Dua Minggu berlalu kini Andra begitu frustasi karena tidak bisa menghubungi Dheandra wanita yang sangat ia cintai, sementara Andra sebentar lagi akan segera menikah dengan Sopi, rencana nya gagal saat ini karena di awal dia akan meninggalkan Sopi dan menikah dengan wanita pujaan nya itu, tapi saat ini Andra harus menerima takdir yang mengharuskan nya menikah dengan Sopi wanita itu tengah berbadan dua tapi entah siapa bapak dari anak yang tengah Sopi kandung saat ini meski tak dipungkiri Andra pernah meniduri nya tapi itu sudah sangat lama jauh sebelum SOPI menjadi tunangan nya.
hal itu membuat Andra,mau tak mau harus bertanggung jawab karena setatus Sopi, saat ini masih tunangan nya dan rencananya dua Minggu lagi mereka harus menikah.
satu Minggu sebelum pernikahan Andra, memutuskan untuk menyusul Dheandra ke Jerman, meski pun dia tidak tau persis nya Dheandra tinggi di kota mana tapi Andra,tau nama perusahaan tempat Dheandra bekerja seperti yang berada di ibukota.
Andra, mencari tahu di Google tentang perusahaan tersebut, dan ia pun tahu dimana letak perusahaan itu,tak hanya itu Andra juga akan standby di perusahaan tersebut jika di perlukan.
sesampainya di Jerman dia mencari hotel yang dekat dengan perusahaan tersebut, dia tidak ingin ambil resiko jika harus terlalu jauh dari tempat itu belum lagi jarak dan waktu yang akan membuat dia semakin sulit untuk bertemu dengan Dheandra.
Dheandra sendiri saat ini sedang menikmati hari libur nya bersama dengan Randy dan keponakan nya di sebuah wahana permainan anak dan orang tua, mereka begitu larut dalam kebahagiaan, meski kakak ipar nya tidak bisa ikut karena harus bekerja sementara Dheandra akan masuk bekerja sore hari karena hanya akan mengikuti meeting bareng Georgio dan itu hanya butuh dua atau tiga jam.
Dheandra, pulang terlebih dahulu ke apartemen nya, yang tidak jauh dari area hotel tersebut bahkan saling berdekatan jika mereka saling tau.
setelah tiba di apartemen itu dia langsung bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu berganti dengan pakaian formal untuk meeting bersama dengan para kolega bisnis Georgio dia menggunakan celana panjang dan kemeja putih tak lupa jas yang sering wanita kenakan saat pergi ke kantor.
Dheandra pun turun sambil membawa tas kecil berisi handphone dan dompet nya dia menggunakan kacamata rambut nya dibiarkan tergerai indah, dan yang membuat dia terlihat semakin cantik adalah lipstik berwarna merah merona.
Dheandra langsung masuk ke dalam mobil nya, saat itu juga tanpa sopir dia membawa mobil nya ke kantor, sesampainya di kantor mobil nya langsung di ambil alih oleh scurity yang biasa memiliki tugas memarkirkan mobil milik para petinggi perusahaan,hak istimewa yang dimiliki Dheandra, yang saat ini dia nikmati meski bukan para petinggi perusahaan, tapi wanita itu diperlukan sama karena skill yang ia miliki, lebih menguntungkan bagi perusahaan, meski dia bukan penanam modal, dia hanya wakil dari direktur perusahaan tersebut, yaitu wakil dari Georgio.
sesampainya di ruangan Georgio, Dheandra langsung disambut senyuman dari pria itu "Kau datang tepat waktu, langsung berangkat sekarang"ucap pria tampan berpostur tinggi itu.
"Bukan nya meeting nya di sini"ucap Dheandra.
"Tidak meeting di adakan di ballroom hotel"ucap Georgio.
"Sejak kapan??... berubah rencana"tanya Dheandra lagi.
"Kau hanya perlu tanya sama pak tua itu"ucap Georgio, yang dia maksud adalah ayah nya CEO, perusahaan tersebut.
karena pria yang mendirikan perusahaan tersebut masih aktif di perusahaan untuk mengatasi masalah yang timbul yang belum sepenuhnya di pegang oleh calon CEO, yang baru yaitu Georgio.
Aston Smith, pendiri perusahaan tersebut belum percaya sepenuhnya kepada putranya yang sampai saat ini masih suka bermain-main, dan Aston, mempercayakan Dheandra untuk mendampingi putra nya itu, wanita yang dikenal tegas dalam bertindak dan skill tinggi yang ia miliki, Dheandra adalah menantu idaman bagi Aston.
"Apa??..kau tidak takut kena azab karena telah bersikap durhaka terhadap ayah mu"ucap Dheandra.
Georgio, yang tau bahasa yang sering di sebutkan oleh Dheandra di saat dia tengah membuat masalah dia sudah mengerti dan menjawab "itu tidak berlaku dalam hidup ku"sambil tersenyum manis pada Dheandra.
"untung saja kau adalah atasan ku, jika tidak sudah ku cincang seperti sosis"ucap Dheandra,lantang tanpa rasa takut.
"Lakukan lah jika kau mau berakhir di atas ranjang ku"ucap Georgio, tidak kalah sengit.
sementara itu di dalam kamar hotel yang akan menjadi tempat mengadakan rapat penting tersebut, seorang pria baru saja membersihkan diri dan akan turun ke bawah untuk mengisi perut nya yang terasa keroncongan.
dia adalah Andra, pria yang kini sudah berpenampilan rapi, terlihat sangat tampan dengan rambut cepat nya, pria itu adalah anggota TNI sekaligus pewaris perusahaan yang bergerak di bidang properti.
wajah tampan nya, tidak jarang di kagumi oleh setiap wanita, seperti saat ini Andra, turun menggunakan stelan santai menggunakan t-shirt dan celana pendek yang semakin menunjang penampilan nya tak lupa topi berwarna putih dan kalung yang memiliki Lion yang sangat unik .
pria itu berjalan menuju restaurant hotel itu sendirian, sambil tengok kanan kiri siapa tahu dia akan bertemu dengan wanita nya itu.
sesampainya di restaurant hotel, dia mendengar para pelayan hotel berbisik-bisik tentang meeting penting yang diadakan oleh perusahaan tersebut dan itu membuat Andra, sedikit bahagia dia semakin berharap bertemu dengan Dheandra.
Andra langsung memilih sebuah meja yang menghadap ke tempat tersebut kebetulan tempat nya bisa terlihat dari tempat nya duduk, Andra dengan semangat memesan makanan yang ia inginkan saat ini senyum selalu terbit dari bibir nya.
saat dia tengah menyantap hidangan nya, terlihat dari jendela kaca yang menjulang tinggi sebagai dinding pembatas kaca tersebut terlihat di sebelah kanan nya seseorang yang tengah ia cari tengah berjalan menuju tempat meeting tersebut Andra ingin sekali berteriak untuk memanggil nya, tapi dia tidak ingin mengganggu Dheandra.
dua jam lebih Andra menunggu di area yang tadi Dheandra lewati bersama dengan pria yang pernah ia lihat di majalah saat itu.
hingga hampir tiga jam akhirnya Dheandra,baru terlihat dia berjalan cepat bersama dengan Georgio dan di ikuti oleh yang lain nya, Andra langsung menghadang langkah wanita itu, dan itu membuat semua orang bengong dan menghentikan langkahnya.
"Dhea, aku sudah tiga jam menunggu mu di sini aku mohon beri aku waktu untuk bicara"ucap Andra, tanpa basa-basi.
"Maaf semuanya, saya ada tamu penting silahkan kalian jalan duluan"ucap Dheandra.
"Jangan terlalu lama Honey"ucap Georgio, yang langsung membuat mata Andra , langsung membulat tangan nya mengepal.
"Ayo ikut aku"ucap Andra, yang langsung menarik tangan Dheandra membawa wanita itu naik ke lantai dua puluh menuju kamar tempat ia menginap.
sesampainya di sana Andra langsung menempel kan card nya pada pintu kamar tersebut otomatis pintu nya terbuka dan langsung membawa Dheandra masuk.
"Abang bisa gak sih pelan sedikit sakit ni tangan"ucap Dheandra lembut, jujur wanita itu sangat merindukan Andra, begitu juga dengan Andra, tapi Dheandra menyembunyikan rasa itu jauh di dalam hati nya saat ini.
"Maaf kan aku Yannk... aku terlalu merindukan mu"ucap Andra yang kini langsung memeluk Dheandra dan tidak ada penolakan dari nya.
"Kenapa?...Abang datang kesini bukan nya sebentar lagi Abang akan menikah"ucapan Dheandra kembali mengingat kan nya dengan amarah yang ada di dalam hati nya sehingga membuat Andra, tiba-tiba menyeret Dheandra ke atas ranjang nya.
"Tidak akan pernah ada pernikahan, selain pernikahan kita, dan aku kesini ingin jawaban dari mu"ucap Andra yang langsung menyerang Dheandra dengan ciuman kasar Andra bahkan berlaku kasar dengan merusak kancing jas yang Dheandra kenakan.
"Abang, apa yang Abang lakukan, lepas kenapa??... sekarang Abang berbuat kasar dimana kesalahan ku"ucap Dheandra yang langsung bangkit setelah Andra bangkit pria itu mengacak rambut nya frustasi.
"Kenapa??... Abang datang jika hanya ingin menyakiti ku"ucap Dheandra lagi.
..."Sayang "...
"Aku marah karena kamu sudah pergi tanpa pamit dan hingga saat ini kamu juga tidak kembali, kamu ingin menghindari ku ia kan bahkan nomor ku pun kamu blok apa??... aku semenjijikan itu untuk mu hingga kamu tidak pernah mau menerima cinta ku, ya aku akui aku tidak sekaya dia yang selalu berada di sisi mu, aku sadar itu"
"Stop Abang aku tidak pernah membandingkan kekayaan dari seseorang, aku sengaja menghidar ya...Abang benar aku menghidar dari kenyataan pahit aku menghidar dari luka yang semakin membuat kumerasakan perih karena orang yang selama ini aku harapkan akan menjadi suami orang lain, apa??... aku salah"ucap Dheandra sambil bercucuran air mata.
"Pulang lah, semua sudah terlambat aku juga akan segera mengakhiri masa lajang ku bersama dengan Georgio"ucap Dheandra tapi tiba-tiba Andra, kembali mendorong Dheandra keatas ranjang kali ini dia tidak lagi melepaskan Dheandra, Andra, melakukan apa yang seharusnya tidak terjadi sebelum mereka menikah tapi karena rasa takut kehilangan wanita itu yang membuat nya gelap mata.
Dheandra kini tengah menangis sesenggukan dibalik selimut, didalam pelukan pria yang sangat ia cintai tapi sebentar lagi akan menjadi milik orang.
"Maaf kan aku sayang aku khilaf"ucap Andra yang kini memeluk erat tubuh Dheandra di balik selimut tebal itu.
Dheandra bangkit sambil menyeret langkah nya dia masuk ke dalam kamar mandi, saat ini dia begitu putus asa, apa yang akan di lakukan oleh Randy jika dia tau semua kejadian ini, sementara Andra,kini masih berdiri di depan pintu kamar mandi, dia begitu cemas dan sangat merasa bersalah pada Dheandra saat ini.
"Manda sayang, cepat lah keluar kita harus bicara"ucap Andra.
"Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan kamu sudah mendapatkan yang kamu inginkan,maka pergilah calon istri mu sudah menunggu mu, dan aku akan secepatnya menikah dengan nya"jawab Dheandra
Andra mengepalkan tangannya, bukan itu jawaban yang ia inginkan saat ini, dia ingin tapi kenapa??.. wanita itu begitu keras kepala.
setelah Dheandra keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathroob, dia langsung berjalan melewati Andra yang kini tengah menatap tajam kearah nya.
"Segera pakai baju mu kita akan menemui Randy, setelah itu kita pulang ke Indonesia"ucap Andra yang kini masuk kedalam kamar mandi.
"Aku tidak akan kembali"ucap Dheandra lantang.
"Dhea jangan menguji kesabaran ku"ucap Andra yang kini berada di dalam kamar mandi.
Dheandra,kini sudah memakai pakaian yang Andra, sediakan satu jam sebelum nya dia meminta pelayan hotel membelikan baju untuk wanita nya.
Dheandra merapihkan penampilan nya di cermin dia bersikap seakan tidak terjadi apa-apa saat ini, dia akan melupakan semua yang terjadi tadi,kini sudah pukul lima pagi, Dheandra hendak pergi ke luar dari kamar hotel tersebut tapi suara Andra menghentikan langkahnya.
"Jika kamu pergi dari ku, aku akan pastikan siapa pun tidak akan pernah mau berdekatan dengan mu lagi dan bahkan Randy sekalipun akan sangat membencimu "ancaman Andra tidak main-main.
sifat asli pria itu kini terlihat jelas, Andra yang seorang pria tampan dan berwibawa itu adalah anak ketua mafia, dan orang tua nya yang berada di Indonesia, adalah orang tua angkat yang tak lain adalah saudara dari ibunya, ayah Andra adalah seorang mafia kelas kakap yang tinggal di Rusia itulah kenapa, Andra mewarisi wajah bule meski rambut nya berwarna hitam legam seperti mommy nya.
darah yang mengalir di tubuh nya, saat ini adalah darah seorang pria berdarah dingin dan kejam Andra menyembunyikan jati diri nya tepat nya sang kakek dia tidak ingin cucunya mengenal siapa ayah Andra selama ini, setelah kematian putri nya akibat bunuh diri, karena ayah Andra, memiliki banyak wanita di luaran sana.
ibu Andra bertemu dengan ayahnya di Singapura, saat ibunya Andra, tengah melanjutkan pendidikan nya di sana dan mereka saling jatuh cinta tanpa ibu Andra ketahui bahwa suaminya adalah seorang kepala mafia, pria yang selama ini di sebut sebagai sugar Daddy dari ibu Andra itu bahkan selalu bersikap baik pada keluarga istrinya tidak ada terlihat sikap buruk di mata keluarga nya hingga suatu hari kejadian naas itu terjadi, saat ibu Andra, datang membawa Andra yang masih bayi dengan tangis pilu bahwa suaminya sudah bermain gila dengan wanita lain, saat itu kakek Andra benar-benar merasa kecewa di tambah lagi putri nya yang terus mengurung diri di dalam kamar nya tidak keluar lagi hingga keesokan harinya ditemukan tewas bersimbah darah ibunya Andra mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadi nya.
setelah pemakaman selesai kakek Andra menyembunyikan Andra di sebuah panti asuhan yang tak lain adalah milik Sari, hingga paman dan bibi nya menjemput nya membawa dia tinggal di Depok, hingga Andra dewasa, dan sampai sekarang merekalah yang menjadi orang tua Andra.
Andra,tau jati dirinya setelah dia masuk akademi militer, karena semua gerak gerik nya, begitu luwesnya dan sifat dingin yang selalu ia tutupi.
ditambah lagi, diam-diam asisten pribadi Daddy nya datang menjelaskan semua nya, dan kapan pun Andra siap Daddy nya akan menemui nya, tapi Andra telah memilih untuk menjadi orang biasa dan menjalani hidup nya seperti air mengalir dia ingin punya kebebasan untuk memilih dan ingin bisa merasakan cinta dan memilih untuk hidup dengan siapa suatu hari nanti, dan keputusan nya di hormati oleh sang ayah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
赤狐
katanya, keturunan mafia,masa sofia hamil sama siapa ngga tau, biasa nya kalau cerita mafia kaya gitu cepet langsung dapat bukti bukti
2023-11-10
0