Dia tak datang

Bab 6

"Apa yang harus aku lakukan? Ayolah, Di! Berpikir!" gumam Diana dalam hati dengan mata terpejam sambil menggigiti kuku jempol kanannya.

Biar bagaimanapun, sebelum sampai di istana dan bertemu kembali dengan si Kaisar kejam, Diana harus sudah memiliki solusi agar bisa kabur dari 'harga' yang katanya harus ia bayar untuk menolong anak kecil tadi.

Namun, sekeras apapun Diana berpikir ditengah rasa takut yang melanda, solusi untuk masalahnya tidak kunjung ketemu. Malah, kepalanya yang makin berdenyut nyeri karena aliran darah seolah tersumbat didalam sana.

"Huwaaaaaaaaaa... Aku tidak ingin kehilangan tanganku!" ringisnya sambil membentur-benturkan dahinya di dinding kereta.

Tak sampai 15 menit, kereta kuda mulai memasuki gerbang tinggi yang membawa Diana ke sebuah kastil yang tampak begitu megah. Ukurannya begitu luas. Mungkin, dua kali lipat dibanding istana milik Ayahnya di Kerajaan Timur.

"Kita sudah sampai, Yang Mulia! Silahkan turun!" ujar Ksatria Bennett mempersilahkan.

Diana mengangguk. Ia mengikuti langkah Ksatria Bennett yang mengantarnya menuju ke sebuah bangunan yang tampak terpisah dengan bangunan istana yang lain. Di daerah itu terlihat sepi dan minim penjaga. Hanya ada beberapa pelayan yang tampak mondar-mandir sambil memberikan penghormatan saat Diana, Ksatria Bennett dan dua Ksatria yang lain melewati mereka.

"Ini kamar tidur yang Mulia Ratu," kata Ksatria Bennett saat mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup luas untuk ukuran sebuah kamar. Saat memasuki ruangan tersebut, Diana disambut dengan ruang tamu yang cukup luas dengan dua meja belajar yang dipenuhi berkas-berkas di sebelah kirinya. Terdapat sekat yang menjadi pemisah ruangan itu dengan sebuah tempat tidur lumayan besar.

"Selamat datang, Yang Mulia!" Seorang wanita datang dan memberi hormat kepada Diana.

Meski baru berjumpa, Diana sudah bisa menebak siapa gadis yang sedang menyapanya ini. Dialah Lady Mulanie. Satu-satunya gadis bangsawan di kerajaan Barat yang bersedia menjadi pelayan pribadinya.

"Terima kasih," angguk Diana setelah menerima hormat yang diberikan Mulanie.

Ksatria Bennett dan dua Ksatria lainnya pamit undur diri setelah memastikan Diana telah berada dibawah pengawasan Mulanie. Mereka akan kembali ke tempat latihan para Ksatria untuk melaksanakan beberapa hal dan juga memberikan pendidikan kepada calon Ksatria baru di Kerajaan Barat.

"Namamu Mulanie, kan?" tanya Diana saat suasana canggung terasa sangat kentara diantara mereka berdua.

"Benar, Yang Mulia!" angguk Mulanie yang saat ini berdiri dengan kepala tertunduk di hadapan Diana yang sedang duduk ditepi tempat tidur.

"Berapa usiamu, Mulanie?"

"24 tahun, Yang Mulia!"

"Wah, kita seumuran ternyata. Aku juga 24 tahun," kata Diana antusias sambil menunjuk dirinya sendiri. "Kalau begitu, aku rasa tak ada hal yang mengharuskan kita berada di situasi yang canggung seperti ini, kan? Kita bahkan bisa menjadi teman akrab yang sering berbagi cerita di hari-hari berikutnya setelah ini," imbuhnya bersemangat.

Mulanie bingung harus menanggapi apa. Rasanya sedikit aneh menjumpai kelakuan Diana yang ternyata sedikit berbeda dengan perilaku wanita bangsawan pada umumnya. Wanita bernetra hijau yang kini telah menjadi Ratu yang harus ia layani itu tampak begitu ceria. Sama sekali berbanding terbalik dengan gosip yang beredar bahwa Diana adalah sosok pemurung karena merupakan anak buangan sedari lahir.

"Oh iya, apa kau tahu hal yang disukai oleh Yang Mulia Kaisar, Mulanie?" tanya Diana yang tiba-tiba teringat harus menjalankan misi lolos dari hukuman Ashlan.

Mulanie menggeleng. "Saya tidak tahu, Yang Mulia."

"Hah? Satu pun tak ada?" Diana mencoba memastikan.

Lagi, Mulanie menggeleng sebagai jawaban. "Yang Mulia Kaisar adalah orang yang sangat tertutup. Beliau bahkan tidak memiliki satu pun pelayan pribadi yang bertugas menyediakan kebutuhannya. Satu-satunya orang yang selalu berada disisinya hanya Ksatria Bennett. Kenapa Anda tidak bertanya pada beliau saja?"

Diana menghela nafas. Tubuhnya ia jatuhkan begitu saja di atas kasur dengan posisi tangan telentang. Hal itu sontak membuat Mulanie membulatkan mata karena tahu bahwa adab seorang wanita bangsawan saat hendak tidur tidak boleh seperti itu.

"Y-Yang Mulia?" Mulanie kelabakan. Ia bimbang. Haruskah ia menegur sang Ratu atau membiarkan saja? Tapi, kalau dibiarkan, bukankah itu juga tidak baik? Bagaimana jika Sang Kaisar malah akan ilfil jika tahu istrinya tak memiliki etiket dasar sebagai seorang bangsawan apalagi seorang Ratu?

"AHA!" Bak ada lampu yang tiba-tiba menyala di kepalanya, Diana kembali bangkit dari tidurnya. "Mulanie, bawa aku ke dapur. Aku ingin memasak makan siang untuk suamiku," ucapnya menggebu-gebu sambil berdiri dengan cepat.

Ya, ide brilian itu tiba-tiba saja melintas dalam pikirannya. Kenapa tak kepikiran sejak tadi, sih? Padahal, Diana cukup percaya diri akan cita rasa masakannya yang tak pernah mendapat ulasan buruk sedikitpun dari pelanggan kala bekerja di restoran. Hal itu bisa jadi senjata untuk merebut hati seorang Ashlan.

Bukankah ada pepatah yang mengatakan jika ingin mengambil hati seorang pria, maka kenyangkan dulu perutnya?

Ah, jika tidak ada, paksakan saja untuk ada. Maklum, situasi sekarang sangat genting bagi Diana mengingat waktu baginya untuk lolos dari Kematian semakin sedikit.

"Tapi, itu bukan tugas seorang Ratu, Yang Mulia! Sudah ada koki khusus yang ditunjuk untuk melakukan tugas itu," sanggah Mulanie.

"Tapi, bukankah menyenangkan suami merupakan kewajiban seorang istri? Dan, memasak merupakan salah satu caranya." Diana tak mau kalah berdebat.

Mulanie kini memilih untuk tak menjawab. Benar kata Ratunya. Memasak memang tugas seorang istri. Bahkan, di kerajaan Barat, hal itu merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh hampir seluruh wanita dari kalangan bangsawan menengah hingga rakyat jelata. Hanya bangsawan kelas atas dan keluarga kerajaan saja yang tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan rumah tangga karena wajib bekerja mengatur dan mempersiapkan anggota keluarga yang kelak akan terlibat penting dalam pemerintahan di masa depan.

"Yang Mulia...,"

"Mulanie, aku mohon! Sekali ini saja, ya?" bujuk Diana sambil memegang lengan Mulanie.

Mau tak mau, gadis yang usianya sepantaran dengannya itu mengangguk terpaksa dan bersedia mengantarnya menuju ke dapur kerajaan.

Tiba ditempat tujuan, Diana dibuat takjub akan pemandangan yang ia jumpai. Banyak sekali orang yang berlalu lalang di tempat itu. Aneka sayuran segar serta daging hasil buruan tampak menggiurkan untuk segera di olah. Diana pun tak ingin buang-buang waktu lagi. Tepat setelah Mulanie memperkenalkan dia pada seluruh chef kerajaan, Diana mulai mempertontonkan aksi memasaknya yang luar biasa.

"Selesai!" ucapnya tersenyum saat tiga jenis hidangan telah sukses ia masak. Ada steik daging sapi, sup jamur serta spaghetti khas kerajaan yang baru ia racik sesuai bumbu dan peralatan seadanya.

Makanan lalu dipindahkan menuju ruang makan mengingat tak lama lagi Ashlan akan kembali dari sesi latihan sekitar 10 menit lagi. Namun, hingga jam makan malam telah lewat, lelaki itu masih juga tak menunjukkan batang hidungnya.

"Yang Mulia, apa Anda masih akan tetap menunggu?" tanya Mulanie pada sang Ratu yang masih tak lelah menatap ke arah pintu.

"Iya. Aku masih akan menunggunya sebentar lagi," jawabnya dengan nada sedikit lemah.

Entahlah! Diana juga tak tahu mengapa ia sekecewa ini. Padahal, harusnya ia senang jika Ashlan tak kembali. Itu artinya, lengannya akan selamat. Tapi, saat menatap semua makanan yang telah susah payah ia masak sejak siang tadi, ada rasa sakit didalam hati Diana. Rasanya sedikit dingin, sedingin makanan yang sampai saat ini masih belum tersentuh.

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

begitulah, keadaa didalam istana

2024-07-22

0

Ririn Santi

Ririn Santi

makan aja sendiri daripada mubazir kan?

2024-04-12

0

Sulati Cus

Sulati Cus

mubazir deh

2023-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!