Setelah sekian lama tidak diketahui keberadaannya kini Dheandra, yang sudah berganti nama menjadi Amanda Alexandria, Randy merasa sangat bahagia, setidaknya dia bisa membuat mommy nya bahagia di surga sana karena sang adik telah ditemukan dan selama ini ada dalam penjagaan nya.
pantas saja selama ini,sari merasa bahwa diantara mereka memiliki hubungan yang tak bisa di jelaskan, ikatan batin di antara mereka begitu kuat, Randy, yang selama ini telah tinggal lebih awal di panti sebelum Dheandra, karena Dheandra setelah ia ditemukan di gerbang panti Sari, membawa nya tinggal di rumah pribadi nya.
perbedaan usia mereka tujuh tahun saat ini Randy berusia 28 sedang Dheandra 21.. gadis itu menyelesaikan kuliah nya hanya sampai S1.
tapi kemampuan nya tidak jauh dari sang kakak, hanya saja Amanda, lebih suka menjadi montir ketimbang kerja kantoran, padahal bakat nya sangat mumpuni.
Dheandra memutuskan untuk kembali ke tanah air, dia bekerja di sebuah cabang perusahaan tempat Randy bekerja di Jerman, cabang perusahaan yang baru di buka itu menuntut skill yang Amanda milik tak jarang ia turun tangan sendiri hanya untuk melakukan pengecekan mesin, sebelum mobil itu di pasar kan.
Amanda, sebetulnya tidak ingin kerja di perusahaan, dia ingin kembali bekerja di bengkel seperti dulu, dia ingin memulai hidup baru nya benar-benar dari nol itulah kenapa, Amanda, hanya bekerja dari hari Senin sampai Kamis, selama ini.
setelah kepulangan nya dari Jerman, dia kembali Tinggal di Jakarta, tepat nya di sebuah rumah, peninggalan kedua orang tua nya, rumah itu begitu besar dan sangat terawat, berkat jasa, asisten ayah nya yang menyelamatkan sebagian harta kekayaan keluarga Randy, setelah pembantaian tersebut.
rumah dan sebuah tanah lapang yang tersisa itu, juga sejumlah tabungan yang tinggal lima ratus miliar, dari seluruh kekayaan yang dimiliki oleh kedua orang tua Randy, semua itu tidak ada apa-apa nya, bahkan tidak ada seperempat nya.
Ardy Alexander, adalah pria yang begitu gigih dan ulet dalam bekerja, selama ini dia juga selalu menabung untuk masadepan keluarga kecil nya, Ardy , bukan lah orang yang pelit dia bahkan sering berbagi tanpa sepengetahuan siapapun dia adalah pria yang baik dan selalu mengajarkan keluarga nya untuk menjadi seorang yang tampil sederhana seperti kehidupan nya selama ini.
Ardy , sangat memanjakan Nadia, apapun yang dia inginkan selalu di penuhi nya, semenjak mereka pacaran, tapi memang dasarnya Nadia, juga bukan wanita yang suka kemewahan dia adalah gadis sederhana.
Dheandra, sebenarnya tidak ingin tinggal di rumah yang penuh kenangan itu, rumah itu menang bukan tempat terjadinya pembantaian, tapi rumah tersebut adalah rumah pertama yang Ardy, bangun dengan penuh semangat di awal karir, dia ingin mempersembahkan rumah tersebut untuk keluarga kecil nya, dan mereka menempati rumah tersebut hingga sampai Dheandra berusia satu bulan .
setelah itu mereka memutuskan untuk tinggal di Bogor, rumah terakhir yang merupakan rumah dengan kenangan menyakitkan.
Dheandra, sudah mulai masuk kantor, setelah dua hari berada di Indonesia, dia adalah manager keuangan di perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang baru di buka tersebut.
Rencana nya Dheandra, akan mengunjungi ibu panti saat hari libur nya nanti.
