Andra, hanya bisa mengepalkan tangannya saat melihat mobil yang kini di tumpangi keduanya telah menjauh dalam hitungan detik Dheandra, benar-benar tidak menghiraukan dia tadi.
sementara Dheandra, berusaha menjauh dari luka, dirinya tidak ingin terjebak dalam kebodohan karena mencintai pria yang jelas-jelas tidak bisa setia, menurut nya.
"Dhea, Lo beneran tidur wah tega Lo ya"ujar Refi.
"Berisik ahhh...gue ngantuk"ujar Dheandra.
"Oke-oke.... gue gak ganggu, tapi kalau ada apa-apa Lo gue gak mau tanggung jawab"ucap Refi.
"Berisik... nggak akan terjadi apa-apa gue jamin gue dah sering bolak-balik sendiri buat bayar tol ambil di dashboard, jadi Lo gak usah ganggu gue, gue udah kasih tanda dimana Lo harus berhenti nanti lihat monitor itu" ucap Dheandra yang menunjuk ke arah dashboard.
"iya gue tau"jawab nya,lalu kembali fokus ke jalan raya.
sepanjang perjalanan, hingga sampai di sebuah rumah yang begitu besar Refi, merasa sangat takjub dengan mobil sport yang kini ia bawa, ditambah lagi dia begitu terkejut melihat rumah milik Dheandra, saat ini, Refi juga bukan orang miskin tapi melihat rumah megah itu, membuat hati nya terkagum-kagum dengan interior nya rumah bergaya Eropa dengan cat berwarna putih hampir di keseluruhan saat ini terpanggang nyata setelah ia melewati gerbang rumah yang menjulang tinggi.
"Wah-wah ini sih rumah sultan"ucap Refi.
"Sultan apa, biasa aja kali fi"ucap Dheandra.
"Gue, masih gak nyangka Dhe, Lo lama menghilang tau-tau udah punya semua ini"ucap Refi.
"Ini punya almarhum orang tua gue, saat ini gue tempati ni rumah karena gue sayang sama mereka meski seumur hidup gue , tidak pernah kenal dengan mereka tapi rasanya mereka sangat dekat dengan gue"ucap Dheandra, dengan sedikit lelehan air mata, saat mendengar cerita tentang kedua orang tua nya yang meninggal dunia karena di bantai dengan sangat kejam oleh saingan bisnis nya, dan kejadian tersebut disaksikan oleh kakak nya langsung.
"Gue, gak tau apa yang terjadi, tapi percayalah Lo masih punya kita dalam hidup Lo"ucap Refi.
"Gue,tau fi...... Oya besok mau gak temenin gue ke Bogor, gue yang akan minta izin sama Boston"ujar Dheandra.
"Tentu saja, Dhe, gue bersedia apa lagi gue bisa terus menguji coba mobil Lo ini"jawab nya.
mereka pun masuk kedalam rumah disambut oleh beberapa orang pelayan yang kini membawa kan tas milik Dheandra, Refi semakin kagum dengan keadaan Dhea saat ini.
"Fi Lo tidur di kamar atas, kamarnya bersebelahan dengan kamar gue,Lo liat dulu sana sambil langsung istirahat gue mau keruang baca dulu ada yang harus gue kerjakan"ucap Dheandra.
"Entar aja deh, gue boleh ikut ke ruang baca sama Lo ??..."ucap Refi.
"Boleh tapi apa Lo, gak lelah sedari tadi Lo, belum istirahat"ucap Dheandra.
"Gue, belum ngantuk mungkin karena gue kelewat bahagia Lo, sudah kembali lagi"ucap Refi.
"Makasih, Fi Lo memang saudara gue yang paling baik, gue merasa bahagia saat ini"ucap Dheandra.
mereka mengobrol sambil berjalan menuju ruang baca, sesampainya di sana Refi, geleng-geleng kepala,itu tidak seperti perpustakaan melainkan kantor mini yang menyatu dengan rumah bahkan di sana ada ruang meeting, tepat di sebelah ruang baca.
