Sihir yang mendadak muncul

Bab 16

"Terima kasih banyak, Nona. Jarang sekali ada Nona bangsawan seperti Anda yang mau menjenguk dan memberi kami bantuan seperti ini,"ucap seorang nenek tua dengan sumringah, yang hanya hidup berdua bersama sang suami yang menderita kelumpuhan di sebuah gubuk reyot. Tubuh keduanya begitu ringkih. Tulangnya hanya berbalut kulit seolah tanpa daging. Hal itu membuat Diana begitu terenyuh. Ingin rasanya ia menangis menyaksikan kondisi para rakyat miskin yang terselip diantara megah dan mewahnya keadaan Ibukota.

"Kalian hanya hidup berdua?" tanya Diana dengan mata berkaca-kaca.

Sang Nenek yang sedang menyuapi suaminya sepotong roti pemberian Diana menoleh sambil tersenyum getir. "Dulu kami mempunyai seorang putra. Tapi, dia gugur ketika sedang berperang. Tepatnya, 7 tahun lalu," jawabnya dengan suara bergetar.

"Lalu, siapa yang mencari nafkah untuk kalian?"

Sang Nenek tersenyum lagi. Ia menggeleng. "Tidak ada. Hanya ada seorang keponakan yang sesekali membawakan makanan. Itu pun, tidak setiap hari karena kondisinya juga serba kekurangan. Sama seperti kami."

"Jika dia tidak datang, bagaimana kalian akan makan?"

"Kami... terpaksa berpuasa." Sang Nenek berusaha terlihat tegar. " Atau tidak, Nenek akan berusaha mencari makanan sisa ditempat sampah. Itu pun, kadang hanya bisa untuk makan Kakek."

"Apa pihak kerajaan tidak pernah mengulurkan bantuan?"

"Tidak, Nona! Mana perhatian para petinggi itu kepada kami. Jangankan memperhatikan nasib kami, mengetahui keberadaan kami saja sepertinya mereka tidak."

Hati Diana mencelos mendengar penuturan sang Nenek. Benci semakin tertanam dihati yang ditujukan untuk Ashlan. Apakah lelaki itu memang sedemikian kejam? Bukan hanya terhadapnya tetapi juga terhadap rakyatnya. Padahal, seharusnya Raja yang berkuasa besar itu mampu memuliakan jasa para prajuritnya yang gugur di medan perang. Jika tak mampu membiayai semua anggota keluarga, setidaknya berilah mereka santunan sesuai kondisi ekonomi masing-masing.

Setelah memberi bantuan pasokan makanan kepada sepasang lansia itu, kini Diana kembali menyaksikan anak-anak bermain ditengah perayaan. Baju lusuh yang robek di sana-sini tak menyurutkan kebahagian mereka menikmati parade. Tawa riang mereka yang begitu polos sedikit memberi penghiburan tersendiri bagi Diana. Setidaknya, Diana masih bersyukur tidak kelaparan dan mampu tidur ditempat yang nyaman. Tidak seperti anak-anak itu dan pasangan lansia tadi yang harus bertarung dengan rasa lapar dan kedinginan nyaris setiap hari.

"Kak Diana, ayo ikut bermain!" Seorang bocah lelaki meneriaki Diana untuk ikut bermain kejar-kejaran bersama anak-anak yang lain.

"Baik, ayo!" angguk Diana antusias.

"Yang Mulia, jangan!" cegah Mulanie sambil menahan lengan Ratu yang sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari seraya mengangkat sedikit gaunnya.

"Tidak apa, Lanie. Sekali-kali, tidak masalah, bukan? Lagipula, disini bukan istana. Dan, kabar baiknya lagi, tak ada yang mengenali aku ditempat ini," jawab Diana enteng sembari melepaskan tangan Mulanie.

"Tapi...," Perkataan Mulanie nyatanya kalah cepat dari lari Diana. Wanita itu sudah terlanjur berbaur bersama anak-anak sambil tertawa riang mengikuti permainan.

4 Ksatria yang turut menyaksikan juga tak bisa berbuat apa-apa. Mulanie sudah meminta mereka untuk tetap diam dan jangan mencolok agar identitas Diana tetap rahasia.

Saat Diana keasyikan bermain dan Mulanie yang juga ikut terhibur menyaksikan, tiba-tiba terjadi ledakan besar. Dalam sepersekian detik, tembok pertahanan yang tak jauh dari tempat Diana berdiri mendadak runtuh. Wanita itu mematung dalam keterkejutannya. Beruntung, seorang Ksatria bergerak tepat waktu dan berhasil menyelamatkan Diana meski dirinya sendirilah yang harus tertimpa reruntuhan tembok.

Riuh tawa bahagia dalam sekejap berganti menjadi tangis dan jerit kesakitan. Perayaan yang awalnya dipenuhi orang-orang yang berjingkrak senang kini berganti dengan orang-orang yang bergelimpangan tak berdaya dengan luka. Puluhan orang yang tertimpa reruntuhan tembok tampak pasrah akan nasib mereka. Suara anak-anak, orangtua, perempuan maupun laki-laki terdengar begitu pilu meneriakkan nama orang tersayang mereka yang menjadi korban.

Dengan tangan gemetar Diana memangku seorang anak lelaki yang beberapa saat lalu masih sangat sehat bahkan berlarian penuh tenaga bersamanya. Tapi, kini anak itu sedang dalam keadaan sekarat. Diana menangis putus asa. Permintaan Mulanie dan beberapa pengawal untuk membawanya pergi ke tempat yang lebih aman tidak diindahkan.

"Apa yang harus ku lakukan? Rey, sadarlah!" lirih Diana sembari menepuk-nepuk pipi bocah lelaki itu. Tak ada jawaban. Rey masih tetap bergeming dengan mata tertutup serta kepala yang terus mengucurkan darah.

"Arghhhh!!!" teriak Diana putus asa. Ia merasa sangat tak berguna untuk saat ini. Bayangan kala Ayah dan Ibunya yang meninggal beberapa tahun lalu kembali terlintas dalam benaknya. Dulu, ia gagal menyelamatkan dua orang paling ia sayang didunia itu. Dan, kini apakah ia juga harus kembali gagal menyelamatkan seseorang?

"Bantu aku... Tolong...," lirih Diana yang entah sedang berbicara dengan siapa. Entah pada dirinya sendiri, atau pada si pemilik tubuh yang asli. Diana Emerald.

Tiba-tiba, kalung yang ia kenakan bersinar terang. Permata hijau itu memancarkan sinar yang membuat mata semua orang menjadi silau. Rambut miliknya yang awalnya berwarna kecoklatan kini perlahan berubah menjadi warna perak yang indah.

Sinar berwarna hijau merambat ke permukaan tanah. Seperti akar pohon yang menjalar, kekuatan yang berpusat di diri Diana itu terus bergerak dan merasuki tubuh setiap orang yang menderita luka. Keajaiban pun terjadi. Semua korban yang masih bernyawa, akhirnya bisa sembuh meski dalam kondisi yang berbeda-beda. Tergantung dari seberapa parah luka awal orang tersebut sebelum diobati. Ada yang sembuh total dalam sekejap, ada pula yang masih kesakitan meski tak separah sebelumnya.

Semua yang melihat peristiwa itu langsung takjub. Tak terkecuali Kaisar Ashlan yang baru saja tiba di tempat kejadian.

"Ratu?" panggil Ashlan dengan tatapan tak percaya. Seorang Putri yang katanya tak memiliki kemampuan sihir apapun hari ini membuat sebuah keajaiban yang sama sekali tak pernah Ashlan lihat. Bahkan, penyihir agung yang juga baru tiba tampak mematung dengan binar penuh kebahagiaan. Ia seolah baru saja menemukan harta Karun yang langka ditengah lautan duka.

Tersadar dari apa yang baru saja dia lakukan, Diana menatap ke arah lelaki yang sedang berdiri tepat dihadapannya. Wanita bermata hijau itu mendongak. Lirih ia berucap, "Kaisar?"

Dan, akhirnya Diana jatuh pingsan dan rambut peraknya kembali lagi ke warna semula.

"Ratu?" Ashlan sigap menangkap tubuh Diana sebelum benar-benar rebah ke tanah. Sementara, anak yang tadi dipangku Diana kini telah berdiri dan menghambur memeluk sang Ibu yang baru saja datang.

"Ratu? Kau tidak apa-apa?" tanya Ashlan panik. Tubuh istrinya ia gendong sendiri. Tawaran Ksatria Bennett yang ingin membantu ia abaikan.

"Urusi saja kekacauan ini. Cari tahu siapa dalang dan pelakunya. Jangan beri ampun sedikitpun, Rick!" geram Ashlan dengan kobaran amarah yang berkilat-kilat. Siapapun dalang dibalik peristiwa ini, akan ia pastikan memperoleh hukuman setimpal.

Terpopuler

Comments

👑Lian Siyue👑

👑Lian Siyue👑

waw,,emejing diana jadi saintess weh

2023-06-01

3

Mutia

Mutia

ada yg sudah jatuh cinta kayak ny ni🤭

2022-10-05

2

remahan off

remahan off

Makin seru thor, up lagi ya😀🙏

2022-08-25

1

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!