Sore hari, Tia mengecek isi kulkas dan stok kebutuhan rumah tangga lainnya setelah mandi sore.
"Hmmm persediaan kebutuhan rumah tangga banyak yang sudah habis. Okey aku akan berbelanja, sudah lama tidak jalan - jalan juga, mumpung masih sore," gumam Tia. Ia pun bersiap - siap keluar apartemen tidak lupa membawa dompet dan ponselnya.
Saat sampai di lantai dasar, Tia merasa aneh. Ia merasa seperti ada seseorang yang sedang mengikutinya. Ketika ia menoleh ke belakang, ia tidak melihat siapa - siapa. Lagipula di sana banyak orang. Jadi ia tidak mengindahkan pikirannya yang aneh – aneh itu.
Di sudut yang sangat sepi, ada seseorang yang sedang melakukan panggilan telepon.
"Target sudah keluar, bersiaplah!" ujar orang itu pada seseorang di seberang telepon.
Tia menunggu taksi yang sudah dipesannya lewat online di depan gedung apartemennya. Tidak berapa lama taksi pun datang. Tia masuk ke dalam taksi dan taksi itupun melaju meninggalkan gedung apartemen. Di dalam taksi ponsel Tia berdering. Tia pun menggeser tanda hijau pada layar ponselnya.
"Hallo Mas?" sapa Tia.
"Kamu di mana?" tanya Reyhan.
"On the way mau belanja di swalayan BAHAGIA. Persediaan di rumah banyak yang sudah habis Mas," jawab Tia.
"Aku akan menyusulmu ke sana, jangan ke mana - mana ya!" perintah Reyhan.
"Okey, aku tunggu Mas. Sampai jumpa," balas Tia lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Tia sampai di depan swalayan. Ia turun dari taksi setelah membayar ongkosnya.
Tia menunggu kedatangan Reyhan. Sudah 10 menit Reyhan belum datang juga. Akhirnya Tia bermaksud ke cafe di seberang jalan karena semenjak hamil ia merasa cepat lapar.
Ketika akan menyeberang, tiba - tiba ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh. Tia yang berada di jalan merasa terkejut dan tidak mampu bergerak. Setelah beberapa detik, tubuhnya terasa seperti tertarik dan terpental ke tepi jalan. Setelah itu dia pingsan.
***
Rumah Sakit Bunda
Tia terbaring lemah dengan selang infus di tangannya. Sudah satu jam sejak dibawa ke rumah sakit, ia belum sadarkan diri. Reyhan di luar ruangan sedang menelepon seseorang.
"Hallo Joni, selidiki kecelakaan di depan swalayan BAHAGIA. Aku tunggu kabar secepatnya!" perintah Reyhan pada seseorang di sambungan teleponnya.
Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Reyhan masuk ke dalam ruangan Tia. Tidak berapa lama Tia pun sadar.
"Mas..." panggil Tia lirih.
"Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Reyhan sambil menghampiri Tia dan menggenggam tangannya.
"Kenapa aku di sini?" tanya Tia heran sambil mengernyitkan dahinya.
"Tadi kamu hampir tertabrak mobil, untung aku datang tepat waktu. Sebelum mobil itu menabrakmu, aku menarikmu ke bahu jalan dan untungnya lagi kamu terjatuh di atas tubuhku. Lihat pakaianku kotor semua," balas Reyhan dengan tersenyum menggoda.
"Mmmm bagaimana kandunganku Mas?" tanya Tia khawatir.
"Tidak apa - apa. Kata dokter kamu harus banyak istirahat dan minum vitamin," jawab Reyhan sambil mengusap perut Tia yang masih rata.
"Syukurlah, aku sangat takut Mas..." balas Tia merasa bersyukur kandungannya baik – baik saja.
"Sudah, jangan khawatir, semuanya akan baik - baik saja," balas Reyhan sambil mengecup kening Tia.
Tidak berapa lama Pak Adam dan Bu Tari datang. Sebenarnya Bu Tari malas untuk melihat Tia, tapi Pak Adam memaksa untuk menengok Tia ke rumah sakit. Bagaimana pun, Tia adalah istrinya Reyhan.
"Bagaimana keadaan istrimu, Rey?" tanya Pak Adam.
"Seperti yang papa lihat, ia baik - baik saja. Hanya syock paska kejadian. Perlu istirahat beberapa hari saja," jelas Reyhan pada Pak Adam.
"Bagaimana kandungannya?" tanya Pak Adam lagi.
"Ia anak yang kuat Pa. Padahal dalam usia kandungan yang masih sangat muda seperti ini rawan keguguran, tapi ia selamat," balas Reyhan sambil tersenyum.
"Syukurlah Rey, papa khawatir terjadi sesuatu. Papa sudah tidak sabar menunggu kelahirannya. Papa sudah ingin sekali menimang cucu dan bermain bersamanya," ucap Pak Adam dengan wajah bahagia.
Bu Tari hanya mendengarkan saja tidak berkata apa - apa. Sejujurnya ia berharap Tia keguguran dan segera menikahkan Reyhan dengan Dona.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Armadinah Dxn
dasar mak lampir 😅😅😅
2023-06-11
0
Amelia Lia
nie emak" msti aja kek gitu 🧐😡
2022-12-02
0
Nurjannah Rajja
Ibu mertua durjana....
2022-11-15
0