Meeting pun berakhir dengan baik meskipun diawal ada begitu banyak perdebatan yang alot kini Dheandra memasuki ruangan nya, walaupun dia seorang manager pemasaran, tapi dia memiliki ruang pribadi layaknya CEO, bahkan di sana terdapat ruang istirahat.
setelah masuk ia melihat layar monitor yang mengarah ke ruang meeting tersebut masih menyala Dheandra lalu menatap kedua pria yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Abang nggak tidur ini sudah hampir pukul tiga pagi"ucap Dheandra sambil menggeser sebuah buku dan memencet tombol otomatis yang ada di rak itu dan akhirnya rak buku tersebut bergeser menampakkan sebuah pintu ruangan Dheandra,memijit angka yang berada di pintu itu satu detik kemudian pintu itu pun terbuka.
Andra yang sedari tadi memperhatikan itu dia begitu kagum pada wanita yang sangat ia cintai, Dheandra tidak hanya berbakat dan sangat cerdas tapi dia lebih istimewa Dheandra langsung masuk tapi sebelum nya dia berbicara terlebih dahulu.
"kalau mau istirahat bisa di sini tapi tunggu aku mau mandi dulu nanti setelah beres aku keluar Abang baru masuk "ucap nya sambil melihat ke arah Andra.
wanita itu pun menghilang di balik pintu itu rak buku juga kembali menutup seperti semula.
Andra masih termenung menatap ke arah pintu tersebut, tapi sedetik kemudian, dia langsung menoleh saat Refi, bangkit ingin membuka pintu rahasia yang sudah ia ketahui tapi Andra, menahan nya.
"Apa yang ingin kau lakukan jangan buka Dhea lagi mandi di dalam"ucap Andra .
"Owh ya ampun Dhe gue kebelet pipis terpaksa deh gue harus pergi ke luar"ucap Refi, sambil ngeloyor pergi.
saat Refi keluar beberapa menit kemudian Dheandra, membuka pintu dia sudah terlihat segar dan sudah berganti pakaian saat ini Dheandra menoleh ke arah Andra yang kini tengah berdiri menghadap jendela kaca yang menjulang tinggi.
"Abang pergi lah istirahat, aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"ucap Dheandra lembut.
"Yannk... kamu masih mau bekerja ini sudah hampir pagi dari kemarin kamu belum istirahat loh"ucap Andra khawatir.
"Iya sih rasanya sangat melelahkan tapi mau gimana lagi, semua tanggung jawab ku, aku harus segera menyelesaikan nya karena dua hari lagi mungkin akan kembali ke Jerman"ucap Dheandra.
"Tidak bisakah itu dibatalkan saja yang atau kamu berhenti dari pekerjaan, kamu tidak perlu capek-capek kerja lebih baik jalani hidup mu seperti wanita pada umumnya"ucap Andra, merasa sedih melihat wanita itu bekerja keras seperti dulu mungkin beda nya saat ini dia tidak kotor-kotoran tapi beban yang ia pikul lebih besar.
"Itu tidak mungkin Abang aku bisa dipecat jika aku melanggar aturan, dan jika aku berhenti bekerja,lalu adik-adik ku yang di panti siapa yang akan menjamin mereka agar tidak kelaparan"ucap Dheandra pelan.
"Aku yang akan menanggung nya"ucap Dheandra.
"Kamu punya tanggung jawab sendiri terhadap keluarga dan calon istri mu, jangan di tambah lagi"ucap Dheandra.
"Yannk, aku akan segera meninggalkan nya"ucap Andra, tapi Dheandra tak lagi merespon dia duduk di kursi kebesaran nya saat ini dia langsung membuka laptop nya, dan langsung berkutat dengan laptop nya itu hingga beberapa menit kemudian Andra menghampiri nya dia melihat begitu banyak yang harus Dheandra kerjakan saat ini ratusan email yang masuk di sana harus ia cek satu persatu dengan teliti.
"Tidur lah,itu bisa dikerjakan besok siang bukan"ujar Andra.
