Berubah-ubah

Bab 13

Jarak yang semakin terkikis dengan deru nafas hangat yang makin terasa menerpa wajahnya, membuat Diana harus memalingkan wajah sambil memejamkan mata. Kedua tangannya masih betah ia sembunyikan dibalik punggung. Ia tak tahu apa yang akan dilakukan Ashlan terhadapnya. Tapi, dia juga terlalu takut untuk mencari tahu.

Bayangan kematian didepan mata masih menyisakan trauma. Terlebih lagi, lelaki tak berperasaan itu sama sekali tak pernah berperilaku baik terhadap Diana Emerald selama pernikahan mereka. Apakah tekad Diana Steel yang ingin merubah jalan cerita akan tetap berdiri tegak jika dihadapkan pada situasi semacam ini?

Ashlan. Ya, pria itu tak semudah yang Diana pikir untuk ditaklukkan.

"Kenapa kau sembunyikan kedua tanganmu?" tanya Ashlan sambil jemarinya menyusuri bahu, lengan hingga pergelangan tangan Diana yang masih tersembunyi dibalik punggung.

Sekali sentakan, Ashlan berhasil membuat kedua tangan Diana terlihat lalu mengangkatnya tinggi-tinggi diatas kepala gadis itu. Diana tersentak. Wajahnya mendongak menatap Ashlan dengan mata indah yang kini beradu dengan netra dingin milik sang Kaisar.

"Apa yang ingin Anda lakukan?" Suara Diana bergetar.

Ashlan memegang kedua pergelangan tangan Diana dengan satu tangan. Sementara, satu lagi ia gunakan untuk mencengkram erat dagu wanita yang tingginya hanya sebatas dadanya itu.

"Apa pantas seorang istri bertanya pertanyaan bodoh seperti itu kepada suaminya? Kita sudah sama-sama dewasa, Diana. Tentu kau tahu apa saja hak yang akan diminta oleh suami kepada istrinya dalam pernikahan," tutur Ashlan dengan nada rendah.

Diana sedikit meringis karena merasakan sakit pada dagu yang masih dicengkeram kuat oleh Ashlan. Gadis itu tersenyum miring. Netranya yang mulai berkaca tak gentar menghadapi bengisnya tatapan sang suami.

"Kau sembarang meminta hakmu setelah menghilang berhari-hari tanpa kabar? Kau sembarang meminta hakmu setelah selama ini membiarkan aku menjadi bahan hinaan? Jangan bercanda Kaisar Ashlan," Diana tertawa kecil. "Jangan pernah berbicara mengenai hak jika kewajibanmu saja tidak kau tunaikan!"

Rahang Ashlan terlihat mengerat setelah Diana menyampaikan kalimat panjang lebar tersebut. Sang Kaisar mendengkus kasar lalu melepaskan tubuh Diana dengan gerakan yang sama sekali tak mengandung kelembutan.

"Bukannya tadi aku sudah membelamu?"

"Sayangnya, hal itu sama sekali tidak akan membuat saya berterima kasih. Saya sudah terbiasa melindungi diri saya sendiri selama beberapa hari belakangan. Jadi pembelaan anda tadi sudah bukan apa-apa. Mubasir. Tidak berguna."

Ashlan menghela nafas panjang. "Tetap saja kau harus memberikan aku keturunan, Ratu!"

"Aku tidak mau," tolak Diana dengan tegas. Enak saja! Gerald saja belum pernah menyentuhnya. Masa' si Kaisar kejam ini yang harus menjadi orang pertama yang meneguk cawan madunya? Tidak. Jelas Diana tak mau.

Ashlan langsung mencekik leher Diana dengan erat ketika penolakan itu terdengar oleh rungunya. "Kalau kau menolak memberiku anak, lantas apa gunanya kau ku jadikan istri, hah?"

Diana tak bisa bernapas. Cengkraman Ashlan tak main-main. Tulang lehernya seakan remuk. Ingin rasanya ia menendang lelaki itu namun tenaga yang ia miliki seakan tersedot habis. Hanya kedua tangannya saja yang memukul-mukul lengan Ashlan. Berharap lelaki itu akan menghentikan aksi gilanya.

Airmata mulai mengalir deras. Hasrat diri ingin menghindari kematian, malah kematian itu sendiri ternyata datang jauh lebih cepat. Kini, Diana memilih pasrah. Jika dia mati hari ini, ditempat ini, dia berharap jiwanya akan terbangun di kehidupan dia yang sesungguhnya. Kehidupan yang hanya akan ada Gerald dan Vanya si pasangan peselingkuh yang menyebalkan. Bukan kehidupan dimana Kaisar kejam ini juga hidup.

Ya, lebih baik menghadapi 1000 Gerald dibanding menghadapi satu Ashlan.

BRUKK!!

Diana terbatuk dengan tubuh yang luruh ke lantai saat Ashlan tiba-tiba melepaskan cekikannya. Lelaki itu mundur beberapa langkah. Mengamati wajah Diana yang memucat dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

"Ratu, kau baik-baik saja?" tanya Ashlan cemas.

Hah! Cemas? Apa iya?

"Kenapa tidak bunuh aku sekalian, hah?" Diana merangkak menghampiri Ashlan lalu menarik tangan lelaki itu agar ia ikut menekuk lututnya. "Ayo! Bunuh saja aku! Lagipula, untuk apa aku bersusah payah untuk berjuang hidup? Didunia ini saja aku tak punya siapa-siapa. Tak akan ada yang merasa kehilangan andai aku benar-benar mati. Jadi, ayo lakukan! Bunuh aku!" teriak Diana histeris.

