Dua minggu kemudian
"Tia, aku sudah tidak mengajar lagi di kampus," ujar Reyhan tiba - tiba setelah sarapan pagi.
"Kenapa Pak?" tanya Tia sambil mengangkat piring - piring kotor ke dapur dan mencucinya.
"Aku harus bekerja di perusahaan papa. Papa sudah mulai sakit – sakitan, saat ini hanya aku yang bisa menggantikannya. Kakakku di Jerman, dan sudah punya perusahaan sendiri di sana. Adikku masih kuliah di Belanda, dan dia gadis yang manja," balas Reyhan menjelaskan.
Tia mendengarkan kata - kata Reyhan sambil mencuci piring tanpa menoleh. Tiba - tiba Reyhan memeluk pinggang Tia dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Tia. Jantung Tia pun berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia terkejut sekaligus gugup.
"Pak Rey ada apa? Lepaskan saya geli," ujar Tia sambil tangannya tetap mencuci piring dan badannya bergoyang - goyang berusaha melepaskan pelukan Reyhan.
"Papa ingin segera melihat cucunya, papa sudah tua dan ia takut meninggal sebelum melihat cucunya," bisik Reyhan di telinga Tia.
Tia yang merasakan nafas Reyhan di telinganya merasa geli dan wajahnya memerah. Ia tahu maksud Reyhan secara tidak langsung mungkin ingin mengajak begituan. Akhirnya setelah selesai mencuci piring, Tia mengelap tangannya dan melepas celemek lalu berbalik menghadap Reyhan.
"Maksud Pak Rey apa ngomong ke Tia seperti ini?" tanya Tia menatap mata Reyhan.
"Menstruasimu sudah selesai kan? Aku menagih ucapanmu yang waktu itu," ujar Reyhan sambil tersenyum.
"Pak Rey menagihnya sekarang?" tanya Tia terkejut karena tiba – tiba Reyhan menagihnya sekarang.
"Iya," jawab Reyhan dengan senyum manis di bibirnya.
"Mmm … baiklah," balas Tia lalu tersenyum.
Setelah mendapat persetujuan dari Tia, Reyhan pun segera mencium bibir Tia. Tia membalas ciuman Reyhan dan melingkarkan tangannya di leher Reyhan. Ciuman mereka pun semakin panas dan membangkitkan gairah.
Reyhan mengangkat tubuh Tia dan menggendongnya ke dalam kamar. Tia yang tiba - tiba digendong Reyhan merasa takut terjatuh, jadi ia melingkarkan kedua tangannya ke leher Reyhan.
Sesampainya di dalam kamar, Reyhan membaringkan tubuh Tia di atas tempat tidur dengan pelan - pelan. Tia yang merasa ketakutan segera mengambil selimut lalu bergerak mundur dan menutupi tubuhnya.
"Kenapa, kamu takut? Aku janji akan melakukannya dengan pelan – pelan," ujar Reyhan menenangkan Tia sambil tersenyum. Tia pun mengangguk dan pasrah. Ia berpikir cepat atau lambat, sekarang atau nanti, Reyhan pasti akan meminta haknya sebagai suami. Hingga akhirnya mereka pun melakukannya.
"Terima kasih," ucap Reyhan di telinga Tia setelah melakukan itu dengan Tia. Tia menganggukkan kepalanya tanpa memandang Reyhan. Ia masih merasa malu untuk melakukan itu dengan Reyhan. Tapi bagaimanapun juga ia tidak boleh menolak karena sekarang Reyhan sudah menjadi suaminya.
Maafkan aku Tia, aku harus melakukan ini demi papa. Semoga kamu segera hamil anak kita, agar mama tidak menyuruhku menikahi Dona. Batin Reyhan.
Setelah pergumulan yang panas, Reyhan dan Tia pun merasa mengantuk dan akhirnya tertidur.
Flashback on
Satu minggu yang lalu Pak Adam memanggil Reyhan ke rumahnya. Pak Adam sedang sakit dan menyuruh Reyhan untuk menggantikannya di perusahaan. Ia juga memberi tahu Reyhan kalau ingin segera memiliki cucu dan ingin melihat cucunya sebelum ia meninggal.
Setelah pulang dari rumah Pak Adam, Reyhan menuju ke rumah Amanda temannya yang kini menjadi dokter. Reyhan ingin tahu kapan masa subur seorang wanita. Amanda pun menjawab sekitar hari ke 14 sampai 16 dari hari pertama haid itu adalah puncaknya. Kebetulan Reyhan tahu dan masih ingat waktu Tia mendapat menstruasi hari pertama pada waktu itu. Sehingga Reyhan pun merencanakan akan membuat Tia hamil secepatnya.
Flasback off
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Indri Nur Nanda
di paksa menikah
2023-10-11
0
Melia_13
ka aku masih blom muveon sama intan dan ricko nih,soal nya cerita nya seru bangettt😃😃
2023-02-06
0
ireneeee_
kalau kau mau memenuhi segala kemahuan mama mu, lantas selepas si tia hamil dia masih mau yang lain?
2022-08-18
0