#Pergi tanpa pamit#!

Andra dan Dheandra saat ini tengah duduk di tepi kolam renang mereka merendam kaki kedua nya di tepi kolam renang itu.

"Sayang aku tak berniat untuk menikah dengan nya, aku hanya ingin kamu yang menjadi istri ku"ucap Andra.

"Bang itu tidak mungkin kamu sudah memilih dia selama ini, dan aku tidak bisa menikah dengan mu, kita hanya bisa jadi teman dan Abang harus terima kenyataan"ucap Dheandra lembut.

"Dhea, aku sudah sangat lelah aku mohon menikah lah dengan ku, karena hanya kamu yang akan menjadi ibu bagi anak-anak ku kelak"ucap Andra, masih ngotot.

"Begini saja aku akan mendampingi Abang saat Abang menikah nanti dengan nya"ucap Dheandra sambil tersenyum manis ke arah Andra, tapi pria itu tak sedikit pun menjawab Dheandra malah yang Dheandra dapatkan adalah sebuah tatapan mata yang sulit untuk diartikan.

"Sayang aku sudah berkali-kali mengemis cinta pada mu tapi bahkan kamu tidak pernah mau mengerti, kenapa kamu selalu menolak ku, apa karena aku hanya pria yang tidak punya apa-apa, sehingga kamu tidak mau padaku kamu takut hidup susah tapi aku janji saat kita menikah nanti aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi semua kebutuhan mu, aku mohon menikah lah dengan ku"ucap Andra.

"Semua itu tidak benar,Abang sendiri tau kalau aku sudah terbiasa hidup susah aku tidak terlalu suka kemewahan aku hanya tidak ingin merusak apa yang sudah seharusnya terjadi, sebetar lagi Abang dan wanita itu akan segera menikah"ucap Dheandra.

"Aku bisa membatalkan nya honey, untuk mu"ucap Andra yang langsung memeluk erat Dheandra hingga terpelanting ke belakang kedua nya kini tengah berada di atas pijakan tepat pinggir kolam.

Andra mencumbu nya penuh rasa kesal dia bahkan menggigit bibir bawahnya Dheandra sedikit kasar terus ******* menyesap bibir ranum itu.

Dheandra hanya bisa pasrah percuma sekalipun dia berontak dia tidak akan pernah menang dari Andra.

Dheandra tau Andra, hanya ingin membuang kemarahan nya, setelah hampir kehabisan pasokan oksigen, Andra pun langsung melepaskan ciuman tersebut, tapi hanya beberapa detik Andra, kembali lagi mencium Dheandra,kali ini sedikit lebih lembut Andra sedikit lepas kendali ciuman itu berlanjut menyusuri leher saat itu Andra juga membuat jejak kepemilikan di leher jenjang nya itu, tapi saat akan membuat untuk yang kedua kalinya Dheandra langsung menghentikan itu dia mendorong dada Andra yang kini langsung bergeser ke samping.

Dheandra langsung bangkit, setelah itu dia buru-buru berdiri dan pergi dan Andra langsung menyusul nya, hingga ke pintu utama.

"Yan nk ... tunggu aku minta maaf aku gak sengaja ngelakuin itu, tolong dengar kan penjelasan ku dulu ok"ucap Andra yang kini meraih lengan Dheandra lalu menarik nya kedalam pelukan.

tapi Dheandra tak sedikit pun bergeming dia terdiam tanpa kata, pikirannya tampak kosong saat ini Andra, langsung memegang kedua pipi Dheandra tapi wajahnya Dheandra tetap tanpa ekspresi.

"Sayang aku mohon bicara lah, Ok ... aku minta maaf jika aku salah tapi aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu aku tidak ingin kehilangan mu lagi, lagian itu hanya sebuah kecupan bukan yang berlebihan juga kan yan k..."ujar Andra.

"Aku ingin pulang"gumamnya lirih.

"Yan...NK .... liburan di sini ya, jika perlu kamu boleh aja Refi, untuk menginap di sini"ucap Andra lagi.

