#Sabar#

"Sabar, bos biar besok setelah pulang dari Bogor kita bicarakan ini baik-baik"ucap Dheandra.

"Kau masih mau pergi Dhea"ucap Toni kaget.

"Iya Boston... aku harus cepat membereskan pekerjaan ku disini bos besar menginginkan aku untuk kembali ke perusahaan yang di sana"ucap Dheandra,kali ini dia bicara dengan santai.

"Kau sudah benar-benar berubah Dhe, aku bangga semoga kamu terus berjaya"ucap Toni tulus.

"Makasih Boston, tapi di ijinkan tidak nih aku bawa dia pergi"ucap Dheandra bertanya.

"Bawalah sekalian saja buang bocah tengil itu dari atas jembatan agar tidak membuat ku pusing, dia gak mikir Bunda nya sudah sakit-sakitan, terus saja buat masalah"ujar Toni, sementara Refi, saat ini tengah bersiap dan membawa tas kecil berisi beberapa baju ganti dan barang penting miliknya termasuk laptop nya.

sementara Dheandra kini tengah memberikan arahan pada pegawai magang di bengkel tersebut, sambil menunggu Refi bersiap Toni, dan Sindy, tersenyum bahkan wanita yang kini telah hidup sukses mau memegang kunci yang kotor dengan noda oli tersebut membantu anak buah nya itu.

"Dhea, Lo masih mau main kotor-kotoran lalu kapan??... kita berangkat nya"ucap Refi.

"Sekarang juga"ujar Dheandra.

"Refi, setelah pulang jangan lupa temui bunda dia rindu kamu setelah beberapa hari tidak melihat mu di rumah"ucap sindy.

"Iya kak, aku usahakan"ucap Refi.

mereka pun pergi saat itu juga, Refi, yang kini menyetir mobil tersebut dan membuka atap mobil nya dengan menekan tombol otomatis atap itu terbuka sepenuhnya saat ini mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang tengah berbahagia Refi, tidak luput dari senyuman nya karena begitu bahagia mengendarai mobil sport dengan berbagai fitur canggih di dalam nya.

bahkan Refi, sempat berteriak saat melewati jembatan tempat mereka melepaskan isi hati nya itu.

"lihat lah aku sudah bisa memiliki mobil yang selalu menjadi impian ku Daddy, meski tanpa harta mu"ucap Refi, sambil menitikkan air mata,ada rasa sakit yang terlintas di benak nya saat mendengar sang bunda kembali jatuh sakit.

"Jangan dendam Fi ...tak baik, kamu harus ingat semua orang punya jalan hidup nya sendiri-sendiri, jadi kita harus mulai bisa menerima nya, dan jangan jadikan wanita lain sebagai ajang balas dendam untuk rasa kecewa mu terhadap Daddy mu.karena tidak semua gadis mau menjadi plakor, ingat kamu masih memiliki kakak yang seorang wanita dan Bunda mu juga wanita, jadi kamu harus bisa menghargai wanita bukan merusak nya, seperti yang selama ini kamu lakukan"ucap Dheandra memberikan nasihat.

"Andaikan semua wanita berpikiran sama seperti Lo, Bunda, dan kak Sindy, mungkin gue akan menghargai mereka semua, tapi yang gue temui semua terlalu materialistis bahkan tidak sedikit mereka bercita-cita menjadi seorang plakor, atau pun hanya sekedar menjadi sugar Daddy,uang sudah membutakan mata hati mereka contoh nya Kakak gue dia lebih memilih hidup dengan Daddy ketimbang mommy, karena dia tidak ingin hidup miskin, padahal asal Lo,tau mommy selalu berbuat yang terbaik untuk gue, selama ini dia bisa menyekolahkan gue hingga S2, saat ini"ucap Refi sendu.

"Sabar Fi, semua ujian agar hidup Lo menjadi lebih baik"ucap Dheandra.

"Ya mungkin Lo benar"ucap Refi.