"Maaf, Ratu!"

"Maaf kau bilang? Kau pikir, nyawa manusia itu mainan? Memangnya, kau siapa yang berhak mempermainkan kematian seseorang?" Tangis Diana semakin keras. Kedua tangannya juga tak ikut diam. Ia meninju dada bidang lelaki dihadapannya berulangkali sambil melepaskan beban yang selama ini ia pendam.

"Pelankan suaramu, Ratu! Orang-orang bisa mendengar," peringat Ashlan seraya menahan tangan Diana.

"Biarkan saja! Biar mereka tahu kalau Raja mereka adalah lelaki yang tidak .....,"

Cup!

Ashlan membungkam mulut Diana dengan satu kecupan singkat. Dan, hal itu cukup ampuh membuat wanita itu benar-benar diam bahkan mendadak menjadi patung.

"Ayo tidur!" kata Ashlan seraya berdiri dan mendahului Diana naik ke tempat tidur. Tak ada sesi ganti baju apalagi membuka topeng. Lelaki itu langsung saja merebahkan badan dengan posisi membelakangi Diana.

'Apa-apaan itu tadi? Apa dia pengidap bipolar? Berkepribadian ganda? Alter ego?' gumam Diana yang tak mengerti akan perubahan mood Ashlan yang tiba-tiba.

Sedikit tertatih, Diana ikut merangkak naik ke tempat tidur dengan gerakan hati-hati. Ia takut jika gerakannya akan kembali menaikkan darah tinggi lelaki kejam itu. Namun, begitu ia tiba diatas kasur, suara dengkuran halus terdengar jelas dari sosok pria yang sedang berbaring memunggunginya itu. Tampaknya, Aslan tipe orang yang gampang terlelap.

*

Esok harinya, Diana terbangun tanpa menemui sosok sang suami disebelahnya. Entah kemana perginya lelaki itu. Namun, dalam hati Diana bersyukur tak menjumpainya di waktu sepagi ini. Selesai mandi, Diana sedikit memicingkan mata saat tak dijumpainya bekas memar akibat cekikan Ashlan semalam disekitar lehernya. Padahal, Diana sangat yakin bahwa mustahil cekikan sekeras itu tak meninggalkan bekas. Namun, nyatanya memang bekas itu tak ada disana.

"Selamat pagi, Yang Mulia!" sapa Mulanie yang baru saja datang.

"Pagi, Lanie!" balas Diana tersenyum.

"Mata anda kenapa sembap?"

"Ah, ini tidak apa-apa. Hanya kurang tidur," kilahnya yang mustahil membeberkan kejadian semalam kepada Mulanie.

Mulanie mengangguk dan tak bertanya lebih lanjut lagi. Ia melakukan tugasnya seperti biasa untuk membantu sang ratu bersiap dan memulai hari.

"Kau tahu dimana sang Kaisar sekarang, Lanie?"

"Saya dengar, beliau sedang keluar istana. Sepertinya ada urusan mendadak."

"Apa dia sendiri?"

"Tidak. Ksatria Bennett ikut bersama yang Mulia Kaisar."

Selesai bersiap, dapur adalah tujuan utama Diana saat ini. Gadis itu berniat memasak sarapan untuk Ashlan demi mengambil hati lelaki itu lagi. Berdasarkan kejadian semalam, Diana menarik kesimpulan bahwa Ashlan sebenarnya masih punya sisi baik yang pasti bisa ia manfaatkan.

"Apa Anda tidak lelah jika mengerjakan semuanya sendirian?"

"Demi bertahan hidup, ini semua bukan apa-apa, Lanie." Diana tersenyum. Terus melanjutkan acara memasaknya dengan gerakan rapi ,tertata juga sangat cekatan.

Pukul 10 pagi, orang yang dinanti akhirnya kembali. Diana antusias menyambut dengan senyuman termanis. Namun, belum sempat berucap apa-apa, Ashlan sudah lebih dulu menghampiri meja makan dan memporak-porandakan isinya.

PRANG!!

Semua makanan itu berhamburan dilantai. Suara pecahan piring yang beradu dengan keramik terdengar memekakkan telinga. Para pelayan yang berada disana menjerit ketakutan. Sementara, Diana hanya memandangi Ashlan dengan tatapan nanar.

"Sudah aku bilang! Aku benci sarapan! Lantas, siapa yang dengan beraninya menyiapkan sarapan untukku, hah?" teriak Ashlan.

Berusaha menahan emosi yang menggelegak, Diana menjawab pertanyaan Ashlan. "Aku Aku yang menyiapkannya."

Senyum miring menghias wajah tertutup topeng itu. Ia mendekati Diana lalu berkata,"Jangan terlalu berupaya keras menjadi istri yang baik. Sampai kapan pun, posisimu tak lebih dari seorang tawanan di Kerajaan ini. Ya, walaupun aku ragu, apakah dengan menjadikanmu sandera akan berguna atau tidak. Karena, yang aku tahu, putri tak berguna sepertimu tak pernah dianggap bahkan oleh Ayahmu sendiri."

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

wah , pribadi gandanya kambuh lagi.

2024-07-22

0

C a l l i s t o ®

C a l l i s t o ®

Fixed bipolar ya dia ini 🙊🙊

2024-07-19

0

👑Lian Siyue👑

👑Lian Siyue👑

fix ini mah si ashlan keknya punya bipolar plus alter ego dah

2023-06-01

4

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!