"Antar aku pulang, aku mau pulang ke rumah ku bukan aku akan ke Jakarta"ucap Dheandra.

"Baiklah sayang, tapi bagaimana dengan barang-barang milik mu yang masih berada di sana"tanya Andra.

"Refi bisa membawanya pulang nanti aku harus segera kembali,lain kali aku kembali tadinya aku sangat merindukan Bunda, dan berniat untuk tinggal selama satu Minggu."ucap Dheandra, saat mereka sedang ngobrol tiba-tiba terdengar suara klakson mobil nya berbunyi dan Dheandra tau itu.

"Dhea... Dhea...ini gawat kamu harus segera ke perusahaan ada masalah ucap Refi berlari menuju ke, arah Dheandra yang kini sudah berdiri di depan pintu utama villa tersebut.

Andra langsung pasang badan di depan Refi.

"Bisa tidak jangan teriak-teriak"ucap Andra.

"Maaf tapi aku harus segera mengantar dia kembali" ucap Refi.

"Aku yang akan mengantar nya"ujar Andra tegas.

"Tidak bang tidak usah repot-repot aku sudah ada mobil "ucap Dheandra.

"Tidak repot sayang tolong ijinkan aku untuk mengantar mu"ucap Andra memohon.

"baiklah"ucap Refi.

"Refi kasih kunci nya kamu boleh pake mobil saya pilih saja itu kuncinya ada di lantai dua di lemari penyimpanan aku akan segera bersiap"ucap Andra, sambil menarik tangan Dheandra menuju kamar nya.

"Eh... mentang-mentang udah baikan kalian main pergi saja "ucap Refi.

sementara Andra hanya menoleh sekilas lalu kembali berjalan masih merangkul pinggang Dheandra.

sebenarnya Dheandra, berniat untuk pergi menjauh dari Andra dengan cara halus agar Andra tidak lagi mengejar nya.

sesampainya di dalam kamar, Andra langsung mencium bibir Dheandra dengan begitu lembut dan akhirnya Dheandra membalas nya untuk yang terakhir kali,itu pikir Dheandra, hingga ciuman itu terus berulang hingga beberapa menit, akhirnya Andra melepaskan tengkuk Dheandra dan mencium puncak kepala juga kening Dheandra.

"Sayang aku akan mengurus semuanya agar kita segera menikah"ucap Andra ,lalu kembali mengecup bibir Dheandra lagi yang kini tersenyum di paksakan gadis itu tidak berkata apa-apa lagi dia masih berdiri sambil menunggu Andra bersiap dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di kamar itu sambil bergumam pelan.

"Ini adalah ruangan untuk istri Andra, dan itu artinya bukan aku"gumam nya lirih terdengar sayup-sayup di telinga Andra, namun tidak terlalu jelas.

Dheandra langsung berjalan meninggalkan Andra yang kini baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang menutupi area bawah pinggang.

Dhea yang sudah berbalik dan berjalan hendak keluar kamar dia berbalik karena Andra memanggil nya.

"Yannk mau kemana kenapa tidak duduk dan tunggu aku di sini saja"ucap Andra lembut.

"Maaf aku pergi duluan saja seperti nya ini terlalu penting"ucap Dheandra.

"Sayang tunggu aku janji gak akan lama kok,ok"ucap Andra yang langsung masuk ke dalam kamar ganti lalu memakai pakaian nya saat itu juga Dheandra masih mematung di tempatnya, dia resah menunggu Andra biarpun Andra bergerak lebih cepat, pria itu menggunakan celana berwarna abu-abu sangat pas dengan t-shirt yang kini ia gunakan dan jaket tentunya tapi ada sesuatu yang lain nya yang kini ia bawa di dalam tas barang penting nya Andra membawa koper kecil sambil berjalan jaket kulit yang kini terpasang sebelah seperti seseorang yang akan pergi ke luar kota saja.

memang luar kota sih tapi tempat tinggal mereka masih dibilang satu propinsi Dheandra langsung berjalan di ikuti oleh Andra dari belakang

sesampainya di depan mobil Andra melihat Refi masih berada di mobil Dheandra, Andra pun langsung bertanya kepada Refi.