"Fi... jika Lo ingin minjam mobil gue datang saja kerumah gue tidak usah sungkan tapi ada syaratnya jika gue sedang tidak ada Lo bisa melambai ke Cctv, depan garasi rumah gue gue akan membuat akses untuk Lo masuk karena garasi mobil gue sudah di pasang sinar infra red sebagai pengaman jika orang lain berhasil membobol pintu garasi gue tanpa izin,sinar itu otomatis menyala dengan sendirinya akan memotong tubuh siapa pun yang terkena di sana"ucap Dheandra serius.

"Owh ya ampun Lo seriusan"ucap Refi.

"Gue serius Fi... gue gak bercanda semua demi keamanan bahkan rumah gue juga di pasang di setiap dinding tapi saat gue di rumah semua sistem gue matikan karena gue bisa mengamankan itu kapan pun gue perlu"ucap Dheandra serius.

"Gue benar-benar kagum dengan semua yang ada pada Lo Dhe, seperti di film-film saja, tapi ini beneran ril "ucap Refi sambil terus fokus pada jalanan yang mulai macet.

Dheandra tertidur sambil menunggu macetnya kelar itu membuat Refi, kesal hingga ide jail muncul.

"Dhe, kebakaran Dhe"ucap nya lantang.

"Dimana??.. dimana kebakaran nya"ujar Dheandra panik karena dia tidak tahu bahwa Refi mengerjainya.

"Di kompor karena ibu-ibu sedang masak"jawab Refi.

tiba-tiba wanita itu memukul lengan Refi yang kini tengah memegang kemudi.

"Ah... sakit tau, Herman deh gue udah jadi cewek saja pukulan nya masih tetap menyakitkan"ucap Refi, yang masih memegangi tangan kiri nya.

"Memangnya selama ini gue mahluk apa??"ucap Dheandra.

"Lo itu cewek jadi-jadian"ucap Refi, yang kini mendapat jewer an di kuping kiri nya.

"Ampun.... ampun iya gue minta maaf lepasin Dhe, gak lucu ah tar kalo ada yang lihat dikira gue cowok yang kepergok nyelingkuhiin istri nya"ucap Rafi sambil nyengir kuda tiba-tiba

cup

satu kecupan Refi, berikan di pipi Dheandra.

"Dheandra yang kaget mendapatkan ciuman itu dia langsung melepaskan tangannya dari kuping Refi.

"Sialan Lo Fi"ucap Dheandra.

"Sorry, hanya itu satu-satunya jurus buat lepasin tangan Lo"ucap Refi, cengengesan .

"Ih... sialan sekali lagi Lo lakuin itu gue hajar beneran"ucap Dheandra.

"Ampun, gue nggak akan berani lagi sumpah"ucap Refi.

tak terasa mereka pun sampai di panti asuhan, Dhea langsung masuk ketika mobil memasuki gerbang panti dia ingin memberikan kejutan pada Bundanya saat ini.

tapi saat sampai di sana,"Bun"ucapan nya terpotong kala dia melihat dua orang yang kemarin ia temui.

semua orang menoleh padanya termasuk Sari yang kini langsung menghambur memeluk putri semata wayangnya itu.

"Putri ku, Dhea,hiks hiks hiks hiks....ini beneran kamu nak kamu sudah kembali, bunda sangat merindukan mu,hiks hiks"tangis kerinduan dari seorang ibu kini menggema di ruangan itu, Refi yang kini membawa koper Dheandra beserta barang-barang milik nya, mematung di depan pintu.

"Bunda,maaf Dhea,baru bisa berkunjung ke sini bukan Dhea, tidak rindu dengan Bunda, tapi Dhea punya pekerjaan yang tidak bisa di tunda selama dua Minggu ini maka dari itu Dhea baru datang,sari di papah oleh Dhea tubuh nya itu terasa lemas karena selama ini ia begitu merindukan putri nya itu.

🌹💖💖💖🌹

setelah satu jam berada di ruangan yang sama kini Refi, duduk di samping Andra, yang masih betah berada di sana bersama tunangannya itu.

"Bunda, aku bawakan itu semua untuk Bunda, aku mau istirahat dulu, apa??.. kamar ku masih ada"tanya Dhea.

"Tentu saja Sayang, semua masih sama seperti dulu, Bunda, selalu membersihkan nya setiap hari"ucap Sari.

"Terimakasih Bunda ku yang cantik dan sangat baik hati muachh"ujar Dheandra langsung memeluk ibunya itu dan memberikan ciuman di pipi nya.

"Pergilah nak minta bibi untuk menyiapkan kamar buat teman mu itu"ucap Sari.

"Calon menantu Tante"ucap Refi, sambil tersenyum manis dan itu mendapatkan cubitan kecil dari Dheandra.

"Ah... sakit honey"ucap nya di buat-buat.

"Diam,atau aku beneran perkosa kamu"ucap Dheandra sambil beranjak pergi beriringan dengan Refi, yang kini membawa koper nya menuju kamar mereka, sementara itu Andra, sedari tadi mengepalkan tangannya, sebelum Dheandra, berjalan semakin jauh dia berkata dengan lantang nya, sambil melirik ke arah Dheandra.

"Tante, Andra, harap Tante bisa hadir di pernikahan kami"ucap nya.

Deg

Dheandra, tiba-tiba menghentikan langkahnya dadanya terasa sakit seperti dihantam batu besar, tapi sedetik kemudian ia meneruskan langkah nya, Refi, yang mengerti dengan kondisi Dheandra dia langsung berkata.

"Tante dua Minggu lagi saat Dheandra akan pergi ke Jerman aku akan datang bersama Daddy ku untuk melamarnya"ucap Refi, yang kini berdiri di tangga menghadapi ke arah Sari dan kedua tamunya.

"Tante tunggu kabar baik nya Nak"ucap Sari sambil tersenyum tapi kemudian dia tertawa saat melihat Dheandra berbalik dan menarik kerah Refi, hingga hampir terjatuh jika saja Refi, tidak berpegangan.

"Dhea, sayang kamu ini kdrt loh gak bisa apa lembut sedikit pada calon suami mu"ucap Refi, yang masih terdengar di Kuping Andra, yang kini mengeratkan gigi nya.

mereka berlalu menuju kamar nya.

sementara Andra, meminta sopir untuk mengantar kekasihnya pergi karena sebentar lagi dia akan berangkat tugas, sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan.

sementara Andra, yang saat ini benar-benar murka dia langsung beranjak pergi ke kamar Dheandra, wanita itu sudah tidur dengan pulas padahal belum lama ini dia baru datang.

wanita itu terlihat sangat lelah, dan Andra melihat ada air mata mengenang di sudut mata nya, Andra pun mendekat dan duduk di tepi ranjang.

"Sayang apa yang harus aku lakukan agar kamu mau maafkan aku"ucap nya lirih.

Dheandra, tidak merespon hanya membalikkan tubuhnya membelakangi Andra, entah sadar atau tidak, saat ini dia bahkan seperti tidak ingin melihat Andra.

Andra, masih duduk sambil menatap Dheandra"Sayang aku tau kamu belum tidur bangun lah kita harus bicara"ujarnya.

Dheandra pun bangun lalu menatap wajah pria yang kini berada di hadapan nya.

"Jika sudah akan menikah lalu kita mau bicara apa??... apa kamu juga mau mengundang ku kapten Andra"ucap Dheandra pelan tapi penuh penekanan.

"Aku memang ingin mengundang mu, bahkan dari dulu, tapi bukan sebagai tamu yang hadir di pernikahan melainkan sebagai mempelai wanita nya"ucap Andra serius.

Dheandra, tersenyum kecut, "apa??... semua yang kamu inginkan harus kamu dapatkan, tapi maaf untuk satu hal itu aku tidak akan pernah mau mengabulkan nya"ucap Dheandra yang kini bangkit menuju ke arah pintu kamar nya.

"Silahkan tuan Andra,pintu nya ada di sini jika kamu lupa"ucap Dheandra datar.

"Dhea"Andra begitu geram.

"Saya masih laku tuan, hingga tidak perlu mengemis cinta dari anda, saya bukan wanita yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan simpati dari seorang pria mereka akan datang dengan sendirinya, karena mereka tau mana yang terbaik"ucap Dheandra, menyindir.

