Setelah sampai di apartemen, Tia merasa tubuhnya sangat lelah. Ia hanya ingin tidur dan bermalas - malasan. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaian, setelah itu ia naik ke tempat tidur hingga akhirnya tertidur lelap.
Tidak berapa lama setelah Tia tertidur, Reyhan pulang dari bekerja. Ia masuk ke dalam kamar dan melihat Tia sedang tidur.
Tumben sekali Tia tidur sore – sore, apa ia sakit? Batin Reyhan.
Reyhan pun mendekat dan mencium kening Tia. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Reyhan berbaring di samping Tia dan memeluknya. Tia segera membuka matanya ketika merasa ada seseorang yang sedang memeluknya.
"Pak Rey sudah pulang, apa sudah dari tadi?" tanya Tia dengan mata sayu.
"Baru saja, apa kamu sakit?" tanya Reyhan dengan khawatir.
"Tidak Pak, hanya saja rasanya lelah sekali setelah seharian berjalan - jalan sama Salsa. Saya ingin berbaring dan tidur," balas Tia lalu memeluk guling.
"Istirahatlah, aku akan membuatkan susu untukmu," ujar Reyhan sambil mengusap rambut Tia, lalu bangun dan pergi keluar kamar.
Akhir - akhir ini Reyhan selalu membuatkan susu untuk Tia. Ia berjaga - jaga apabila Tia hamil agar anak yang dikandungnya mendapatkan nutrisi yang baik. Semua ini tentu tidak disadari oleh Tia. Karena Tia berpikir susu baik untuk kesehatan.
Setelah keluar dari kamar, Reyhan melihat kalender yang ada di ruang tengah. Ia baru menyadari seharusnya Tia datang bulan lagi dua minggu yang lalu, tapi sampai hari ini ia belum menstruasi juga.
"Apa Tia hamil?" gumam Reyhan. Ia pun tersenyum dan berharap keinginannya menjadi kenyataan. Setelah itu ia bergegas pergi ke dapur untuk membuat susu.
Setelah membuat susu, Reyhan kembali ke dalam kamar untuk memberikan susu buatannya pada Tia.
"Tia, apa kamu sudah datang bulan?" tanya Reyhan setelah memberikan susu pada Tia.
"Kenapa, Pak Rey sedang ingin itu? Maaf sekali Pak, saya merasa sangat lelah dan ... ingin tidur saja," balas Tia berpikir Reyhan sedang ingin bercinta.
"Tidak, aku hanya bertanya saja," jawab Reyhan lalu tersenyum.
"Oh, belum Pak, saya tidur dulu ya Pak, terima kasih susunya," ucap Tia tersenyum sambil memberikan gelasnya pada Reyhan. Setelah itu ia berbaring serta menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Reyhan pun tersenyum misterius.
***
Pagi - pagi Tia bangun karena merasa mual di perutnya. Ia pun segera berlari ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya. Setelah muntah, ia kembali berbaring ke tempat tidur.
Apa aku sakit ya? Perasaan kemarin baik - baik saja. Enggak makan makanan yang aneh - aneh juga. Batin Tia.
Reyhan bangun seperti biasanya. Biasanya ketika ia bangun, Tia sudah memasak di dapur, tapi kali ini ia melihat Tia masih berbaring di sampingnya. Reyhan menatap wajah Tia yang terlihat pucat dan kurang sehat. Ia menyentuh kening Tia, tapi tidak demam. Tia yang merasa keningnya disentuh segera membuka matanya.
"Pak Rey maaf, hari ini saya tidak memasak. Saya merasa tidak enak badan. Perut saya mual sekali. Tadi saya sudah muntah – muntah," ujar Tia pada Reyhan sambil mengerutkan keningnya menahan mual di perutnya.
"Tidak apa – apa, kamu istirahat saja. Biar aku yang memasak. Nanti kita ke rumah sakit ya?" ujar Reyhan seraya bangun dari tempat tidur.
"Enggak usah Pak, saya istirahat saja nanti juga sembuh," balas Tia menolak.
"Sudah jangan menolak Tia," ujar Reyhan.
"Memangnya Pak Rey enggak kerja?" tanya Tia.
"Kesehatanmu lebih penting sekarang," balas Reyhan sambil tersenyum.
Apalagi kalau ada anak kita yang kamu kandung. Batin Reyhan sambil tersenyum lembut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Roshalyndhaa Ajj Daahh
di novel ini Tia sepertinya dia suda melupakan Arka sejak dia menikah, karna tak sedikit pun dia mengingat Arka jika Arka tidak menghubungi Dy. tapi kenapa d novel Arka Dy susah melupakan cintanya dan belum bisa mencintai pak Tey
2024-10-17
0
Maya Ismayani
betul sekali
2023-12-28
0
Siti Rodiyah
suami d novel jauh dari kenyataan..
2022-12-17
1