"Ngapain kamu masih ada di sini bukan nya ngambil mobil lain nanti kita pulang dari sana mau pakai apa"ucap Andra, dengan menahan kesal.

"Duh kalian ini ribut masalah mobil mau jadi antar gak kalau gak aku jalan sendiri saja ini sudah larut"ucap Dheandra yang kini melihat ke arah jam tangan nya dan itu sudah menujukan pukul tujuh malam.

"Iya sayang Ok"ucap Andra.

Andra pun masuk ke dalam mobil dia mengambil alih kemudi, Dheandra duduk di jok belakang, dan itu membuat Andra marah.

"Sayang tukeran tempat duduk"ucap Andra Dheandra pun langsung turun dan Refi yang duduk di jok belakang Dheandra kini berada di depan.

mereka pun akhirnya pergi masih menggunakan mobil Dheandra, ada kekaguman tersendiri saat Andra mengendarai mobil tersebut, dia semakin kagum saat Dheandra memasang earphone di telinga nya, lalu memencet tombol otomatis yang ada di hadapannya tiba-tiba muncul layar kecil dari dasbor mobil nya menunjukkan bahwa itu adalah komputer kecil yang komponen nya menyatu dengan mobil tersebut.

"Halo Mrs Amanda, kita harus segera melakukan meeting dadakan saat ini ini terlalu penting tuan besar meminta untuk mengundur waktu peluncuran produk kita, karena nona diharapkan segera berangkat ke Jerman, karena tuan besar sedang menghadapi beberapa masalah di Jepang"ucap seseorang yang tentunya jabatan nya lebih tinggi dari Dheandra, tapi Dheandra adalah orang kepercayaan bos besar mereka.

"Ya baiklah-baiklah mungkin aku sampai pukul sepuluh nanti kuharap kalian bersabar ucap Dheandra yang langsung mematikan sambungan Internet tersebut.

🌹💖💖🌹

Tepat pukul sembilan malam Dheandra sampai di depan gedung perkantoran milik perusahaan tersebut, dia langsung bergegas menuju ruang meeting, setelah sampai di sana tiba-tiba beberapa orang datang menghadang langkah nya.

Dheandra mengerti scurity tersebut melihat Andra dan Refi yang hendak masuk ke ruang meeting.

"Sorry, kalian bisa kembali ,saya akan menyuruh mereka untuk menunggu di ruangan saya, atau kalian sendiri yang akan menunjukkan jalan nya"ucap Dheandra.

"Abang sama Refi tunggu di dalam ruangan ku, saja aku tidak bisa membawa serta kalian berarti ini terlalu serius"ucap Dheandra.

"Gak apa Dhe,gue udah tau kok, lebih baik gue nunggu di ruangan Lo dah ngantuk juga"ucap Refi.

"Yannk kamu gak masalah sendirian"ucap Andra.

"Tidak usah khawatir, kita bisa melihat acara meeting dari ruangan nya"ucap Refi yang sudah tau sepak terjangnya sahabat nya itu.

"Refi, kamu sudah tau caranya aku masuk dulu sudah terlambat"ucap Dheandra.

gadis itu pun langsung masuk ke dalam ruangan yang tidak jauh dari mereka berdiri saat ini.

Dheandra langsung masuk, dia sudah disambut oleh para pemegang saham saat ini yang menunggu kepastian, keputusan yang akan diambil oleh nya saat ini.

seperti biasa para petinggi perusahaan yang ada di sana yang dimaksud adalah direktur dan beberapa pemegang saham terbesar mulai membuka pembahasan tentang peluncuran produk yang terpaksa harus di undur sampai Dheandra kembali dari Jerman,itu keputusan bos besar, mereka saat ini sedang beradu argument bahkan ada yang sampai berdiri karena tidak setuju dengan keputusan direktur utama di perusahaan tersebut, hingga akhirnya Dheandra membuka suara.