"Wow.... Dhea,ini gila Lo, benar-benar sultan"ucap Refi.
"Lo berlebihan Fi, bahkan Lo, punya segalanya lebih dari ini"ucap Dheandra,memuji sahabat nya itu yang seorang pewaris tahta kerajaan bisnis, dia memilih, untuk menjadi montir di sebuah bengkel yang dimiliki oleh suami sepupunya itu, sedang perusahaan yang harus nya dia urus malah di biarkan di urus oleh kakak ipar nya, dan dia lebih suka hidup sederhana seperti selama ini.
"Itu milik Daddy gue"ucap Refi.
"Tapi kan Lo, yang seharusnya mewarisi semua itu"ucap Dheandra.
"Gue, bukan anak Daddy, satu-satunya masih ada kakak gue"jawab Refi.
"Tapi kan dia perempuan, yang lebih besar tanggung jawab itu laki-laki"ucap Dheandra lagi sambil duduk di kursi kebesaran nya, sementara Refi, duduk di sofa depan meja yang kini ditempati oleh Dheandra.
"Gue, akan ambil alih, setelah gue bosan dengan kehidupan gue yang sekarang,gue lebih suka hidup sederhana dengan ayah dan bunda gue, ketimbang bersama mereka yang hanya sibuk dengan urusan dunia"ujarnya sambil tersenyum dipaksakan.
Refi, adalah putra bungsu dari Reyhan Wijaya, seorang pengusaha sukses di kota tersebut, tapi Refi, lebih memilih hidup sederhana dengan mommy nya yang bercerai dengan Daddy nya tanpa diberi sepeser pun harta yang Reyhan Wijaya miliki, saat keinginan Reyhan di tentang oleh Ratih Wiguna mommy nya Refi, hingga perceraian itu terjadi, kakak Refi, yang sudah terbiasa hidup mewah dia tidak ingin hidup susah jika ia ikut dengan mommy nya yang kini dipanggil Bunda, sementara Refi, lebih sayang Bunda nya ketimbang harta, itulah kenapa sampai saat ini dia lebih memilih Bunda nya dan hidup sederhana dengan ayah sambung nya, yang saat itu membawa keponakan nya, Sindy, yang baru ditinggal oleh oleh kedua orang tua nya menghadap ilahi.
sementara Reyhan, hidup dengan wanita pilihan nya, seorang wanita seumuran dengan kakak nya itu, hingga saat ini, kehidupan mereka sangat harmonis, karena ditunjang oleh harta yang seharusnya menjadi milik Refi.
tapi, beruntung nya, Reyhan tidak memiliki anak dari wanita itu, mungkin karena usia nya yang sudah tua, karena dulu saat menikah dengan Ratih Reyhan adalah seorang pria dewasa berusia empat puluh tahun, sementara Ratih berusia dua puluh tahun, mereka dikaruniai anak,yaitu Refa Wijaya, Kakak Refi, dan Refi, sebagai bungsu laki-laki yang kini tinggal bersama dengan Ratih.
Reyhan, memutuskan untuk menikah lagi, karena saat itu tuan Wiguna jatuh miskin, hingga perusahaan itu terancam bangkrut , Reyhan langsung mengakuisisi perusahaan Tersebut, dan demi memperkuat bisnisnya, saat itu dia menikah dengan putri rekan bisnis nya, hingga saat ini perusahaan itu semakin besar Reyhan, memberikan kuasa pada menantu nya yang tak lain adalah suami dari Refa, sebelum Refi siap untuk mengambil alih nya.
Refi, sendiri saat ini mengambil jurusan bisnis manajemen, dan sudah hampir lulus S2, hanya saja dia masih enggan untuk mengambil alih perusahaan tersebut.
"Dhea,gue ha"ucapan Refi, terhenti saat seorang pelayan datang mengantar apa yang sedang Refi, butuhkan saat ini.
"Wah ini gila Lo cenayang ya,ko tau apa yang gue mau"ujar Refi, sambil cengengesan.
"Lo, butuh apa, tinggal minta atau ambil sendiri anggap ini rumah Lo, karena Lo, adalah saudara gue juga selain kakak gue Abang Randy, dia pasti baru kembali dari perusahaan saat ini"ucap Dheandra.
🌹💖💖💖🌹
setelah hampir dua jam Dheandra, bekerja di ruangan tersebut, akhirnya ia selesai juga dan membangunkan Refi, yang kini tertidur pulas di sofa, dia tidak tega jika Refi, nanti kedinginan, karena tidak ada selimut di ruangan itu meski sofa itu begitu empuk dan lebar sangat nyaman untuk merebahkan tubuh ketika sedang membaca buku.
"Fi, bangun ini sudah hampir subuh sebaiknya Lo pindah ke kamar Lo,ayo ikut gue"ucap Dheandra.
"heumm... Lo udah selesai gue sampai ketiduran gara-gara sofa ini terlalu nyaman"ucap Refi.
"Udah deh jangan pura-pura jadi orang susah Lo punya lebih dari segalanya"ucap Dheandra, yang kini menarik pergelangan tangan Refi, berjalan menuju keluar ruangan dengan tujuan lantai dua, mereka berdua meniti anak tangga hingga sampai lantai dua, Dheandra, membuka kamar yang tertata rapi dengan nuansa pria,itu adalah kamar milik kakak nya, saat dia masih SD, tapi dekorasi nya seperti pria dewasa, sengaja kedua orang tua nya memilih dekorasi tersebut.
"Ini, pasti kamar kak Randy"ujar Refi.
"Benar"jawab Dheandra.
"Istirahat lah masih ada waktu beberapa jam lagi, sebelum pergi ke kantor,di sana ada baju ganti untuk mu, aku sengaja menyiapkan itu jika sewaktu-waktu kakak kembali kemari"ucap Dheandra.
"Selamat malam Dhea, semoga mimpi indah"ujar Refi, sambil tersenyum, seolah-olah seorang kekasih.
"Ih...jijik gue"ucap Dheandra, sambil pergi dari hadapan Refi, sementara Refi, tertawa terbahak-bahak, melihat mentertawakan Dheandra yang terlihat geli dia sendiri juga merasakan hal yang sama lalu berjalan dan berbaring tanpa membersihkan tubuh terlebih dahulu.
sementara Dheandra, sedari tadi ia masih berendam di dalam bathtub, bayangan tentang pria, yang sudah membuat nya patah hati kini terus melintas di pikiran nya, Dheandra, bahkan sempat menenggelamkan kepalanya di dalam bathtub, beberapa detik, berharap setelah bangkit dia akan lupa dengan semua itu, tapi nyatanya hingga dia selesai mandi dan memakai pakaian juga berbaring di ranjang saat ini dia tidak bisa membuang pikiran nya tentang pria itu.
keesokan paginya, tepat pukul delapan, Dheandra,baru membuka mata begitu juga dengan Refi, yang kini tidur dengan nyenyak di atas ranjang nya, mereka berdua langsung bangkit bersama meski beda ruangan, tapi mereka seperti kembar identik, saat ini.
Dheandra langsung bergegas menuju kamar mandi begitu pun dengan Refi, mereka berdua terburu-buru karena merasa sudah terlambat untuk pergi ke kantor dan Refi, yang mengira Dheandra, sudah meninggalkan nya karena terlambat bangun tidur saat ini dia bergerak cepat membersihkan tubuh nya hingga hanya menghabiskan waktu sepuluh menit sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
Dheandra, sendiri masih berada di dalam kamar mandi saat ini.
Refi, turun menuju lantai bawah dia berjalan menuruni anak tangga, secara terburu-buru menuju meja makan karena perutnya sudah sangat lapar.
"Mbok... Nona Dheandra sudah berangkat belum??..."tanya nya.
"Belum tuan, sepertinya nona masuk siang"ucap mbok Ijah.
"Baiklah, terimakasih"ucap Refi, yang langsung mengambil piring yang ada di hadapannya mengisi nya dengan nasi putih dan beberapa lauk yang tersedia di meja.
meski Dheandra, belum lama ini tinggal di Jerman, tapi dia tidak pernah lupa dengan makanan khas Indonesia, seperti sarapan pagi nya di meja saat ini dia lebih suka makan nasi ketimbang sarapan pagi dengan roti dan susu, gadis itu sudah terbiasa dengan itu semua.
sementara Refi,asik menikmati sarapan Dheandra, tengah berjalan sambil menerima panggilan dari pihak kantor, yang meminta nya agar segera datang saat ini juga karena ada sedikit masalah di sana.
Dheandra, yang terburu-buru, masih tetap ingin sarapan meski hanya sedikit, dia juga butuh tenaga untuk menghadapi masalah yang akan dia hadapi.
"Dhea, kamu buru-buru amat ada apa??..awas tersedak"ucap Refi.
"Gue, harus buru-buru ke kantor, saat ini, karena ada masalah di kantor, jadi buru..uhekk uhekk..."Dheandra, tersedak makanan nya, Refi langsung memberikan air milik nya dan Dheandra langsung meminumnya hingga habis, dia tidak tau bahwa air itu bekas di minum oleh Refi.
"Apa gue bilang pelan-pelan jadi Lo habisin air bekas gue deh"ujar Refi, tanpa dosa.
"Sialan Lo,pantas saja Air yang gue minum rasanya aneh, gila Lu ya"ujar Dheandra, tapi gadis itu tidak benar-benar marah karena ini bukan pertama kalinya mereka minum satu gelas berdua,dulu setiap kali lembur atau nongkrong bareng, mereka selalu berbagi minum di botol yang sama dan Dhea, juga Refi, tidak pernah merasa jijik meskipun kata orang secara tidak langsung mereka sudah berciuman, tapi tidak ada kamus itu di antara mereka berdua, sahabat sejati tidak akan goyah dengan hal kecil seperti itu.
"sorry,gue hanya takut Lo kenapa-napa"ujar Refi.
"Ya sudah ayo kita pergi, sudah hampir terlambat"ucap Dheandra, dan Refi pun langsung berjalan di samping Dheandra.
Dheandra langsung membawa mobil barunya yang satu lagi, dia ingin lebih praktis untuk pergi dalam keadaan terburu-buru seperti saat ini, Refi, yang masih bengong melihat desain mobil tersebut dia mematung sambil membulat kan mata nya.
"Ayo buruan udah telat nih"ucap Dheandra.
"Iya"ucap Refi, langsung masuk ke dalam mobil yang kini di Kendari oleh Dheandra, dia berdecak kagum dengan isi didalam mobil tersebut.
hanya butuh waktu tiga puluh lima menit, mereka sudah sampai di sebuah gedung pencakar langit, yang baru mereka tempati Dheandra, langsung di sambut oleh para karyawan kantor meski dia hanya seorang manager pemasaran di sana, tapi dia sangat dihormati di sana mereka tau Dheandra, adalah adik dari Randy,tak hanya itu Dheandra adalah wanita yang memiliki bakat tinggi diantara mereka semua, tidak hanya soal mesin tapi juga untuk urusan pekerjaan atau mengembangkan bisnis, sebenarnya dia dinobatkan sebagai perwakilan CEO, tapi dia lebih suka menjadi pegawai biasa, dan pemilik perusahaan tersebut tidak ingin memaksa Dheandra hingga saat ini Dheandra bahkan memiliki hak istimewa di perusahaan tersebut.
Refi, yang sedari tadi mengekor di belakang Dheandra, merasa tersanjung bisa mendampingi wanita tangguh dan seorang pekerja keras, seperti Dheandra saat ini.
Dheandra, langsung masuk dia ditunggu oleh para investor yang kini sudah menempati tempat duduk nya masing-masing, Dheandra duduk berdampingan dengan Refi, yang kini menggunakan baju santai, sempat orang-orang memandang aneh pada Refi, tapi saat Dheandra, merangkul bahu Refi, mereka semua memberi hormat kepada mereka berdua.
"Duduk lah dengan tenang"ucap Dheandra lirih.
mereka pun mulai dengan pembahasan yang menjadi kendala saat ini, semua diberikan kesempatan untuk berbicara bergantian hingga terjadi perdebatan hebat, dan saat itu Dheandra, langsung angkat bicara, dan seketika itu mereka langsung terdiam begitu saja.
Dheandra menyelesaikan beberapa kendala yang menjadi perdebatan dalam rapat kali ini, setelah diputuskan bahwa semua mengikuti peraturan yang sama-sama menguntungkan seperti solusi yang Dheandra berikan rapat pun berakhir dengan baik, Refi, sampai bengong, saat ini melihat, seorang Dheandra, yang dulu hanya bisa memperbaiki mobil dan tak jarang penampilan nya yang lusuh akibat noda oli mesin bercampur keringat meski tidak menghilangkan kecantikan nya, tapi saat ini dia tampil lebih memukau di hadapan banyak orang dengan skill yang dia miliki meski yang duduk di sana semua adalah para petinggi perusahaan.
setelah mereka bubar kini,di kantor Dheandra, tengah berhadapan dengan direktur cabang perusahaan tersebut, masih ditemani oleh Refi, yang masih terbengong saat melihat kinerja Dheandra.
"Nona, tuan besar menginginkan anda untuk kembali ke Jerman karena saat ini tuan besar sedang berada di Jepang untuk menghadiri rapat penting untuk satu bulan kedelapan anda diminta untuk menggantikan nya untuk sementara waktu sampai dia kembali"ujar pria paruh baya tersebut.
"Aku tidak berminat, bilang saja lebih baik kakak ku yang gantikan aku sedang sibuk di sini, lagian sebetar lagi kita akan mengeluarkan produk terbaik kita, hanya beberapa hari lagi aku tidak ingin kehilangan momen terbaik saat itu"ucap Dheandra.
"Baiklah Nona, nanti akan saya sampaikan"ucap nya.
mereka berdua pun berlalu dari ruang meeting tersebut dan pergi menuju ruangan Dheandra, Refi, belum berbicara sedikit pun sedari tadi ia hanya mengekor di belakang Dheandra, pria itu seperti sedang mengalami syok berat karena kejutan yang diberikan oleh Dheandra saat ini.
setelah kembali dari kantor, Dheandra, yang masih mengenakan stelan kerja nya, dia langsung bergegas menuju meja makan, karena saat ini perutnya begitu keroncongan.
Dheandra langsung mengambil makanan yang ada di meja tersebut karena sebelum ia sampai di rumah dia sudah mengirim pesan agar mereka menyiapkan makan malam nya.
setelah selesai makan Dheandra dan Refi, sudah bersiap untuk kembali ke Bogor, Refi sudah memasukkan beberapa barang milik Dheandra termasuk hadiah khusus untuk semua kerabat nya, Refi, mengambil alih mobil nya saat ini dia masih tetap bungkam sedari tadi.
hingga sampai di tempat Toni, Dheandra langsung turun di ikuti oleh Refi.
"Boston,gue pinjem Refi bentar ya cuma dua hari kita mau liburan di Bogor"ucap Dheandra, yang kini menghampiri Toni, yang sedang mengecek laporan yang masuk.
"Terserah kamu saja mau di culik juga aku tidak perduli dengan nya, anak bandel itu harus di kasih pelajaran"ucap Toni.
"Wah, sepertinya sedang ada masalah nih"ucap Dheandra kepo.
"Bilang sama dia, jangan suka PHP dengan anak gadis orang,kalau belum bisa menghadapi bapak nya, akhirnya aku juga yang harus turun tangan"ujar Toni kesal.
"Siapa yang PHP, mereka nya saja yang ke gatelan "ucap Refi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments