Kini malam pun tiba. Reyhan sedang menonton televisi di ruang tengah setelah makan malam bersama Tia, sedangkan Tia mencuci piring di dapur sambil memikirkan apa yang akan terjadi malam ini.
Apa Pak Rey akan meminta haknya malam ini? Batin Tia.
Ia benar - benar takut memikirkan hal - hal yang akan terjadi. Setelah selesai mencuci piring, ia bergegas pergi ke dalam kamar dan menutupi seluruh tubuhnya hingga ke lehernya dengan selimut. Sebenarnya ia belum merasa mengantuk, tapi ia akan berusaha tidur secepat mungkin dengan menutup matanya rapat - rapat.
Di ruang tengah, Reyhan menonton televisi secara acak untuk menghilangkan kebosanannya. Karena acara televisi tidak ada yang menarik, Reyhan pun mematikan televisi dan masuk ke dalam kamar.
Saat Reyhan memasuki kamarnya, ia melihat Tia sudah berbaring di tempat tidur. Karena seluruh tubuhnya tertutup dengan selimut, sehingga yang terlihat hanyalah kepala Tia saja.
Reyhan pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Tia. Ia memejamkan matanya dan terlintaslah memori kejadian 1 bulan. Karena kejadian itu, ia terpaksa harus menikahi Tia.
Flashback on
Saat itu kampus Tia sedang melakukan kegiatan tour ke luar kota, tepatnya di kawasan puncak. Tia dan teman - temannya naik bus yang disewa kampus mereka, sedangkan Reyhan datang terlambat karena suatu urusan pribadi, sehingga ia berangkat sendiri menggunakan mobil pribadinya.
Sebelum tiba di lokasi, Reyhan membeli minum di swalayan pinggir jalan yang dekat dengan lokasi penginapan. Ia melihat mahasiswanya di dalam swalayan itu. Reyhan bisa mengenali bahwa itu adalah mahasiswanya dari jaket yang digunakannya.
"Kamu sedang apa di sini?" tanya Reyhan sambil mendekati mahasiswa itu yang tidak lain adalah Tia.
"Beli obat dan minum Pak, kepala saya pusing," jawab Tia sambil memegangi kepalanya.
"Oh, kamu sendirian?" tanya Reyhan lagi karena ia melihat Tia hanya sendirian.
"Iya Pak, boleh saya ikut Pak Rey? Tadi saya jalan lumayan jauh Pak," ujar Tia berharap bisa ikut mobilnya Reyhan ke penginapan.
"Boleh, ayo!" ajak Reyhan sambil berjalan keluar swalayan dan Tia mengikutinya.
Setelah masuk ke dalam mobil, Reyhan sengaja membuka kaca jendela dan mematikan AC karena ingin menikmati sejuknya udara pegunungan yang alami. Setelah 10 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di penginapan.
"Sudah sampai, turunlah!" ujar Reyhan pada Tia sambil mematikan mesin mobilnya.
"Sebentar Pak, kepala saya masih pusing dan mata saya kelilipan karena kaca mobilnya terbuka," jawab Tia sambil mengerjapkan matanya.
"Istirahatlah sebentar di sini," ucap Reyhan setelah itu mengatur kursi yang diduduki Tia menjadi datar. Tia pun membaringkan tubuhnya pada kursi itu.
"Buka matamu, biar aku lihat," ujar Reyhan lalu melihat mata Tia yang sedang berbaring sehingga posisi mereka seperti tumpang tindih.
Dari halaman penginapan yang tidak jauh dari mobil Reyhan, ada tiga dosen yang sedang berjalan - jalan menikmati udara malam. Mereka pun melihat dan mengenali mobil Reyhan.
"Kenapa Pak Reyhan tidak segera turun dari mobil?" tanya Pak Budi.
"Sepertinya dia tidak sendirian," jawab Pak Heru.
Ketiga dosen itu pun mendekati mobil Reyhan dan melihat Reyhan seperti sedang berada di atas tubuh Tia. Reyhan dan Tia terlihat seperti berciuman dan melakukan hal - hal yang tidak senonoh. Ketiga dosen itu bisa melihat dengan jelas karena kaca mobil yang terbuka lebar.
"Pak Reyhan?! Apa yang Pak Reyhan lakukan?" tanya Pak Budi. Reyhan pun bangkit dan menyadari kalau ada orang di luar mobilnya.
"Saya sedang membantu meniup matanya, ia kelilipan," jawab Reyhan jujur lalu keluar dari mobilnya.
"Kenapa dengan posisi seperti itu? Sudah akui saja Pak Rey sedang bermesraan kan?" tanya Pak Heru.
"Ini tidak seperti yang kalian bayangkan, saya kebetulan bertemu dengannya di swalayan depan. Saya saja tidak tahu nama dia siapa," balas Reyhan membela diri.
"Sudah tertangkap basah masih saja berkelit, Pak Reyhan harus memberikan contoh yang baik sebagai dosen. Pak Reyhan harus bertanggung jawab, Pak Reyhan harus menikahinya!" ucap Pak Fauzi.
Tia yang di dalam mobil bisa mendengar semua itu dengan jelas. Karena dia merasa pusing, jadi ia tidak berkata apa - apa. Ia yakin kalau Reyhan bisa menyelesaikan masalahnya.
"Okey, saya akan menikahinya!" ucap Reyhan tiba - tiba karena tidak mau menimbulkan masalah yang lebih serius.
Tia pun terkejut dan pingsan seketika karena pusing yang tak tertahankan. Ketiga dosen itu pun akhirnya pergi. Reyhan kembali masuk ke dalam mobilnya dan melihat Tia sedang tertidur padahal pingsan. Ia pun membangunkan Tia, tapi Tia tidak bangun juga. Akhirnya Reyhan membiarkan Tia tidur di dalam mobilnya.
Flashback off
Reyhan masih tidak bisa tidur. Ia pun membuka matanya dan melihat Tia di sampingnya. Ia merasa kalau Tia hanya berpura - pura tidur. Untuk memastikannya, ia pun menggoda Tia.
Reyhan mendekatkan wajahnya ke wajah Tia. Tia pun merasakan kalau Reyhan semakin mendekat, sehingga reflek ia segera mendorong Reyhan.
"Apa yang mau Pak Rey lakukan?" tanya Tia lalu duduk dengan menutupi dadanya dan nafasnya memburu.
"Kamu masih tanya? Kamu kan istriku sekarang," jawab Reyhan.
"Tapi Pak ... " ucap Tia menggantung.
"Kenapa?" tanya Reyhan seraya menarik tangan Tia dan Tia pun terseret kepelukannya.
"Saya belum siap Pak," jawab Tia mendongak menatap wajah Reyhan.
"Belum siap apa? Aku hanya ingin berdiskusi denganmu," ucap Reyhan lalu melepaskan Tia dari pelukannya.
"Diskusi apa Pak?" tanya Tia tidak mengerti.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan pernikahan ini?" tanya Reyhan pada Tia.
"Saya belum tahu Pak, semua ini begitu mendadak. Dari dulu saya berharap akan menikah dengan orang yang saya cintai dan orang itu juga mencintai saya. Dan saya hanya ingin menikah satu kali seumur hidup saya," jawab Tia sungguh - sungguh.
"Lalu, apa kamu ingin bercerai denganku karena kita tidak saling mencintai?" tanya Reyhan pada Tia lagi.
"Tidak Pak, pernikahan adalah suatu hal yang sakral. Tuhan membenci perceraian. Lagipula pernikahan kita nyata bukan pura - pura. Apa Pak Rey akan menceraikan saya?" tanya Tia balik dan memandang Reyhan.
"Tidak, tidurlah sudah malam!" balas Reyhan lalu segera berbaring membelakangi Tia. Tia pun ikut tidur membelakangi Reyhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Citraleka Dhami
aku mampir bak😁
2023-06-21
1
alvika cahyawati
semoga ceritanya menarik
2023-05-15
1
EndRu
prinsip yang bagus
2023-03-27
0