Dheandra,atau yang dikenal dengan Amanda saat ini berencana untuk kembali bekerja di bengkel, milik Toni, yang sudah seperti Abang nya sendiri, Toni, yang baru-baru ini mengetahui bahwa Dheandra, sudah kembali dia langsung menghubungi nomor baru milik wanita itu, yang ia dapatkan dari ibu panti.
Toni, ingin mengajak Amanda, bekerja sama untuk membuka praktek, untuk para montir pemula yang bekerja di bengkel nya saat ini.
empat hari berlalu dan itu artinya, saat ini adalah hari Jumat, dia ingin pergi ke Bogor, untuk menjumpai ibu yang selama ini membesarkan nya tanpa pamrih.
Dheandra, akan tetap menjadi Dheandra, bagi ibunya itu, Dheandra Almira, adalah nama warisan, dari Sari Almira, yang menemukan nya di gerbang panti 21 tahun yang lalu.
tapi sebelum Dheandra pergi dia mengunjungi ibu , pemilik warteg yang dulu, sering membantu nya, saat keuangan nya, menipis dan Dheandra, juga sering membantu nya dikala ia tengah sibuk.
Dheandra,kini datang menggunakan mobil, sport, keluaran terbaru, yang bahkan belum di pasarkan, sebagai adik, dari Randy yang menciptakan mobil tersebut, perusahaan membolehkan nya, untuk membeli setengah harga,itu juga termasuk honor Randy, yang sengaja ia sisihkan untuk adiknya itu.
Amanda menggunakan mobil tersebut, sekaligus untuk ajang pemasaran mobil produksi Jerman tersebut.
tak ada satupun yang tidak melihat ke arah nya, saat dia memarkirkan mobil yang memiliki perpaduan warna pink and black tersebut.
saat wanita itu keluar dari mobil, dia sudah menjadi pusat perhatian, bagi seluruh orang yang ada di sana, selain postur tubuh yang tak kalah dari model papan atas, dia juga memiliki paras cantik, hidung mancung dan tak lupa mata birunya, yang merupakan warisan dari sang ayah yang seorang blasteran Jerman dan Jawa.
Dheandra turun, dengan membawa tas punggung berukuran kecil, berisi barang penting milik nya, termasuk handphone dompet dan uang tunai seratus juta yang sudah di bagi-bagi menjadi empat bagian di dalam amplop berwarna coklat, tidak termasuk uang yang berada di dalam dompet.
"Permisi Bu....ibu dimana"ucap Dheandra, sambil langsung masuk ke dalam begitu saja, semua mata tertuju pada nya yang menggunakan kaos putih berpadu dengan rok tiga perempat yang menutupi hingga betis mulus dan putih tersebut.
semua mata tertuju pada nya, orang-orang yang kini tengah sibuk menikmati hidangan di atas meja,kini menatap kearah nya, termasuk Irwan, yang saat itu pernah ribut dengan nya, dia langsung menelpon seseorang saat itu juga.
Dheandra, duduk menunggu wanita yang kini berusia empat puluh tahun itu, tengah melayani para pelanggan, wanita itu belum menyadari kehadiran Dheandra, hingga Dheandra, yang sudah sangat kangen langsung memeluk nya dari belakang.
"Bu... Dhea, kangen"ujarnya pada wanita yang kini terbengong karena seseorang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
"Dhea,ibu tidak bermimpi kan nak"ujar wanita itu tidak percaya, karena yang ia ketahui Dheandra, menghilang setelah di kabarkan sakit.
"Aku....di sini Bu"ucap Dheandra.
Wanita itu langsung berbalik"Masa Allah, anak ibu Dhea,nak ini beneran kamu kan ibu tidak bermimpi,ya Allah terima kasih sudah mendengar semua do'a-doa ku"ucap nya langsung mengharu biru, wanita itu memeluk erat Dheandra dia yang begitu menyayangi Dheandra, gadis tangguh yang baik hati itu, yang sudah di kabarkan menghilang entah kemana,kini hadir dengan wujud baru penampilan nya sudah seperti model papan atas.
🌹💖💖💖🌹
setelah, hampir dua jam lamanya, Dheandra melepas rindu,kini dia juga memesan makanan paforit nya dulu, tak terasa sudah hampir tiga tahun berlalu dia meninggalkan tempat itu,kini dia sudah menginjak usia 22 tahun setelah ulang tahun yang tidak pernah dia rayakan, karena ulang tahun Dheandra, bertepatan dengan hari kematian kedua orang tua nya,kalau dulu dia sering kali merayakan ulang tahun, bersama dengan ibu angkat nya, meski pesta sederhana yang selalu Sari, buatkan untuk hari istimewa nya saat ini Dheandra tak ingin lagi, ulang tahun nya di rayakan, karena itu adalah hari duka untuk nya dan juga Randy,sang kakak.
saat dia tengah menikmati makanan nya, tiba-tiba seseorang datang menghampiri meja nya, dia duduk di hadapan Dheandra, dengan tatapan mata yang tak bisa di artikan, saat ini Dheandra, yang melirik kearah depan karena kaget ada orang tanpa permisi duduk di hadapan nya, dia begitu kaget tapi berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa kagetnya itu.
"Sayang kamu kemana??... saja selama ini"ucap Andra, yang kini berada di hadapan nya.
"Ehmm ,,, maaf anda siapa ya, saya gak kenal anda"jawab Dheandra.
"Bu... apa anda kenal dengan tuan ini"ucap Dheandra, yang kini tengah bersandiwara.
"Dia kapten Andra,nona Amanda"ucap ibu warteg yang sedari tadi menemani nya makan.
"Owh,maaf tapi saya tidak mengenal anda sekali lagi saya mohon maaf, saya baru di sini"ujar Amanda.
"Dheandra, kamu boleh membohongi semua orang, tapi kamu tidak bisa membohongi ku, kamu adalah gadis yang selama ini aku kenal, kamu Dheandra, dan tuhan tau itu"ucap Andra, yang merasa sedikit kecewa dengan sikap Dheandra.
"Bu kenapa??... dia tiba-tiba marah begitu, apa saya berbuat salah"ucap Dheandra tak kalah kesal.
"Tidak tau nak, kamu tanyakan sendiri pada kapten Andra,ibu masih harus melayani pembeli"ucap nya sambil bangkit dan berjalan begitu saja.
Dheandra sedang cuek nya memakan makanan yang masih ada di piring nya, tanpa menoleh ke arah Andra.
"Tuan, anda datang hanya untuk melihat saya makan kenapa??... tidak memesan makanan untuk anda sendiri"ucap Dheandra, sambil acuh tak acuh.
"Dhea.... kita harus bicara!"Ucap nya sambil meraih tangan Dheandra.
"Tuan, apa yang harus kita bicarakan heuhhhhh, kita baru juga bertemu"ucap Dheandra masih kekeuh tidak ingin mengakui bahwa mereka saling mengenal.
"Dhea, stop sebelum kesabaran ku habis"ucap Andra,pelan tapi penuh penekanan.
"Sorry, tuan tapi aku bukan orang yang kamu maksud, aku adalah "ucapan Dheandra menggantung saat Andra langsung memotong nya.
"Amanda Alexandria, kamu adalah Dheandra Almira, dan kalian adalah orang yang sama"ucap Andra, berapi-api.
"Bu aku pamit , terimakasih untuk makanan nya, ini ada kado untuk ibu"ucap Dheandra yang langsung memeluk wanita yang kini berada di hadapan nya, sementara Andra, langsung pergi ke luar terlebih dahulu.
saat Dheandra, hendak membuka pintu mobil nya, tangan nya langsung di cekal oleh Andra.
"Eh..... apa-apaan ini, lepas tuan sakit"ucap Dheandra.
"Ikut aku kita harus bicara"ucap Andra.
"Tidak, saya tidak kenal kamu, tuan jangan pernah macam-macam atau saya tidak akan segan pada anda"ucap Dheandra.