"Bisakah kalian bicarakan ini baik-baik tidak usah ngotot kita disini sedang mencari solusinya"ucap Dheandra.

"Mrs Amanda, bagaimana saya bisa tenang sementara keputusan yang ditetapkan tersebut akan mendatangkan kerugian, ingat kami berinvestasi di sini karena dengan janji yang telah kita sepakati bahwa di setiap peluncuran produk,kami akan meraup banyak keuntungan, tapi bagaimana jika kita gagal meluncurkan produk kita berapa banyak kerugian yang akan ditanggung oleh perusahaan sedangkan semua sudah di persiapkan sejak jauh-jauh hari, asal anda tahu saja mereka sudah menunggu peluncuran mobil kita "ucap salah satu pemegang saham terbesar di sana.

"Jadi anda maunya bagaimana??..."Ujar Amanda begitu tegas.

"Saya akan menarik saham saya jika sampai satu Minggu lagi produk itu batal diluncurkan"ucap nya .

"Yang saya maksud itu alasan terbesar yang membuat anda takut rugi itu apa??.."ucap Dheandra begitu tenang.

"Alasan nya, anda pasti tahu di jaman yang serba modern ini inovasi teknologi baru dari sebuah produk tersebut selalu bermunculan bisa saja perusahaan lain mengeluarkan produk lebih baik dari yang terbaik yang dari tadi kita miliki saat ini,di pasaran selalu yang dicari itu adalah keunggulan produk,maka unggul satu langkah saja dari kita bisa membuat perusahaan ini merugi karena harga produk kita akan berada di bawah mereka"ujarnya sangat percaya diri.

"Jika, anda ingin menarik saham anda yang tidak seberapa itu silahkan saja tapi, anda tidak berhak meremehkan produk yang akan kami luncurkan, saat ini mungkin hingga sepuluh tahun kedepan belum tentu ada mobil yang memiliki fitur canggih lebih dari yang kakak saya ciptakan, saya berani menjamin itu semua, dan asal anda tahu butuh waktu beberapa bulan untuk mendesain berbagai komponen yang telah kami uji coba selama dua tahun ini, dan kelebihan yang ada di dalam mobil itu sendiri, mungkin anda hanya berpikir mesin mobil itu sama hanya akan bergerak kencang atau perlahan tapi disini tidak begitu uji coba dari setiap komponen yang terdapat di dalam mobil itu membutuhkan keahlian khusus, dan tidak kaleng-kaleng,maka dari itu saya sendiri bisa menjamin tidak akan ada produk sebaik ini"ucap Dheandra tegas.

"Dan satu lagi kalian bisa melakukan peluncuran produk tanpa kehadiran ku di sini karena aku masih bisa memantau perkembangan dari nya, jadi tiga hari lagi saya putuskan untuk melakukan peluncuran "ucap Dheandra.

"Tapi Nona, anda sudah menyalahi aturan yang Bos besar tetap kan"ucap direktur cabang tersebut.

"Kalau anda saja menunggu keputusan yang diambil oleh saya lalu untuk apa saya diminta hadir di sini, tentu saja itu semua karena bos terlalu mempercayakan semua nya pada ku."ucap Dheandra penuh penekanan terlihat raut wajah tegang keluar dari wajah tua suami dari adik tiri bosnya tersebut.

sementara Refi,bobo dengan cueknya Andra kini tengah tegang dia takut terjadi apa-apa di ruang rapat tersebut.

ada rasa kagum di dalam lubuk hati yang terdalam melihat wanita yang semakin dan mengagumkan.

Episodes
1 #Dheandra#
2 #salah paham#
3 #Tuan pemaksa#
4 #Tuan pemaksa#
5 #Jangan ikuti aku#
6 #Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7 #Menghilang#
8 #Jangan dustai aku#
9 #Tidak akan#
10 #Penuh kejutan#
11 #Sabar#
12 #Pergi tanpa pamit#!
13 #pergi tanpa pamit 2#
14 #Kecewa#
15 #Datang #
16 #Kasar#
17 #Bertemu #
18 #Penantian yang melelahkan#
19 #Berlibur #
20 #Tidur#
21 #Bicara atau#
22 #Salahpaham#
23 #Rumah baru#
24 #permohonan terakhir#
25 #Berapa kali#
26 #Kagum#
27 #Terbongkar#
28 #Om Tampan#
29 #Menghindar#
30 #Kedatangan Randy#
31 #Prioritas#
32 #Hitam atau putih#
33 #Refi sakit#
34 #Tidur lebih baik daripada emosi#
35 #Refi merajuk#
36 #Malam#
37 #Cemburu tanda sayang#
38 #Masih diam#
39 #Positif#
40 #Kebahagiaan#
41 #Gerad#
42 #Arind dikejar pria tampan#,
43 #Kekerasan#
44 #Ujian cinta atau ujian hidup#
45 #Mencegah kepergian#
46 #Menikah ulang#
47 #Arinda tidak bisa hamil#
48 #Arinda pergi#
49 #Diam#
50 #Bertemu#
51 #Pertemuan kedua#
52 #kenapa harus aku#
53 #Bruno#
54 #Tidak harus#
55 #Celsi kecelakaan#
56 #Kecemburuan Gerald#
57 #Patuh#
58 #Dipaksa untuk kuat#
59 #Masih seperti itu#
60 #Tante ganjen#
61 #pelajaran#
62 #Batal menikah#
63 #I love you#
64 #Alexander marah besar#
65 #Sulit untuk terima#
66 #Alexander mabuk#
67 #Gagal menikah#
68 #Tangis Alice#
69 #Alexander tiba
70 #Andreas#
71 #Karena mu#
72 #Berita duka#
73 #Tangis Mila#
74 #Tangis pilu Alexander#
75 #Aku rindu#
76 #Rapuh#
77 #Sudah lupa#
78 #Pernikahan Astrid#
79 #Duapuluh tahun kemudian#
80 #Pulang kampung#
81 #Pernikahan Agam#
82 #Yakin#
83 #Kembali#
84 #Agam cinta#
85 #Tapi kenapa? kamu tidak #
86 #Dusta#
87 #Terlalu pahit#
88 #Agam nyaman#
89 #Pamit pulang#
90 #Bertemu dengan restu#
91 #Kaya orang ngidam#
92 #Persiapan#
93 "Kecemburuan Agam"
94 #Amarah#
95 #egois#
96 #Hilang semua janji#
97 #Bertemu#
98 #Madu#
99 #Kembali ke Bandung#
100 #Pindah#
101 #Kehilangan#
102 #Leonel Davidson#
103 #Leon sakit#
104 #Pulang untuk sementara#
105 #Pulanglah#
106 #Twins#
107 #Buncit#
108 #Dalang di balik teror#
109 #Pembalasan dimulai#
110 #Masa pemulihan#
111 #Twins lahir#
112 #Mulai beraktifitas#
113 #Pulang karena rindu#
114 #Sahabat selamanya#
115 #Hampir bunuh diri#
116 #Sadar akan kesalahan#
117 #Ingin merebut#
118 #Pernikahan#
119 #Dilema#
120 #Diawasi#
121 #Mario yang gagah#
122 #Cinta Agatha#
123 #Kemarahan Mario#
124 #Berpikir#
125 #Belum bisa#
126 #Alexa#
127 #Kabar duka#
128 #Cinta terlarang#
129 #Rumah untuk Amara#
130 #Kelahiran baby M#
131 #Sibuk#
132 #Haus kasih sayang#
133 #Bicara#
134 #Dia kembali#
135 #Untuk ku#
136 #Menikkah tanpa restu#
137 #Belajar dari kesalahan#
138 #Tida kembali#
139 #Kasih sayang#
140 #Akhir dari cerita#
141 #Rujuk#
Episodes

Updated 141 Episodes

1
#Dheandra#
2
#salah paham#
3
#Tuan pemaksa#
4
#Tuan pemaksa#
5
#Jangan ikuti aku#
6
#Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7
#Menghilang#
8
#Jangan dustai aku#
9
#Tidak akan#
10
#Penuh kejutan#
11
#Sabar#
12
#Pergi tanpa pamit#!
13
#pergi tanpa pamit 2#
14
#Kecewa#
15
#Datang #
16
#Kasar#
17
#Bertemu #
18
#Penantian yang melelahkan#
19
#Berlibur #
20
#Tidur#
21
#Bicara atau#
22
#Salahpaham#
23
#Rumah baru#
24
#permohonan terakhir#
25
#Berapa kali#
26
#Kagum#
27
#Terbongkar#
28
#Om Tampan#
29
#Menghindar#
30
#Kedatangan Randy#
31
#Prioritas#
32
#Hitam atau putih#
33
#Refi sakit#
34
#Tidur lebih baik daripada emosi#
35
#Refi merajuk#
36
#Malam#
37
#Cemburu tanda sayang#
38
#Masih diam#
39
#Positif#
40
#Kebahagiaan#
41
#Gerad#
42
#Arind dikejar pria tampan#,
43
#Kekerasan#
44
#Ujian cinta atau ujian hidup#
45
#Mencegah kepergian#
46
#Menikah ulang#
47
#Arinda tidak bisa hamil#
48
#Arinda pergi#
49
#Diam#
50
#Bertemu#
51
#Pertemuan kedua#
52
#kenapa harus aku#
53
#Bruno#
54
#Tidak harus#
55
#Celsi kecelakaan#
56
#Kecemburuan Gerald#
57
#Patuh#
58
#Dipaksa untuk kuat#
59
#Masih seperti itu#
60
#Tante ganjen#
61
#pelajaran#
62
#Batal menikah#
63
#I love you#
64
#Alexander marah besar#
65
#Sulit untuk terima#
66
#Alexander mabuk#
67
#Gagal menikah#
68
#Tangis Alice#
69
#Alexander tiba
70
#Andreas#
71
#Karena mu#
72
#Berita duka#
73
#Tangis Mila#
74
#Tangis pilu Alexander#
75
#Aku rindu#
76
#Rapuh#
77
#Sudah lupa#
78
#Pernikahan Astrid#
79
#Duapuluh tahun kemudian#
80
#Pulang kampung#
81
#Pernikahan Agam#
82
#Yakin#
83
#Kembali#
84
#Agam cinta#
85
#Tapi kenapa? kamu tidak #
86
#Dusta#
87
#Terlalu pahit#
88
#Agam nyaman#
89
#Pamit pulang#
90
#Bertemu dengan restu#
91
#Kaya orang ngidam#
92
#Persiapan#
93
"Kecemburuan Agam"
94
#Amarah#
95
#egois#
96
#Hilang semua janji#
97
#Bertemu#
98
#Madu#
99
#Kembali ke Bandung#
100
#Pindah#
101
#Kehilangan#
102
#Leonel Davidson#
103
#Leon sakit#
104
#Pulang untuk sementara#
105
#Pulanglah#
106
#Twins#
107
#Buncit#
108
#Dalang di balik teror#
109
#Pembalasan dimulai#
110
#Masa pemulihan#
111
#Twins lahir#
112
#Mulai beraktifitas#
113
#Pulang karena rindu#
114
#Sahabat selamanya#
115
#Hampir bunuh diri#
116
#Sadar akan kesalahan#
117
#Ingin merebut#
118
#Pernikahan#
119
#Dilema#
120
#Diawasi#
121
#Mario yang gagah#
122
#Cinta Agatha#
123
#Kemarahan Mario#
124
#Berpikir#
125
#Belum bisa#
126
#Alexa#
127
#Kabar duka#
128
#Cinta terlarang#
129
#Rumah untuk Amara#
130
#Kelahiran baby M#
131
#Sibuk#
132
#Haus kasih sayang#
133
#Bicara#
134
#Dia kembali#
135
#Untuk ku#
136
#Menikkah tanpa restu#
137
#Belajar dari kesalahan#
138
#Tida kembali#
139
#Kasih sayang#
140
#Akhir dari cerita#
141
#Rujuk#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!