#Tidak akan#

Tiba-tiba, Andra, langsung menyalakan mobil Amanda, dia langsung mengunci pintu mobilnya agar wanita yang selama ini dia rindukan tidak bisa pergi lagi dari nya.

Andra, langsung tancap gas, saat itu juga, walaupun Dheandra, sudah mencoba untuk menghentikan mobilnya, Andra, tidak memperdulikan Dheandra, yang kini berusaha menghentikan mobilnya dan meraih kunci tangan nya di tahan Andra.

"Cukup, hentikan bang Andra, aku harus cepat kembali aku ada meeting penting"ucap Dheandra.

"Sayang, jangan pernah lagi kamu bisa pergi dari ku, karena aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi"ucap Andra tegas.

"Aku tidak pergi kemanapun, aku pulang ke rumah ku"ucap Dheandra.

"Sudah diam lah atau kita akan mati bersama saat ini juga"ujar Andra.

"Apa susahnya sih hentikan mobil nya, aku yang akan nyetir"ucap Dheandra.

Andra pun menghentikan laju mobil nya, dia kini sudah memarkirkan mobilnya di bengkel Toni.

Dheandra langsung turun seketika itu dia langsung memeluk, tubuh seorang pria yang kini tengah berdiri sambil memperbaiki mobil.

"Refi..... aku kangen kamu"ucap Dheandra.

"Perasaan gue gak enak nih gue denger suara orang tapi gak ada wujudnya"ucap Refi.

"Benar-benar ya elu keterlaluan gue masih hidup dodol"ucap Dheandra.

sementara itu seseorang sedari tadi mengepalkan tangannya, saat melihat Dheandra masih memeluk Refi dan kini Refi membalas pelukan begitu erat Lo kemana ??..

selama tiga tahun gue di sini berharap suatu hari Lo, datang tapi Lo tega sama gue,Lo tega man"ujar Refi, yang kini menitikkan air mata, Refi teramat sangat merindukan sahabat nya itu, karena bagaimanapun mereka lebih dekat di tempat kerja atau saat di kampus.

"sudah-sudah jangan menangis lagi sekarang gue udah kembali, dan gue selalu merindukan Lo, tapi sayang gue lupa dengan kontak Lo"ucap Dheandra.

"Lo jadi kotor gara-gara peluk gue, dan apa gue tidak salah lihat Lo , berubah jadi waria"ucap Refi, sengaja mengejek Dheandra.

"Owh,ya ampun Lo,itu keterlaluan gue itu adalah model papan cucian,asal Lo tau , hahahaha"ujar Dheandra tertawa lepas.

"Ampun, jadi Lo,alih profesi, selama ini pasti Lo lupa cara bengkel mobil"ucap Refi, lagi.

"Gue, tidak lupa itu tapi gue bisa buat mobil, bareng kakak gue, dan itu hasil nya"ucap Dheandra, bangga.

"Lo jangan gila, bukan nya kakak Lo udah mati??..."ucap Refi, tidak percaya.

"Sembarangan Lo, dia masih hidup"dan itu hasil karya nya, sama gue,kalo Lo minat beli mobil itu seminggu lagi baru launching" ucap Dheandra.

"Lo, seriusan,gue benar-benar tidak percaya Lo, beneran sudah mewujudkan impian Lo, syukur lah tapi apa gue boleh nyoba mobil nya"ucap Refi.

"Tentu, Lo bahkan boleh lihat pabrik nya langsung"ucap Dheandra.

"Ah gue mau banget apalagi jika gue bisa bekerja di sana,gue bosan di sini"ucap Refi.

"Justru gue juga bosan di sana sebaiknya Lo, gantikan gue, dan gue gantiin Lo gimana??..."ucap Dheandra.

"Ah kalo Lo kerja di sini gue juga gak akan pergi, gue kangen masa-masa, itu"ucap Refi.

"heummm"suara seseorang.

"Sayang sudah selesai lepas kangen nya?..."ucap Andra.

"Apa??.. sih , ganggu orang aja"ucap Dheandra.

"Aku harus kembali ke kantor, nanti aku jemput kamu sekarang aku bawa mobil mu dulu"ucap Andra.

"Enak aja aku mau pulang sebentar lagi, kamu naik taksi saja"ucap Dheandra.

"Aku kan sudah bilang sebetar lagi aku jemput kamu"ucap Andra, yang kini hendak masuk ke dalam mobil, tapi tiba-tiba langkah nya terhenti.

"Sayang, kamu disini, owh ini mobil baru yang kamu ingin kasih ke aku"ucap tunangan Andra .

"Hey, mbak... jangan sembarang itu mobil temen gue, Lo gak lihat ni orang, berdiri tegak di sini"ucap Refi, yang kini me nunjuk ke arah Dheandra, yang menatap kearah lain, pura-pura tidak perduli, karena Dheandra merasa sangat sesak melihat pemandangan di depannya saat ini.

"Dhea, ambil. kunci nya kita pergi"ucap Refi, yang tau suasana hati Dheandra, sedang tidak baik-baik saja.

Dheandra berjalan mendekati mereka, tanpa melihat kedua nya, dia mengulurkan tangannya.

"Tolong, kunci nya"ucap Dheandra.

"Amanda, ini tidak seperti yang kamu lihat"lirih. Andra, tapi Dheandra tak menjawab dia berbalik dan langsung masuk ke dalam mobil,di ikuti oleh Refi, yang kini entah kapan melepaskan baju khusus montir nya itu.

tidak sampai tiga menit, Dheandra, sudah langsung tancap gas, bahkan dia sudah seperti pembalap, Refi, berteriak teriak di dalam mobil dia begitu bahagia saat ini sambil berpegangan, Amanda, atau Dheandra, begitu jago dalam mengemudikan mobilnya itu.

mobil yang sudah di lengkapi dengan beberapa fitur canggih, dan dengan segala kelebihan yang mobil itu miliki itulah kenapa sampai saat ini harganya, mencapai lima sampai tujuh miliar, dia sendiri mendapat kan mobil itu, sebagai bonus dapat potongan harga Dan gaji Randy, karena adiknya menginginkan agar dia yang pertama kali memiliki mobil rancangan Kakak nya itu, Randy di bantu oleh Amanda, yang membuat desain warna di mobil tersebut,di setiap tipe mobil itu.

tidak hanya itu, Dheandra, juga bekerja sebagai manager pemasaran di kantor cabang yang berada di Indonesia saat ini.

sesampainya di tempat yang bisa ia melepaskan rasa sedihnya saat ini Dheandra dan Refi, sudah berada di atas jembatan yang tinggi itu mereka berdua duduk di sana, sebuah jembatan yang berada di jalan yang sepi dan jangan di lalui oleh kendaraan karena itu hanya jalur alternatif di kala kemacetan melanda, keduanya sibuk berteriak memaki atau pun menyerukan kebahagiaan seperti yang mereka lakukan saat ini.

"Dhea, jangan pernah pergi lagi....!!!" teriak Refi.

"Aku tidak janji.....!!!!"""jawab Dheandra.

"Dunia ini sepi tanpamu Dhea.....!!!""

"Lo bohong fi.... buktinya semua baik-baik saja bahkan sudah banyak pengganti gue di sini....!!!"""teriak Dheandra.

"Tapi buat gue Lo adalah teman terbaik gue gue kesepian gak ada Lo di sisi gue gak ada lagi yang gue bisa kerjain bersama Abang ipar gue..... Lo itu segala nya buat gue Lo udah kayak adik kaya emak dan kaya babu gue....!!!"''

"Ya....elo gitu sih Lo jahat gue disamain sama babu Lo, dasar Lo Refi,temen gue yang Ter laknat sialan....!!!! hahaha.

tawa keduanya pecah, saat ini mereka adalah sahabat yang benar-benar sahabat, walaupun kebersamaan mereka dulu cukup singkat, tapi mereka mampu mengisi kekurangan masing-masing, Refi tak jarang menerima amukan Toni,sang kakak ipar karena komplain dari pelanggan yang tidak puas dengan hasil kerja nya, tapi saat itu Dheandra selalu jadi penengah mereka, Dheandra kembali memperbaiki apa yang sudah Refi kerjakan, walaupun itu adalah hal yang berat sekalipun wanita itu mampu menyelesaikan nya sambil mengajar kan Refi,cara nya apa pun itu.

begitu juga dengan Refi, saat Dheandra memiliki tugas kuliah yang belum ia selesai kan karena tuntutan pekerjaan, Refi lah yang membantu mengerjakan tugas itu sambil menemani nya , saat Dheandra harus lembur, dan memberikan masukan tentang tugas itu.

maka dari itu setelah kabar Dheandra menghilang Refi, adalah salah satu orang yang paling merasa kehilangan, sehingga setiap hari dia akan mendatangi tempat kost nya wanita itu, dan menunggu hingga larut malam di bengkel, karena Refi, berharap ada keajaiban yang membawa wanita itu datang ketempat mereka berkumpul bahkan Refi, juga suka memanggil nama Dheandra di atas jembatan itu, berharap sahabat nya itu hidup dengan selamat dan akan tetap baik-baik saja.

🌹💖💖💖🌹

malam pun tiba, Dheandra, saat ini tengah duduk bersama dengan Refi,di depan bengkel, tempat orang-orang biasa menunggu sambil menikmati secangkir kopi.

"Dhea, apa??... rencana mu kedepan setelah tau semua latarbelakang keluarga mu"ucap Refi.

"Tidak ada hanya ingin hidup bahagia Dengan cara ku seperti saat ini menikmati hidup seperti air mengalir mengikuti alur seperti yang tuhan takdir kan untuk ku, aku hanya ingin kembali bekerja di sini seperti dulu lagi bisa tertawa lepas bersama dengan kalian adalah sebuah kebahagiaan untuk ku"jawab Dheandra.

"Gue senang jika Lo, kembali ke sini, tapi saran gue, tetap lah bekerja di sana dengan posisi yang saat ini Lo, dapat karena tidak semua orang bisa seberuntung Lo, dan jika Lo, kangen tempat ini, Lo kangen main kotor-kotoran Lo, bisa datang kapan pun"ucap Refi.

"Baiklah, tapi sesekali kunjungi gue di Jakarta Ok, rumah gue terlalu besar gue kesepian, dan tidak ada teman curhat gue"ucap Dheandra.

"Itu masalah gampang kapan pun Lo butuh gue gue siap "kata Refi.

"Siapa??... yang mengijinkan kalian ngobrol di sini, sungguh anak buah tidak punya otak"ucap seseorang dari belakang.

"Bos Ton Lo datang owh gue kangen banget"ujar Dheandra, yang langsung menghambur memeluk orang yang sudah seperti kakak nya sendiri itu, begitu juga pria itu yang kini langsung memeluk erat wanita cantik itu.

"Refi sejak kapan,ada wanita jadi-jadian berkunjung ke bengkel kita"ucap Toni lantang.

"Tadi siang bos"ucap Refi, membalas.

"Sialan dasar kalian keluarga laknat "ucap Dheandra.

"Apa??... kabar nona Amanda Alexandria, sudah lama menghilang sekarang baru ingat kakak' Lo, yang satu ini"ucap Toni, dengan tangis haru nya pria itu begitu terpukul saat mengetahui bahwa Dheandra yang merupakan orang terdekat nya disaat suka maupun duka, selain ia sebagai anak buah nya, saat itu dikabarkan mengalami depresi berat dan menghilang begitu saja dari kehidupan nya tanpa kabar.

"Payah nih Lo, cengeng bos,gue baik-baik saja dan tuhan masih sayang sama gue, dia juga kembali mempertemukan kita,eh... Lo peluk-peluk gue tar kak Sindy, cemburu lagi, hahahaha"ucap Dheandra diakhiri tawa lepas sebenarnya dia tidak ingin menangis, saat ini.

"Aku cemburu, hingga sudah lama ingin memotong-motong tubuh mu itu, beraninya kau menghilang setelah merahasiakan sesuatu dari ku"ucap sindy.

"Hahahaha... dia yang punya rahasia bukan aku"ucap Dheandra.

"Tapi kau juga ikut andil" ucap Refi .

"Dan pasti kau yang memberitahu nya,ia kan mereka pun langsung tertawa bersama.

"Sudah lah yang penting suamimu tidak selingkuh lagi"ucap Dheandra keceplosan.

"Jadi betul saat itu"ucap nya lagi.

"Hahaha bos aku tidak sengaja"ucap Dheandra sambil berlari ke arah mobil nya.

"Dhea, tunggu gue ,gue mau minta di traktir "ucap Refi.

"Bos, aku tunggu di warteg!!... teriaknya lantang .

Refi, ikut mobil Dheandra, sementara Toni, istri dan juga putri nya menggunakan mobil mereka.

sesampainya di sana, Dheandra langsung masuk dia duduk di meja yang sedikit lebih jauh dari orang yang kini tengah menikmati makanan dengan kekasihnya itu.

Dheandra dan Refi, terus tertawa membayangkan Toni, yang kini di jewer oleh Sindy.

"Lo,tau fi,kalau saat itu kak Sindy lihat dia akan mengamuk bahkan Boston, akan dia akan di cincang habis, hahahaha"ujar Dheandra, menutupi kegundahan nya.

sementara Andra yang tak jauh dari meja tempat Dheandra, saat ini duduk dia terus mencuri pandang ke arah wanita itu ingin rasanya dia berada di posisi Refi, saat ini bisa membuat dia tertawa lepas, wanita itu terlihat bahagia saat ini.

Refi, sudah memesan berbagai macam jenis menu yang ada di sana dia ingin merasakan kenikmatan uang seorang Amanda Alexandria, yang dulu juga sering menelaktir dirinya meski dengan porsi kecil.

sementara itu Sindy, dan Toni, kini datang bergabung dengan mereka, bahkan mereka langsung mengambil piring yang tersedia di sana,ibu warteg langsung melayani mereka langsung saat ini membawa menu pesanan mereka, Dheandra yang melihat itu langsung membantu ibu warteg yang sudah seperti ibunya sendiri.

"Nak, duduk lah biar ibu saja"ucap nya lembut.

"Tidak apa Bu, aku kangen masa-masa saat aku membantu ibu disini"ucap Dheandra, sambil tersenyum.

"Kamu memang putri ku yang paling baik semoga Allah selalu melindungi dan melimpahkan semua kebahagiaan untuk mu nak"ucap nya sambil mengelus punggung Dheandra, setelah meletakkan pesanan mereka.

"Nikmati lah menu kesukaan kamu sayang ibu Pergi dulu Oya, dimana kamu menginap nanti nak"ujar ibu warteg.

"Aku kembali ke Jakarta Bu, besok pagi ada yang harus saya urus karena tadi aku nemuin mereka"ucap Dheandra.

"Kenapa?... tidak menginap saja rumah ku masih punya banyak kamar "ucap sindy.

"Ogah nanti suami kakak, mengigau dan mimpi berjalan ke kamar ku,berabe"ucap Dheandra, yang langsung dapat pukulan pelan dari Toni.

"Gila aja, siapa juga yang tertarik dengan cewek jadi-jadian kayak Lo"ujar Toni,tak kalah dengan Dheandra.

"Hey.... biarpun jadi-jadian juga bisa nampung anak "ucap Dheandra dengan cueknya.

"Hahaha.... anak laknat maksud nya"ucap Refi tertawa keras, seperti dunia hanya di huni mereka saat ini yang lain tidak terlihat.

"Sudah-sudah, kalian itu tidak pernah berubah, tetap gaduh seperti dulu"ucap sindy.

"yang berubah itu dia kak, saat ini udah kayak model papan cucian, hahahaha"Refi, yang sedang tertawa mulut nya di sumpal pake sendok oleh Dheandra.

sontak semua orang tertawa karena Refi, hampir saja tersedak.

"Sialan"ujar Refi.

mereka pun langsung menghentikan canda tawa nya lalu menikmati makan malam mereka saat ini.

"Dhea, sebaiknya kamu menginap saja,ini sudah malam tidak baik jalan sendirian"ucap Toni, khawatir.

"Jangan khawatir semua aman ko, aku bawa si Refi, pulang ke rumah ku, besok sore setelah pulang dari kantor, aku pulangkan dia sambil jalan ke Bogor,mau nengok Bunda, udah gak sabar"ucap Dheandra.

"wah gue di ajak nih, asyik"ujar nya.

"Tapi nggak gratis Lo yang bawa mobil gue mau bobo"ucap Dheandra.

"Ok lah tidak masalah kapan,lagi gue bisa jalan, menggunakan mobil sport keluaran terbaru ini"ucap Refi, semangat.

"Kapan pun Lo bisa pakai mobil gue"ucap Dheandra, Dheandra pun keluar menuju mobilnya, tidak lama dia kembali dengan paper bag di tangan nya.

"KA... ini buat kakak, dan Boston, aku gak bawa oleh-oleh lebih"ucap Dheandra.

"Owh ya ampun oleh-oleh yank ...dari Jerman pula"ucap sindy.

"Ah kau ini malu-malu in suami biasa juga aku selalu bawa kan oleh-oleh dari pasar"ucap Toni,di sambut tawa riang.

"Ayo..."ujar Dheandra, sambil menarik tangan Refi, mengajak nya pergi.

sementara pria yang sedari tadi mendengar obrolan mereka kini tengah mengeratkan kepalan tangan nya, dan langsung pergi dari tempat itu menuju mobil miliknya yang berbeda tak jauh dari mobil milik Dheandra.

"Dheandra kita harus bicara"ucap Andra.

"Maaf tuan anda saya sedang terburu-buru"ucap Dheandra yang langsung masuk ke dalam mobil nya, yang kini di kumudi kan oleh Refi.

Episodes
1 #Dheandra#
2 #salah paham#
3 #Tuan pemaksa#
4 #Tuan pemaksa#
5 #Jangan ikuti aku#
6 #Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7 #Menghilang#
8 #Jangan dustai aku#
9 #Tidak akan#
10 #Penuh kejutan#
11 #Sabar#
12 #Pergi tanpa pamit#!
13 #pergi tanpa pamit 2#
14 #Kecewa#
15 #Datang #
16 #Kasar#
17 #Bertemu #
18 #Penantian yang melelahkan#
19 #Berlibur #
20 #Tidur#
21 #Bicara atau#
22 #Salahpaham#
23 #Rumah baru#
24 #permohonan terakhir#
25 #Berapa kali#
26 #Kagum#
27 #Terbongkar#
28 #Om Tampan#
29 #Menghindar#
30 #Kedatangan Randy#
31 #Prioritas#
32 #Hitam atau putih#
33 #Refi sakit#
34 #Tidur lebih baik daripada emosi#
35 #Refi merajuk#
36 #Malam#
37 #Cemburu tanda sayang#
38 #Masih diam#
39 #Positif#
40 #Kebahagiaan#
41 #Gerad#
42 #Arind dikejar pria tampan#,
43 #Kekerasan#
44 #Ujian cinta atau ujian hidup#
45 #Mencegah kepergian#
46 #Menikah ulang#
47 #Arinda tidak bisa hamil#
48 #Arinda pergi#
49 #Diam#
50 #Bertemu#
51 #Pertemuan kedua#
52 #kenapa harus aku#
53 #Bruno#
54 #Tidak harus#
55 #Celsi kecelakaan#
56 #Kecemburuan Gerald#
57 #Patuh#
58 #Dipaksa untuk kuat#
59 #Masih seperti itu#
60 #Tante ganjen#
61 #pelajaran#
62 #Batal menikah#
63 #I love you#
64 #Alexander marah besar#
65 #Sulit untuk terima#
66 #Alexander mabuk#
67 #Gagal menikah#
68 #Tangis Alice#
69 #Alexander tiba
70 #Andreas#
71 #Karena mu#
72 #Berita duka#
73 #Tangis Mila#
74 #Tangis pilu Alexander#
75 #Aku rindu#
76 #Rapuh#
77 #Sudah lupa#
78 #Pernikahan Astrid#
79 #Duapuluh tahun kemudian#
80 #Pulang kampung#
81 #Pernikahan Agam#
82 #Yakin#
83 #Kembali#
84 #Agam cinta#
85 #Tapi kenapa? kamu tidak #
86 #Dusta#
87 #Terlalu pahit#
88 #Agam nyaman#
89 #Pamit pulang#
90 #Bertemu dengan restu#
91 #Kaya orang ngidam#
92 #Persiapan#
93 "Kecemburuan Agam"
94 #Amarah#
95 #egois#
96 #Hilang semua janji#
97 #Bertemu#
98 #Madu#
99 #Kembali ke Bandung#
100 #Pindah#
101 #Kehilangan#
102 #Leonel Davidson#
103 #Leon sakit#
104 #Pulang untuk sementara#
105 #Pulanglah#
106 #Twins#
107 #Buncit#
108 #Dalang di balik teror#
109 #Pembalasan dimulai#
110 #Masa pemulihan#
111 #Twins lahir#
112 #Mulai beraktifitas#
113 #Pulang karena rindu#
114 #Sahabat selamanya#
115 #Hampir bunuh diri#
116 #Sadar akan kesalahan#
117 #Ingin merebut#
118 #Pernikahan#
119 #Dilema#
120 #Diawasi#
121 #Mario yang gagah#
122 #Cinta Agatha#
123 #Kemarahan Mario#
124 #Berpikir#
125 #Belum bisa#
126 #Alexa#
127 #Kabar duka#
128 #Cinta terlarang#
129 #Rumah untuk Amara#
130 #Kelahiran baby M#
131 #Sibuk#
132 #Haus kasih sayang#
133 #Bicara#
134 #Dia kembali#
135 #Untuk ku#
136 #Menikkah tanpa restu#
137 #Belajar dari kesalahan#
138 #Tida kembali#
139 #Kasih sayang#
140 #Akhir dari cerita#
141 #Rujuk#
Episodes

Updated 141 Episodes

1
#Dheandra#
2
#salah paham#
3
#Tuan pemaksa#
4
#Tuan pemaksa#
5
#Jangan ikuti aku#
6
#Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7
#Menghilang#
8
#Jangan dustai aku#
9
#Tidak akan#
10
#Penuh kejutan#
11
#Sabar#
12
#Pergi tanpa pamit#!
13
#pergi tanpa pamit 2#
14
#Kecewa#
15
#Datang #
16
#Kasar#
17
#Bertemu #
18
#Penantian yang melelahkan#
19
#Berlibur #
20
#Tidur#
21
#Bicara atau#
22
#Salahpaham#
23
#Rumah baru#
24
#permohonan terakhir#
25
#Berapa kali#
26
#Kagum#
27
#Terbongkar#
28
#Om Tampan#
29
#Menghindar#
30
#Kedatangan Randy#
31
#Prioritas#
32
#Hitam atau putih#
33
#Refi sakit#
34
#Tidur lebih baik daripada emosi#
35
#Refi merajuk#
36
#Malam#
37
#Cemburu tanda sayang#
38
#Masih diam#
39
#Positif#
40
#Kebahagiaan#
41
#Gerad#
42
#Arind dikejar pria tampan#,
43
#Kekerasan#
44
#Ujian cinta atau ujian hidup#
45
#Mencegah kepergian#
46
#Menikah ulang#
47
#Arinda tidak bisa hamil#
48
#Arinda pergi#
49
#Diam#
50
#Bertemu#
51
#Pertemuan kedua#
52
#kenapa harus aku#
53
#Bruno#
54
#Tidak harus#
55
#Celsi kecelakaan#
56
#Kecemburuan Gerald#
57
#Patuh#
58
#Dipaksa untuk kuat#
59
#Masih seperti itu#
60
#Tante ganjen#
61
#pelajaran#
62
#Batal menikah#
63
#I love you#
64
#Alexander marah besar#
65
#Sulit untuk terima#
66
#Alexander mabuk#
67
#Gagal menikah#
68
#Tangis Alice#
69
#Alexander tiba
70
#Andreas#
71
#Karena mu#
72
#Berita duka#
73
#Tangis Mila#
74
#Tangis pilu Alexander#
75
#Aku rindu#
76
#Rapuh#
77
#Sudah lupa#
78
#Pernikahan Astrid#
79
#Duapuluh tahun kemudian#
80
#Pulang kampung#
81
#Pernikahan Agam#
82
#Yakin#
83
#Kembali#
84
#Agam cinta#
85
#Tapi kenapa? kamu tidak #
86
#Dusta#
87
#Terlalu pahit#
88
#Agam nyaman#
89
#Pamit pulang#
90
#Bertemu dengan restu#
91
#Kaya orang ngidam#
92
#Persiapan#
93
"Kecemburuan Agam"
94
#Amarah#
95
#egois#
96
#Hilang semua janji#
97
#Bertemu#
98
#Madu#
99
#Kembali ke Bandung#
100
#Pindah#
101
#Kehilangan#
102
#Leonel Davidson#
103
#Leon sakit#
104
#Pulang untuk sementara#
105
#Pulanglah#
106
#Twins#
107
#Buncit#
108
#Dalang di balik teror#
109
#Pembalasan dimulai#
110
#Masa pemulihan#
111
#Twins lahir#
112
#Mulai beraktifitas#
113
#Pulang karena rindu#
114
#Sahabat selamanya#
115
#Hampir bunuh diri#
116
#Sadar akan kesalahan#
117
#Ingin merebut#
118
#Pernikahan#
119
#Dilema#
120
#Diawasi#
121
#Mario yang gagah#
122
#Cinta Agatha#
123
#Kemarahan Mario#
124
#Berpikir#
125
#Belum bisa#
126
#Alexa#
127
#Kabar duka#
128
#Cinta terlarang#
129
#Rumah untuk Amara#
130
#Kelahiran baby M#
131
#Sibuk#
132
#Haus kasih sayang#
133
#Bicara#
134
#Dia kembali#
135
#Untuk ku#
136
#Menikkah tanpa restu#
137
#Belajar dari kesalahan#
138
#Tida kembali#
139
#Kasih sayang#
140
#Akhir dari cerita#
141
#Rujuk#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!