"Sekali lagi kamu bilang bahwa kamu tidak mengenal ku,kau akan lihat akibat nya"ancam Andra.
"Saya tidak takut tuan Andra"ucap Dheandra,sambil membuka pintu mobil nya.
tapi kemudian Andra, langsung masuk kedalam mobil nya Dheandra dan duduk santai di dalam nya tepat depan kemudi .
"Tuan, anda mau apa??..."ucap Dheandra yang kini melotot tajam ke arah nya.
"Kamu mau pergi ke panti kan aku akan mengantarmu"ucap Andra yakin.
"Untuk apa ?..saya ke panti, dan panti mana panti asuhan atau panti jompo"ucap Dheandra, sengaja membuat Andra kesal.
"Baiklah, jika tidak ke panti berarti ke bengkel bos Toni,bos kamu itu"ujar Andra, dengan tegas.
"Maaf siapa bos Toni, saya juga tidak kenal, saya harus segera pergi ke Jakarta tuan anda bisa berhenti mengintrogasi ku ini sudah terlambat saya mau ada meeting penting bareng klien"ucap Dheandra.
"Dhea, stop kau bisa dusta i orang lain tapi tidak dengan ku Dheandra Almira, atau Amanda Alexandria, aku tau semua tentang mu"ucap Andra, yang langsung merampas kunci mobil dari tangan Amanda.
"Hey kau... kembali kan,kalau kau ingin mobil ini tinggal beli satu Minggu lagi akan launching datang saja ke pameran nya nanti.
"Aku akan membeli nya jika kamu sendiri yang melayani ku"ucap Andra.
"Boleh, sekarang silahkan turun saya sudah harus kembali"ucap Dheandra.
"Sayang bisa sekali ini saja jangan menguji kesabaran ku"ucap Andra, begitu kesal.
"Tuan sudah aku bilang aku tidak"ucapan Dheandra terhenti karena Andra, membungkam bibir nya dengan bibir Andra, pria tampan dan gagah itu tidak sedikit pun memberi celah untuk Dheandra bisa melepaskan diri.
Dheandra, terus berontak dia memukul-mukul dada bidang Andra, tapi Andra tidak perduli yang dia inginkan saat ini adalah pengakuan Amanda atau Dheandra.
setelah beberapa detik akhirnya ciuman itu terlepas Dheandra, langsung menampar pipi Andra, begitu keras, setelah itu dia langsung merebut kunci dari tangan Andra, tapi tidak Andra lepaskan.
"Sayang kamu boleh lakukan apapun, pada ku bahkan jika kamu tidak puas kau boleh menembak ku ini pistol nya, tapi kumohon jangan menghindari ku, aku terlalu mencintaimu hingga aku hampir gila selama ini menunggu kamu kembali, dan satu lagi apa kesalahan ku sehingga kamu menghindar dari ku"ucap Andra, lirih.
akhirnya derai air mata Amanda mewakili kejujuran hati nya saat ini, dia yang sedari satu tahun yang lalu bersedih karena kabar yang ia dapat bahwa Andra, saat itu telah bertunangan dengan seorang pramugari cantik yang bekerja di sebuah maskapai penerbangan.
"Tuan, tolong kembalikan kunci mobilnya,maaf karena aku sudah menampar mu itu karena kau mencuri ciuman pertama ku"ucap Dheandra jujur untuk hal itu dia menahan perih di hati nya.
"Dhea .... please, jangan seperti ini Ok, jika kamu membenci ku, saat ini tapi berikan aku satu alasan yang jelas"ujar Andra.
"Sudah cukup,ok baik'lah jika itu yang kamu mau, aku adalah Amanda Alexandria,adik dari Randy Alexander, dan satu lagi yang harus kamu tahu aku tidak mencintai pria yang telah memiliki tunangan, sudah jelas bukan, sekarang kembali kan aku harus segera pergi dari sini"ucap Amanda, sambil menatap dengan tatapan sinis pada pria yang kini menatap lekat wajah cantik bermata biru itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments