Rey, siapa?

Bab 17

"Di... bangunlah!" lirih Ashlan seraya menatap wajah cantik yang sedang tak sadarkan diri itu. Sambil menunggu kedatangan penyihir agung, Ashlan tak henti-hentinya mondar-mandir macam setrikaan.

Baru kali ini lelaki itu tampak sangat panik. Pembawaannya yang biasa tenang menguap begitu saja kala berhadapan dengan Diana yang sedang tidak baik-baik saja. Padahal, sudah berulangkali Ashlan tekankan pada diri sendiri untuk tidak mempedulikan Diana. Namun, hatinya seolah menolak bekerja sama. Tetap saja bagian paling sensitif dari dirinya itu merasakan hal yang tak seharusnya.

Tak berselang lama, yang dinanti akhirnya datang juga. Penyihir agung datang bersama seorang tabib kerajaan. Langsung saja, sang tabib memeriksa keadaan sang Ratu dibawah pengawasan Ashlan dan penyihir agung.

"Tidak ada luka serius. Sepertinya, Yang Mulia Ratu hanya sedikit syok dan kelelahan." Tabib menjelaskan kondisi Diana secara terperinci.

"Tapi, kenapa dia belum sadar?" Ashlan bertanya tak sabaran. Rasanya belum puas pada penjelasan tabib barusan.

"Kita tunggu saja, Yang Mulia. Sebentar lagi, pasti beliau juga akan sadar," jawab tabib.

"Sebentar itu berapa lama?"

Tabib menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Takut menjawab salah dan malah akan membuat sang Kaisar marah besar.

"Bersabarlah, Yang Mulia. Percaya saja pada ucapan tabib." Penyihir agung mengambil alih pembicaraan.

"Apa Ratu tidak bisa disadarkan dengan pengaruh sihir?"

Penyihir agung terkekeh mendengar pertanyaan Ashlan. "Jika bisa, kenapa tidak Anda lakukan sejak tadi?"

Ashlan berdecih sebal. Sebenarnya, tadi sudah coba ia lakukan. Tapi, sayangnya sihirnya sama sekali tak berfungsi. Mungkin, karena terlalu panik sehingga mantranya tidak bekerja.

"Sudah ku coba tapi sepertinya aku kurang fokus makanya tidak berfungsi."

Penyihir agung tertawa kembali. "Bukan karena kurang fokus, Yang Mulia! Hanya saja, memang tidak akan mempan pada seseorang yang memiliki sihir tipe penyembuh seperti milik Yang Mulia Ratu. Kita semua tahu, bahwa sihir penyembuh juga memiliki semacam perisai yang mampu mendeteksi dan menangkal sihir asing dari luar tubuh pemiliknya."

"Sihir penyembuh?"

Penyihir agung mengangguk. "Ya. Yang Mulia Ratu memiliki sihir paling langka di dunia. Sihir yang hanya dimiliki oleh seseorang yang terlahir 100 tahun sekali. Itu pun, harus berasal dari garis keturunan Raja Kerajaan Timur. Dan, kita beruntung memiliki Yang Mulia Ratu di sisi kita. Hal ini tentu semakin membuat Kerajaan Barat semakin kuat."

Ashlan tertegun mendengar penuturan Penyihir agung. Lelaki itu tak bereaksi apa-apa. Hanya diam sembari menatap Diana dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Ratu hanya akan bangun jika dia ingin bangun. Untuk melancarkan sihir kepada seseorang yang secara alami memiliki penangkalnya akan sangat sulit."

"Lalu, kita hanya akan menunggu?" Ashlan tampaknya keberatan.

"Ya, apa lagi?" Penyihir agung menaikkan kedua alisnya. "Sungguh keberuntungan besar kita memiliki Yang Mulia Ratu di sisi kita." Lelaki tua berjanggut panjang itu menggelengkan kepalanya. Terlalu tak percaya akan keberuntungan yang sekarang mereka miliki.

"Tapi, sepertinya Ratu masih belum bisa menggunakan sihirnya sesuka hati, Yang Mulia. Haruskah saya mengajari beliau langsung?"

Ashlan menggeleng cepat. "Tidak. Biar aku sendiri yang mengajarinya, Tuan Vernand!" jawab Ashlan penuh keyakinan.

Mendengar jawaban mantap Ashlan, penyihir agung tersenyum kecil. Ada rasa bahagia melihat Ashlan kembali mempedulikan seseorang setelah lama hidup berkubang kesepian dan kekosongan. Trauma kehilangan di masa lampau benar-benar mengubah sosok anak kecil yang dulunya ceria menjadi pemurung dan nyaris tak pernah lagi menunjukkan senyum. Penyihir agung maklum. Ashlan di paksa dewasa sebelum waktunya. Ketika di umur 13 tahun, anak-anak harusnya masih asyik bermain, Ashlan justru sudah harus belajar cepat mengenai banyak hal demi mengemban tugas menjadi Raja. Dari sanalah, hidupnya banyak berubah. Bahkan, Penyihir agung yang dulu menetap di istana memilih pindah ke puncak gunung karena tak tahan melihat Ashlan yang macam boneka hidup yang dikendalikan oleh seseorang yang berkedok orang yang menyayanginya.

Ya, penyihir agung memilih jalur aman. Bergeser tempat tinggal ke puncak gunung demi menyusun rencana agar Ashlan bisa kembali seperti anak yang ia kenal dulu. Dan, tampaknya sekarang lelaki tua itu sudah memiliki calon sekutu yang tepat yakni sang Ratu.

"Semoga dengan bantuan Ratu, aku bisa benar-benar membuka matamu, Anakku! Bahwa orang-orang yang berada disekitarmu tidak semuanya tulus. Terutama... lelaki yang berkedok sahabat baik Ayahmu itu."

*

4 jam menunggu bukanlah waktu yang singkat. Beberapa kali Ashlan nyaris limbung karena tertidur dalam keadaan berdiri. Beruntung, Diana akhirnya sadarkan diri meski kondisinya masih begitu lemah.

"Yang Mulia?" lirihnya sambil berusaha untuk duduk. Pusing di kepala masih begitu menyiksa. Rasa-rasanya, segala sesuatu seperti hendak terbalik kala ia memaksakan diri.

"Berbaring saja!" cegah Ashlan. Ia kembali membaringkan kepala Diana diatas bantal dengan hati-hati.

Diana tak bisa apa-apa selain menurut. Penglihatannya juga masih berkunang-kunang.

"Rey? Rey bagaimana?" Tiba-tiba Diana teringat akan bocah kecil itu. Entah bagaimana kabarnya, Diana sungguh ingin tahu.

"Rey, siapa?" Mata Ashlan memicing. Sedikit cemburu mendengar sang istri menyebut nama pria lain dihadapannya. Terlebih lagi, Diana memanggil dengan sangat perhatian.

"Anak yang juga ikut terluka karena ledakan. Dia... baik-baik saja, kan?" Tangan Diana memegang lengan Ashlan dengan pandangan penuh harap.

Mencoba mengingat-ingat, Ashlan akhirnya mampu menebak siapa 'Rey' yang dimaksud sang istri. Sedikit bernafas lega karena Rey bukanlah pria dewasa.

"Dia baik-baik saja. Bahkan, sudah sehat kembali."

"Benarkah? Yang Mulia tidak bohong?" Diana makin mempererat cengkraman tangannya di lengan Ashlan. Kepala ia angkat sedikit agar bisa melihat ekspresi wajah Ashlan dengan gamblang meski masih terhalang topeng.

Mendapati wajah Diana yang terlalu dekat dengan wajahnya, Ashlan menjadi tegang sendiri. Seluruh oksigen di sekitarnya seakan habis. Padahal, paru-paru sudah sesak minta diberi asupan oksigen yang segar.

"A-aku mana mungkin berbohong." Ashlan menjawab seraya memalingkan wajah.

"Syukurlah!" ucap Diana penuh kelegaan. "Lalu, bagaimana dengan korban yang lain?"

Ashlan terlihat menghela nafas. "Beberapa bisa langsung sembuh total. Beberapa lagi, masih harus butuh perawatan dan... yang tak bisa lagi diselamatkan sudah berada di kuil agung. Bersiap untuk diadakan upacara kedukaan dan pemakaman massal esok hari."

"A-ada yang meninggal?" Suara Diana bergetar.

"Ya. 45 orang." Ashlan menunduk. Jujur, dia juga merasa sangat bersalah karena tidak becus menjaga rakyatnya sendiri. Padahal, dia juga berada disana.

Diana menyadari penyesalan Ashlan. Perempuan dengan rambut kecoklatan itu menepuk pelan bahu suaminya. Ia tersenyum. "Ini bukan salah Anda. Karena, bagaimanapun manusia sudah berusaha, yang namanya Kehendak Tuhan akan tetap terlaksana."

Tak ada tanggapan. Ashlan tetap larut dalam penyesalan sendiri. "Setidaknya, Anda masih berhasil menyelamatkan yang lain dan menyembuhkan mereka." Diana mencoba memberi penghiburan.

"Bukan aku yang menyembuhkan mereka," sergah Ashlan.

"Lalu?" tanya Diana bingung. "Apa Penyihir agung?"

Lagi, Ashlan menggeleng. "Ratu tidak ingat dengan apa yang Ratu lakukan disana?"

"Memangnya, aku melakukan apa?" tanya Diana kebingungan.

"Ratu yang menyembuhkan mereka."

"A-aku?" Diana menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tak percaya.

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

ya gak mungkin diana , dia tidak sengaja punya ilmu sihir

2024-07-25

0

fitriani

fitriani

berarti diana blm sadar kl dy yg nyembuhin org2 itu dgn sihir yg dy punya....

2024-07-03

0

Rafalia Azen

Rafalia Azen

duke itu apa thor semacam menteri ya

2024-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!