Di Rumah Sakit Bunda
Tia terbaring lemah di ruang perawatan VIP dengan cairan infus terpasang di tangan kirinya. Sedangkan Reyhan duduk di sisi kanan tempat tidur, tertidur dengan memegangi tangan Tia. Setelah satu jam di rumah sakit akhirnya Tia siuman.
"Pak Rey," panggil Tia membangunkan Reyhan yang tertidur di sampingnya. Reyhan pun bangun dan menatap Tia.
"Tia, akhirnya kamu sadar juga. Bagaimana keadaanmu, apa ada yang sakit?" tanya Reyhan khawatir.
"Kepala saya masih pusing Pak," jawab Tia sambil memegangi kepalanya.
"Aku panggilkan dokter dulu, kamu tunggu sebentar ya," ucap Reyhan pada Tia. Tia pun menganggukkan kepalanya pelan.
Tidak berapa lama dokter datang dan memeriksa keadaan Tia. Setelah diperiksa dan dipastikan semua baik - baik saja, Tia merengek minta pulang. Dokter pun mengizinkan karena memang tidak ada hal yang serius hanya butuh istirahat saja.
Sesampainya di apartemen, Reyhan membantu Tia berbaring di tempat tidur. Saat Reyhan hendak pergi untuk mengambilkan makanan di dapur, Tia menarik tangan Reyhan.
"Pak Rey terima kasih," ucap Tia pada Reyhan.
"Untuk?" tanya Reyhan bingung.
"Sudah menyelamatkan saya," balas Tia sambil tersenyum.
"Bukan aku yang menyelamatkanmu, aku menemukanmu sudah di dalam kamar hotel seseorang," balas Reyhan.
"Oh begitu, saya kira Pak Rey yang ... " ujar Tia tidak melanjutkan kata - katanya.
"Sudah, Istirahatlah! Aku ambilkan makan dulu, dari tadi siang kamu belum makan kan?" ucap Reyhan lalu pergi ke dapur.
Siapa yang menyelamatkanku? Rasanya orang itu tidak asing, pelukannya sangat akrab sekali. Batin Tia sambil mendekap tubuhnya sendiri.
Tidak berapa lama Reyhan masuk ke dalam kamar membawakan makanan untuk Tia dan menyuapinya. Tia tidak menolak karena tubuhnya memang masih lemah. Setelah itu mereka tidur bersama karena aktivitas hari ini sangat melelahkan.
***
Tiga minggu kemudian
"Selamat ya Tia," ucap Salsa seraya memeluk Tia.
"Makasih Sa, selamat juga buat kamu, akhirnya kita wisuda juga," balas Tia seraya membalas pelukan Salsa dengan senangnya.
"Setelah ini kamu akan melamar kerja di mana?" tanya Salsa setelah duduk di sebuah bangku.
"Belum tahu Sa, karena mertuaku menuntutku hamil secepatnya. Kalau aku enggak hamil dalam empat bulan ke depan, ia akan menyuruh Pak Rey menikah lagi," balas Tia sedih.
"Ya ampun Tia, yang sabar ya, tapi kamu sudah usaha kan sama Pak Rey bikin dedeknya?" tanya Salsa. Tia membalas dengan menggelengkan kepala.
"Cuma sekali waktu itu saja Sa. Gara - gara kelakuan Arka, Pak Rey jadi marah dan melakukan itu," balas Tia sambil membayangkan kejadian malam pertamanya yang menyakitkan.
"Enak enggak sih main begituan?" tanya Salsa penasaran.
"Apaan sih, makanya nikah biar tahu rasanya. Hahaha," balas Tia lalu tertawa.
Tidak berapa lama Ponsel Tia bergetar menandakan ada panggilan masuk. Tia pun melihat ID pemanggil yang menunjukkan nama "Pak Reyhan".
"Hallo Pak Rey," sapa Tia.
"Kamu di mana? Aku tunggu di area parkir," jawab Reyhan.
"Iya Pak, saya segera ke sana," balas Tia.
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Reyhan, Tia berdiri dan bersiap - siap untuk pergi.
"Sa, aku pulang dulu ya. Sudah ditunggu Pak Rey di area parkir," ucap Tia pada Salsa.
"Okey Tia, sampai jumpa. Kapan - kapan kalau ada waktu kita ketemuan ya?" balas Salsa.
"Okey Sa!" ucap Tia sambil memeluk Salsa.
Tia pun berjalan pelan - pelan menuju area parkir karena masih memakai kebaya. Setelah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang, Reyhan segera menarik tangan Tia dan memeluknya.
"Selamat atas kelulusanmu istriku," ucap Reyhan sambil tersenyum.
"Terima kasih Pak," balas Tia lalu membalas pelukan Reyhan.
"Nanti malam mama mengundang kita ke rumah untuk makan malam bersama," ucap Reyhan setelah melepas pelukannya pada Tia lalu memakai sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobilnya.
"Tapi Pak, mama kan enggak suka sama Tia?" ujar Tia dengan wajah melas.
"Mungkin mama sudah berubah Tia, kamu enggak usah takut. Mama sebenarnya orang yang baik, hanya saja dia terlalu ambisius," ucap Reyhan sambil membelai kepala Tia.
"Iya Pak," balas Tia sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Elisanoor
plat 😑
2023-09-20
0
alvika cahyawati
Waduh panggilan nya tolong d ganti donk jgn pak mas kek
2023-05-15
1
Nyi Arifin Bwi
Rubah pangilanya ,masa tetep pangil Pak sama suami sendiri .
2022-10-09
0