Sore itu hujan turun sangat deras. Reyhan merasa sangat khawatir karena Tia belum pulang juga. Ia pun berencana menyusul Tia ke swalayan. Ia mengambil kunci mobil di kamarnya dan keluar menuju pintu apartemen.
Ketika Reyhan membuka pintu apartemen, Tia sudah berdiri di depan pintu dalam keadaan basah kuyup dan berantakan. Reyhan pun mengajaknya masuk dan menyuruhnya untuk mandi air hangat.
Reyhan tidak tahu apa yang terjadi pada Tia, ia akan menunggu sampai Tia mau menceritakan apa yang terjadi. Sementara Tia sedang mandi, Reyhan membuatkan teh hangat untuk Tia.
Sudah satu jam Tia di dalam kamar mandi dan belum keluar juga, Reyhan merasa khawatir terjadi sesuatu pada Tia. Ia pun mengetuk pintu kamar mandi.
"Tia, kamu tidak apa - apa?" tanya Reyhan setelah mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan dari Tia.
Reyhan semakin khawatir dan takut kalau Tia pingsan di dalam kamar mandi. Tanpa menunggu lama Reyhan pun masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan tidak dikunci oleh Tia. Reyhan melihat Tia sedang menangis di dalam bathup.
Reyhan pun mendekat dan betapa terkejutnya ia karena melihat banyak tanda merah di leher dan dada Tia, sedangkan Reyhan masih ingat betul kemarin malam sebelum listrik padam, ia tidak meninggalkan bekas apapun pada tubuh Tia.
"Kamu habis dari mana?" tanya Reyhan dengan tegas.
Tia pun menatap mata Reyhan lalu berdiri mengambil handuk dan keluar dari bathup. Ketika Tia akan keluar dari dalam kamar mandi, tangannya di tarik Reyhan. Sehingga Tia pun berbalik dan menabrak dada Reyhan.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Reyhan dengan marah dan mencengkeram rahang Tia.
Tia hanya menangis tanpa berkata - kata. Reyhan pun menarik tangan Tia dan menyeretnya keluar dari dalam kamar mandi lalu melemparkannya ke atas tempat tidur. Tia menangis dan menatap Reyhan dengan ketakutan, ia belum pernah melihat Reyhan yang semarah ini.
"Apa kamu habis bercinta dengan orang lain? JAWAB!!!" teriak Reyhan pada Tia. Tia memejamkan matanya ketakutan dan tubuhnya gemetar.
"Tidak Pak, sa-saya tidak me-melakukan itu," jawab Tia terbata - bata.
"Lalu apa yang ada di leher dan dadamu itu? Aku kira kamu gadis baik – baik, ternyata ... " ujar Reyhan dengan cengiran meledek. Tia pun tidak terima Reyhan mengatainya seakan – akan gadis murahan.
"Pak Rey bicara seperti itu, apa Pak Rey punya bukti? Kalau Pak Rey belum tahu yang sebenarnya, jangan bicara sembarangan menghina saya. Lakukan hak anda sebagai suami dan anda akan tahu jawabannya," balas Tia lalu bangkit mendekati Reyhan dan berjinjit mencium bibir Reyhan.
Reyhan pun memegang pinggang Tia dan membalas ciuman Tia lalu menggiringnya ke tempati tidur. Hingga akhirnya Reyhan pun melakukan haknya sebagai suami. Ia mengambil mahkota Tia yang sangat berharga.
Tia hanya bisa menangis menahan sakitnya berhubungan intim untuk pertama kalinya. Ia terpaksa melakukannya meskipun tanpa cinta karena ia ingin membuktikan pada Reyhan bahwa ia bukan wanita murahan seperti yang Reyhan tuduhkan.
Setelah melakukan itu terhadap Tia, Reyhan pun tahu bahwa Tia masih perawan. Ia pun menyesal telah melakukannya dengan kasar karena ia mengira Tia sudah tidak perawan lagi.
"Maaf sudah meragukan kesucianmu," ucap Reyhan di telinga Tia. Tia tidak menjawabnya, ia hanya meneteskan air matanya tanpa memandang Reyhan.
Setelah itu Reyhan menarik selimut untuk menutupi tubuh Tia dan tubuhnya. Reyhan memeluk tubuh Tia hingga tertidur lelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Roshalyndhaa Ajj Daahh
disini toh part pak Rey marah dengan tanda merah, kirain Tia sembunyikan, karena d novel Arka hbungnnya tetap baik setlh kejadian itu
2024-10-17
0
Ayu Nuraini
CK...
2024-03-22
0
EndRu
kurang dramatis Kak
2023-03-27
0