Diana vs Verona

Bab 12

Kuping Diana terasa terbakar saat sang sepupu membisikkan kata-kata itu. Kepalan tangannya mengerat menahan rasa ingin memberi pukulan pada rahang bawah sepupunya itu. Namun, tentu hal itu tak bisa ia lakukan. Setidaknya, tidak di hadapan banyaknya tamu undangan yang datang dan tengah memperhatikan interaksi mereka.

"Matamu kenapa melotot, Di? Kau ingin marah? Apa kau tak setuju dengan perkataanku?" cibir Lady Verona sambil mengepakkan kipas yang ia bawa.

Diana tak bisa berucap apapun. Perkataan Lady Verona baginya memang ada benarnya. Siapakah dia bagi seorang Kaisar Ashlan yang berkuasa? Namun, ia juga tak boleh kalah begitu saja dari sepupunya itu. Setidaknya, dihadapan banyaknya kaum bangsawan yang datang, ia harus memperlihatkan bahwa harga dirinya sebagai seorang Ratu tetap harus dijunjung tinggi oleh mereka. Terlepas, Diana dijadikan Ratu hanya untuk disandera atau apapun itu.

Berusaha mengatur mimik wajah, Diana bangkit dari kursinya. Senyum terpatri di wajah cantiknya sambil menatap Verona yang masih begitu memandang sinis sosoknya.

"Beginikah cara seorang putri dari Menteri Administrasi Kerajaan berucap? Apa kau tidak pernah diajari sopan santun tentang bagaimana caranya bersikap dan berbicara kepada Ratu dari kerajaanmu sendiri?" balas Diana dengan pertanyaan menohok.

Wajah Lady Verona memerah seketika menahan malu. Ia bungkam. Wanita itu menatap geram pada sepupunya. Bisik-bisik para bangsawan yang sedang menonton kini berbalik mendukung perkataan Diana.

"Yang Mulia Ratu memang benar. Bukankah tidak etis jika kita memperlakukannya tidak adil?"

"Lady Verona memang tidak sopan. Bukannya Ratu adalah sepupunya sendiri?"

"Kenapa dia begitu kurang ajar? Seharusnya, dia bisa mengontrol ucapannya sebagai seorang putri pejabat tinggi."

Lady Verona merasa tersudut sekarang. Suara-suara gunjingan yang bertambah riuh semakin menaikkan emosinya yang memang terkenal sangat sulit untuk dikendalikan. Ya, Lady Verona memang dikenal temperamen sejak kecil dan tak ada yang berubah sedikitpun bahkan sampai sekarang.

"Kau itu hanya anak buangan yang bahkan Ayahmu sendiri sama sekali tak menginginkan kehadiranmu. Kau itu hanya sampah, Diana! Kau sama sekali tidak berharga baik dimata Ayahmu maupun dimata semua orang. Kau pembawa sial. Kau yang membuat Ibumu terbunuh. Kau bahkan jauh lebih hina dari seorang budak. Kau....,"

Plak!!!

Satu tamparan cukup membungkam mulut wanita itu. Seruan tertahan memenuhi seluruh ruangan saat menyaksikan adegan tersebut.

"Jangan bawa-bawa nama Ibuku, Verona! Atau kau akan merasakan hal yang lebih sakit dibanding tamparan tadi," ancam Diana dengan nada bergetar.

Entahlah! Gadis itu juga tak tahu kenapa hatinya begitu sakit saat ia dituduh sebagai dalang dibalik Kematian sang Ibu. Padahal, sekali lagi ia telah meyakinkan diri bahwa dirinya bukanlah Diana Emerald melainkan Diana Steel.

"Beraninya kau!" hardik Lady Verona tak terima. Dia yang terbiasa menerima kemenangan kini malah mendapatkan pukulan telak dari sepupu yang biasanya hanya akan pasrah jika dirundung.

Tanpa sadar, tangannya terangkat tinggi hendak menampar wajah Diana. Namun, belum sempat tangan itu mendarat, ia merasakan cekalan yang kuat dipergelangan tangannya.

"Siapa yang...," Ucapan Lady Verona menggantung kala ia melihat siapa yang baru saja mencekalnya.

"Ya-Yang Mulia?"lirihnya dengan bibir bergetar.

Bruk!!!

Hanya sedikit hentakan kecil dari Ashlan, Verona sudah jatuh terduduk diatas lantai. Gadis yang beberapa saat lalu masih angkuh bak raja hutan kini mendadak berubah menjadi kucing kecil tak berdaya.

"Beraninya kau hendak menampar Ratuku!" geram Ashlan marah.

Verona tak berani mengangkat kepalanya. Saat ini gadis itu benar-benar sedang ketakutan. Suara Ashlan yang jarang ia dengar bernada tinggi sukses membuat ia menciut.

"A-Ampun, Yang Mulia! Saya hanya ingin membela diri karena Ratu duluan yang telah menghina saya," ucap Verona berdusta demi menyelamatkan diri.

"Apa kau bilang?" sergah Diana tak terima. Wanita itu hendak menghampiri sepupunya namun sang suami menahan pergelangan tangannya.

"Tenanglah, Ratu!" ungkap Ashlan dengan nada yang hangat.

"Tapi dia memfitnahku. Dia yang mulai duluan," ungkap Diana setengah merengek pada Ashlan.

Lelaki itu mengelus pundaknya. Menuntun Diana untuk kembali duduk lalu meminta tolong pada Mulanie agar memberi istrinya minum.

"Mulanie, tolong ambilkan air minum untuk Yang Mulia Ratu!" titah Ashlan kepada pelayan pribadi istrinya.

Gadis yang juga sempat terperangah itu langsung tersadar dan menjalankan perintah.

"Duduk yang baik disini! Biarkan dia menjadi urusanku," pinta Ashlan pada Diana. Bak terhipnotis oleh perintah Ashlan, gadis bernetra kehijauan tersebut mengangguk tanpa ragu.

Semua bangsawan yang hadir dan menyaksikan drama tersebut tentu merasa sangat terkejut. Meski interaksi Diana dan Ashlan terkesan sangat sedikit namun mereka bisa menyimpulkan bahwa rumor mengenai hubungan Raja dan Ratu yang tidak baik sedikit terpatahkan.

"Verona Anastasia Hendrick!" panggil Ashlan dengan lantang. "Atas kelancanganmu yang berani mengangkat tangan dihadapan Ratu dari negara ini, maka kau ku jatuhkan hukuman cambuk sebanyak 100 kali ditempat ini sekarang juga!"

"Tidak, Yang Mulia!" geleng Verona tak percaya. "Anda tidak bisa melakukan ini terhadap saya. Saya adalah Putri dari orang yang paling berjasa di negara ini! Ayah saya pasti akan keberatan jika dia tahu apa yang anda lakukan kepada saya," pungkasnya dengan nada panik. Memanfaatkan nama besar sang Ayah menjadi satu-satunya harapan yang ia miliki.

Akan tetapi, harapan itu pupus seketika kala Ashlan berucap," Justru karena aku menghargai Ayahmu makanya kau hanya diberi hukuman cambuk. Jika tidak karena Duke Hendrick, maka hukuman mati pasti sudah kau terima, Lady!" Lelaki itu menyeringai. Tatapan dinginnya seolah mampu membekukan apapun.

"Ya-Yang Mulia!" Verona masih berusaha memberi pembelaan. Namun, dua pengawal tiba-tiba maju dan memegang kedua tangannya lalu satu orang lagi bergerak memberi hukuman yang dititahkan sang Raja.

Susana hening. Pesta yang harusnya menjadi tempat bersenang-senang justru malah menjadi tempat yang dipenuhi rintihan kesakitan dari Lady Verona. Diana yang turut menyaksikan hanya bisa memalingkan wajah sambil menutup kedua matanya. Meski teramat membenci wanita yang bergelar sepupu itu,namun ia juga tak menampik bahwa rasa kasihan itu masih ada.

"Ratu, Anda baik-baik saja?" Ksatria Bennett yang sedari tadi berdiri dibelakang Ashlan memutuskan mendekati Diana saat melihat wajah wanita itu sedikit memucat.

"Apa hukumannya tidak bisa dihentikan?" tanya Diana yang semakin tak nyaman mendengar rintihan Verona yang terus bersahutan dengan suara cambuk yang terayun memukul punggungnya.

"Semua yang sudah terlontar dari mulut sang Kaisar pantang untuk untuk dibatalkan, Yang Mulia!"

Diana meneguk ludah dengan payah. Gadis itu menggigit bibir bawahnya sambil berusaha menekan sesak yang menghimpit dada. Dia iba. Dia merasa kasihan kepada orang yang tak seharusnya dia kasihani. Sebisa mungkin ia menyingkirkan perasaan itu namun nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Orang baik yang bertekad jadi jahat tak akan benar-benar menjadi jahat secara keseluruhan. Pun sebaliknya. Orang jahat yang bertekad menjadi baik tak akan menjadi baik sepenuhnya. Setidaknya, untuk menjadi utuh, semua butuh proses yang panjang.

Usai hukuman Verona dilakukan, Ashlan lalu menarik Diana secara paksa untuk mengikutinya. Urusan memulangkan Verona dan pesta penyambutan ia serahkan kepada Ksatria Bennett untuk diurus sepenuhnya.

Diana yang masih syok akan hukuman cambuk yang diterima Verona beberapa saat yang lalu hanya bisa pasrah ketika Ashlan ternyata membawanya menuju ke kamar mereka. Sebelum pergi, lelaki berambut perak tersebut sempat mendeklarasikan bahwa Diana adalah Ratu negara kerajaan Barat. Terlepas darimana asal usulnya, Ashlan tak akan pernah segan memberi hukuman yang berat kepada mereka yang masih saja memandang remeh istrinya tersebut.

"Kenapa kita kemari, Yang Mulia?" tanya Diana gugup begitu mereka sampai kamar.

Ashlan melepaskan pegangan tangan mereka. Lelaki itu berbalik dan kembali menyeringai saat melihat wajah Diana yang tampak ketakutan. Perlahan, Aslan melangkah mendekati Diana dan...

Brak!!!

"Kau masih punya harga yang harus kau bayar karena telah menyelamatkan anak itu tempo hari," kata Kaisar Ashlan begitu pintu kamar yang berada persis dibelakang Diana ia tutup rapat.

Diana meneguk salivanya payah. Tangannya lekas ia sembunyikan dibalik punggung karena sadar bahwa tatapan pria itu terus memperhatikan kedua tangannya.

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

jngn tskut diana, berian lenganmu niar dipotong oleh kaisar azhlan, sssberapa berani sekejam itukah suamimu pada ratu hatinya

2024-07-22

0

Ayu Dani

Ayu Dani

hah mc nya masih lemah ngeselin

2024-04-27

2

Ririn Santi

Ririn Santi

ngerpanknya gak lucu ah

2024-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!