Setelah selesai mandi Andra langsung pergi menuju kamar putra nya yang kini tengah bersiap untuk pergi sementara Dheandra tengah sibuk menyiapkan keperluan nya dia terpaksa mengikuti keinginan Andra untuk pergi menuju ke villa di Bogor.
"Sayang sudah siap kan"ucap Andra.
"Sudah beres Daddy"ucap Gerald.
📱"Halo... iya Georgio, aku sudah berusaha menyelesaikan nya cuma ada sedikit gangguan .. Ok iya...ok hari ini aku selesai kan Ok"ucap Dheandra sambil turun membawa tas kerja nya.
"Ada apa Yannk..."ucap Andra.
"Aku harus segera pergi ke kantor kamu bisa pergi sendiri besok aku nyusul aku mungkin lembur malam ini"ucap Dheandra yang langsung mendapat tatapan mata tajam dari Andra.
"Dhea...mau sampai kapan?..."ucap Andra.
"Sudah aku tidak ingin berdebat lagi"ucap Dheandra.
"Aku tidak ingin tau saat ini juga kita pergi berlibur ke rumah kita"ucap Andra yang langsung menarik lengan Dheandra menarik nya keluar rumah bahkan Dhea meringis kesakitan.
"Abang, sakit tau bisa tidak lembut sedikit ahhhhhh sebel aku juga harus membawa koper kami dulu, kenapa??... tidak besok saja kamu itu nggak sabaran banget sih"ucap Dheandra marah.
"Makanya kalau dikasih tau itu nurut jadi aku nggak harus melakukan itu"ujar Andra.
"Iya tapi aku punya pekerjaan tidak seperti dia yang hanya bisa menghabiskan uang suami aku dan dia jelas beda, karena aku tidak punya siapa-siapa jadi harus bisa bekerja keras untuk menghidupi putra ku"ucap Dheandra.
"Siapa dia,ayo katakan yang jelas"ucap Andra seakan memancing emosi Dheandra.
"Dia istri mu tercinta"ucap Dheandra.
"Hanya Amanda Alexandria, istri tercinta ku di dunia ini"ucap Andra.
"Amanda Alexandria bukan lah, istri mu "ucap Dheandra tegas.
"Lalu Dheandra Almira"ucap Andra.
"Dia juga bukan istri mu, jika kamu lupa itu"ucap Dheandra.
"Lalu kenapa??..... Gerald lahir jika aku bukan suami mereka berdua"ucap Andra.
"Mana aku tau"ucap Dheandra gelagapan.
"Amanda Alexandria atau Dheandra Almira, kedua nya adalah istri tercinta ku dan kami sudah memiliki anak bernama Gerald Wijaya"ucap Andra.
"Apa?... dia Gerald Alexander"ucap Dheandra.
"Tapi Wijaya, adalah marga nya.
"Marga Gerald hanya Wijaya atau tidak keduanya"ucap Andra kesal.
"Mana bisa"ucap Dheandra lebih kesal.
"Ok...ok... Gerald Alexander Wijaya"itu nama putra kita sejak detik ini"ucap Andra tegas.
sementara Gerald langsung bergegas masuk mobil disusul Dheandra yang kini dituntun oleh Andra dengan paksa, Dheandra hanya bisa pasrah sementara koper miliknya di bawa oleh pelayan nya.
setelah semua masuk kedalam mobil dan sudah memasang safety belt akhirnya mereka pun pergi dengan mobil Andra saat ini.
"Honey ini ambil semua kartu itu milikmu dan PIN nya adalah hari ulang tahun mu dan sebagian lagi ulang tahun putra kita"ucap Andra memberikan dompet nya.
"Aku tidak butuh, aku sudah memiliki semua nya itu milik istri mu"ucap Dheandra.
"Yannk..!!"pekik Andra kesal.
Tiba tiba Gerald, langsung menangis saat mendengar sang Daddy berteriak marah, Gerald, memang tidak pernah melihat orang berkata dengan nada tinggi sebab itu ia menangis.
"Abang... bisa tidak bicara pelan-pelan kenapa?.. harus berteriak"ucap Dheandra.
"Siapa yang mulai duluan"ucap Andra.
"Cup....cup sayang mommy minta maaf Ok, mommy dan Daddy baik-baik saja ko... Daddy hanya bercanda"ucap Dheandra yang kini membuat Andra menghangat karena Dheandra mengakui dirinya sebagai ayah dari anak nya seperti fakta nya selama ini.
setelah Gerald, diam dan kembali tersenyum karena Andra, mencium Dheandra sekilas, akhirnya anak itu yakin.
Gerald, mulai kembali anteng dengan mainan super car nya saat ini, Dheandra pun sesekali melihat Andra yang tengah fokus menyetir.
"Dhea, sayang Minggu ini kita akan segera menikah tempat nya di rumah kita"ujar Andra.
"Aku tidak akan menikah dengan suami orang"ucap Dheandra pelan tapi penuh penekanan.
"Aku, akan pastikan semua itu terjadi"ucap Andra.
"Kalau kamu bisa"ucap Dheandra.
Andra langsung mengeratkan genggaman tangan nya di pergelangan tangan Dheandra.
dan Dheandra hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan sakit, karena tidak mungkin dia bisa berteriak pada Andra, sementara putra nya Gerald, berada di mobil yang sama, Dheandra hanya bisa menatap sendu ke arah Andra, yang berpura-pura tidak melihat Dheandra kesakitan.
entah apa yang terjadi, Andra, sudah dua kali membuat Dheandra kesakitan, laki-laki itu, seperti sedang meluapkan emosi nya atas kekecewaan nya terhadap perkataan Dheandra.
"Abang kenapa??.. tidak kamu bunuh saja diriku ini, aku tidak sanggup jika harus menikah dengan pria kasar seperti mu"ucap Dheandra.
"Aku ingin menjadikan mu, tempat ku mencurahkan segala kemarahan ku, dan kau harus sudah siap"ucap Andra, terdengar gila.
"Aku lebih baik mati, ketimbang harus hidup dengan pria egois seperti dirimu"ucap Dheandra penuh penekanan.
Dheandra berhasil melepaskan genggaman tangan nya, karena Andra, tengah memberikan mainan Gerald, dengan satu tangan nya sementara satu lagi masih tetap memegang kemudi.
pria itu seolah tak perduli dengan apa yang dirasakan oleh Dheandra saat ini hingga setengah perjalanan , Andra langsung menghentikan mobilnya di sebuah parkiran area restaurant saat ini memang sudah masuk jam makan siang.
Andra, langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Dheandra.
"Ayo keluar"ucap Andra.
"Abang aku tidak lapar, Abang saja yang makan"Ucap Dheandra.
"Aku tidak minta pendapat mu"Ucap Andra.
"Dasar egois"ucap Dheandra.
"Bukan nya itu dirimu"ucap Andra.
Andra langsung menggenggam tangan Dheandra dan langsung menarik nya keluar sedikit kasar, tanpa rasa bersalah.
dan pada akhirnya Dheandra pun terpaksa harus ikut masuk kedalam restaurant tersebut, setelah itu Andra menelpon seseorang untuk membawa Gerald, yang kini masih berada di dalam mobil.
saat mereka tengah duduk menunggu pelayanan membawa makanan, tiba-tiba saja seorang wanita datang menyiram Dheandra dengan segelas jus, saat itu juga.
Wus...
"Jadi ini wanita sialan yang sudah merusak rumah tangga kita!!""teriak nya lantang Andra, langsung membelalakkan matanya begitu juga dengan Dheandra.
"Apa... yang kau lakukan wanita sialan, pergi dari sini,asal kau tahu kau lah wanita perusak rumah tangga kami, dia adalah istri ku dan kami sudah memiliki seorang putra, jadi kau lah wanita ****** yang telah merusak rumah tangga orang lain"ucap Andra tegas sambil mendorong Sopi, saat itu juga.
