Yurika sebenarnya bisa berenang. Saking begitu ingin mati, ia biarkan air menenggelamkan tubuhnya. Seperti saat pertama mati, ia merasakan hal yang sama, tenggorokkan tercekik akibat tidak ada oksigen yang bisa dihirup.
Saat Yurika menghadapi detik-detik terakhir hidupnya, ia merasakan tubuhnya tiba-tiba ditarik seseorang dengan sangat kuat dari atas. Tarikan itu terus mengangkat tubuhnya menuju permukaan air dengan gerakan yang cepat.
"Uhuk! Uhuk! Hah! Hah!" Yurika terbatuk mengeluarkan air yang sempat masuk ke dalam mulutnya. Ia mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Seseorang membaringkannya di atas sebuah batu besar di tepi sungai.
"Kenapa tengah malam begini ada wanita berkeliaran di sekitar sungai?" Suara bariton seorang pria membuat Yurika menoleh ke sebelahnya.
"Ah! " pekik Yurika seraya menutup wajahnya. Ia bahkan hampir jatuh dari batu yang didudukinya. Lelaki yang telah menolongnya itu menahan tubuhnya.
"Jangan sentuh aku! Dasar c4bul! Kenapa kamu tidak memakai pakaian!" seru Yurika sembari tetap menutupi wajahnya. Meskipun suasananya malam, cahaya dari rembulan dan obor di tepi sungai cukup memberikan gambaran yang jelas. Lelaki itu pasti sudah gila, bertel4njang bulat di depan seorang wanita. Ia bahkan bisa melihat bagian privat lawan jenis yang belum pernah dia lihat langsung sebelumnya dan itu milik seorang elf.
"Aku sedang mandi, tentu saja harus melepaskan pakaian. Hanya orang aneh yang mandi dengan memakai pakaian lengkap sepertimu." lelaki itu merasa kesal sudah susah payah menolong malah dimaki-maki.
Yurika masih belum berani membuka matanya. Lelaki itu tetap ada di sampingnya, memegangi punggungnya agar tidak jatuh. "Aku tidak sedang mandi, tapi aku mau bunuh diri. Kenapa kamu menolong segala? Aku jadi gagal mati karenamu!" Ia juga kesal, sudah dua kali merasakan siksaan berat menjelang kematian, lagi-lagi ia harus hidup dan gagal mati.
Lelaki itu membulatkan mata. "Apa? Bunuh diri? Kamu mau menjadi bagian dari Bangsa ogre?" Nada bicaranya magak meninggi seakan dia marah.
Yurika membuka matanya. Ia menatap dalam-dalam ke arah lelaki itu. Seorang elf pria berambut hitam panjang yang tampak halus serta sorot mata tajamnya. Wajahnya tampan meskipun tidak ada aura sinar seperti yang ia lihat dari Pangeran Adrian. Seingat Yurika, lelaki itu merupakan Ezra, pengawal setia pangeran.
"Apa maksudmu? Apa hubungannya bunuh diri dengan Kaum Ogre?" tanyanya penasaran.
"Jangan bilang kamu tidak tahu ...." Ezra meragukan. Hal semacam itu sudah menjadi cerita turun temurun yang menjadi pengetahuan umum bagi kaum mereka.
Yurika menggeleng. Ia benar-benar tidak tahu karena novel yang dibacanya lebih condong menceritakan sisi romansa daripada kehidupan kaum elf sendiri.
"Bahkan elf yang tinggal di pedalaman desa seharusnya tahu jika elf yang bunuh diri maka jasadnya akan dikerumuni lintah lalu hidup kembali sebagai kaum ogre."
"Elf yang bunuh diri jasadnya tidak diterima bumi karena menyalahi takdir. Ia akan terlahir kembali sebagai ogre, kaum yang terlaknat." Ezra menceritakannya dengan nada yang serius.
Yurika jadi merinding mendengar cerita tersebut. "Jadi, kalau aku tadi mati bunuh diri, aku akan berubah menjadi ogre?"
Ezra mengangguk.
Yurika jadi berpikir ulang untuk bunuh diri. Satu kali ia bunuh diri, ia terlahir kembali sebagai seorang elf kalangan rakyat jelata dan berwajah jelek. Jika kali ini ia bunuh diri lagi, ia akan menjadi ogre yang lebih jelek daripada dirinya yang sekarang. Ia tidak mau menjadi bertambah buruk rupa. Sepertinya dia tidak akan berani mencoba bunuh diri lagi. Tuhan memang sedang menghukumnya sebagai manusia yang kurang bersyukur, sehingga kehidupannya diubah yang sangat bertolak belakang.
❤❤❤❤❤
Jangan lupa dukungannya, ya ... sisihkan waktu like, komen setiap bab yang author tulis sebagai bentuk dukungan kalian 😘
IG: Momoy Dayvis
FB: Momoy Dayvis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Arie Susan92💜🇮🇩
yah.... gagal deh....bunuh dirinya
2023-08-31
0
Firdaicha Icha
🤣🤣🤣😂😂😂
2022-10-04
0
Hasan
🤣🤣🤣
2022-07-23
0