Di dalam mobil suasana hening karena tidak ada yang bicara. Tia memalingkan wajahnya dari Reyhan, ia lebih memilih melihat jalan melalui kaca jendela mobil di sampingnya. Begitu juga dengan Reyhan, ia tidak berbicara dan fokus mengemudi.
Sesampainya di apartemen, Tia segera masuk ke dalam kamar dan menaruh tasnya di atas tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi. Ia berjongkok di balik pintu dan menangis.
"Apa salahku, kenapa mertuaku membenciku? Apa aku orang ketiga di antara Pak Rey dan Dona?" gumam Tia. Ia memejamkan matanya dan air mata pun membasahi pipinya.
Reyhan yang baru masuk ke dalam kamar tidak menemukan Tia di sana. Ia sudah mengira Tia di dalam kamar mandi, karena itu ia mengetuk pintunya.
"Tia keluarlah, kita perlu bicara!" panggil Reyhan sambil mencubit di antara kedua alisnya.
Tia yang mendengar panggilan Reyhan segera berdiri untuk bercermin di depan wastafel dan mencuci mukanya. Ia keluar dari dalam kamar mandi lalu duduk di sofa di ikuti Reyhan.
"Pak Rey, apa Dona itu kekasihmu?" tanya Tia sambil memandang wajah Reyhan.
"Bukan, dia anak teman mama. Sejak kecil ia sering main ke rumah, lama - lama dia menyukaiku. Tapi aku tidak menyukainya," jawab Reyhan sambil menyandarkan punggungnya di sofa menengadah ke atas dan membentangkan tangannya di sandaran sofa.
"Kenapa tidak menyukainya? Dia cantik, kaya, lulusan S2 dari luar negri seperti yang dikatakan mama Pak Rey," balas Tia sambil cemberut.
"Kalau tidak suka ya tidak suka, memang mama menjodohkanku dengannya, tapi aku tidak mau. Dan aku enggak suka dipaksa – paksa," balas Reyhan.
"Lalu kenapa Pak Rey mau menikah dengan saya? Bukankah Pak Rey juga tidak menyukai saya. Malah tidak mengenal saya waktu itu," tanya Tia sambil menatap Reyhan.
"Aku juga tidak tahu Tia, kenapa aku mau menikah denganmu. Mungkin ini takdir, kamu jodohku," balas Reyhan sambil menatap Tia dan tersenyum. Tia pun membalas senyum Reyhan.
Reyhan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Tia, ia meraih dagu Tia lalu mencium bibirnya. Tia yang mendapat serangan mendadak tentu saja terkejut, ia mundur tapi pinggangnya dipeluk Reyhan. Otomatis akhirnya Tia telentang di sofa diikuti Reyhan yang me-nindih tubuhnya.
Karena tidak ada pilihan lain, Tia pun membalas ciuman Reyhan dan melingkarkan kedua tangannya di leher Reyhan. Mereka sudah menikah, dan berkomitmen tidak akan pernah bercerai. Reyhan juga sudah pernah berhubungan intim dengan Tia dan merenggut keperawanannya. Meskipun mereka belum saling mencintai, tapi yang namanya nafsu pasti ada.
Ciuman mereka pun semakin panas dan membangkitkan gairah. Reyhan yang merasa Tia memberikan izin melakukan lebih dari ini, tanpa membuang kesempatan ia meraba payudara Tia.
"Pak Rey," panggil Tia.
"Iya, aku akan bermain dengan lembut tidak seperti waktu itu," ucap Reyhan. Ia tahu mungkin Tia trauma dengan malam pertamanya waktu itu.
"Bukan itu, sa-saya sedang menstruasi Pak," balas Tia malu - malu.
"Sejak kapan?" tanya Reyhan kecewa. Juniornya sudah berdiri tegak malah gagal masuk ke sarangnya.
Reyhan sudah lama menahan nafsunya karena takut Tia menolaknya, tapi ia sudah tidak tahan lagi. Semenjak kejadian malam pertama waktu itu, sebenarnya Reyhan menginginkannya lagi dan lagi.
"Tadi sore, sabar ya Pak, kita bisa melakukannya lain kali," balas Tia sambil tersenyum canggung.
Reyhan pun bangkit dari atas tubuh Tia lalu pergi ke dalam kamar mandi meninggalkan Tia yang berbaring di sofa.
"Huft, hampir saja, sejujurnya aku masih belum siap untuk melakukan itu lagi," gumam Tia sambil mengelus dadanya.
Setelah itu ia bangkit dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Sambil menunggu Reyhan keluar dari dalam mandi, Tia tiduran di tempat tidur hingga akhirnya tertidur lelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Roshalyndhaa Ajj Daahh
kasihan Rey junior, padahal suda on.
beruntung Arka dong
2024-10-17
0
Putri Dhamayanti
jadi haid cmn alasan doang...yaa kasian pak Reyhan dong
2024-02-02
0
Borahe 🍉🧡
aku pernah baca novel ini tp lupa ceritanya kek mana
2023-07-22
0