setelah pulang dari bengkel tepat pukul dua dini hari, Dheandra, langsung bergegas menuju kamar mandi, dia ingin segera membersihkan diri agar, secepatnya bisa istirahat karena besok adalah jadwal nya masuk kuliah.
setelah selesai mandi tanpa menggunakan pakaian terlebih dahulu hanya menggunakan baju dalam dan selimut tebal milik nya, dia terlelap hingga pagi menjelang, beruntung jadwal kuliah nya jam sepuluh pagi.
sebelum berangkat ke kampus setelah bersiap dia lebih dulu mendatangi Toni, yang juga baru nongol di bengkel sebelum pergi ke kantor,ada yang tak biasa saat ini saat Toni, turun dari mobil seorang wanita cantik, yang mungkin mengalah kan kecantikan istri Toni, langsung turun mengikuti pria itu masuk ke dalam ruangan pribadi nya di ikuti oleh Dheandra.
"Baby... siapa dia"ucap wanita itu.
"Owh dia..."tunjuk Toni kearah Dheandra.
"Yang pasti bukan kekasih bos Toni"potong Dheandra dengan cueknya.
"Dia... asisten ku"ucap Toni.
"owh pantas dari tadi ngikutin terus"ucap wanita itu lagi.
"Bos, aku akan kuliah dulu, nanti sore baru masuk kerja, boleh gak pinjam motor bos"ujar Dheandra.
"boleh saja, pilih yang kamu mau"jawab nya.
"Baby... jangan kaya gitu donk nanti dia ke enakan "ucap wanita itu.
"Maaf bos, sebaiknya aku tidak jadi pinjam saja ,malu aku"ucap Dheandra.
"Dhea... kenapa?... jadi ngambek gitu"ucap Toni.
"Dia siapa sih bos, Nyona bos saja gak se galak dia"ucap Dheandra, yang kini menatap ke arah wanita yang kini bergelayut manja di lengan Toni.
"yang kedua"ucap Toni, dan seketika Dheandra, membulatkan matanya tak percaya.
"Ya ampun aku terlambat Nyona bos,sorry...!!!!"seru Dheandra, yang langsung cabut dari ruangan Toni, seketika itu Toni langsung bangkit berdiri dan lari mengikuti Dheandra, yang mengira bahwa istrinya hadir di sana.
"Dhea...!!"teriak Toni geram...
sementara itu Dhea, yang di teriakin hanya mesem sambil bersiap tancap gas,lalu kembali berteriak.
"makanya jadi cowok itu harus jujur!!"ucap Dheandra.
"Awas kau ya"ujar nya pelan, tapi setelah itu dia langsung terburu-buru, membawa kunci mobil, dan langsung membukakan pintu untuk wanita yang sedari tadi di tuntun dengan kasar oleh nya.
setibanya di parkiran kampus, Dheandra, langsung memarkirkan motor nya,lalu dia pergi berlari sekencang mungkin, untuk sampai ke dalam kelas nya, karena Dheandra hampir terlambat dan jika dia berjalan tidak ada waktu lagi,di tengah perjalanan dia bertabrakan dengan seseorang, tapi dia tidak ingin perduli, jika di novel-novel mereka akan jatuh cinta pada pandangan pertama, berbeda di dunia nyata.
"hey......pake mata dong kalau jalan sakit nih awas saja kalau sudah pulang, aku buat perhitungan . ucapnya sambil kembali berlari.
sesampainya di depan pintu masuk dia langsung masuk kedalam dan bertepatan dengan dosen yang kini menatap tajam kearah nya.
Dheandra tak menyadari itu hingga selesai kuliah Dheandra tak pernah tau siapa yang bertabrakan dengan nya saat itu, padahal pria itu kembali di jam bubar kuliah, dia bahkan menunggu di parkiran.
adalah Irwan Chandra pria berusia 27 tahun dia seorang anggota TNI, yang tadi bertabrakan dengan nya.
"Sob... kamu sedang nunggu siapa sih"ucap Andra Wijaya.
"Aku nunggu cewek kurang ajaran, aku ingin beri pelajaran pada nya"ucap Irwan Chandra.
"Owh ya ampun kukira nunggu doi yang lagi ngajar"ucap Andra .
tiba-tiba Dheandra, lewat kehadapan mereka tanpa memperdulikan keberadaan orang-orang yang kini melihat ke arah nya.
"Hey cewek Bandung"ucap Irwan yang langsung menghampiri Dheandra, yang kini sudah berada di atas motor ninja nya itu, sedang memasang kan helem di kepala nya.
"Ya ada apa "ucap Dheandra, yang biasa saja datar tanpa ekspresi.
"Kau yang tadi ingin membuat perhitungan dengan orang yang kau tabrak bukan"ujar Irwan, yang langsung menarik tangan Dheandra, tapi Andra , langsung pasang badan menyela di antara mereka.
"Eh... tenang sob jangan gunakan otot bicarakan baik-baik Ok"ucap Andra.
"hey...om jangan nyolott gitu biasa aja kali"ucap Dheandra tak kenal takut.
"Sudah hentikan, kamu juga kan cewek jadi harus bersikap lembut sewajarnya wanita" ucap Andra.
"Hey, dia yang mulai duluan, jadi dia yang harus nya ngalah, jika kamu penasaran dengan saya,ayo butuh tempat di lapangan mana, kalau kamu bisa ngalahin aku"ujar Dheandra yang terbakar amarah Irwan belum tau jika Amanda bukan wanita yang bisa di anggap remeh dia tidak hanya jago memperbaiki mobil, tapi juga jago bela diri.
"sudah-sudah jangan di terus kan "ujar Andra yang langsung membawa Irwan ke mobil nya, Andra , memandangi wajah cantik yang kini tengah menatap tajam kearah Irwan.
Dheandra, menujukan ibu jari nya yang kemudian ia balik ke bawah dan itu adalah sebuah hinaan untuk Irwan, yang kini berontak dari rangkulan Andra.
sementara Dheandra, langsung tancap gas dengan motor nya yang begitu kencang melaju tanpa takut jatuh atau menyerempet orang yang sama-sama berada di jalan bersama nya.
Dheandra, pulang terlebih dahulu ke rumah kost nya , dia rehat sejenak setelah itu langsung pergi menuju bengkel sambil menggendong tas kecil milik nya.
sesampainya di bengkel dia langsung bersiap dengan mengganti pakaian kerja nya tak lupa menggunakan kacamata hitam nya.
"Fi kamu tidak melihat bos sore ini, aku tadi memergoki dia datang dengan istri mudanya"ucap Dheandra, tanpa tahu kalau Refi , adalah adik dari istri pertama nya.
"Kurang ajar"ucap Refi,sambil melempar kunci Inggris, yang ada di tangan nya.
"Eh ko Lo jadi sewot sih"ucap Dheandra yang kebingungan.
"jelas gue marah istri Toni, adalah kakak kandung gue, apa Lo bisa terima jika kakak Lo di gitu in ?"ujar Refi, berapi-api.
"Ya ampun Refi,gue tidak tau itu aduh ni mulut keceplosan,maaf ya fi gue gak bermaksud untuk mengadu domba antara kalian"ucap Dheandra.
"Tidak apa Dhea gue justru berterimakasih kepada Lo"ucap Refi.
"Duh gue jadi ngerasa gak enak hati"ucap Dheandra.
"Tidak usah merasa begitu Dhea, justru gue berterimakasih pada Lo, dengan begitu gue jadi tau kenapa?... sudah dua bulan ini kakak gue terlihat murung dan kadang menangis, sendiri"ucap Refi.
kakak, Refi, yang selama ini masih tinggal dengan keluarga nya, meski sudah menikah lima tahun lamanya hingga memiliki seorang anak yang sangat lucu,Toni belum juga meminta nya untuk pindah rumah meski rumah itu sudah ada, karena Toni, sudah membangun nya sejak dulu tapi entah apa alasannya mereka belum juga pindah rumah.
🌹💖💖💖🌹
Keesokan paginya saat ini Dheandra, kuliah sore dan untuk pagi nya dia bekerja, saat ia hendak masuk ke dalam ruangan bos nya, dia tidak sengaja mendengar pasangan suami istri itu berantem.
bahkan terdengar tangis pilu dari dalam sana.
"Kak, sebaiknya kakak, cerai kan aku saja,agar kamu terbebas dari beban hidup ini, kakak, tidak perlu lagi bersusah payah untuk melindungi kami, biarkan aku dan putri kita pergi jauh,agar kamu bisa tenang hidup bersama nya, tanpa ada lagi kecemasan, aku ikhlas, jika ini adalah yang terbaik untuk mu"ucap sindy lirih.
"Tidak,Sindy sampai kapan pun aku tak akan pernah melepaskan wanita yang sangat kucintai apa lagi kita sudah memiliki anak, apa kamu tidak kasihan melihat nya"ucap Toni.
"Aku lebih kasihan lagi jika dia memiliki kamu tapi dia harus bertemu dengan mu dengan cara diam-diam, lepaskan mas itu jauh lebih baik, aku akan memberikan nya pengertian bahwa ibu dan ayah nya, sudah tidak cocok lagi, dengan begitu dia pasti akan mengerti"ucap Sindy.
"Kamu itu bicara apa ??.... heuhhhhh, aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai aku mati pun aku tak rela jika harus kehilangan kalian, sudah lah Sindy sayang kamu boleh minta ampun asal jangan minta itu karena aku tidak akan pernah mengabulkan nya"ujar Toni.
"Mas kenapa?... kamu begitu keras kepala, hubungan kita sudah tidak sehat lagi, dan untuk apa lagi dipertahankan,di antara kita, sudah ada dia, aku juga yakin lambat laun kamu akan lebih menyayangi nya, bukti nya kamu sudah bisa membawa serta dia ke sini terdapat usaha yang dulu kamu bangun dengan niat agar bisa memberiku nafkah"ucap Sindy, yang kini menatap lekat wajah tampan yang kini sudah bukan milik nya seorang.
"Sindy, apa , gadis itu yang telah memberi tahu mu?"ucap Toni.
"Aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri, saat kalian bertiga sedang berada di sini, istri tercinta mu bergelayut manja, saat aku hendak memberikan berkas yang kamu tinggalkan"ucap Sindy yang kini mengalihkan pandangan nya.
"Sayang, please percaya pada ku, aku buru-buru ke sini untuk mengambil kunci ruangan ku yang waktu kemarin tertinggal di sini, terpaksa aku membawa nya kemari"ucap Toni .
"Aku pulang mas"kuharap besok surat cerai itu sudah kamu kirim kan"ujar Sindy berbicara se tegar mungkin.
"Tidak Sindy, aku tidak akan membiarkan mu pergi meninggalkan ku, sayang aku terlalu mencintaimu, dan aku tidak akan pernah sanggup kehilangan mu, aku mohon bertahan lah sebentar saja"ujar Toni.
"Mas, aku sudah lebih dari sabar menunggu waktu itu yang tak kunjung datang, mungkin tidak akan pernah datang"ucap Sindy, yang kini beranjak dari tempat nya berdiri dan hendak pergi.
"Sayang, aku mohon jangan pernah lakukan itu, jangan pergi, atau kau hanya akan melihat pemakaman ku"ucap Toni.
"Mas, cukup apa kau ingin aku mati secara perlahan, karena harus terus bersabar menunggu mu berada di samping ku tanpa harus merasa takut, aku ini manusia mas bukan batu yang tidak akan pernah merasakan sakit, aku sakit mas aku sakit melihat mu bersama dengan nya, dan aku tidak bisa membayangkan bahwa kamu mulai terbiasa bersentuhan dengan nya"ucap Sindy, yang langsung berlari pergi ke luar dari ruangan pribadi Toni.
Toni, sudah berusaha mengejar tapi Sindy, langsung naik taksi pergi begitu saja dengan luka yang ia bawa rasa sakit yang selama ini coba dia pendam sendiri, membuat nya mengidap penyakit jantung.
tanpa, Toni, ketahui selama ini Sindy, berobat jalan sendiri benar-benar tidak ada yang bisa mendampingi.
Sindy, memang bukan wanita sempurna seperti Wendy, yang memiliki nama hampir mirip dengan nya, wanita itu lebih segala nya dari Sindy, itulah kenapa?...Sindy ingin melepaskan diri dari suaminya itu, karena itu adalah jalan satu-satunya untuk membuat Toni bahagia , saat menjelang kepergian nya nanti.
penyakit itu bisa membunuhnya sewaktu-waktu, maka dari itu dia juga sudah mewanti-wanti pada Refi, menitipkan putri semata wayangnya itu.
Refi, yang melihat kakaknya pergi, dia langsung pergi ke suatu tempat saat itu juga dan ternyata benar Sindy, sudah berada di makam kedua orang tua nya dia berjongkok di sana dan memeluk pusara ayah ibunya.
Refi datang menghampiri sepupunya yang sudah seperti saudara kandung membawa nya ke dalam rangkulan.
"Sudah kak,ayo pulang jangan buat Bunda, merasa sedih lagi"ujar nya.
sementara itu Dheandra, yang kini tengah menerima banyak pelanggan ia pun ikut melamun sementara toni kini tengah mengamuk di ruangan nya, dia teramat mencintai wanita itu, tapi tidak pernah bisa memberikan dia kebahagiaan, hanya penghinaan yang diberikan oleh kedua orang tua nya terhadap istrinya itu.
"Kak, kamu harus kuat demi Tiara , dia sangat membutuhkan mu, jika kakak, sakit Tiara, dengan siapa dia hanya dekat padamu dan aku, tidak punya siapa-siapa lagi ayah dan bunda sudah terlalu tua untuk menjaga nya"ucap Refi yang kini membawa Sindy, pergi dari pemakaman itu.
sementara itu Toni, saat ini tengah mencari keberadaan Sindy, tapi nihil Sindy, tidak pernah di temukan.
Toni, sekarang sudah bertekad apapun yang terjadi nanti, dia akan membawa Sindy, tinggal bersama dengan nya untuk selamanya.
tapi sayang Sindy,kini tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit menempati ruang ICU, karena terlalu larut dalam kesedihan akhirnya kondisi Sindy yang ditakutkan oleh Refi,kini terjadi juga.
Refi menangis sesenggukan sambil menggenggam tangan Sindy, meminta nya untuk tetap bertahan.
Di bengkel Dheandra saat ini tengah sibuk membetulkan mobil yang sedari kemarin meminta tim derek mengambil mobil tersebut untuk diperbaiki karena mogok di jalan raya tak jauh dari tempat itu.
Dheandra dengan susah payah berkonsentrasi saat ini dia memperbaiki mobil tersebut, hingga pemilik nya datang ke sana.
"Maaf, saya kesini mau bertanya, apa?? mobil saya ini sudah selesai di perbaiki"ucap Andra.
"Owh ini tinggal dikit lagi, Om"ucap Dheandra.
sementara Andra yang kini tersenyum karena tingkah Dheandra yang memanggil nya dengan sebutan om.
"Kenalkan aku Andra"ujar Andra menyodorkan tangan nya, tapi Dheandra tak menggubris nya, dia langsung kembali ke kolong mobil, untuk memperbaiki sisanya.
sementara Andra, terus menunggu hingga Dheandra, keluar lagi dari bawah koki.
"Nona, mau kah kau makan malam dengan ku"ucap Andra .
"Maaf tuan pekerjaanku. masih banyak, jadi sebaiknya anda pulang saja"ucap Dheandra, tegas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments