusahaan, Andra, hanya bisa berpergian ketika Minggu tiba, tidak seperti dalam cerita novel, seorang CEO, bisa seenaknya berbuat apa pun, semua itu tidak berlaku pada Andra, yang kini mulai fokus mengurus perusahaan tersebut.
Andra harus bekerja sedari pagi siang hingga sore tiba dia hanya punya waktu beberapa jam setelah itu untuk istirahat dan sisanya ia gunakan untuk menghubungi orang terkasih nya saat ini juga yang lebih sibuk lagi dari nya selain sebagai wakil presiden direktur di perusahaan tersebut Dheandra juga harus menjadi ibu yang baik untuk putra semata wayangnya itu.
Dheandra bangun subuh menuntaskan rutinitas pagi nya sebelum pergi bekerja termasuk mengurus putra nya dari mulai memandikan hingga memakai kan ia baju dan juga sarapan pagi sebagai ibu yang sangat telaten dalam mengurus putra nya Dheandra tak ingin anaknya kekurangan apapun meskipun Gerald, hanya memiliki dirinya di dunia ini saat ini karena untuk melegalkan akta kelahiran harus ada dokumen lengkap dari Andra dan Dheandra, terutama akta nikah.
biarlah Gerald , hanya puas dengan memiliki ibu saat ini Dheandra tak ingin berfikiran terlalu jauh.
setelah siap keduanya Gerald, akan ia antar kan ke sekolah yang nantinya akan di jaga dua orang bodyguard dan satu babby sister yang baru-baru ini mengurus Gerald.
Dheandra, akan mengakhiri kontrak nya dua bulan lagi, wanita itu memutuskan untuk tinggal di rumah sesekali membantu Georgio, jika kebutuhan mendesak karena setelah lepas kontrak kerja Dheandra, masih harus siap jika sesekali perusahaan membutuhkan dirinya.
setiap hari Andra akan menghubungi putra nya seperti yang sudah-sudaha Andra terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.
satu Minggu berlalu kini adalah hari Sabtu Andra berniat untuk menjumpai Dheandra dan putra nya, bahkan dia sudah mengabari keberangkatan nya pada Dheandra, yang kini menyempatkan waktu untuk menunggu Andra di rumah dan menggeser jadwal pekerjaan nya yang sangat padat untuk esok hari di hari Minggu.
sedari pagi Dheandra bahkan sudah bersiap memandikan putra nya dan juga menyiapkan sarapan pagi untuk menyambut kedatangan Andra.
tapi yang di tunggu tak kunjung datang.
Sementara yang di tunggu kini sedang menemani isteri nya Sopi sedang berbelanja di mall.
Andra ingin sekali segera pergi dan menghindari Sopi tapi peringatan dari kedua orang tua nya tidak bisa ia hindari Andra, begitu patuh pada kedua nya mungkin karena mereka lah orang tua nya kini meski mereka adalah orang tua angkat .
Andra mencoba untuk menghubungi Dheandra tapi nomor nya sudah di blokir padahal tadi masih bisa di hubungi, Andra merasa sangat kacau bagaimana cara nya ia bisa menjelaskan pada wanita yang sangat ia cintai nanti.
sementara itu di kediaman Dheandra tetap pukul sebelas siang, Dheandra pun bersiap untuk pergi ke kantor dia membawa serta Gerald bersama nya.
setibanya di kantor orang-orang langsung memandang ke arah mereka berdua karena tidak biasa nya bos kedua mereka datang terlambat meski kadang sesuai jadwal kerja nya.
salah seorang karyawan mengambil Gerald dari gendongan Dheandra, yang selalu menggendong putra nya saat mereka bepergian meski Gerald, sudah sangat berat usia nya tiga tahun tinggi badan nya melebihi anak usia nya.
Gerald langsung tersenyum pada seseorang yang kini menggendong nya .
setelah sampai di ruangan nya Dheandra langsung duduk di kursi kebesaran nya dia sibuk dengan pekerjaan nya sementara Gerald kini tengah duduk di sofa sambil memainkan gadget nya.
sesekali Dheandra melirik dan mengajak putra nya itu berbicara tanpa menoleh ke arah putra nya.
"Mom... Daddy dimana"ucap Gerald, yang kini sudah tahu bahwa Andra adalah Daddy nya.
"Sayang Daddy sedang sibuk bekerja sabar saja mungkin besok akan kesini"ucap Dheandra.
"Tadi katanya mau kesini sekarang"ujar Gerald lagi.
"Iya tapi tadi mendadak Daddy ada pekerjaan"ujar Dheandra lagi.
setelah berkali-kali ia jelaskan bahwa ayahnya itu tengah sibuk bekerja barulah Gerald mau anteng lagi
saat Dheandra tengah sibuk dengan laptop nya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu Dheandra langsung menyuruh orang itu masuk.
"Nona, sebentar lagi meeting dimulai"ucap asisten Dheandra.
"Baiklah tolong suruh Rina datang kesini untuk membawa Gerald"ucap Dheandra.
tapi asisten Dheandra mematung sejenak dia berpikir mungkin Dheandra lupa dengan peraturan yang diterapkan selama ini.
