Satu bulan kemudian
Hubungan Reyhan dan Tia mulai membaik. Meskipun mereka tidur bersama, tapi mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri lagi. Waktu itu mereka melakukannya karena sedang sama - sama tersulut emosi.
Hari ini weekend, Reyhan berencana bersantai di rumah sepanjang hari karena akhir - akhir ini ia sibuk bekerja.
"Pak Rey," panggil Tia saat mereka sedang bersantai di sofa setelah sarapan pagi.
"Iya," sahut Reyhan santai tanpa menoleh karena sedang membaca koran.
"Agenda Pak Rey hari ini apa?" tanya Tia pada Reyhan.
"Tidak ada," jawab Reyhan masih fokus dengan korannya.
"Ke pantai yuk Pak?" ajak Tia sambil memegang lengan Reyhan.
"Enggak!" jawab Reyhan singkat.
"Kenapa?" tanya Tia sambil cemberut.
"Aku capek Tia, aku ingin istirahat di rumah saja," balas Reyhan sambil membalik halaman koran di tangannya.
"Ya sudah saya pergi sama Salsa saja," ujar Tia lalu masuk ke dalam kamar untuk bersiap - siap ke rumah Salsa.
Saat Tia hendak keluar pintu apartemen, Reyhan menarik tangannya.
"Ayo berangkat," ujar Reyhan sudah membawa kunci mobil, ponsel dan dompet di tangannya.
"Tadi katanya enggak mau?" tanya Tia pada Reyhan sambil cemberut.
"Berisik! Mau berangkat apa tidak?" balas Reyhan sambil menatap Tia.
"Iya ... iya ... " balas Tia sebal.
***
Mereka sampai di pantai pukul sebelas siang. Matahari sudah hampir di atas kepala, sangat panas tapi sejuk karena adanya angin sepoi - sepoi.
Tia keluar dari dalam mobil lalu menghambur ke pantai sambil membentangkan kedua tangannya. Reyhan tersenyum dan mengikuti Tia lalu duduk di bawah pohon kelapa sambil menyaksikan Tia bermain air di pinggiran pantai. Karena merasa haus, Reyhan pun pergi hendak membeli kelapa muda.
Tanpa sepengetahuan Reyhan, Tia bergerak semakin menjauh tanpa sadar karena terlalu senang bermain air. Tidak berapa lama ombak besar mendadak datang, Tia terjatuh dan terseret ombak. Ia menjerit meminta tolong berulang kali dan berusaha berenang sekuat tenaganya, tapi hasilnya nihil karena ia memang tidak bisa berenang.
Ia hampir tenggelam dan banyak minum air laut. Tidak berapa lama ada tangan kokoh yang menggaet pinggangnya dan membawanya berenang ketepian. Tia senang karena ada seseorang yang telah menyelamatkannya. Ia pun merasa lega dan pingsan tanpa tahu siapa yang menyelamatkannya.
Laki - laki itu membaringkan tubuh Tia di atas pasir pantai. Ia menekan dada Tia dan memberikan nafas buatan. Karena Tia belum sadar juga, laki - laki itu pun membawanya ke kamar hotel yang ia sewa.
Reyhan kembali dengan membawa dua buah kelapa muda di tangannya. Ia melihat ke arah pantai, tapi tidak menemukan sosok Tia di sana. Ia mendekat ke pinggiran pantai dan menyisirnya tapi tidak menemukan Tia. Ia pun kembali ke mobil hendak menelepon Tia, tapi ponsel Tia berdering di dalam mobil.
"Sial! Ponselnya tidak di bawa, ke mana dia?" umpat Reyhan. Ia pun melapor keamanan dan penjaga pantai. Sambil menunggu kabar, ia menyewa kamar hotel terdekat untuk menginap karena hari sudah mulai senja.
***
Laki - laki itu membaringkan tubuh Tia dan melepas pakaiannya yang basah serta menggantinya dengan jubah mandi. Ia terpaksa melakukannya karena kalau ia tidak segera mengganti pakaian Tia yang basah, bisa - bisa Tia menjadi masuk angin.
