#Kecewa#

Dheandra kini sudah tiba di Jerman, dia tidak langsung ke rumah Randy, untuk menemui kakak ipar nya dan keponakan nya tapi memilih langsung ke apartemen pemberian bos besar nya.

setibanya di apartemen tersebut dia langsung merebahkan diri di ranjang yang sudah hampir dua bulan lalu ia tinggalkan.

huftt...

Dheandra membuang nafas kasar, mulai detik ini dia akan kembali tinggal dan menetap di negara tempat pelarian nya bersama dengan kakak dan keluarga kecil nya itu.

tiba-tiba dering handphone berbunyi keras Dheandra langsung mengambil dan menggeser gambar telpon berwarna hijau yang tertera di sana.

📱"Ya kak"ucap Dheandra.

📱"kamu sudah tiba sayang"ucap Randy lembut dia begitu menyayangi adiknya itu.

📱"Baru tiba kak, tapi di apartemen"jawab Dheandra.

📱"Manda,kakak harap kamu saat ini sedang baik-baik saja"ucap Randy yang mengetahui kegelisahan adiknya dari suara Amanda Alexandria saat ini.

📱"Kak, cepat lah kembali aku rindu"ucap Dheandra sambil meneteskan air mata.

📱"Sabar sayang satu Minggu lagi mungkin akan selesai, kakak janji setelah ini kakak tidak akan pergi jauh dari mu lagi"ucap Randy.

📱"Baiklah kak, aku sangat lelah"ucap Dheandra.

📱"kenapa??.. tidak pulang ke rumah heumm...biar ada yang mengurus mu"ucap Randy.

📱"Tidak ada kakak, sama saja aku kesepian lagian besok aku harus langsung ke kantor,si Georgio, sudah terus-menerus menelpon ku"ujarnya.

📱"Dia memang seperti itu, entah kapan pria itu akan bersikap dewasa, agar kita tidak perlu repot-repot membantu nya terus"ucap Randy.

📱"Mungkin setelah dia menikah"ucap Dheandra.

📱"Apa??.. kamu mau jadi istri nya"ucap Randy bertanya.

📱"Aku masih ingin hidup sehat"ucap Dheandra yang langsung terkekeh.

📱"Kakak, kira kamu mau,agar dia bisa belajar bagaimana menghargai hidup,kau bisa menghajar nya jika dia macam-macam hehehe"tawa Randy pecah membayangkan Georgio babak belur di hajar Amanda, saat pria itu membuat ulah.

📱"Kakak, ada-ada saja setelah aku hajar dia akan mengadu pada Daddy nya, bisa berabe"ucap Amanda.

📱"Apa kau tau ayahnya ingin aku menjodohkan dia dengan mu agar Georgio bisa dewasa" ucap Randy.

📱"Aku tidak tertarik"ucap Dheandra .

📱"Ya sudah lah kakak juga tidak ingin menjodohkan mu dengan siapa pun, lebih baik sekarang kamu fokus dengan pekerjaan mu"ucap Randy.

sambungan telepon berakhir kini Dheandra pun memejamkan mata nya.

siang hari di Indonesia, Andra baru kembali bertugas, dia pulang ke rumah nya, sesampainya di rumah Andra, disambut oleh sang Bunda, yang kini tengah duduk bersama dengan calon istri nya Sopi, wanita itu langsung bergelayut manja di lengan Andra, yang masih menggunakan seragam dinas nya juga ransel di punggung nya.

sungguh calon istri yang tidak berperasaan Andra, yang sangat lelah sedang tidak ingin berdebat dia langsung berjalan begitu saja setelah Sopi, melepaskan tangan nya.

sesampainya di dalam kamar Andra, langsung mengunci pintu, dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi, Andra mengisi bathtub, dia tak lupa memasukkan sabun dan aroma terapi, dia ingin berendam untuk menghilangkan rasa lelahnya.

"Yannk... kamu sedang apa??..." gumam Andra.

Andra, yang tidak tau bahwa Dheandra sudah pergi jauh dari negara itu dia berencana untuk menemui nya besok pagi, karena hari ini dia begitu merasa lelah dan tidak biasa nya Andra, seperti saat ini, mungkin karena rindu.

sementara Refi, yang kini berada di bengkel dia tengah berbincang dengan Toni, sambil duduk di depan mobil Amanda, yang sudah beberapa hari ini ia gunakan sesuai ucapan Amanda, yang memberikan ijin bagi Refi, memakai mobil nya kapan pun Refi mau, tapi dia sendiri juga tidak tau bahwa Amanda sudah tak lagi berada di Indonesia.

keesokan paginya Andra, sudah bersiap untuk menemui wanita pujaan nya dia bahkan sudah bersiap sedari subuh mulai dari merapihkan penampilan nya dan menyiapkan bunga juga satu set perhiasan, dan ada sepasang cincin yang sudah Andra, siapkan jauh-jauh hari sebelum Dheandra kembali karena dia yakin Dheandra akan kembali.

"Honey, aku sudah tidak sabar ingin segera melamar mu, dan kita akan segera menikah dan saat hari itu tiba aku akan membuat mu menjadi wanita paling bahagia di dunia"ucap Andra lirih.

dia pun turun, ke bawah dengan menggunakan lift, rumah yang begitu megah berdiri menjulang tinggi hingga lima lantai itu, memiliki lift didalam nya untuk mempermudah naik ke setiap lantai nya.

rumah tersebut hanya dihuni oleh Ayah bunda kakak, perempuan yang sudah menikah dan adik perempuan satu-satunya yang kini masih sekolah SMA, meski ayahnya memiliki anak lain diluar sana hasil dari perselingkuhan nya,adik perempuan yang sangat ia sayangi meski hasil dari hubungan gelap sang ayah dengan sekertaris nya dulu saat dia masih SMA, dan adik perempuan nya berusia tujuh tahun.

Andra, sampai di bengkel yang yang dulu menjadi tempat Dheandra bekerja di sana dia melihat Refi, tengah bersantai dengan Toni, karena hari ini tidak ada pelanggan.

"Fi... kamu belum mengembalikan tuh mobil"ucap Andra.

"Eh bang Andra, belum lagian gue bebas pake mobil milik Dheandra yang mana saja sampai waktu tak terbatas"ucap Refi, santai.

"Owh begitu, apa dia menghubungi mu dua hari ini"ucap Andra lagi.

"Tidak ada mungkin dia sangat sibuk"ucap Refi.

"Mungkin juga sih, kamu mau ikut dengan ku kesana"ucap Andra.

"Boleh gue juga rindu dia bang"ucap Refi, yang tidak melihat Andra, yang saat ini tengah kesal karena pria lain tengah merindukan wanita pujaan hati nya itu.

Refi pun bersiap dia membersihkan diri dan berganti pakaian, Refi memiliki kamar pribadi di bengkel tersebut, meski bangunan itu sebuah bengkel tapi seluruh ruangan itu terlihat sangat rapi dan bersih, kecuali di bagian depan karena memang itu tempat untuk memperbaiki mobil pasti banyak noda oli.

tidak sampai tiga puluh menit,kini Refi sudah rapih dia pamit pada Sindy, yang ada di sana sindy juga menitipkan sesuatu untuk Dheandra, camilan kesukaan Dheandra, yang rasanya asam manis.

"Fi, kamu ikut mobil ku, atau kamu bawa mobil Dhea"ucap Andra, bertanya.

"Aku pakai mobil Dhea, saja sekalian mau ganti mobil yang lain "ucap Refi.

"Emang di ijinkan"ucap Andra lagi.

"Iya"ucap Refi.

"Oke,ayo jalan"ucap Andra yang kini sudah berada di dalam mobil nya.

Refi pun masuk ke dalam mobil milik Dheandra, lalu menghidupkan mesin nya dan berangkat saat itu juga.

mereka berjalan beriringan Refi, yang memimpin di depan, dia adalah petunjuk arah meski Andra, sudah pernah kesana Andra, sedikit lupa arah pastinya .

🌹💖💖💖🌹

sesampainya di rumah Dheandra, tepat jam sebelas siang, mereka berdua langsung memarkirkan mobil mereka di garasi luar karena ada dua garasi mobil di rumah besar itu.

Andra langsung turun dan berjalan menuju pintu utama untuk masuk, dia disambut oleh seorang pelayan yang tinggal di sana jika Dheandra tak berada di Indonesia.

"Eh ada teman Nona muda"sapa bi Ijah.

"Iya bi Dhea nya ada??..."ucap Refi, bertanya.

"Memang nya nona muda tidak memberitahu ya , saat akan berangkat dua hari yang lalu, setelah tuan pergi habis magrib nona muda berangkat"ucap BI Ijah.

"Apa!!..."pekik Andra,tak percaya.

sementara Refi, hanya diam, dia juga tidak menyangka Dheandra akan pergi tanpa pamit, setelah mereka bertemu.

"Apa?... dia tidak meninggalkan pesan"ucap Andra.

"Bibi tidak tahu , karena saat itu Nona, berangkat dengan terburu-buru menggunakan jet pribadi milik bos besar nya yang menjemput nya saat itu"ucap BI Ijah.

"Owh,ya sudah Oya,BI apa bibi punya nomor yang bisa di hubungi ucap Andra, yang kini tengah duduk di ruang tamu.

"Ada,sih tuan, tapi biasanya sulit untuk menghubungi Nona muda yang super sibuk itu apa lagi saat ini dia sudah berada di Jerman, biasanya satu bulan sekali"jawab BI Ijah lagi.

sementara itu di kediaman Dheandra, Andra yang sengaja tinggal bersama dengan Refi, untuk mengistirahatkan tubuh nya dia berkeliling rumah tersebut, bahkan dia masuk ke sebuah ruangan kantor mini yang ada di bangunan rumah megah tersebut.

"Fi... apa kamu tidak diberitahu kalau dia akan kembali ke Jerman untuk berapa lama"ucap Andra penasaran.

"Aku tidak tahu dan tidak pernah tanya, yang gue tahu saat di ruang meeting tempo hari"ucap Refi.

"Ya kamu benar"ujar Andra lagi.

Andra pun mencari-cari sesuatu di dalam ruangan tersebut barangkali ada sesuatu yang merupakan pesan untuk mereka berdua.

"Tidak ada apa-apa bang ,di sini hanya tempat dia bekerja"ucap Refi, yang mengerti dengan maksud Andra.

"Abang mau tau koleksi mobil Dhea gak"ucap Refi.

"Boleh"jawab Andra yang juga penasaran.

Refi pun berjalan keluar rumah dia masuk ke sebuah pintu,di ikuti oleh Andra dari belakang tapi Refi, meminta Andra, untuk tidak bergerak atau mengikuti nya lagi, karena bisa mati jika Andra, ikut masuk.

sesaat kemudian Refi melambaikan tangan ke arah kamera yang ada di hadapannya tepat di depan wajah nya saat ini,lalu menunggu beberapa detik saat itu juga garasi mobil terbuka lebar, tampak lah sinar laser yang begitu tajam dan akan mencincang siapa pun yang akan masuk ke sana Refi, sendiri kembali melambaikan tangan nya ke dinding sebelah kanan, tiba-tiba sinar itu mati.

"Lo memang sahabat terbaik gue Dhe, Lo begitu percaya sama gue, Lo bahkan sangat percaya sama gue untuk menggunakan semu pasilitas lengkap yang Lo miliki Lo memang saudara gue yang paling baik"ucap Refi terharu ternyata Dheandra benar-benar membuka akses untuk nya masuk.

Andra, merasa kecewa saat ini, kenapa??... harus orang lain, kenapa??... bukan dirinya yang diutamakan, dia adalah pria yang sangat mencintai Dheandra, begitu pun Dheandra, meski tidak pernah terucap langsung tapi Andra, mengetahui semuanya.

Dheandra saat ini tengah berada di rumah kakak ipar nya pagi hari ini dia tidak masuk kantor setelah dua hari lembur bersama dengan Georgio, untuk memperbaiki semua kesalahan pria itu, yang sukanya hanya berhura-hura hingga pekerjaan terbengkalai dan itu membuat kerugian yang cukup besar bagi perusahaan beruntung beberapa pihak yang bekerja sama dengan nya masih bisa di ajak kompromi, walaupun ada sebagian yang mundur, tapi setidaknya kerugian perusahaan tidak terlalu besar dan Takan berpengaruh terhadap saham perusahaan.

Dheandra, kini tengah bermain dengan keponakan nya yang kini sudah berusia sembilan tahun, Dheandra berencana mengajak nya jalan-jalan bersama dengan Georgio yang sudah berjanji akan menelaktirnya makan.

saat mereka tengah berada di sebuah restaurant hotel, seseorang mengambil foto mereka dari beberapa tempat yang berbeda terlihat seperti sebuah keluarga kecil, anak laki-laki tampan yang bermata biru, seperti Dheandra meski mata Randy tidak biru seperti dirinya tapi Randy, mewarisi rambut pirang dan wajah bule warisan sang ayah Alexander.

sontak foto tersebut menjadi viral di berbagai media online maupun media cetak, Dheandra yang saat ini memiliki kemiripan dengan keponakan nya itu, disebut sebagai ibu dari anak itu dan Georgio di sebutkan menikah diam-diam karena sudah memiliki anak di luar nikah.

dan berita internasional itupun sampai di Indonesia, Refi, yang membeli majalah otomotif edisi terbaru tepat saat dia menghadiri acara peluncuran mobil tersebut dia mengambil sebuah majalah tersebut dan langsung membelinya di sana terpanggang jelas bahwa Dheandra dan pria asing pewaris perusahaan yang kini menjadi tempat Dheandra bekerja dia langsung pergi memperlihatkan pada Andra, yang kini berada di warteg tengah makan bersama dengan Sopi tunangan nya.

"Bang ternyata ini yang membuat Dheandra kembali ke Jerman"ucap Refi, begitu melihat Andra.

"Apa!!... tidak ini tidak mungkin Fi,ini pasti bohong, dan anak ini dia seperti nya aku kenal ini hoax ucap Andra, sambil mengepalkan tangannya melihat beberapa gambar yang memperlihatkan kedekatan Dheandra dengan Georgio.

Andra, langsung menghubungi Dheandra, saat dia kembali ke rumah nya.saat ini Dheandra tengah meeting, beberapa kali handphone yang ada di saku jas nya bergetar.

ada ekspresi yang tidak mengenakkan saat Dheandra melirik siapa yang kini tengah memanggil nya, dia sudah lama menyimpan nomor itu di handphone nya.

Georgio, bertanya lewat isyarat sementara Dheandra hanya menggeleng pelan.

sepulang nya ia dari kantor tepat pagi hari Dheandra kembali membuka handphone nya dan langsung membuka pesan masuk, ternyata Andra yang mengirimkan pesan.

💌Yannk, angkat telepon nya, kamu harus menjelaskan sesuatu pada ku,satu lagi kenapa??.. kamu tidak memberitahu keberangkatan mu, dan sampai kapan kamu berada di sana, aku sangat merindukan mu, aku sangat mencintaimu please jangan pernah kecewa kan aku honey, jika itu terjadi aku pastikan tidak akan pernah membiarkan hidup mu tenang sekalipun kamu pergi ke ujung dunia honey, ingat itu aku akan menyusul mu jika kamu tidak mau mengangkat telepon dari ku"Andra.

Dheandra hanya menitikkan air mata nya, dia sudah tidak ingin lagi berharap dengan cinta tulus dari pria tampan itu, baginya saat ini Andra hanya seseorang yang sulit untuk dia gapai karena Andra sudah akan menikah dengan wanita lain.

kenapa??... dulu pria itu harus hadir dan memaksa nya untuk jatuh cinta pada nya jika saat ini dia harus merelakan nya dengan wanita lain, Dheandra langsung memblokir nomor tersebut.

"Maaf bang mungkin ini yang terbaik untuk kita"ucap nya lirih.

Episodes
1 #Dheandra#
2 #salah paham#
3 #Tuan pemaksa#
4 #Tuan pemaksa#
5 #Jangan ikuti aku#
6 #Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7 #Menghilang#
8 #Jangan dustai aku#
9 #Tidak akan#
10 #Penuh kejutan#
11 #Sabar#
12 #Pergi tanpa pamit#!
13 #pergi tanpa pamit 2#
14 #Kecewa#
15 #Datang #
16 #Kasar#
17 #Bertemu #
18 #Penantian yang melelahkan#
19 #Berlibur #
20 #Tidur#
21 #Bicara atau#
22 #Salahpaham#
23 #Rumah baru#
24 #permohonan terakhir#
25 #Berapa kali#
26 #Kagum#
27 #Terbongkar#
28 #Om Tampan#
29 #Menghindar#
30 #Kedatangan Randy#
31 #Prioritas#
32 #Hitam atau putih#
33 #Refi sakit#
34 #Tidur lebih baik daripada emosi#
35 #Refi merajuk#
36 #Malam#
37 #Cemburu tanda sayang#
38 #Masih diam#
39 #Positif#
40 #Kebahagiaan#
41 #Gerad#
42 #Arind dikejar pria tampan#,
43 #Kekerasan#
44 #Ujian cinta atau ujian hidup#
45 #Mencegah kepergian#
46 #Menikah ulang#
47 #Arinda tidak bisa hamil#
48 #Arinda pergi#
49 #Diam#
50 #Bertemu#
51 #Pertemuan kedua#
52 #kenapa harus aku#
53 #Bruno#
54 #Tidak harus#
55 #Celsi kecelakaan#
56 #Kecemburuan Gerald#
57 #Patuh#
58 #Dipaksa untuk kuat#
59 #Masih seperti itu#
60 #Tante ganjen#
61 #pelajaran#
62 #Batal menikah#
63 #I love you#
64 #Alexander marah besar#
65 #Sulit untuk terima#
66 #Alexander mabuk#
67 #Gagal menikah#
68 #Tangis Alice#
69 #Alexander tiba
70 #Andreas#
71 #Karena mu#
72 #Berita duka#
73 #Tangis Mila#
74 #Tangis pilu Alexander#
75 #Aku rindu#
76 #Rapuh#
77 #Sudah lupa#
78 #Pernikahan Astrid#
79 #Duapuluh tahun kemudian#
80 #Pulang kampung#
81 #Pernikahan Agam#
82 #Yakin#
83 #Kembali#
84 #Agam cinta#
85 #Tapi kenapa? kamu tidak #
86 #Dusta#
87 #Terlalu pahit#
88 #Agam nyaman#
89 #Pamit pulang#
90 #Bertemu dengan restu#
91 #Kaya orang ngidam#
92 #Persiapan#
93 "Kecemburuan Agam"
94 #Amarah#
95 #egois#
96 #Hilang semua janji#
97 #Bertemu#
98 #Madu#
99 #Kembali ke Bandung#
100 #Pindah#
101 #Kehilangan#
102 #Leonel Davidson#
103 #Leon sakit#
104 #Pulang untuk sementara#
105 #Pulanglah#
106 #Twins#
107 #Buncit#
108 #Dalang di balik teror#
109 #Pembalasan dimulai#
110 #Masa pemulihan#
111 #Twins lahir#
112 #Mulai beraktifitas#
113 #Pulang karena rindu#
114 #Sahabat selamanya#
115 #Hampir bunuh diri#
116 #Sadar akan kesalahan#
117 #Ingin merebut#
118 #Pernikahan#
119 #Dilema#
120 #Diawasi#
121 #Mario yang gagah#
122 #Cinta Agatha#
123 #Kemarahan Mario#
124 #Berpikir#
125 #Belum bisa#
126 #Alexa#
127 #Kabar duka#
128 #Cinta terlarang#
129 #Rumah untuk Amara#
130 #Kelahiran baby M#
131 #Sibuk#
132 #Haus kasih sayang#
133 #Bicara#
134 #Dia kembali#
135 #Untuk ku#
136 #Menikkah tanpa restu#
137 #Belajar dari kesalahan#
138 #Tida kembali#
139 #Kasih sayang#
140 #Akhir dari cerita#
141 #Rujuk#
Episodes