"Tidak bisa bang kalo besok masih akan bertambah banyak"ucap Dheandra.
tiba-tiba ada panggilan video yang masuk Dheandra langsung mengambil earphone nya lalu membuka panggil tersebut, Andra kini melihat wajah siapa yang muncul di hadapan Dheandra.
seorang pria bule yang begitu tampan dia adalah putra dari bos besar yang Amanda maksud.
"Ada apa bos"ucap Dheandra menggunakan bahasa Jerman.
"Kapan kamu balik, apa??... di sana terlalu melelahkan"ucap nya.
"Heumm"gumam Dheandra pelan.
"Aku sudah menunggu mu kembali dari Minggu kemarin ada beberapa masalah yang terjadi di Jepang, Daddy kesana dan aku harus mengurus perusahaan ini sendirian, cepat kembali, dan jangan terlalu memikirkan peluncuran mobil itu biarkan pria berengsek itu yang tangani dia masih dalam pengawasan jadi tidak akan bisa macam-macam"ucap Georgio.
"Aku akan kembali, mungkin dua Minggu lagi"ucap Dheandra sambil tersenyum.
"Kau gila, bisa-bisa Daddy ku murka kalau kau tidak datang"ucap Georgio.
"Iya baiklah-baiklah tuan Pe maksa "ucap Dheandra akhirnya panggilan pun berakhir, Dheandra kembali ke pekerjaan nya tadi.
"Yannk... dia siapa??..."ucap Andra yang merasa sangat cemburu saat ini terlihat dari raut wajah nya.
"Dia calon pewaris tahta kerajaan bisnis dari perusahaan ini, tapi hingga saat ini dia belum mau bekerja dengan serius meski dia mampu dia masih suka bermain-main di luar, seperti bocah saja, menyebalkan setiap kali ada masalah selalu aku yang harus mengurus nya, sementara kakak, dia selalu ikut kemampuan bos besar pergi, sekarang dia sedang berada di Jepang"ucap Dheandra dengan enteng nya tanpa menoleh ke arah Andra yang masih mendengus kesal.
"Kalian seperti bukan atasan dan karyawan"ucap Andra, lagi.
"Abang kenapa??... dia memang seperti itu sudah lah jangan dipermasalahkan lagi, lagian nggak ada untung nya"ucap Dheandra
"Pergilah istirahat jika Abang mau"ucap nya lagi.
"Aku istirahat di rumah mu saja"jawab Andra sambil kembali duduk di sofa yang sedari tadi ia tempati.
"Ngomong-ngomong dimana??.. si Refi"ucap Dheandra bertanya.
"Katanya"
"Gue. di sini Dhe,gue habis dari toilet eh ketemu wanita cantik yang benar-benar cantik gue ikutin deh eh sampai di depan lift, dia menghilang entah kemana??..."ucap Refi.
"Hah... wanita maksud Lo apa??...di sini tidak ada karyawan wanita di lantai ini hanya gue wanita nya dan kebanyakan karyawan wanita ada di lantai bawah"ucap Dheandra heran.
"Ah...Lo jangan bercanda Dhe, gak lucu tau"ucap Refi takut.
"gue tidak bercanda Fi, lagian apa untungnya buat gue, tidak sembarang orang bisa naik ke lantai ini semua menggunakan peraturan ketat dan gue sendiri yang memasang peraturan tersebut bahkan mereka kesini pun harus menggunakan kartu seperti ini Lo lihat kan "ucap Dheandra.
"Jadi maksud Lo,tadi gue ketemu hantu gitu ih...ngeri kali"ucap Refi.
"Lo, lihat dimana sekarang tunjukkin ke gue"ucap Dheandra.
"Yannk.... jangan berlebihan gitu mungkin si Refi, salah lihat udah kamu kerjakan saja pekerjaan mu"ucap Andra, yang merasa ada yang tidak beres di lantai itu.
"Baiklah aku hanya penasaran bahkan office boy yang selalu membersihkan lantai ini bukan office girl"ucap Dheandra.