Dheandra yang kini masih syok dengan semua yang terjadi diantara mereka hanya bisa menatap keduanya pakaian nya basah kuyup beruntung jus buah tersebut tidak mengenai rambut nya meski dirinya tetap merasa sangat malu.
tiba-tiba orang-orang berbaju hitam, datang menghampiri Dheandra,salah satunya memberikan sebuah handuk kecil yang kini digunakan oleh Dheandra untuk menyeka cairan kental yang lengket itu.
sementara yang lain nya, mencekal Sopi, hendak memberi pelajaran, Andra sendiri tidak tahu dari mana datangnya para bodyguard itu, karena Andra, sedari tadi tidak melihat ada mobil lainnya yang mengikuti mereka.
saat, seorang bodyguard ingin mencekik leher Sopi, Dheandra langsung menghentikan nya.
"Tidak perlu membalas wanita itu, lebih baik aku pulang saat ini kalian bawa barang-barang milik kami berdua kedalam mobil kalian"ucap Dheandra.
"Yannk... kamu tidak bisa melakukan ini"ucap Andra yang kini tidak bisa mendekat ke arah Dheandra.
"Kalian yang punya masalah,maka sebaiknya kamu selesaikan, jangan bawa-bawa aku jika memang kalian tidak bahagia kenapa??... harus mengkambing hitamkan orang lain.
🌹💖💖💖🌹
Dheandra, pun pergi bersama dengan orang-orang nya, dan dia langsung pergi menuju hotel di puncak, Dheandra akan berlibur bersama Gerald.
sementara itu di kediaman Andra, Sopi, tengah menikmati beberapa hukuman dari pria yang sangat menakutkan jika sedang marah, Andra mengikat tubuh Sopi di baringkan nya dimeja saat itu juga.
Andra kini memegang sebuah cambuk yang terlihat sangat mengerikan jika cambuk itu mengenai kulit, Andra, benar-benar menjadi pria yang berbeda saat ini dia seperti seseorang yang memiliki dua kepribadian.
"Andra sayang mohon lepaskan aku, jangan lakukan itu, aku mohon aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu"ucap Sopi.
"Heeuh... cinta,.... cinta macam apa??..."ucap Andra.
"Apa..? tidur dengan banyak pria bisa kamu sebut cinta"ucap Andra.
"Aku minta maaf Andra, aku melakukan itu karena aku ingin segera hamil dan kamu bisa mencintai aku seperti kau mencintai nya selama ini"ucap Sopi.
"Apa... dengan mengandung kamu pikir bisa membuat ku jatuh cinta,lalu apa yang kau dapatkan heuhhhhh... apa??... yang kamu dapatkan dan dimana anak itu saat ini aku tidak bisa kau bohongi Sopi saat itu kau tidak keguguran "ucap Andra .
Andra menemukan sebuah fakta, saat Sopi menikah dengan Andra, saat itu kandungan Sopi bukan berusia lima bulan melainkan tujuh bulan.
dan saat Andra berada di luar negeri, dia mengabarkan bahwa dirinya keguguran saat itu padahal dia melahirkan seorang bayi perempuan yang sama sekali tidak mirip Andra ataupun dirinya melainkan adalah anak pria lain.
akhirnya Sopi membuang bayi tersebut di depan panti asuhan yang berada di luar kota, dan kini putri nya itu diadopsi oleh sahabat Andra, yang bernama Safiq.
Andra sangat marah pada Sopi bukan karena penghianatan yang telah dia lakukan tapi dia marah karena Sopi, bisa berbuat kejam pada darah daging nya sendiri, padahal Andra, sudah mau menerima keadaan Sopi yang saat itu tengah mengaku mengandung anak nya, meski sedari awal Andra tau bahwa Sopi hamil karena pria lain yang tak lain adalah mantan kekasih nya dulu.
Andra, hanya iba jika kelak bayi itu lahir tidak memiliki ayah, meski dia sangat terpaksa menikah dengan Sopi yang sangat ia benci.
bahkan dia harus rela mengesampingkan rasa cinta nya terhadap Dheandra saat itu.
sementara Andra, tengah memberi pelajaran pada Sopi, Dheandra tengah menikmati waktu nya berada di puncak di villa yang ia sewa untuk beberapa hari kedepan bersama dengan Gerald, yang kini tengah asik bermain paralayang dengan orang kepercayaan nya.
bocah kecil itu tak mengenal takut untuk urusan yang menantang adrenalin, entah lah bahkan dia terlihat tertawa lepas saat berada di udara tentunya dengan tingkat keamanan yang tinggi.
Dheandra sendiri tengah duduk sambil memangku laptop nya, dia mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda saat ini, sambil duduk di kursi depan meja bundar yang tampak sangat nyaman itu.
Dheandra sesekali menyeruput minuman yang bisa menghangatkan tubuh nya di cuaca yang cukup dingin tersebut, karena saat ini pakaian yang ia kenakan juga sedikit terbuka Dheandra, sengaja tidak mengenakan sweater menurut nya cuacanya masih aman untuk dinikmati.
hingga anak nya selesai bermain paralayang Dheandra pun mengakhiri pekerjaan nya, dia langsung menggendong putra nya itu untuk masuk ke dalam villa, dia tidak ingin putra nya sakit.
sesampainya di dalam kamar Dheandra langsung memandikan putra nya itu dengan air hangat bahkan tidak dibiarkan terlalu lama beranda di dalam kamar mandi, seperti kebiasaan yang selalu Gerald lakukan saat mandi dia senang berendam sambil main air dan mainan nya saat ia mandi.
Dheandra sendiri langsung mandi dan menggunakan piyama tidur yang sama corak nya dengan putra nya itu.
lalu setelah selesai ia turun untuk makan malam berdua saja karena para bodyguard nya sudah makan terlebih dahulu, Dheandra sengaja membiarkan Gerald, makan sendiri saat ini karena bocah itu sudah pandai untuk melakukan itu.
mereka makan sambil mengobrol , sesekali bocah laki-laki itu akan menanyakan dimana Daddy nya saat ini, karena Andra tidak kunjung datang kesana.
"Mom... Daddy mana ko nggak datang juga"ucap anak itu.
"Mommy... tidak tau sayang mungkin sedang sibuk bekerja"ucap Dheandra .
"Benarkah... bukan nya tadi Daddy bilang bahwa dia akan liburan bersama kita"ucap Gerald, yang tidak mudah percaya begitu saja, bocah itu terlalu pintar untuk dibohongi.
"Mommy benar-benar tidak tahu sayang kenapa??.. tidak coba telpon saja Gerald kan punya nomor Daddy"ucap Dheandra yang menyarankan putra nya untuk menghubungi ayah nya sendiri, tanpa bantuan nya.
"Baiklah mommy, aku akan mengambil handphone ku dulu, ujar bocah pintar itu yang langsung pergi menuju tangga.
"Hati-hati sayang"Ucap Dheandra sambil memberikan kode agar salah satu dari mereka mengikuti putra nya naik keatas.
tidak lama Gerald pun kembali bersama dengan bodyguard yang selalu mengawal nya kemana pun Gerald pergi, pria yang masih berusia dua puluh lima tahun itu memiliki kemampuan beladiri yang cukup baik dia bernama Okan.
Dheandra sengaja mencari orang yang sedikit lebih muda dari nya agar dia tidak merasa kaku saat memberikan perintah.
📱"Halo Daddy, Daddy ko tidak kesini katanya mau kesini aku sudah menunggu sedari tadi tapi tidak kunjung datang Daddy bohong sama Gerald"ucap Gerald, sambil menahan tangisnya, saat telpon nya baru Andra angkat.
📱"Sayang Daddy tadi ada sedikit pekerjaan makanya belum bisa datang sekarang juga Daddy nyusul kasih tau alamat nya Ok"ucap Andra di sebrang telpon.
📱"Iya aku minta mommy atau uncle Okan mengirimkan alamat nya"Ucap Gerald.
Tepat saat pukul sembilan malam saat Dheandra dan Gerald, tengah tertidur pulas Andra datang dia langsung masuk kedalam kamar setelah masuk beberapa menit yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments