#Kamu tidak akan bisa menjadi dia#

Seketika itu, tubuh Dheandra Almira bergerak perlahan merespon kata-kata yang Andra ucapkan.

perlahan tapi pasti Dheandra langsung me ngerjap kan matanya, dan mulai tersadar dari koma nya selama dua hari ini "Dhea"ucap Sari lembut.

"Bunda, dimana kak, Randy"ucap gadis itu seakan lupa dengan kenangan pahit nya, dan masih menganggap pria itu ada.

"Dhea, syukur lah kalau kamu sudah sadar sayang, sebetar lagi kita akan kembali ke rumah istirahat lah agar kamu lebih baik"ucap wanita itu seakan mengalihkan pertanyaan putri nya itu.

"Bun... aku tanya dimana Kakak"ucap Dheandra, lagi.

"Sayang, tidak baik jika kamu terus bersedih seperti ini kakak mu sudah tenang di alam sana"ucap Sari tidak ingin memberikan harapan palsu, pada putrinya itu.

"Bunda bohong kan aku tidak percaya Bunda bohong kakak tidak mungkin meninggal kakak tidak mungkin meninggal..."akhirnya Dheandra kembali tak sadarkan diri.

dokter pun menjelaskan bahwa Dheandra, sedang mengalami terauma berat atas kenyataan pahit yang tidak bisa ia terima apa lagi kejadian itu sungguh sangat menyakitkan untuk nya, Dheandra, bisa terkena gangguan kejiwaan jika terus menerus dibiarkan seperti saat ini tanpa penanganan khusus, dokter menyarankan Dheandra di dampingi oleh spesialis kejiwaan.

Andra, yang melihat itu, dia benar-benar merasa prihatin dengan kondisi Dheandra, wanita pujaan nya itu.

karena urusan pekerjaan saat ini Andra terpaksa harus meninggalkan Dheandra dalam keadaan yang menyedihkan, dia harus kembali menjalani tugas nya sebagai aparatur negara.

sari juga tidak ingin membebani siapapun lagi saat ini termasuk Andra, untuk merawat putri nya itu.

Dua Minggu berlalu sejak saat itu, Dheandra berada di rumah sakit jiwa kondisi nya semakin memprihatinkan saat ini dia mungkin tidak gila seperti yang ada di sana, tapi tekanan batin nya, yang berat membuat dia murung bahkan sesekali me tertawa sambil menjambak rambut nya.

dia merasa sangat bersalah, karena Randy tidak langsung pulang setelah bubar dari kampus, dia mencari kado untuk Dheandra, karena saat itu adalah ulang tahun adik. kesayangan nya ,menurut teman-teman nya bahkan dia juga sempat memamerkan kan sebuah kalung yang akan di persembahkan nya kepada Dheandra di hari ulang tahun nya.

dan kenyataan pahit itu terjadi, saat sedang meregang nyawa dia menggenggam kalung itu dengan sangat erat, satpam itu menyaksikan nya sendiri setelah Randy tiada dia mengambil itu dengan sangat hati-hati siapa tau itu adalah barang bukti.

begitu lah menurut penuturan satpam tersebut.

Andra kembali ke Bogor, dia langsung mengunjungi Dheandra di RS tersebut.

setibanya di sana, Andra, langsung di sambut pemandangan yang memilukan hati terlihat dari jendela kaca yang menjulang tinggi,kini Dheandra, tengah memeluk lutut dan menundukkan kepalanya. penampilan nya begitu berantakan.

Andra, langsung masuk dan menghampiri nya dan duduk di samping nya, Andra yang tidak tahan melihat itu dia langsung memeluk Dheandra yang bahkan sama sekali tidak merespon nya.

"Ira, mau sampai kapan kapan kamu seperti ini, apa ?? kamu tidak kasihan dengan kakak mu , dia pasti saat ini sedang bersedih di surga, karena melihat mu bersedih"ucap Andra.

"Kenapa??... kenapa???... kakak tinggal kan aku secepat ini aku tidak sanggup kak, tolong katakan pada ku siapa yang telah membunuh mu biar aku bunuh mereka semua, aku tidak akan pernah menyesal jika nanti aku dihukum mati"ucap nya lirih di iringi derai air mata.

Dheandra, terus me racou memanggil kakak nya.

"Ira sayang aku disini"ucap Andra

"Jangan pernah membohongi ku karena kamu tak akan pernah sama dengan nya karena kamu bukan dia"ucap nya.

Andra tersenyum bahagia ternyata Dheandra, masih mengenali nya dengan baik.

"Dhea, apa kamu tau ini tempat apa"ujar Andra.

"Aku tau tapi aku tidak tau kenapa Bunda, harus membawa ku kesini aku bahkan tidak bisa bertemu dengan kakak disini"ucap Dheandra membuat Andra, semakin sedih.

"Kakak mu akan selalu ada di sini, meski kau tidak pernah melihat nya"ucap Andra sambil menunjuk pada dada Dheandra.

"Aku tau tapi aku juga ingin melihat nya saat dia tersenyum, aku tidak sanggup melihat kakak, disaat dia kesakitan dan meregang nyawa"ujar Dheandra yang kembali histeris.

"kau pembunuh.....pembunuh Kakak, katakan pada ku siapa yang telah membunuh mu kak!!!."Dheandra berteriak histeris hampir saja dia mencekik Andra, dengan tenaga nya yang super kuat itu , itu adalah kelebihan Dheandra di saat dia marah maka dari itu Sari tidak pernah mengatakan masalah nya terhadap Dheandra.

Andra, kembali terlihat sendu saat ini benar-benar tidak tega melihat keadaan Dheandra, yang kini terikat sebuah kain khusus untuk penderita gangguan jiwa agar tidak mengamuk dan melukai siapapun.

pandangan nya sayu seperti tanpa jiwa kosong dan perlahan mulai memejamkan mata nya karena reaksi obat penenang.

Andra, masih setia menunggu nya di sana sambil mengelus puncak kepala nya, dia tidak menyangka bahwa gadis hebat yang selama ini dia sering lihat ternyata bisa se hancur itu, saat mengetahui kebenaran orang yang paling di sayangi nya harus pergi dengan cara tragis.

kalau boleh Andra memilih lebih baik rahasia kematian Randy, tetap menjadi rahasia dari pada harus melihat nya hancur seperti itu.

waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Andra,baru kembali setelah memastikan bahwa Dheandra, aman saat ini meski ada banyak kecemasan saat mendengar Dheandra tak pernah mau makan pantas saja badan nya semakin kurus.

sementara di Depok tepat nya di sebuah bengkel mobil yang saat ini sudah berhari-hari, sepi bahkan hampir tutup Toni tengah kebingungan mencari pengganti Dheandra,Refi juga sedang mogok kerja karena merasa kecapean jika harus bekerja sendiri tanpa phatner nya Dheandra Almira, yang kini dikabarkan sakit, entah sakit apa yang jelas mereka tidak memberitahu kan kejelasan nya.

tapi yang pasti Dheandra dikabarkan sakit.

rencananya Toni dan Sindy juga Refi akan menjenguk sore ini.

Sore itu saat Andra , kembali be kunjung keadaan Dheandra tak kunjung membaik, saat ini bahkan dia harus mendapatkan perawatan medis lainnya karena gejala mag yang diderita oleh nya.

Dheandra,kini sedang kritis, tiba-tiba terlihat ada bayangan seseorang terlihat dari sudut ruangan dari pantulan sinar yang masuk dari celah jendela ruang rawat inap tersebut, Andra langsung mendekat ke arah nya di lihat nya seseorang yang benar-benar mirip dengan Randy, bahkan tidak berbeda sedikit pun kini tengah mengelus puncak kepala Dheandra.

"Ira adikku, Maaf kan aku, selama ini aku tidak pernah hadir di hidup mu, tapi aku selalu memperhatikan mu dari jauh bangun lah kakak, masih ada di sini bersama mu, walaupun tidak bisa terus bersama mu nyawa kakak selalu jadi incaran semua orang yang mengetahui kelebihan yang kakak miliki,andai Ita tau kakak masih hidup hingga kini karena bantuan para polisi dan satpam tersebut, sementara korban yang tewas itu adalah salah satu pembunuh bayaran yang saat itu berhasil kakak kalahkan dan satu lagi Ira, jangan terlalu percaya pada orang di sekitar mu bisa jadi mereka adalah salah satu penghianat dan satu lagi yang belum kamu ketahui saat ini kakak sudah bahagia bersama dengan dia yang sering kamu ejek saat dia berpenampilan cupu ternyata dia adalah salah satu pelindung ku"ujar nya.

tiba-tiba pundak pria itu di cekal oleh seseorang yang tidak lain adalah Andra, yang sedari tadi mendengar pembicaraan nya.

"Kita harus bicara tutup kembali wajah mu dan segera ikut aku"ucap nya.

"Apa jaminan nya"ucap pria yang tak lain adalah Randy.

mereka pun langsung bergegas pergi menuju sebuah tempat yang begitu sunyi saat ini awalnya mereka saling diam tapi kemudian dia menceritakan tentang semua nya.

🌹💖💖💖🌹

"flashback on"

tepat tiga hari sebelum kejadian, Randy mendapatkan teror melalui pesan singkat yang mengatakan bahwa, jika dia tidak menandatangani surat kuasa atas semua aset yang dibekukan, sampai saat Randy, berusia cukup untuk memimpin sebuah perusahaan besar milik ibunya, Randy, akan melihat kematian orang-orang yang paling dia sayangi atau yang terdekat dengan nya, itulah kenapa?... selama ini dia selalu menutup diri,agar orang-orang yang dia sayangi atau yang berada di sisinya selamat.

Randy pun selalu terlihat cuek terhadap siapapun,tak terkecuali Sari ibu panti yang selama ini memberikan tempat untuk nya,bernaung selama ini.

tiga hari pun berlalu saat itu dia pergi ke tempat kuliah, dan tidak lama setelah bubar Randy, mengunjungi sebuah toko perhiasan, kebetulan dia baru gajian kemaren dari kantor tepat ia bekerja, dia ingin memberikan kado teristimewa untuk adiknya itu, tapi saat sedang memilih perhiasan tersebut, tiba-tiba ponsel nya kembali berdering, saat Randy mengangkat nya, dia kaget saat menerima telepon mendengar jeritan Dheandra, adiknya itu.

Randy langsung membayar itu tapi setelah ia keluar dari mall tersebut dia kembali mendapatkan telpon dari Dheandra, yang akhirnya membuat Randy tenang , pancingan dari penjahat gagal Randy tersenyum , dia pun memutuskan untuk menemui sahabatnya nya, sesampainya di sana terlihat mereka sedang asyik-asyiknya menikmati kopi di sebuah cafe depan perumahan mereka Randy pun ikut bergabung.

"Randy, kamu dari mana"ujar sahabat nya.

"Habis beli kado ulang tahun untuk adikku"ujarnya.

"Ko gak kelihatan kado nya"ujar sahabat nya yang satu lagi.

"Ini"ucap Randy menunjukkan sebuah kalung cantik bertuliskan inisial huruf R dan D.

"Wah cantiknya macam pasangan aja kau ini sweet,abis "ujar mereka kompak.

mereka pun terus berbincang hingga ponsel Randy, kemudian berbunyi dan penelepon masih orang yang sama.

"Ada apa Randy, seperti nya kamu punya masalah"ucap mereka hampir berbarengan.

"Ada yang meneror gue sedari tiga hari yang lalu entahlah yang pasti seperti nya serius.

"wah gawat Randy, Lo harus lapor polisi"ucap salah satu sahabat nya.

"Gue akan coba, tapi untuk saat ini gue mau pergi balik panti dulu besok mungkin baru buat laporan"ucap Randy.

"Terserah kamu saja yang penting kamu harus hati-hati bro,ujar mereka kompak.

Randy pun akhirnya memutuskan untuk pergi, dari tempat itu, saat di tengah jalan motor nya di senggol oleh mobil jip berwarna hitam, Randy hampir terjatuh ke parit.

tapi beberapa detik kemudian dia langsung bangkit dan kembali melajukan motornya itu, hingga sampai di samping sekolahan tempat Randy, sekolah dulu, dia langsung turun hendak meminta bantuan kepada para warga yang kebetulan perumahan nya tak jauh dari sekolah tersebut, tapi nihil tak satupun dia menjumpai orang.

hingga seseorang menendang dadanya, darah langsung menyembur dari bibir dan hidung nya, tapi Randy, masih berusaha untuk tetap sadar dan melawan setelah sempat melumpuhkan salah satu Randy langsung berlari ke arah pagar sekolah .

dia sempat memanjat tapi kemudian beberapa orang bertubuh kekar itu menyusul nya dan menghajar nya habis-habisan setelah Randy, babak belur, mereka pikir Randy, sudah mati.

tapi mereka salah Randy melihat pisau lipat yang terjatuh milik salah satu di antara mereka Randy berusaha bangkit sekuat tenaga lalu menusuk salah satu di antara mereka, setelah itu mereka kembali mengeroyok Randy dan beberapa tusukan Randy dapat kan di bagian perut dan kepala nya di pukul oleh sebuah batu, Randy pun tak sadarkan diri sambil menggenggam kalung yang sedari tadi berada di tangan nya.

saat setelah kepergian mereka, satpam itu pun datang dia melihat ada dua orang yang bersimbah darah

satpam itu lalu mengambil sebuah kalung dari genggaman Randy, dia berharap itu akan jadi petunjuk untuk membongkar kasus kematian mereka tanpa takut didik jari nya menempel di tubuh korban, satpam itu lalu meminta bantuan warga dengan semua penemuan mayat itu padahal mereka tidak mengecek apakah mereka sudah menjadi mayat atau belum.

polisi langsung datang ke tempat kejadian perkara, mereka langsung membawa Randy dan satu orang lagi menggunakan kantong mayat beruntung kantong jenazah milik Randy tidak sepenuhnya tertutup jadi masih ad celah untuk mendapatkan pasokan oksigen, meski tak banyak.

mereka membawa Randy, dan satu orang, yang bertubuh kekar tersebut,ke ruang otopsi jenazah, tapi saat Randy, akan mereka sentuh ternyata Randy, masih bernafas meski lemah mereka pun langsung melakukan pertolongan pertama pada Randy, dan lanjut membawa nya ke ruang operasi, beruntung stok darah golongan A banyak di rumah sakit tersebut, hingga Randy, mendapatkan pertolongan kedua sambil operasi bagian perut nya berjalan.

benar-benar mukjizat Allah, setelah darah yang hampir mengalir keseluruhan Randy masih bisa selamat, tapi dia harus mengalami koma hingga satu bulan lamanya, saat itu, dia sadar tepat saat semua orang mengadakan tahlil yang ke empat puluh hari nya.

Randy bangun dan membuka mata nya, seakan seperti bangun setelah tidur pulas semu luka-luka nya hampir sembuh tinggal bekas nya yang sedikit terasa ngilu.

hingga,salah seorang sahabat nya di kampus, bernama Maya, menghampiri nya, di sana dia adalah anak dari seorang polisi, yang kini bekerja di sana sebagai perawat meski masih magang Maya, yang selama ini memiliki rasa pada Randy, tapi tidak pernah mau bilang kini dia puas bisa merawat pria pujaan nya itu.

hingga seorang polisi, datang untuk melihat kondisi Randy, setelah ketahuan sadar akhirnya dia meminta pihak rumah sakit untuk terus merahasiakan kesembuhan nya.polisi itu membawa Randy ke kediaman nya, dan merawat nya hingga Randy, menikah dengan putri nya setelah satu tahun tinggal bersama dengan mereka, untuk menghindari fitnah.

dan kini sudah tujuh tahun lamanya mereka berumah tangga, gadis yang selalu berpenampilan cupu itu pun menjelma menjadi seorang wanita cantik dan kini sudah menjadi ibu bagi kedua anak Randy.

"Flashback off"

Episodes
1 #Dheandra#
2 #salah paham#
3 #Tuan pemaksa#
4 #Tuan pemaksa#
5 #Jangan ikuti aku#
6 #Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7 #Menghilang#
8 #Jangan dustai aku#
9 #Tidak akan#
10 #Penuh kejutan#
11 #Sabar#
12 #Pergi tanpa pamit#!
13 #pergi tanpa pamit 2#
14 #Kecewa#
15 #Datang #
16 #Kasar#
17 #Bertemu #
18 #Penantian yang melelahkan#
19 #Berlibur #
20 #Tidur#
21 #Bicara atau#
22 #Salahpaham#
23 #Rumah baru#
24 #permohonan terakhir#
25 #Berapa kali#
26 #Kagum#
27 #Terbongkar#
28 #Om Tampan#
29 #Menghindar#
30 #Kedatangan Randy#
31 #Prioritas#
32 #Hitam atau putih#
33 #Refi sakit#
34 #Tidur lebih baik daripada emosi#
35 #Refi merajuk#
36 #Malam#
37 #Cemburu tanda sayang#
38 #Masih diam#
39 #Positif#
40 #Kebahagiaan#
41 #Gerad#
42 #Arind dikejar pria tampan#,
43 #Kekerasan#
44 #Ujian cinta atau ujian hidup#
45 #Mencegah kepergian#
46 #Menikah ulang#
47 #Arinda tidak bisa hamil#
48 #Arinda pergi#
49 #Diam#
50 #Bertemu#
51 #Pertemuan kedua#
52 #kenapa harus aku#
53 #Bruno#
54 #Tidak harus#
55 #Celsi kecelakaan#
56 #Kecemburuan Gerald#
57 #Patuh#
58 #Dipaksa untuk kuat#
59 #Masih seperti itu#
60 #Tante ganjen#
61 #pelajaran#
62 #Batal menikah#
63 #I love you#
64 #Alexander marah besar#
65 #Sulit untuk terima#
66 #Alexander mabuk#
67 #Gagal menikah#
68 #Tangis Alice#
69 #Alexander tiba
70 #Andreas#
71 #Karena mu#
72 #Berita duka#
73 #Tangis Mila#
74 #Tangis pilu Alexander#
75 #Aku rindu#
76 #Rapuh#
77 #Sudah lupa#
78 #Pernikahan Astrid#
79 #Duapuluh tahun kemudian#
80 #Pulang kampung#
81 #Pernikahan Agam#
82 #Yakin#
83 #Kembali#
84 #Agam cinta#
85 #Tapi kenapa? kamu tidak #
86 #Dusta#
87 #Terlalu pahit#
88 #Agam nyaman#
89 #Pamit pulang#
90 #Bertemu dengan restu#
91 #Kaya orang ngidam#
92 #Persiapan#
93 "Kecemburuan Agam"
94 #Amarah#
95 #egois#
96 #Hilang semua janji#
97 #Bertemu#
98 #Madu#
99 #Kembali ke Bandung#
100 #Pindah#
101 #Kehilangan#
102 #Leonel Davidson#
103 #Leon sakit#
104 #Pulang untuk sementara#
105 #Pulanglah#
106 #Twins#
107 #Buncit#
108 #Dalang di balik teror#
109 #Pembalasan dimulai#
110 #Masa pemulihan#
111 #Twins lahir#
112 #Mulai beraktifitas#
113 #Pulang karena rindu#
114 #Sahabat selamanya#
115 #Hampir bunuh diri#
116 #Sadar akan kesalahan#
117 #Ingin merebut#
118 #Pernikahan#
119 #Dilema#
120 #Diawasi#
121 #Mario yang gagah#
122 #Cinta Agatha#
123 #Kemarahan Mario#
124 #Berpikir#
125 #Belum bisa#
126 #Alexa#
127 #Kabar duka#
128 #Cinta terlarang#
129 #Rumah untuk Amara#
130 #Kelahiran baby M#
131 #Sibuk#
132 #Haus kasih sayang#
133 #Bicara#
134 #Dia kembali#
135 #Untuk ku#
136 #Menikkah tanpa restu#
137 #Belajar dari kesalahan#
138 #Tida kembali#
139 #Kasih sayang#
140 #Akhir dari cerita#
141 #Rujuk#
Episodes

Updated 141 Episodes

1
#Dheandra#
2
#salah paham#
3
#Tuan pemaksa#
4
#Tuan pemaksa#
5
#Jangan ikuti aku#
6
#Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7
#Menghilang#
8
#Jangan dustai aku#
9
#Tidak akan#
10
#Penuh kejutan#
11
#Sabar#
12
#Pergi tanpa pamit#!
13
#pergi tanpa pamit 2#
14
#Kecewa#
15
#Datang #
16
#Kasar#
17
#Bertemu #
18
#Penantian yang melelahkan#
19
#Berlibur #
20
#Tidur#
21
#Bicara atau#
22
#Salahpaham#
23
#Rumah baru#
24
#permohonan terakhir#
25
#Berapa kali#
26
#Kagum#
27
#Terbongkar#
28
#Om Tampan#
29
#Menghindar#
30
#Kedatangan Randy#
31
#Prioritas#
32
#Hitam atau putih#
33
#Refi sakit#
34
#Tidur lebih baik daripada emosi#
35
#Refi merajuk#
36
#Malam#
37
#Cemburu tanda sayang#
38
#Masih diam#
39
#Positif#
40
#Kebahagiaan#
41
#Gerad#
42
#Arind dikejar pria tampan#,
43
#Kekerasan#
44
#Ujian cinta atau ujian hidup#
45
#Mencegah kepergian#
46
#Menikah ulang#
47
#Arinda tidak bisa hamil#
48
#Arinda pergi#
49
#Diam#
50
#Bertemu#
51
#Pertemuan kedua#
52
#kenapa harus aku#
53
#Bruno#
54
#Tidak harus#
55
#Celsi kecelakaan#
56
#Kecemburuan Gerald#
57
#Patuh#
58
#Dipaksa untuk kuat#
59
#Masih seperti itu#
60
#Tante ganjen#
61
#pelajaran#
62
#Batal menikah#
63
#I love you#
64
#Alexander marah besar#
65
#Sulit untuk terima#
66
#Alexander mabuk#
67
#Gagal menikah#
68
#Tangis Alice#
69
#Alexander tiba
70
#Andreas#
71
#Karena mu#
72
#Berita duka#
73
#Tangis Mila#
74
#Tangis pilu Alexander#
75
#Aku rindu#
76
#Rapuh#
77
#Sudah lupa#
78
#Pernikahan Astrid#
79
#Duapuluh tahun kemudian#
80
#Pulang kampung#
81
#Pernikahan Agam#
82
#Yakin#
83
#Kembali#
84
#Agam cinta#
85
#Tapi kenapa? kamu tidak #
86
#Dusta#
87
#Terlalu pahit#
88
#Agam nyaman#
89
#Pamit pulang#
90
#Bertemu dengan restu#
91
#Kaya orang ngidam#
92
#Persiapan#
93
"Kecemburuan Agam"
94
#Amarah#
95
#egois#
96
#Hilang semua janji#
97
#Bertemu#
98
#Madu#
99
#Kembali ke Bandung#
100
#Pindah#
101
#Kehilangan#
102
#Leonel Davidson#
103
#Leon sakit#
104
#Pulang untuk sementara#
105
#Pulanglah#
106
#Twins#
107
#Buncit#
108
#Dalang di balik teror#
109
#Pembalasan dimulai#
110
#Masa pemulihan#
111
#Twins lahir#
112
#Mulai beraktifitas#
113
#Pulang karena rindu#
114
#Sahabat selamanya#
115
#Hampir bunuh diri#
116
#Sadar akan kesalahan#
117
#Ingin merebut#
118
#Pernikahan#
119
#Dilema#
120
#Diawasi#
121
#Mario yang gagah#
122
#Cinta Agatha#
123
#Kemarahan Mario#
124
#Berpikir#
125
#Belum bisa#
126
#Alexa#
127
#Kabar duka#
128
#Cinta terlarang#
129
#Rumah untuk Amara#
130
#Kelahiran baby M#
131
#Sibuk#
132
#Haus kasih sayang#
133
#Bicara#
134
#Dia kembali#
135
#Untuk ku#
136
#Menikkah tanpa restu#
137
#Belajar dari kesalahan#
138
#Tida kembali#
139
#Kasih sayang#
140
#Akhir dari cerita#
141
#Rujuk#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!