"Iya aku percaya ayo fokus lagi biar cepat selesai aku sudah ingin pulang dan istirahat"ucap Andra.
"Kalau mau pulang... pulang saja si Refi tau alamat rumah ku, lagian di mobil juga sudah ada area yang tertera di sana seperti peta"ucap Dheandra memberikan petunjuk.
"Tidak sayang kita akan pulang bersama"ujar Andra, yang sangat merasa khawatir.
🌹💖💖💖🌹
dua jam lebih Dheandra berkutat dengan laptop nya, akhirnya selesai juga mereka pun bergegas pulang, saat di pintu lift, Andra melihat sekelebat bayangan, yang entah apa, tapi kemudian dia merangkul pinggang Dheandra.
"Ada apa ??.. ucap Dheandra heran karena meskipun ini adalah pagi hari di kantor masih ada Cctv yang mengawasi pergerakan mereka, tapi Andra dengan cueknya merangkul pinggang wanita itu.
"Dhe Lo gak bercanda bukan"ucap Refi merinding .
"Saya juga lihat barusan yannk ... sebaiknya kamu gak usah ngantor dulu untuk sementara waktu,ada yang aneh di sini"ucap Andra berbisik.
"Itu hanya perasaan Abang saja, gak ada apa-apanya"ucap Dheandra menutupi kejadian satu tahun sebelumnya di tempat itu terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh para pekerja saat membangun gedung tersebut ada penjual jamu langganan pegawai lama tapi saat itu mereka tidak ada di sana karena sudah kembali ke kampung halaman nya saat itu sedang ada pesta miras yang tidak diketahui oleh pengawas yang selalu menjaga keamanan gedung sekitar dan terjadi lah peristiwa itu mayat gadis itu di simpan di dalam lift, yang sekarang mereka naiki tepat nya di kubur sebelum diketahui oleh pihak berwajib.mayat tersebut di cor beton tepat di depan pintu lift.
Dheandra yang baru mengetahui kejadian itu dari seorang OB, karena desas-desus kasus itu kembali menghampiri para office boy setelah mereka melihat seorang wanita cantik berkeliaran di lantai tersebut lantai teratas gedung tersebut memiliki akses khusus untuk bisa kesana maka dari itu jika ada wanita lain selain Dheandra kemungkinan besar itu adalah hantu wanita itu.
Andra, masih tak percaya melihat sekelebat bayangan tersebut sesampainya di rumah Dheandra tepat pukul lima pagi sebelum turun dari mobil Andra, turun belakangan dan menghubungi seseorang untuk mengecek seluruh Cctv gedung tersebut , karena teman Andra adalah seorang hacker terbaik.
"Baiklah aku tunggu informasi nya"ucap Andra, sambil berjalan masuk, dilihat nya Dheandra dan Refi tengah duduk di meja makan, mereka tengah sarapan pagi di jam lima ini karena ingin cepat istirahat.
Dheandra melirik ke arah Andra, yang kini masih berdiri memperhatikan nya.
"Duduk lah Abang pasti laper, karena dari kemarin kita belum makan apapun"ucap Dheandra.
"Heumm"gumam Andra lirih .
Andra pun bergabung dan Dheandra mengambil kan makan untuk Andra, tanpa disadari nya layaknya seorang istri.
Andra, yang melihat itu menyunggingkan senyum dia ingin sekali segera menikah dengan gadis cantik yang kini berada di hadapan nya.
"Terimakasih sayang, ucap Andra, saat menerima piring yang sudah berisi nasi dan beberapa lauk di piring tersebut.
Dheandra melanjutkan makan sementara Refi, sedari tadi makan sambil balas pesan dari para penggemar wanita nya itu.
"Fi... makanan mu dicuri setan baru tau rasa"ucap Dheandra.
"Dhe... gue lagi balas chat yang masuk ini wanita gila yang ngaku gue tiduri waktu kemaren dasar nih ****** gak ada kapok-kapok nya"ucap Refi.
"Kenapa??... nggak Lo tiduri beneran sekalian tuh cewek Lo kasih pelajaran biar tau enak nya "ucap Dheandra tanpa dosa .
