Wajahmu

Bab 9

Tiba didalam kamar, Ashlan membuka pintu dengan sangat pelan. Dia tak lupa bahwa kini bukan hanya dia yang menjadi penghuni kamar tersebut. Sudah ada sosok wanita yang bergelar istri yang kini akan menjadi teman berbagi segalanya bagi Ashlan. Namun, hati Ashlan masih meragu. Ia masih tak tahu akan menjadi apa sosok Diana bagi dirinya di masa depan kelak.

Tiba didekat tempat tidur, lelaki itu menatap lekat wajah Diana yang kini sedang terlelap diatas ranjang besarnya. Tatapan dingin yang masih tertutup topeng perlahan mulai meredup. Terbersit rasa kasihan pada gadis yang seharusnya menikah dengan lelaki yang dicintainya tapi malah berakhir menjadi tawanan perang berkedok istri untuk Ashlan. Ia tahu bahwa Diana pasti cukup cerdas untuk tahu seperti apa posisinya di kerajaan Barat saat ini. Sanggupkah dia bertahan atau justru malah kabur? Dua hal itu terus menganggu pikiran Ashlan semenjak ide menikahi Diana tercetus dari Duke Hendrick, suami dari Bibi Diana sendiri.

"Kau cantik," gumam Ashlan lirih. Jemari tangannya tanpa sadar mengelus lembut surai panjang berwarna kecoklatan milik Diana. Bibirnya tersenyum tipis nyaris tak terlihat. Namun, belum sampai 10 detik, Ashlan kembali menarik tangannya sambil menggelengkan kepala.

"Apa yang kau pikirkan Ashlan? Pantaskah orang sepertimu jatuh cinta? Terlebih lagi, kepada gadis yang kau ambil sebagai jaminan agar Ayahnya tak macam-macam? Sadarlah! Dia mana mungkin menyukaimu. Ingat! Kau tidak ditakdirkan untuk bersama siapa-siapa sampai kau mati!"

Suara-suara itu mendadak memenuhi Indra pendengaran Ashlan. Lelaki itu mundur beberapa langkah. Memegang kepalanya yang terasa sakit sambil berusaha mencari tumpuan agar tubuhnya tak sampai hilang keseimbangan.

Selang beberapa menit, nyeri di kepala mulai menghilang. Hanya tersisa bening di sudut mata Ashlan yang memerah. Nafasnya yang sempat ikut terasa sesak juga mulai netral kembali. Trauma kehilangan Ibunya kembali menghantui sejak ia pertama kali melihat Diana di Kerajaan Timur saat ia berhasil menduduki istana Kaisar Sean dua bulan yang lalu.

"Maaf," gumamnya sambil menatap nanar pada sesosok tubuh yang terbaring indah diatas tempat tidurnya.

Memilih untuk menenangkan diri, Ashlan mulai berjalan perlahan menuju ke kamar mandi. Ia butuh membersihkan diri setelah kegiatan latihan ia lakukan seharian demi menghindari melihat wajah istrinya sendiri. Namun, ia akhirnya tetap menyadari sesuatu. Seperti apapun caranya menghindar, pertemuan keduanya tetap akan terjadi karena adanya ikatan yang mempersatukan mereka.

Selesai mandi, Ashlan memilih sendiri pakaiannya tanpa bantuan siapapun. Ia telah terbiasa mandiri sejak kecil. Bagi lelaki itu, semakin sedikit orang yang mendekatinya maka bahaya juga semakin sedikit.

Saat sedang berganti pakaian, Ashlan tak menyadari bahwa sepasang mata indah yang tadinya tertutup kini telah terbuka. Tanpa berucap apapun, Diana hanya terus menatap lekat pada sosok Ashlan yang wajahnya tetap menjadi misteri hingga novel yang ia baca tamat.

Entah beruntung atau malah sial, malam ini justru ia mendapatkan sebuah kejutan besar. Saat lelaki itu selesai mengenakan bajunya, ia pun berbalik dan berjalan menuju ke arah tempat tidur. Wajah itu tak lagi menggunakan topeng pelindungnya. Wajah itu terlihat jelas tanpa penghalang apapun di mata Diana Steel yang bahkan Diana Emerald pun tak pernah melihatnya hingga kisah di novel selesai.

"Wa-wajahmu?" pekik Diana tanpa sadar saat Ashlan telah tiba didekatnya dan mendaratkan bobot tubuhnya disisi tempat tidur yang lain.

Ashlan yang kaget sontak berdiri kembali. Ia mematung dengan rahang yang mengetat. Netra abu-abu miliknya memindai tajam sosok wanita yang mendadak terbangun sambil menutup mulut kemudian membalikkan badan membelakangi Ashlan.

Lelaki itu mendengkus melihat reaksi yang ditunjukkan Diana saat melihat wajahnya. Tanpa berkata apa-apa, Ashlan bergerak cepat menuju ke sebuah meja dan meraih topengnya untuk di kenakan kembali. Sedikit terburu-buru, ia pun melangkah keluar kamar tanpa menoleh sedikitpun ke arah sang istri yang terlihat masih sangat syok.

"Kenapa dia harus melihat wajah ini?" geramnya dengan gigi bergemelatuk kala ia sudah berada di luar kamar.

Ada kisah yang membuat Ashlan harus menutupi wajahnya dengan topeng. Namun, ia tak berniat bercerita dengan siapapun termasuk kepada Diana. Tak seorang pun yang bisa ia percaya selain Ksatria Bennett dalam hidup ini. Termasuk Diana.

"Tunggu!"

Langkah Ashlan terhenti saat menyadari bahwa Diana ternyata menyusulnya. Gadis itu berlari sambil mengangkat gaun tidur putih polos yang panjangnya hingga mata kaki. Diana tadi sempat protes kepada Mulanie yang memilihkannya gaun itu. Namun, sang pelayan berkata bahwa gadis bangsawan memang tidak diperkenankan memperlihatkan betis mereka baik pada siang hari maupun malam hari ketika hendak tidur.

Tentu aturan itu menyiksa Diana. Bagaimana tidak? Dia yang terbiasa tidur dengan hanya mengenakan celana pendek dan kaos oversize harus dipaksa memakai baju yang menurutnya lebih mirip seperti karung goni tersebut.

"Kau ingin kemana?"

Ashlan masih diam.

"Kenapa baru pulang? Aku sudah menunggumu seharian ini," imbuh Diana yang kembali berbicara saat tak mendapat respon apa-apa dari Ashlan.

"Yang Mulia... Saya sedang berbicara dengan Anda!" ketusnya yang kini semakin sebal pada Ashlan.

Jika tak ingin berbicara, minimal balik badanlah! Itu yang Diana inginkan. Namun, Ashlan justru hanya berdiri mematung ditempatnya. Tak berniat sama sekali memutar tubuhnya sesuai yang diinginkan oleh Diana.

"Saya sudah memasak tadi siang. Tapi, Anda malah tidak pulang. Apa begitu, sikap seorang Kaisar kepada istrinya?" Diana melipat kedua tangannya. Ia berdiri tepat di samping lelaki itu.

"Ck, kenapa hanya diam? Anda bukan patung, kan?" Ia melambaikan tangannya dihadapan wajah Ashlan.

Sontak, Ashlan mengangkat kedua alisnya. Kini, Diana berhasil merebut perhatian lelaki itu karena telah membuatnya menoleh. Namun, kini malah dia yang menjadi gelagapan sendiri karena sorot tajam dari netra abu-abu lelaki itu.

"Ja-jangan tersinggung, Yang Mulia. Aku hanya memastikan bahwa Anda tidak kenapa-kenapa," cetus Diana membela diri atas perlakuannya tadi.

"A-anda mau apa?" tanya Diana gugup kala Ashlan mulai mendekatinya dan menghimpit tubuhnya ke dinding yang berada tepat dibelakangnya. Kedua tangan sang Kaisar muda mengurung tubuh mungil Diana dan mulai mengikis jarak wajah mereka.

Diana menolehkan kepalanya ke samping saat wajah itu semakin mendekat. Deru nafas Ashlan yang terdengar beraturan hanya berhasil menerpa wajahnya karena ia berhasil menghindar tepat waktu. Andai tak mengingat bahwa Ashlan adalah seseorang yang memiliki sihir dan fisik yang kuat, sudah sejak tadi ia menendang benda pusaka lelaki itu agar ia tak berlaku sekurang ajar ini padanya.

Namun, karena masih sayang nyawa meski kisah percintaannya berakhir mengenaskan, Diana harus mampu bersabar.

"Bisakah mulutmu diam?" bisik Ashlan ditelinga Diana.

"Hah?" Diana terperangah akan ucapan Ashlan. Dari sekian banyak kalimat yang bisa lelaki itu ucapkan, kenapa harus kalimat itu yang keluar?

Setelahnya, lelaki itu perlahan melepaskan Diana. Ia melangkah mundur beberapa langkah kemudian berbalik pergi tanpa berucap apapun lagi.

"Apa-apaan tadi?" gumam Diana yang masih berusaha menetralkan detak jantungnya.

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

semoga nanti wajah buruk suamimu bisa berubah sang ratu

2024-07-22

0

Anonymous

Anonymous

tampan kah

2024-07-05

0

£rvina

£rvina

gimana mang wajahnya... pinisirin ih... /Facepalm/

2024-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!