"Dhea"ucap nya lagi kali ini lebih lantang,sari yang mendengar itu dia hanya bisa berharap putri nya bisa menyelesaikan masalah di antara mereka.

"Aku Amanda Alexandria, bukan Dhea, hanya orang yang paling ku sayangi yang boleh memanggil nama itu"ucap Dheandra tegas.

"Dheandra, jangan terus menguji kesabaran ku, aku tidak akan pernah bisa menahan diri lagi jika kamu terus begini"ucap Andra.

"Maaf tuan saya tidak pernah mencari gara-gara dengan anda, sampai saat ini saya tidak pernah mengganggu kehidupan anda" ujar Dhea yang langsung berjalan meninggalkan Andra, tapi pria itu langsung mengejarnya dan langsung membawa Dhea pergi dari tempat itu menuju mobil, Dhea sudah berontak tapi genggaman tangan Andra, terlalu kuat hingga Andra, mendorong nya ke dalam mobil dan langsung menutup nya.

"Andra, tolong biarkan aku keluar Andra, aku mohon aku ingin istirahat"ucap Dheandra, yang terus mencoba membuka pintu.

"Kita harus bicara, dan aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai kamu benar-benar kembali padaku"ucap Andra, yang langsung tancap gas, pria itu tidak menghiraukan panggilan dari Sari dan Refi yang kini mengejar nya.

Andra, tidak perduli hingga sampai di sebuah villa yang begitu megah di sana, Andra langsung keluar dan membawa Dheandra masuk,sari berteriak memanggil Andra, saat mobil mereka juga sampai di sana.

"Andra, apa yang kamu lakukan lepaskan putri Tante"ucap Sari.

"Tante, Andra minta waktu untuk bicara dengan nya hanya berdua"ucap Andra.

"Tapi bukan begini caranya kalian bisa bicara baik-baik bukan"ucap Sari, yang kini melepaskan genggaman tangan Andra.

"Kalau bisa, sudah dilakukan sedari kemarin Tante, sebaiknya Tante pergi saja nanti aku akan antar dia pulang"ucap Andra.

Andra, kembali meraih tangan Dheandra yang berusaha bersikap baik-baik saja, padahal pergelangan tangannya benar-benar sakit "pulang lah Bunda, aku akan baik-baik saja"ucap Dheandra

"Fi, jangan ngebut keselamatan Bunda,ada di tangan Lo"ucap Dheandra.

"Siap calon istri ku"ucap Refi, sambil tersenyum.

"Ayo, ikut"ucap Andra sambil menggenggam tangan Dheandra.

mereka pun masuk dan Dheandra langsung duduk di sofa yang ada tidak jauh dari pintu.

"Sekarang bicara lah"ucap Dheandra yang kini mengelus pergelangan tangan nya yang terasa ngilu.

"Kita bicara tapi tidak disini"ucap Andra, yang langsung mengangkat tubuh Dheandra, saat itu juga, Dheandra hanya diam karena percuma saja dia melawan semua hanya akan menyakiti tubuh nya.

sampai lah mereka di sebuah kamar utama di villa tersebut, Andra, langsung menurunkan Dheandra di atas sofa empuk itu.

"Kenapa, harus disini"ucap Dheandra menahan gugup nya.

"Kamu tidak usah takut sayang, aku tak akan melewati batas, aku hanya ingin kamu tau bahwa aku sudah menyiapkan semua ini hanya untuk mu"ucap Andra.

Episodes
1 #Dheandra#
2 #salah paham#
3 #Tuan pemaksa#
4 #Tuan pemaksa#
5 #Jangan ikuti aku#
6 #Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7 #Menghilang#
8 #Jangan dustai aku#
9 #Tidak akan#
10 #Penuh kejutan#
11 #Sabar#
12 #Pergi tanpa pamit#!
13 #pergi tanpa pamit 2#
14 #Kecewa#
15 #Datang #
16 #Kasar#
17 #Bertemu #
18 #Penantian yang melelahkan#
19 #Berlibur #
20 #Tidur#
21 #Bicara atau#
22 #Salahpaham#
23 #Rumah baru#
24 #permohonan terakhir#
25 #Berapa kali#
26 #Kagum#
27 #Terbongkar#
28 #Om Tampan#
29 #Menghindar#
30 #Kedatangan Randy#
31 #Prioritas#
32 #Hitam atau putih#
33 #Refi sakit#
34 #Tidur lebih baik daripada emosi#
35 #Refi merajuk#
36 #Malam#
37 #Cemburu tanda sayang#
38 #Masih diam#
39 #Positif#
40 #Kebahagiaan#
41 #Gerad#
42 #Arind dikejar pria tampan#,
43 #Kekerasan#
44 #Ujian cinta atau ujian hidup#
45 #Mencegah kepergian#
46 #Menikah ulang#
47 #Arinda tidak bisa hamil#
48 #Arinda pergi#
49 #Diam#
50 #Bertemu#
51 #Pertemuan kedua#
52 #kenapa harus aku#
53 #Bruno#
54 #Tidak harus#
55 #Celsi kecelakaan#
56 #Kecemburuan Gerald#
57 #Patuh#
58 #Dipaksa untuk kuat#
59 #Masih seperti itu#
60 #Tante ganjen#
61 #pelajaran#
62 #Batal menikah#
63 #I love you#
64 #Alexander marah besar#
65 #Sulit untuk terima#
66 #Alexander mabuk#
67 #Gagal menikah#
68 #Tangis Alice#
69 #Alexander tiba
70 #Andreas#
71 #Karena mu#
72 #Berita duka#
73 #Tangis Mila#
74 #Tangis pilu Alexander#
75 #Aku rindu#
76 #Rapuh#
77 #Sudah lupa#
78 #Pernikahan Astrid#
79 #Duapuluh tahun kemudian#
80 #Pulang kampung#
81 #Pernikahan Agam#
82 #Yakin#
83 #Kembali#
84 #Agam cinta#
85 #Tapi kenapa? kamu tidak #
86 #Dusta#
87 #Terlalu pahit#
88 #Agam nyaman#
89 #Pamit pulang#
90 #Bertemu dengan restu#
91 #Kaya orang ngidam#
92 #Persiapan#
93 "Kecemburuan Agam"
94 #Amarah#
95 #egois#
96 #Hilang semua janji#
97 #Bertemu#
98 #Madu#
99 #Kembali ke Bandung#
100 #Pindah#
101 #Kehilangan#
102 #Leonel Davidson#
103 #Leon sakit#
104 #Pulang untuk sementara#
105 #Pulanglah#
106 #Twins#
107 #Buncit#
108 #Dalang di balik teror#
109 #Pembalasan dimulai#
110 #Masa pemulihan#
111 #Twins lahir#
112 #Mulai beraktifitas#
113 #Pulang karena rindu#
114 #Sahabat selamanya#
115 #Hampir bunuh diri#
116 #Sadar akan kesalahan#
117 #Ingin merebut#
118 #Pernikahan#
119 #Dilema#
120 #Diawasi#
121 #Mario yang gagah#
122 #Cinta Agatha#
123 #Kemarahan Mario#
124 #Berpikir#
125 #Belum bisa#
126 #Alexa#
127 #Kabar duka#
128 #Cinta terlarang#
129 #Rumah untuk Amara#
130 #Kelahiran baby M#
131 #Sibuk#
132 #Haus kasih sayang#
133 #Bicara#
134 #Dia kembali#
135 #Untuk ku#
136 #Menikkah tanpa restu#
137 #Belajar dari kesalahan#
138 #Tida kembali#
139 #Kasih sayang#
140 #Akhir dari cerita#
141 #Rujuk#
Episodes

Updated 141 Episodes

1
#Dheandra#
2
#salah paham#
3
#Tuan pemaksa#
4
#Tuan pemaksa#
5
#Jangan ikuti aku#
6
#Kamu tidak akan bisa menjadi dia#
7
#Menghilang#
8
#Jangan dustai aku#
9
#Tidak akan#
10
#Penuh kejutan#
11
#Sabar#
12
#Pergi tanpa pamit#!
13
#pergi tanpa pamit 2#
14
#Kecewa#
15
#Datang #
16
#Kasar#
17
#Bertemu #
18
#Penantian yang melelahkan#
19
#Berlibur #
20
#Tidur#
21
#Bicara atau#
22
#Salahpaham#
23
#Rumah baru#
24
#permohonan terakhir#
25
#Berapa kali#
26
#Kagum#
27
#Terbongkar#
28
#Om Tampan#
29
#Menghindar#
30
#Kedatangan Randy#
31
#Prioritas#
32
#Hitam atau putih#
33
#Refi sakit#
34
#Tidur lebih baik daripada emosi#
35
#Refi merajuk#
36
#Malam#
37
#Cemburu tanda sayang#
38
#Masih diam#
39
#Positif#
40
#Kebahagiaan#
41
#Gerad#
42
#Arind dikejar pria tampan#,
43
#Kekerasan#
44
#Ujian cinta atau ujian hidup#
45
#Mencegah kepergian#
46
#Menikah ulang#
47
#Arinda tidak bisa hamil#
48
#Arinda pergi#
49
#Diam#
50
#Bertemu#
51
#Pertemuan kedua#
52
#kenapa harus aku#
53
#Bruno#
54
#Tidak harus#
55
#Celsi kecelakaan#
56
#Kecemburuan Gerald#
57
#Patuh#
58
#Dipaksa untuk kuat#
59
#Masih seperti itu#
60
#Tante ganjen#
61
#pelajaran#
62
#Batal menikah#
63
#I love you#
64
#Alexander marah besar#
65
#Sulit untuk terima#
66
#Alexander mabuk#
67
#Gagal menikah#
68
#Tangis Alice#
69
#Alexander tiba
70
#Andreas#
71
#Karena mu#
72
#Berita duka#
73
#Tangis Mila#
74
#Tangis pilu Alexander#
75
#Aku rindu#
76
#Rapuh#
77
#Sudah lupa#
78
#Pernikahan Astrid#
79
#Duapuluh tahun kemudian#
80
#Pulang kampung#
81
#Pernikahan Agam#
82
#Yakin#
83
#Kembali#
84
#Agam cinta#
85
#Tapi kenapa? kamu tidak #
86
#Dusta#
87
#Terlalu pahit#
88
#Agam nyaman#
89
#Pamit pulang#
90
#Bertemu dengan restu#
91
#Kaya orang ngidam#
92
#Persiapan#
93
"Kecemburuan Agam"
94
#Amarah#
95
#egois#
96
#Hilang semua janji#
97
#Bertemu#
98
#Madu#
99
#Kembali ke Bandung#
100
#Pindah#
101
#Kehilangan#
102
#Leonel Davidson#
103
#Leon sakit#
104
#Pulang untuk sementara#
105
#Pulanglah#
106
#Twins#
107
#Buncit#
108
#Dalang di balik teror#
109
#Pembalasan dimulai#
110
#Masa pemulihan#
111
#Twins lahir#
112
#Mulai beraktifitas#
113
#Pulang karena rindu#
114
#Sahabat selamanya#
115
#Hampir bunuh diri#
116
#Sadar akan kesalahan#
117
#Ingin merebut#
118
#Pernikahan#
119
#Dilema#
120
#Diawasi#
121
#Mario yang gagah#
122
#Cinta Agatha#
123
#Kemarahan Mario#
124
#Berpikir#
125
#Belum bisa#
126
#Alexa#
127
#Kabar duka#
128
#Cinta terlarang#
129
#Rumah untuk Amara#
130
#Kelahiran baby M#
131
#Sibuk#
132
#Haus kasih sayang#
133
#Bicara#
134
#Dia kembali#
135
#Untuk ku#
136
#Menikkah tanpa restu#
137
#Belajar dari kesalahan#
138
#Tida kembali#
139
#Kasih sayang#
140
#Akhir dari cerita#
141
#Rujuk#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!