"uhekk uhekk uhekk"Andra tiba-tiba tersedak makanan nya saat itu juga, Dheandra memberikan Andra, Air minum.
"Pelan-pelan Abang makanya kalau lagi makan itu jangan banyak pikiran"ucap Dheandra yang kini langsung berdiri meninggalkan mereka yang masih makan.
"Dhea,gue belum selesai"ucap Refi yang melihat Dheandra pergi.
"Lo lanjut saja, gue pengen istirahat jika Abang mau istirahat pilih saja kamarnya bebas yang mana saja"ucap Dheandra.
Andra hanya fokus makan setelah selesai langsung meminum air di gelas yang masih utuh soalnya yang tadi dia minum adalah gelas Dheandra.
setelah selesai makan dia langsung menyusul ke atas dia bingung mau pilih kamar yang mana, tapi saat ini dia melihat kamar yang sedikit terbuka pintu nya, dia perlahan masuk dilihat nya Dheandra tertidur pulas di atas ranjang dengan posisi telungkup, Andra yang melihat itu langsung berjalan menghampiri Dheandra dan mencoba untuk membalikkan tubuhnya sekalian ingin memasang kan selimut.
"Yannk... kamu lelah banget ya hingga lupa mengunci pintu"ucap Andra, sambil membetulkan posisi tidur Dheandra yang sudah sangat nyenyak dia bahkan tidak sadar bahwa Andra, membetulkan posisi tidur nya.
setelah itu Andra membaringkan tubuhnya di atas sofa masih di dalam kamar Dheandra pria itu memang sangat mencintai Dheandra, sehingga dia menjaga Dheandra sepenuh hati, dia tidak ingin menodai gadis itu meski dia mampu untuk melakukan itu, dia ingin menghalalkan Dheandra, sebelum itu terjadi.
dari pagi sampai sore hari Dheandra masih anteng tertidur pulas di atas kasur empunya itu, saat ini Andra , tengah menunggu nya untuk pamit pulang ke Depok, tapi dia tidak tega untuk membangunkan Dheandra, dia pun langsung berangkat setelah menulis pesan di secarik kertas bahwa dirinya harus segera kembali karena ada panggilan tugas masuk, dia sudah ambil cuti dua hari saat ini.
tepat adzan Maghrib, Dheandra terbangun dan ternyata rumah nya begitu sepi saat ini setelah mencuci muka dan gosok Gigi, dia kembali turun ingin mengisi perut.
Dheandra, berjalan sambil tengok kanan kiri sesampainya di bawah.
"BI Ijah teman saya yang dua kemana??.. ya"ucap nya.
"Den Andra dan den Refi, tadi sore pamit pulang bahkan keduanya menggunakan mobil Nona Amanda"ucap pelayanan yang ada di sana.
"Heumm..."gumam Dheandra, yang merasa sangat kesepian padahal saat ini adalah saat ia membutuhkan dukungan, karena Dheandra akan berangkat ke Jerman, saat ini juga.
"BI apa barang-barang yang kemarin saya suruh packing sudah selesai"ucap Dheandra.
"Sudah Nona, semua sudah beres tinggal berangkat saja"ucap BI Ijah.
"Baiklah terimakasih tolong hubungi asisten saya bilang padanya aku berangkat sekarang"ucap Dheandra yang langsung beranjak pergi menuju kamar nya, Dheandra langsung bersiap mandi dan berpakaian setelah semua selesai, Dheandra pun pergi dengan mobilnya menuju bandara, sepanjang perjalanan di pesawat wajah kedua pria itu terbayang-bayang, dia bergumam.
"Selamat tinggal Abang semoga bahagia dengan pernikahan nya, aku pergi, dan entah kapan akan kembali"ucap Dheandra, sambil berderai air mata di dalam jet pribadi itu.
Dheandra, sudah memutuskan tidak akan kembali dalam waktu yang cukup lama dia hanya ingin menata ulang hatinya yang telah hancur berkeping-keping.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments