Pernikahan

"Tuan Putri, ada apa? Anda baik-baik saja?" tanya pelayan yang tadi mendekatinya.

"Jangan mendekat!" peringat Diana sambil beringsut pelan menuruni tempat tidur. Ia memperhatikan sekitar. Semuanya asing. Benar-benar tak ada apapun yang ia kenali di tempat ini.

Apa dia di culik? Benarkah? Apa ini ulah pasangan selingkuh itu? Mereka ingin balas dendam pada Diana?

Hendak memastikan semuanya, Diana berlari menuju ke pintu keluar. Namun, begitu sampai di sana, yang ia jumpai hanyalah koridor panjang disisi kanan dan kiri yang entah mengarah ke mana.

"Tuan Putri, ada apa?" Pelayan tadi masih mendekatinya. Beberapa pelayan lain ikut mendekat dengan raut wajah panik.

Diana tak mempedulikan keberadaan mereka. Ia kembali lagi ke dalam kamar. Cermin besar di sisi kanan ruangan adalah tujuannya. Dan, begitu sampai, ia memperhatikan lamat-lamat wajah didalam cermin itu. Ya, itu masih wajahnya. Kulit putih, mata hijau serta rambut kecoklatan bergelombang masih miliknya. Namun, gaun tidur yang ia pakai jelas bukan miliknya. Lalu, sebuah kalung berliontin permata Jadeite berwarna hijau terang tembus pandang jelas pula bukan miliknya.

"Siapa yang menyuruh kalian menculikku, hah? Apa Gerald dan Vanya?" tanya Diana garang pada sekelompok wanita yang terus mengikutinya sedari tadi.

"Apa maksud Anda, Tuan Putri?" 

"Jangan berlagak bodoh. Kalian dibayar berapa untuk mengerjai aku, hah? Kalian pikir aku takut pada kalian, begitu?"

"Ampun, Tuan Putri. Kami tidak bermaksud seperti itu." Salah satu pelayan menyahut dengan takut-takut. Sedikit terkejut akan reaksi Tuan Putri mereka yang selama ini terkenal pemurung dan nyaris tak pernah bicara. "Kami tidak mungkin berani bermain-main dengan Putri Mahkota kerajaan seperti Anda."

"A-aku siapa?" tanya Diana memastikan apa yang baru saja dia dengar.

"Anda tentu saja Yang Mulia Putri Diana, putri tunggal Yang Mulia Kaisar Sean." Pelayan wanita itu menjawab dengan kebingungan.

"Hah?"

Diana tercengang. Sejenak,ia mematung mencoba mencerna keadaan yang sedang terjadi.

"Aku Putri Diana?" tanyanya menunjuk diri sendiri.

Semua wanita berseragam maid itu menganggukkan kepala secara serentak.

"Tuan Putri harus segera bersiap. Sebentar lagi, rombongan Yang Mulia Kaisar Ashlan akan segera tiba. Yang Mulia Kaisar Sean mengatakan bahwa Anda harus bersiap sebaik mungkin menyambut kedatangan beliau."

Putri Diana,Kaisar Sean dan Kaisar Ashlan. Tiga nama itu terasa tak asing di ingatan Diana. Dan.. Duarrrr!! Bagai terkena kejutan listrik, Diana langsung jatuh terduduk saat menyadari suatu hal. Ia telah masuk ke dalam dunia novel yang ia baca semalam. Tapi, bagaimana bisa? Apa yang sebenarnya terjadi?

"Tuan Putri, Anda baik-baik saja?" Para pelayan itu lekas mendekati Diana. Berusaha membantu wanita muda itu berdiri dan memapahnya ke tempat tidur.

"Minum dulu, Tuan Putri!" Salah satu diantaranya sigap mengambil air minum dan membantu Diana untuk meminumnya.

"Apa aku ada di kerajaan Timur?" tanya Diana mencoba memastikan.

"Iya, Tuan Putri. Anda masih berada di Kerajaan Timur. Dan, hari ini adalah hari pernikahan Anda dengan pemimpin Kerajaan Barat. Yang Mulia Kaisar Ashlan," jawab pelayan yang memberinya minum.

Diana masih belum sepenuhnya percaya. Bisa saja ada seseorang yang menyelinap ke dalam rumahnya semalam dan menculik Diana. Lalu, mungkin saja orang itu ikut membaca novel yang Diana beli. Satu-satunya cara yang kembali harus ia tempuh agar kewarasannya tidak terganggu adalah dengan memastikan segalanya.

Tanpa aba-aba, Diana langsung berlari keluar kamar. Sekelompok pelayan yang tadi mengerumuninya mau tak mau ikut berlari mengejar Diana yang tiba-tiba seperti itu.

"Tuan Putri, Anda tidak boleh berlari seperti itu. Itu dilarang!" kata salah satu pelayan yang paling dekat jaraknya dengan Diana.

Diana masih tak peduli. Di perhatikannya kiri-kanan dan tak ada satu pun yang ia kenali. Dari koridor yang begitu panjang, akhirnya Diana tiba di halaman yang begitu luas. Ada air mancur tepat dihadapannya. Disisi kanannya terdapat taman bunga yang luas. Dan, di sisi kirinya terdapat sebuah bangunan megah yang bertolak belakang dengan tempatnya tadi keluar. Ya, bisa dibilang, tempatnya tadi seperti tempat pengasingan. Terlampau jauh untuk keluar bahkan membuat Diana merasa ngos-ngosan hanya sekedar lari dari sana menuju kemari.

"Tuan Putri, kita harus kembali. Yang Mulia Kaisar pasti akan marah jika melihat Anda berada ditempat terbuka seperti ini," kata pelayan lagi.

Diana tak menghiraukan. Tujuannya berlari saat ini adalah bangunan megah disisi kiri. Teriakan peringatan dari para pelayan itu ia abaikan.

"Kau... Kenapa kau bisa ada disini?" Seorang wanita dengan gaun megah berwarna merah maroon,memegang kipas dan mengenakan topi bundar diatas kepalanya berseru saat Diana memasuki ruangan megah itu.

"Pengawal! Pengawal!" teriak wanita itu marah.

Dua orang pengawal yang tadi berusaha menahan Diana didepan pintu masuk berlari dengan tergopoh-gopoh menuju ke dalam.

"Kenapa Putri Diana bisa sampai kemari? Apa kalian tak bisa mencegahnya, hah?"

Dua penjaga tersebut diam. Tentu mereka tak bisa menjawab apapun. Bagaimana bisa ia melarang seorang Putri Mahkota memasuki ruangan milik Ayahnya sendiri?

"Bibi Levrina?" tebak Diana setelah memperhatikan apa yang wanita angkuh itu lakukan.

Duchess Levrina membulatkan kedua matanya. Baru kali ini ia mendengar sang keponakan memanggil namanya tanpa ada kesan takut dalam suara merdu itu.

"Beraninya kau memanggil namaku, Diana!" geram Duchess marah.

"Ada apa ini ribut-ribut?" Tiba-tiba saja Kaisar Sean muncul dari dalam ruangan kerjanya. Seketika, suasana mendadak hening. Ada rasa sakit seiring detakan jantung yang kian bertambah cepat saat Diana melihat dengan jelas rupa Kaisar Sean yang bahkan Putri Diana sekalipun tak pernah melihatnya hingga ajal menjemput.

Mata hijau itu sama dengan matanya. Namun, hanya itu sebatas kemiripan mereka. Saat pandangan keduanya beradu, Diana meneteskan air mata tanpa diminta. Gadis itu bahkan tak menyadari bahwa dirinya kini sedang menangis hanya karena menatap lelaki paruh baya yang nampak masih begitu gagah diusianya yang sudah senja. Ada rindu yang menyeruak begitu saja.

"Kenapa anak itu ada disini?" tanya Kaisar Sean dengan nada datar terkesan dingin.

Pelayan wanita yang tadi mengejar Diana akhirnya sampai juga. Mereka langsung bersujud didepan Kaisar Sean dengan ketakutan.

"Maafkan kami Yang Mulia. Tuan Putri tadi tiba-tiba berlari dan kami tidak sanggup mencegahnya."

"Bawa dia kembali ke kamarnya dan pastikan kalian mendandani dia dengan baik. Satu lagi, pastikan gadis itu tak berbuat ulah lagi atau kepala kalian yang akan jadi taruhannya," kata Kaisar Sean dingin sambil membelakangi Diana.

"Ayah...," panggil Diana tertahan. Entahlah! Ia pun tak sadar mengucap nama itu.

"Apalagi yang kalian tunggu? Cepat seret gadis itu pergi dari hadapan Kaisar!" titah Duchess Levrina angkuh. Ia seolah tak ingin Anak dan Ayah itu bersitatap lebih lama lagi.

Para pelayan itu mengangguk. Mereka membawa Diana kembali ke tempat pengasingan dengan tatapan kasihan. Seorang Putri yang seharusnya menikmati kemewahan dan kekuasaan justru berakhir di pengasingan dan kini malah akan diusir secara halus dari negerinya sendiri.

*******

"Anda cantik sekali, Tuan Putri!" puji pelayan yang bertugas meriasnya.

Tak ada senyuman di wajah Diana. Hari pernikahan yang ia nantikan bersama kekasihnya  malah harus terjadi dengan seorang lelaki yang sama sekali tak ia kenal. Parahnya lagi, lelaki itu adalah seorang pemimpin yang bengis lagi kejam. Masa depan Diana terasa suram. Apalagi, ia tak tahu kemana harus kabur dan bagaimana caranya dia keluar dari dunia paralel ini. Ditambah lagi, bayangan kematian di depan mata makin menambah betapa mencekamnya masa depannya.

"Sang Kaisar telah tiba. Tuan Putri diharapkan menuju ke aula pernikahan, sekarang!" kata seorang pengawal memberitahu.

Diana masih terdiam dengan tatapan kosong. Tak ada celah untuk lari. Terdapat 6 pengawal laki-laki yang disiagakan oleh Duchess Levrina agar ia tak bisa kemana-mana.

Duchess Levrina adalah saudara kandung mendiang Ibu Putri Diana. Masih jelas diingatan Diana bahwa wanita licik itulah yang membuat sang Ayah menjadi makin membencinya dengan hasutan-hasutan yang kian hari kian dilancarkannya. Bahkan, wanita ular itu pulalah yang membuatnya harus mati di tangan Kaisar Ashlan akibat fitnah kejinya.

"Baiklah, Diana! Kau bukan Diana Emerald. Kau Diana Steel. Jika tak bisa menghindar, maka cukup kau hadapi! Ubah ceritanya sesuai keinginanmu dan jangan mau menjadi lemah seperti Diana Emerald." Diana mencoba meyakinkan diri sendiri dengan tekad untuk tak menyerah apalagi mati muda. Satu modal sudah ditangan yaitu dia tahu alur cerita ini.

Sampai di aula pernikahan, seorang lelaki dengan jubah hitam yang menjuntai serta sebuah topeng yang belum pernah ia lepas tampak menunggu Diana. Gadis itu pun menarik nafas panjang. Langkah pertama yang akan ia tempuh demi menghindari kematian adalah dengan menghilangkan pandangan gugup dan menggantinya dengan pandangan berani.

"Kalian berdua sudah siap?" tanya Pontifex, pimpinan tertinggi kuil kerajaan Timur saat kedua mempelai tiba dihadapannya.

"Kami siap," jawab keduanya dengan tegas dan lantang.

Lelaki di sebelah Diana tampak terkesiap saat mendengar betapa tegasnya wanita yang ia ketahui begitu lemah itu. Setidaknya, menurut informan yang ia utus untuk mencari tahu bagaimana kepribadian calon istrinya. Namun, keterkejutannya tak begitu ia tunjukkan. Apalagi, kini topengnya masih terpasang sempurna.

Banyak rumor mengenai mengapa sang Kaisar tak pernah membuka topengnya. Namun, rumor yang paling mendekati benar dan masuk akal adalah bahwa wajah sang Kaisar rusak saat berperang dengan kerajaan lain saat usianya masih sangat muda. Tapi, seberapa rusak dan parahnya luka itu masih ada yang belum tahu pasti karena para pelayan di kerajaan Barat sekalipun tak pernah melihat. Satu-satunya orang lain selain orangtuanya yang pernah bahkan sering melihat wajah sang Kaisar hanya Ksatria Bennett. Pengawal sekaligus sepupu dari pria itu sendiri. Namun, sayangnya rahasia seperti apa rupa sang Kaisar, tetap akan menjadi rahasia karena mustahil Ksatria Bennett membeberkannya tanpa izin sang Tuan.

Usai upacara pernikahan selesai, Kaisar Sean langsung meninggalkan tempat tanpa memberi ucapan apapun pada putri dan menantu barunya. Kaisar Ashlan sepertinya juga tak mempermasalahkan hal itu. Ia seolah mengerti bahwa seorang Raja yang baru saja menyerah tak mungkin bisa berdamai dengan cepat bersama musuhnya sekalipun sekarang mereka telah menjadi keluarga.

"Ksatria Bennett, antar Ratu Diana menuju kereta. Malam ini juga, kita akan kembali ke kerajaan Barat," titah Kaisar Ashlan pada ajudan pribadinya.

Diana terkesiap. Jujur, ia masih belum siap dan belum mampu menyesuaikan apa-apa. Tiba-tiba saja sudah langsung diminta untuk pergi ke kerajaan Barat tanpa persiapan apapun.

"Jangan persiapkan apapun. Semua kebutuhanmu sudah tersedia disana." Seolah mampu membaca pikiran Diana, Kaisar Ashlan sudah menyela bahkan sebelum Diana berucap.

"Ta-tapi...," Diana masih ingin protes namun Ksatria Bennett mencegahnya.

"Turuti saja apa yang dikatakan Yang Mulia Kaisar, Ratu! Itu akan lebih baik dan aman bagi Anda," tuturnya.

Diana mengangguk pasrah. Benar apa kata Ksatria Bennett. Ia tak boleh melakukan hal yang bisa memancing emosi Kaisar kejam itu. Salah-salah, umurnya bahkan bisa jauh lebih pendek dibanding Diana Emerald.

Malam itu, Diana pun pergi bersama suaminya menuju ke kerajaan Barat. Dan, entah kenapa, meski ia menyadari bahwa tubuh yang sekarang ia miliki bukanlah tubuhnya, namun rasa sakit hati karena tak ada yang melepas kepergiannya terasa begitu menyesakkan. Bahkan, air matanya terjatuh tanpa diminta.

"Kenapa aku menangis? Kenapa aku masih menoleh ke belakang dan berharap Yang Mulia Kaisar Sean berdiri disana untuk melepasku? Bukankah putrinya adalah Putri Diana Emerald? Sementara aku? Aku adalah Diana Steel," gumamnya dalam hati.

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

kok ceritanra langsung pindah kecerita negri dogeng.

2024-07-22

0

fitriani

fitriani

aku suka baca novel ini... seru ceritanya...

2024-07-02

1

Hikam Sairi

Hikam Sairi

/Chuckle/

2024-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!