Dheandra kembali menoleh ke arah asisten nya Rio.
"Aku lupa tolong antar Gerald kebawah dan titipkan dia pada Rina"ucap nya memberikan perintah.
akhirnya asisten nya itu langsung mengajak Gerald, yang pergi.
Setelah mereka berdua pergi dia langsung bersiap merapikan penampilan nya lalu mematikan laptop nya, setelah itu dia langsung beranjak pergi ke ruang meeting .
sesampainya di ruangan meeting Dheandra langsung masuk dan duduk di kursi tempat biasa nya.
Dheandra mengedarkan semua pandangan ke seluruh peserta rapat hari ini semenjak direktur utama cabang itu dipecat kini Dheandra lah yang mengambil alih semua tugas nya.
Dheandra yang tampil cantik dan sangat memukau dengan skill yang ia miliki ada beberapa peserta rapat yang kini baru bergabung dengan perusahaan tersebut pria yang satu itu bernama Gading itu sedari tadi menatap ke arah nya.
Dheandra hanya acuh tak acuh setelah itu dia meneruskan pembahasan tentang rencana peluncuran mobil terbaru yang satu tahun lalu mereka produksi .
Dheandra masih duduk terdiam mendengar tanggapan dari para peserta rapat.
Dheandra mengirimkan pesan disela meeting nya pada Rina ,agar dia menyiapkan makan camilan untuk Gerald.
rapat selesai pukul tujuh malam Dheandra kembali ke dalam ruangan nya tapi dia kaget karena putra nya tidak ada di tempat istirahat nya saat ini.
"Dimana??.. Gerald"ucap Dheandra pada asisten nya.
"Tadi seseorang datang membawa tuan muda Gerald katanya dia Daddy nya dan tuan muda juga memanggil nya dengan sebutan itu"ucap Rio.
"Kenapa?...kau tidak bilang padaku"ucap Dheandra.
"Tapi tadi Nona Dheandra sedang meeting, tuan Andra bilang dia langsung pulang ke rumah anda"ucap Rio lagi.
Dheandra langsung membereskan barang-barang nya dan langsung pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah Rio, yang kini langsung mengikuti nya pergi.
"Nona apa??.. saya harus ikut dengan anda saat ini"ucap Rio.
"Tidak usah aku akan langsung menyusul ke sana"ucap Dheandra yang kini sudah sampai di lobi tiba-tiba langkah nya terhenti saat gading menghampiri nya.
saat gading ingin berucap Rio langsung menghadang dan pasang badan di depan gading dan Dheandra .
"Maaf tuan Nona, sedang terburu-buru saat ini"ucap Rio .
Dheandra pun langsung bergegas pergi menuju mobilnya dan langsung masuk kedalam karena Rio sudah meminta anak buah nya untuk menyiapkan mobil saat itu juga di depan lobi kantor .
Dheandra melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menggunakan jalur khusus hingga tak sampai satu jam dia sudah tiba di depan rumah nya.
Dheandra langsung memasukkan mobil nya kedalam garasi, dan ia langsung masuk lewat pintu rahasia setibanya di dalam dia tidak melihat siapapun disana Dheandra langsung berjalan menuju kamar nya dia lihat pintu itu tidak tertutup rapat dilihat nya Andra, tengah tidur memeluk putra nya itu.
"Kenapa??... kamu tidak meminta ijin padaku dulu sebelum membawa putra ku"ucap Dheandra yang kini terlihat sangat marah.
"Honey, sebaiknya kamu istirahat dulu nanti kita bicara"ucap Andra.
"Kenapa!!... kenapa??... kamu sesuka hati membawa Putra ku pergi"ucap Dheandra yang kini tengah menahan tangisnya nya dia merasa panik dan jengah dengan Andra saat ini.
"Honey, aku juga punya hak untuk mengurus Gerald, karena dia juga putra ku"ucap Andra.
"Tapi kamu harus tau dia tidak pernah memiliki Daddy, karena kau tidak pernah tercatat sebagai Daddy nya Gerald"ucap Dheandra dingin di langsung pergi meninggalkan Andra yang kini berdiri menatap sendu pada wanita yang pergi meninggalkan nya.
Dheandra langsung pergi menuju ruang baca wanita itu langsung menutup pintu dan kini terduduk di lantai tangis nya pecah begitu memilukan kenapa?... tuhan menakdirkan dia untuk menjadi wanita yang tidak beruntung karena harus bertahan dalam cinta yang menyakitkan.
Andra mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam bahkan hingga pukul sepuluh malam Dheandra belum juga kembali ke kamar nya Andra menunggu nya sambil mengerjakan pekerjaan nya.
Dheandra baru keluar dari ruang baca setelah merasa tenang wanita yang kini terlihat sembab karena telah menangis Andra yang melihat itu dia langsung menghampiri Dheandra yang kini berusaha dia raih tapi Dheandra menghindari nya.
"Yannk...ayo kita menikah, aku sudah berkali-kali mengatakan itu tapi kamu terus menolak nya, dimana salah ku"ucap Andra.
Dheandra tak menjawab sedikit pun dia langsung masuk ke dalam kamar nya diikuti oleh Andra.
Andra duduk di sofa dan Dheandra masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Andra masih menatap gerak gerik wanita nya saat ini dia tau Dheandra marah besar karena tadi pagi dia mengingkari janji pada wanita itu hingga dia memblokir nomor nya.
setelah beres membersihkan diri akhirnya Dheandra duduk di samping Andra dia berniat untuk bicara dan meminta Andra untuk tidak kembali ke rumah nya lagi.
Dheandra langsung bicara"Bang tolong jangan menjanjikan apa-apa lagi pada Gerald, dan satu lagi mulai saat ini jangan temui aku lagi dan juga Gerald, biarkan kami hidup tenang "ucap Dheandra tapi tiba-tiba Andra, langsung menarik tengkuk Dheandra dan mencumbu nya dengan sangat kasar.
Dheandra berontak tapi Andra tidak melepaskan ciuman tersebut, hingga Dheandra tak berontak lagi Andra pun mulai melembutkan ciuman itu.
"Jangan katakan itu lagi, sampai mati pun aku tidak akan melepaskan mu"ucap nya sambil menatap lekat wajah cantik itu yang terlihat begitu lelah.
Dheandra tidak menjawab nya dia langsung beranjak pergi menuju ke arah ranjang nya.
Dheandra berbaring menyamping sambil memeluk Gerald yang tampak begitu nyenyak.
"Yannk..."ucap Andra yang langsung menghampiri Dheandra dan duduk di samping Dheandra yang kini sudah menutup mata.
"Yannk... aku harus apa??...agar kamu mau memaafkan ku"ucap Andra .
tapi tidak ada jawaban dari wanita yang kini terlihat sudah masuk ke alam mimpi nya.
Andra langsung berbaring di samping Dheandra pria itu memeluk Dheandra membenamkan wajahnya dibelakang leher Dheandra.
hingga pagi tiba Dheandra baru membuka mata dan dia baru sadar bahwa saat ini ada seseorang yang tertidur di samping nya dengan posisi memeluk nya hingga saat ini.
"Abang sudah pagi sebaiknya Abang bersiap istri Abang pasti sedang menunggu di rumah kalian"ucap Dheandra sambil melepaskan tangan Andra yang kini masih setia memeluk nya tapi bukan nya terlepas Andra, semakin mengeratkan pelukannya.
"Bang aku harus segera pergi ke kantor saat ini, karena masih terlalu banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan"ucap Dheandra.
"Aku tidak mengijinkan nya"ucap Andra pelan.
"Aku harus bekerja untuk masadepan Gerald"ucap nya lagi.
"Gerald, sudah memiliki semua nya, tanpa harus bekerja keras"ucap Andra.
"Darimana datangnya semua itu jika aku tidak bekerja dia hanya punya"
"Stop Yannk... aku mohon stop dia juga putra ku, baik'lah jika kamu tidak ingin menikah dengan ku, tapi kamu tidak bisa menolak atau pun mengubah kenyataan bahwa aku adalah Daddy nya"ucap Andra.
"Berarti Abang sudah siap untuk pergi dari ku selama-lamanya"ucap Dheandra sambil berusaha keras untuk menyingkirkan tangan Andra yang masih tetap tidak bisa terlepas.
"Aku tidak akan pernah melakukan itu, selama nya kamu hanya milikku"ucap Andra.
"Abang egois, aku tidak akan pernah mau menikah dengan pria beristri"ucap Dheandra.
"Tidak masalah kamu tidak mau menikah dengan ku yang penting aku bisa terus menjadikan mu milikku dan aku bisa meminta hak ku, kapan pun"ucap Andra tegas.
"Hak apa jangan ngaco Abang "ucap Dheandra.
"Aku akan memakan mu setiap kali aku ingin"ucap Andra .
"Jangan mimpi itu tidak akan pernah terjadi karena aku akan menikah dengan pria lain"ucap Dheandra yang langsung mendapat cengkraman kuat di tangan nya.
"Aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri jika ada yang berani mendekati mu, apa lagi berani melamar mu"ucap Andra pelan tapi penuh penekanan.
"Sakit tau"ucap Dheandra sambil menatap Andra yang kini menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku bisa melakukan lebih dari itu jika kamu terus berusaha ingin pergi dari ku"ucap Andra, yang saat ini terlihat seperti bukan Andra yang dulu ada kilat mata yang penuh kemarahan terlihat jelas di mata nya.
Andra bangkit dan langsung bergegas menuju kamar mandi dia hendak bersiap untuk membawa Dheandra pergi menuju villa yang dulu ia tunjukkan pada Dheandra maka dari itu dia langsung bergegas membersihkan diri.
sementara Dheandra hanya berurai air mata melihat pria yang begitu mencintai nya tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk memilih diantara mereka berdua istri nya atau dia yang di lepas meski sebagai perempuan dia tidak ingin merusak rumah tangga orang lain tapi kini anak nya butuh pengakuan. dan legalitas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments