Andra dibawa ke sebuah apartemen milik Dheandra, oleh Refi, saat itu juga , Refi juga membantu nya untuk beristirahat di atas ranjang kamar Dheandra, yang diam-diam selalu ia tempati jika dia kembali dari kantor jika sedang sangat lelah.
Dheandra sendiri saat ini masih berada di kamar hotel, bersama dengan putra nya Gerald, yang kini sudah terlelap dalam mimpi indah nya.
Dheandra, selalu memperhatikan wajah Gerald yang kini tertidur, wajah nya begitu mirip dengan Daddy nya ,yaitu Andra.
"Abang, bagaimana reaksi mu jika seandainya nanti kalian bertemu dengan putra mu"gumam Dheandra lirih.
Dheandra pun ikut memejamkan mata nya di samping Gerald, saat ini.
hingga pagi menjelang, Dheandra sudah tampak segar dengan balutan dress selutut bermotif bunga dia bahkan sudah bersiap untuk turun kebawah bersama Gerald untuk sarapan pagi di restaurant hotel tersebut.
tapi tiba-tiba ponsel nya berdering keras Dheandra, langsung melirik ke arah putra nya yang kini berada di dalam gendongan nya tepat di samping tubuh nya.
Gerald hanya tersenyum, karena dialah handphone itu berbunyi sangat nyaring dari yang biasanya hanya di silent.
Dheandra langsung mencium gemas wajah putra nya itu, dia tidak pernah marah setelah itu barulah Dheandra, mengangkat panggilan dari Refi, saat ini.
"Dhea Lo ada dimana??..."ucap Refi.
"Gue masih di hotel kenapa??.. emang nya"tanya Dheandra.
"Laki Lo ngamuk gara-gara gue bohongin dia"Ucap Refi yang kini tengah mengurung diri di kamar mandi, karena Andra, benar-benar murka hingga semua perabotan yang ada saat ini hancur berantakan.
"Laki yang mana Fi gue gak pernah koleksi laki"ucap Dheandra santai.
"Ya ampun Dhea, pokonya gue gak mau tau Lo harus segera datang kalau Lo gak mau lihat gue mati"ucap Refi panik.
"Dimana??...dia sekarang"ujar Dheandra santai.
"Dhea laki Lo lagi ngamuk di dalam kamar Lo,dan gue berada di dalam kamar mandi Lo, buruan tolongin gue"ucap Refi ketakutan.
"Baik lah, sekarang Lo keluar dari sana temui dia berikan handphone nya gue yang akan bicara"ucap Dheandra.
"Lo yakin bisa nenangin dia, jangan main-main Dhea,ini nyawa gue taruhan nya"ucap Refi.
"Lo percaya aja sama gue"ucap Dheandra meyakinkan.
"Refi, keluar atau aku bakar kamu sekalian dengan unit nya"suara seseorang yang tengah berteriak-teriak di sebrang telpon.
"Iya gue keluar,ini bini Lo"ucap Refi, terdengar nyaring.
"Jangan pernah menipuku atau hidup mu berakhir saat ini juga disini"ucap Andra.
"Halo... Abang, kenapa??..mesti lakuin itu bisa sabar nggak, Refi gak salah yang salah itu aku yang nyuruh dia membawa mu kesana, andaikan saja semalam aku tidak menyuruh nya, mungkin ini tidak akan terjadi"ucap Dheandra.
"Yannk...mau sampai kapan kamu membohongi ku, apa??.. sampai aku mati kamu baru akan berhenti heuhhhhh aku cape Yannk, aku sudah sangat lelah, jika kamu tidak menemui ku saat ini juga aku akan pastikan sahabat mu ini tidak akan selamat"ucap Andra tegas.
"Abang jangan main-main aku tidak sedang di Jakarta aku masih di hotel tempat ku menginap aku baru mau sarapan mungkin sampai nanti empat atau lima jam baru sampai di sana"ucap Dheandra.
"Aku kesana kirim lokasi nya"ujar Andra.
"Tidak jangan aku akan pulang ke rumah, kamu bisa kesana bersama dengan Refi, Ok tunggu aku jika kamu Sudi tapi jika tidak pun terserah kamu saja"ucap Dheandra tegas .
"Yannk..."ucapan Andra terpotong saat Dheandra mengakhiri telpon nya saat itu juga.
"Antar aku kerumah istri ku"ucap Andra tegas.
"Baik bang "jawab Refi, yang langsung beranjak pergi.
"Ganti semua barang-barang yang udah Abang rusak kasihan Dhea, dia rugi besar"ucap Refi.
"Aku akan menghancurkan semua nya jika perlu agar dia tidak lagi bisa pergi dari ku"ujar Andra, tegas.
"Jika Abang bisa.
"Aku bisa melakukan apapun"ucap Andra lagi.
Dheandra kini tengah menyuapi Gerald, makan sereal sementara dirinya hanya menikmati segelas kopi dan pancake .
Gerald, terus berceloteh bahwa dia rindu dengan kakak sepupu nya saat ini.
Dheandra pun langsung melakukan panggilan video, hingga keponakan nya itu muncul di depan layar, Gerald langsung menyapa nya begitu antusias dan dia juga menghabiskan sarapan pagi nya itu.
Dheandra tersenyum manis setelah itu kembali menggendong Gerald yang kini sedang asyik berceloteh bersama sepupunya itu.
sampai di mobil Dheandra langsung membantunya untuk duduk putra nya yang tengah fokus memegang ponsel miliknya kini masih asik mengobrol dengan saudara nya yang kini berada di Jerman.
hingga mobil Dheandra melaju pergi meninggalkan hotel tersebut putra nya itu masih sibuk dengan handphone ibunya.
butuh waktu empat jam untuk Dheandra tiba di rumah karena macet dan dia tidak bisa ngebut karena membawa putranya itu.
sesampainya di rumah saat ini tiba-tiba saja Dheandra,kaget karena melihat Andra kini tengah berdiri menghadangnya, tidak hanya itu Andra langsung memeluk erat dirinya yang kini tengah menuntun Gerald dan Andra , tidak menyadari kehadiran putra nya yang ada di hadapannya saat ini.
Dheandra langsung memberikan kode pada Refi, untuk membawa Gerald pergi, tapi seketika Andra, langsung melirik ke arah Gerald, dia langsung berjongkok.
"Yannk... kamu bisa jelaskan semua ini"ucap Andra, yang kini menatap tak percaya melihat cermin diri nya yang kini berdiri di hadapan nya.
"Aku lelah bang... nanti saja"ucap Dheandra datar, wanita itu seperti tidak pernah merindu atau pun merasakan bahagia karena telah bertemu dengan kekasih nya saat ini Dheandra masuk gitu aja bersama dengan Gerald yang langsung diambil alih oleh Andra.
"Bang... berikan dia padaku, kasihan dia masih sangat lelah"ucap Dheandra.
"Aku ingin penjelasan"ujar Andra lagi, sambil terus mengikuti langkah Dheandra menuju lift.
"Abang mau dengerin atau sebaiknya kamu pergi saja dari sini"ucap Dheandra , yang kini sudah kembali menggendong putra nya itu.
"Ok,Dhea Ok... aku akan tetap bersabar Dhe, aku sabar dan saat ini kamu boleh mengganggap aku tidak pernah ada"ucap Andra.
"Abang, aku lelah ngertiin aku tolong"ucap Dheandra sambil menekan tombol password pintu kamar nya, Andra terdiam di sana dan tidak bergeming hingga Dheandra menghilang dari pandangan nya dan pintu tertutup rapat.
"Dhea... aku harus sabar sampai kapan lagi, tidak cukup kah kesabaran ku selama ini, bahkan kau tidak pernah mau bilang kalau kita memiliki putra yang sangat tampan, apa artinya aku bagimu Yannk..."ucap nya lirih.
sementara Dheandra langsung mengganti pakaian nya, dan juga Gerald, setelah sebelumnya ia membersihkan diri terlebih dahulu juga memandikan putra nya yang kini tengah berbaring setelah berganti pakaian, Dheandra , yang selalu membersihkan diri setelah aktifitas nya di luar,kini pun diterapkan pada putranya itu.
perut Dheandra yang terasa keroncongan kini membuat dia mau tak mau harus turun dan mengisi perut nya terlebih dahulu, sementara Andra, saat ini tengah duduk di anak tangga dia begitu gelisah, saat ini rasanya ingin sekali pergi menyusul dan memasuki kamar Dheandra untuk memeluk anak laki-laki yang sangat mirip dengan nya.
Andra yakin bahwa itu adalah putra mereka darah daging Andra.
🌹💖💖💖🌹
satu jam berlalu, kini mereka masih berada di ruang santai, Dheandra, tidak sedikit pun memberikan jawaban atas pertanyaan yang Andra lontarkan, dia malah terdiam dengan mata sayu nya dan ia merebahkan diri di sofa tempat di samping Andra yang sedari tadi tidak jauh dari dirinya.
"Yannk... apa??... sesulit itu, pertanyaan yang kuberikan hingga kamu tidak pernah mau menjawab nya"ucap Andra.
"Abang aku ngantuk tolong jangan tanya lagi"ucap Dheandra, sambil memejamkan mata nya.
"Yannk..."ucapan Andra, tercekat di tenggorokan, Air mata nya mengalir deras saat ini dia menundukkan kepalanya, rasanya sudah terlalu sakit saat ini perasaan Andra, yang merasa tidak berharga sedikit pun di mata Dheandra.
seketika Dheandra membuka mata ketika mendengar Isak tangis yang sedikit tertahan dari Andra, Dheandra langsung merasa bersalah, dia bangkit dan mendekat lalu mengelus punggung Andra, wanita itu pun membenamkan wajahnya di atas bahu Andra yang kini sedikit menunduk.
"Abang, jangan nangis, maaf... jika aku sudah jika aku sudah membuat mu kecewa, Abang aku"ucapan Dheandra terhenti saat Andra melepaskan tangan nya yang kini tengah memeluk Andra, dari samping dan Andra, beranjak tanpa menoleh ke padanya dia terus berjalan pergi meninggalkan Dheandra yang saat ini memanggil nya, tapi Andra tidak sedikit pun mau berhenti atau sekedar menoleh hingga perkataan Dheandra menghentikan langkahnya.
"Abang boleh pergi saat ini, tapi jangan menyesal jika suatu saat nanti Abang tidak bisa bertemu kami lagi, atau hari itu mungkin tidak akan pernah terjadi, karena kami benar-benar tidak berarti apa-apa untukmu"seketika Andra menghentikan langkahnya ia berbalik dan langsung kembali menghampiri Dheandra, yang kini berlinang air mata.
"Yannk... aku hanya ingin di hargai sedikit saja, jika aku benar-benar tidak berharga di matamu Abang akan pergi sejauh mungkin jika perlu meninggalkan dunia ini itu lebih baik"ucap Andra lembut.
"Abang.... hiks... hiks... apa?? selama ini Abang menganggap ku begitu,lalu apa?.. perjuangan ku mengandung anak mu, tidak pernah bisa dikatakan aku tidak menghargai mu,tau gak bang rasanya sakit..... sakit bang disaat aku tau bahwa Gerald hadir di rahimku disaat hari pernikahan Daddy nya digelar dengan mewah nya saat itu, apa??...ada wanita yang akan bisa bertahan di situasi yang seperti itu, dan kalaupun ada mungkin di hati wanita itu tidak memiliki rasa cinta yang ada hanya kebencian yang tumbuh di hati nya, tapi tidak dengan ku, aku berjuang untuk mempertahankan Gerald,buah cinta kita jika aku tidak salah mengartikan semua nya, aku pertahankan dia disaat yang bersamaan trauma ku kambuh ah... sudah lah mungkin itu tidak lah penting bagi mu, pergilah jika kamu ingin pergi"ucap Dheandra sambil bangkit dan menyeka air matanya dia berjalan melewati Andra, setelah beberapa langkah menjauh dari posisi Andra yang kini menatap lekat punggung Dheandra tiba-tiba tangan kekar itu melingkar di perut Dheandra yang langsung menghentikan langkahnya.
"Abang"ucap Dheandra yang kini menangis sejadinya.
"Stop, jangan menangis biarkan aku seperti ini dulu sebentar saja, aku mohon honey"ujar Andra yang kini membenamkan wajahnya di ceruk leher Dheandra.
"Aku bodoh sayang aku bodoh, maaf kan atas segala kebodohan ku, aku memang patut kamu benci, karena kebodohan ku, aku bahkan tidak pernah tahu apa??... yang terjadi setelah aku pergi saat itu, yang aku tau aku menunggu janji mu untuk kembali, tapi sampai waktu terlewati, kamu tidak kunjung datang menemui ku, atau kembali seperti saat ini, dan bodoh nya aku, aku percaya begitu saja pada mu sayang"ucap Andra, dengan tangis nya.
setelah beberapa detik Andra langsung melepaskan pelukannya dia langsung mengangkat tubuh Dheandra menuju kamar tidur nya, saat itu juga, hingga sampai di dalam kamar, Andra, kembali meneteskan air mata melihat cerminan diri nya, yang kini tengah terlelap di balik selimut tepat di tengah kasur empuk itu seperti memberi celah untuk kedua orang tua nya.
Dheandra langsung memejamkan mata setelah Andra, membaringkan nya dan menyelimuti tubuh nya begitu juga Andra, yang telah menyusul untuk berbaring di sebelah putra nya itu, mereka seperti sebuah keluarga yang utuh dan tanpa masalah sedikit pun, tapi jika diperhatikan kisah cinta mereka tidak seindah yang dibayangkan.
malam pun berganti siang, mentari pagi mulai masuk dari celah gorden kamar yang sedikit terbuka, Andra dan Gerald, yang tidur sambil memeluk leher Daddy, nya itu.
"Sayang bangun dah jam sembilan pagi ini "ucap Dheandra sambil tersenyum.
sementara Dheandra langsung bergegas keluar kamar untuk menyiapkan sarapan, Andra menyusul saat Dheandra masuk ke dalam lift dia langsung menghentikan tangan Dheandra yang hendak memencet tombol
"Yannk morning kiss me please"ucap Andra sambil menatap lekat wajah Dheandra yang kini tampil lebih cantik dan segar.
"Abang, mandi dulu baru dapat"ucap Dheandra.
"Satu kali saja yannk, please"ucap Andra.
"Abang, aku bilang nanti kalau sudah mandi Ok"ucap Dheandra lagi, tapi Andra langsung mencium bibir Dheandra saat itu juga, Dheandra mau tidak mau harus membalas nya, hingga beberapa detik akhirnya ciuman itu dilepaskan.
"Abang, kenapa??.... bandel banget sih belum gosok Gigi juga Abang jorok "ucap Dheandra yang kini mengerucut kan bibir nya.
"Heumm kaya nya,ada yang minta dicium lagi "ucap Andra.
"Abang..., cepetan mandi setelah itu ganti baju di kamar Abang Randy, sekalian bangunin Refi,tuh anak tidur udah kaya kebo saja dari sore juga"ucap Dheandra gemas.
"Aku mau kamu yang nyiapin baju nya"ucap Andra.
"Nanti setelah menikah"ucap Dheandra.
"Aku mau hari ini secepatnya kita menikah"ucap Andra.
"Bang..."ucap Dheandra yang langsung menundukkan kepalanya sedih dia sadar Andra sudah ada yang memiliki.
"Kenapa?..sedih gitu,Abang nggak suka ah lihat kamu sedih begini Yannk"ucap Andra.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Edy N
Rodo bingung sampe bab ikih
2022-08-07
1