Updated 141 Episodes

1
#Dheandra#
2
#salah paham#
3
#Tuan pemaksa#
4
#Tuan pemaksa#
5
#Jangan ikuti aku#
6
#Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7
#Menghilang#
8
#Jangan dustai aku#
9
#Tidak akan#
10
#Penuh kejutan#
11
#Sabar#
12
#Pergi tanpa pamit#!
13
#pergi tanpa pamit 2#
14
#Kecewa#
15
#Datang #
16
#Kasar#
17
#Bertemu #
18
#Penantian yang melelahkan#
19
#Berlibur #
20
#Tidur#
21
#Bicara atau#
22
#Salahpaham#
23
#Rumah baru#
24
#permohonan terakhir#
25
#Berapa kali#
26
#Kagum#
27
#Terbongkar#
28
#Om Tampan#
29
#Menghindar#
30
#Kedatangan Randy#
31
#Prioritas#
32
#Hitam atau putih#
33
#Refi sakit#
34
#Tidur lebih baik daripada emosi#
35
#Refi merajuk#
36
#Malam#
37
#Cemburu tanda sayang#
38
#Masih diam#
39
#Positif#
40
#Kebahagiaan#
41
#Gerad#
42
#Arind dikejar pria tampan#,
43
#Kekerasan#
44
#Ujian cinta atau ujian hidup#
45
#Mencegah kepergian#
46
#Menikah ulang#
47
#Arinda tidak bisa hamil#
48
#Arinda pergi#
49
#Diam#
50
#Bertemu#
51
#Pertemuan kedua#
52
#kenapa harus aku#
53
#Bruno#
54
#Tidak harus#
55
#Celsi kecelakaan#
56
#Kecemburuan Gerald#
57
#Patuh#
58
#Dipaksa untuk kuat#
59
#Masih seperti itu#
60
#Tante ganjen#
61
#pelajaran#
62
#Batal menikah#
63
#I love you#
64
#Alexander marah besar#
65
#Sulit untuk terima#
66
#Alexander mabuk#
67
#Gagal menikah#
68
#Tangis Alice#
69
#Alexander tiba
70
#Andreas#
71
#Karena mu#
72
#Berita duka#
73
#Tangis Mila#
74
#Tangis pilu Alexander#
75
#Aku rindu#
76
#Rapuh#
77
#Sudah lupa#
78
#Pernikahan Astrid#
79
#Duapuluh tahun kemudian#
80
#Pulang kampung#
81
#Pernikahan Agam#
82
#Yakin#
83
#Kembali#
84
#Agam cinta#
85
#Tapi kenapa? kamu tidak #
86
#Dusta#
87
#Terlalu pahit#
88
#Agam nyaman#
89
#Pamit pulang#
90
#Bertemu dengan restu#
91
#Kaya orang ngidam#
92
#Persiapan#
93
"Kecemburuan Agam"
94
#Amarah#
95
#egois#
96
#Hilang semua janji#
97
#Bertemu#
98
#Madu#
99
#Kembali ke Bandung#
100
#Pindah#
101
#Kehilangan#
102
#Leonel Davidson#
103
#Leon sakit#
104
#Pulang untuk sementara#
105
#Pulanglah#
106
#Twins#
107
#Buncit#
108
#Dalang di balik teror#
109
#Pembalasan dimulai#
110
#Masa pemulihan#
111
#Twins lahir#
112
#Mulai beraktifitas#
113
#Pulang karena rindu#
114
#Sahabat selamanya#
115
#Hampir bunuh diri#
116
#Sadar akan kesalahan#
117
#Ingin merebut#
118
#Pernikahan#
119
#Dilema#
120
#Diawasi#
121
#Mario yang gagah#
122
#Cinta Agatha#
123
#Kemarahan Mario#
124
#Berpikir#
125
#Belum bisa#
126
#Alexa#
127
#Kabar duka#
128
#Cinta terlarang#
129
#Rumah untuk Amara#
130
#Kelahiran baby M#
131
#Sibuk#
132
#Haus kasih sayang#
133
#Bicara#
134
#Dia kembali#
135
#Untuk ku#
136
#Menikkah tanpa restu#
137
#Belajar dari kesalahan#
138
#Tida kembali#
139
#Kasih sayang#
140
#Akhir dari cerita#
141
#Rujuk#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!