Setelah mengganti pakaian Tia, laki - laki itu menelepon resepsionis meminta dipanggilkan dokter dan seorang pelayan untuk menjaga Tia, karena ia akan keluar untuk membelikan Tia baju ganti.
Dua puluh menit kemudian
"Selamat malam Mbak. Saya Dokter Amanda yang dipanggil via telepon tadi," ujar Dokter Amanda pada penjaga meja resepsionis.
"Selamat malam juga Dok, silakan masuk biar diantar teman saya ke kamar customer kami," jawab wanita penjaga meja resepsionis.
Dokter Amanda pun mengikuti pegawai hotel yang mengantar ke kamar laki - laki yang menolong Tia. Saat di lorong, Dokter Amanda bertemu dengan Reyhan, tapi Reyhan tidak menyadari keberadaan Dokter Amanda karena ia sedang panik memikirkan Tia yang hilang.
"Reyhan!" sapa Amanda saat berpapasan dengan Reyhan.
"Iya, kamu siapa?" tanya Reyhan mengeryitkan dahinya menatap Dokter Amanda.
"Aku Amanda teman SMA kamu," balas Dokter Amanda sambil tersenyum.
"Oh iya aku ingat, ada apa kamu ke sini, liburan?" tanya Reyhan setelah mengingat - ingat teman SMA-nya.
"Enggak Rey, aku hendak memeriksa pasien. Tadi aku dipanggil katanya ada orang tenggelam. Aku periksa pasien dulu ya Rey, sampai jumpa," jawab Dokter Amanda berpamitan dan hendak meninggalkan Reyhan.
"Apa? Tenggelam? Apa boleh aku ikut? Aku ingin memastikan ia bukan orang yang aku cari," ujar Reyhan pada Amanda.
"Baiklah, ayo Rey!" balas Dokter Amanda lalu berjalan ke kamar di mana Tia berada mengikuti pegawai hotel. Reyhan mengikuti di belakang mereka.
Sesampainya di dalam kamar laki - laki yang menolong Tia, Reyhan melihat seorang wanita berbaring di atas tempat tidur. Ia pun terkejut setelah melihat siapa wanita itu.
"Tia!" seru Reyhan.
"Siapa dia Rey?" tanya Dokter Amanda sambil mengeluarkan stetoskop dari dalam tas-nya.
"Dia istriku, cepat tolong periksa dia!" balas Reyhan meminta tolong.
Dokter Amanda pun segera memeriksa Tia. Ia mengecek suhu tubuh, tekanan darah dan paru - paru Tia. Untungnya air yang diminum Tia sudah dikeluarkan laki - laki yang menolongnya tadi.
"Dia tidak apa - apa Rey, hanya kelelahan saja," ujar dokter Amanda pada Reyhan.
"Kenapa dia belum bangun? Aku bawa ke rumah sakit saja," ujar Reyhan seraya mengangkat tubuh Tia. Dokter Amanda pun setuju dan membiarkan Reyhan membawa Tia pergi.
Tiga puluh menit menit kemudian
Laki - laki yang menolong Tia pun datang membawa baju ganti untuk Tia. Saat ia memasuki kamarnya, ia tidak melihat Tia. Ia pun menelepon resepsinis hotel.
"Ke mana wanita yang pingsan tadi, apa ia sudah bangun?" tanya laki – laki itu.
"Belum Pak, tadi ada seorang lelaki yang mengaku suaminya. Jadi dia membawa wanita itu pergi ke rumah sakit," jawab resesionis.
"Suaminya?" tanya laki – laki itu lagi.
"Iya Pak," jawab resesionis.
"Okey, terima kasih," ujar laki – laki itu.
Setelah itu ia menutup teleponnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Roshalyndhaa Ajj Daahh
bnyak dialog yg berulang yah Thor setelah baca novel ini dan Arka.
2024-10-17
0
Lia Rochmatuz
jangan jangan Arka nih yg nolong tyia,,
2024-01-11
0
Nita Wati
laki2 nya arka ya thor
2022-12-03
1