Pertemuan

Bab 20

Pemandangan lorong yang gelap memaksa Diana harus berjalan dengan cara meraba-raba tembok dengan tangannya. Entah bagaimana ia bisa sampai ke tempat ini, ia pun juga merasa bingung. Beberapa saat yang lalu, Diana masih berada di kamar bersama Ashlan. Namun, sekarang dia telah berada di tempat yang begitu asing.

"Apa ada orang disini?"

Tak ada jawaban. Hanya ada gema suaranya sendiri yang memenuhi lorong gelap itu. Panik tentu Diana rasa. Apalagi, kini dia benar-benar sendiri dalam artian yang sebenar-benarnya.

Lama berjalan dengan hanya mengandalkan Indra peraba dan instingnya, Diana sampai ke sebuah ruangan yang hanya di terangi cahaya dari sebatang lilin yang menyala. Seorang perempuan tampak berdiri di atas balkon sembari menatap purnama yang bulat sempurna di langit malam. Indah, dibuai angin yang menerbangkan rambut panjangnya.

"Kau siapa?" Diana mencoba memberanikan diri untuk mendekati perempuan itu. Dari belakang, Diana tampak tak asing dengan postur tubuhnya. Ia merasa sangat kenal dekat dengan sosok perempuan itu. Tapi siapa?

"Kenapa lama sekali datangnya?" Perempuan itu berbalik. Dan, pandangan mereka bersirobok satu sama lain.

"Kau...," Diana seolah tak percaya dengan penglihatannya sendiri. Bagaimana bisa dia bertemu dengan seorang perempuan yang wajah dan tubuhnya benar-benar mirip dengannya? Mereka layaknya saudara kembar. Dan, Diana terlalu sulit untuk menguasai dirinya sendiri.

"Aku sudah lama menantimu datang, Diana!" ucap perempuan itu dengan senyuman. Nada bicaranya terdengar anggun.

"Kau siapa?" lirih Diana lagi. "Bagaimana bisa kita terlihat begitu sama?" Gadis itu berusaha menguasai dirinya.

"Aku Diana Emerald. Sosok dirimu di masa lampau," jawab perempuan itu.

"Aku di masa lampau?"

Diana Emerald mengangguk. "Ya. Kau dan aku adalah orang yang sama. Hanya saja, hidup di era yang berbeda."

Mendengar penjelasan tak masuk akal itu, Diana Steel menjadi tertawa lebar. Entah, dirinya memang sudah gila atau karena kewarasan memang tak berlaku didunia aneh ini.

"Kenapa aku harus terseret ke zaman ini dan menggantikan peranmu, Diana? Apa kau tidak tahu betapa sulitnya aku menjalani kehidupan ini?"

Gadis yang berwajah sama dengannya itu masih bergeming. Berdiri dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

"Maaf karena aku terlalu lemah hingga berakhir dengan kematian tragis penuh penyesalan. Tapi, aku harap kau bisa mengubah keadaan. Jadilah hebat dan bersinar! Jangan seperti aku yang hanya bisa pasrah pada keadaan. Aku tahu kau jauh lebih tangguh dan kuat dari yang terlihat, Diana," kata Diana Emerald dengan mata berkaca-kaca.

"Tapi, aku tidak menginginkan kehidupan ini. Aku ingin kehidupanku yang lama," jawabnya dengan putus asa nyaris berteriak.

Diana Emerald terdiam sesaat. Entah apa yang ada di pikiran wanita itu saat ini.

"Jika ingin menggunakan sihirmu, pertama-tama terimalah siapa dirimu, Diana. Ingat, kau dan aku adalah satu. Kita adalah orang yang sama."

"Aku tidak membahas mengenai itu, Diana Emerald! Yang ingin ku bahas, kenapa aku harus menggantikan kamu di kehidupan ini!" teriak Diana Steel yang mulai terpancing emosi.

Sekali lagi, Diana Emerald tak menanggapi ucapannya. Perempuan itu malah berjalan mendekat padanya dan memeluk tubuhnya sesaat. Seperti menemukan bagian yang hilang dari dirinya, Diana yang awalnya merasa sangat marah kini perlahan mulai tenang. Perasaannya damai. Entah kenapa, ia merasa begitu aman dan nyaman dalam pelukan Diana Emerald.

"Ingat, Di! Kau harus menerima siapa dirimu jika tidak ingin berakhir tragis sekali lagi. Selamat tinggal!" Selepas mengucap kalimat itu, Diana Emerald melangkah mundur menuju kembali ke arah balkon.

BRUK!!

Diana Emerald menjatuhkan dirinya dari atas balkon. Lekas, Diana Steel berlari menuju ke sana. Namun, saat menunduk ke bawah, tak dijumpainya jasad Diana Emerald dibawah sana.

"Diana...," pekik Diana Steel saat tersadar.

"Ratu?" Ashlan yang sedang berganti pakaian segera menghampiri Diana yang tiba-tiba histeris. "Mimpi buruk?" tanyanya singkat.

Yang ditanya masih berusaha menetralkan nafas. Mimpi tadi terasa benar-benar nyata. "Apa cuma mimpi?"

"Ratu?" panggil Ashlan sekali lagi. Kini, lelaki tampan itu telah duduk di pinggiran tempat tidur sembari memegang tangan Diana.

Menyadari itu, Diana lekas menarik kasar tangannya. Hal itu tentu saja meninggalkan kekecewaan di wajah Ashlan. Entah seperti apapun dirinya, Diana seolah tak peduli dan tak mau tahu.

"Apa Ratu bermimpi buruk?", Ia mengulang pertanyaan lagi.

"Ya," jawab Diana singkat. Mimpi tadi kembali menyadarkan dia tentang siapa lelaki yang sedang bersamanya saat ini.

Ashlan adalah pembunuh dirinya suatu hari nanti.

"Ratu, Anda baik-baik saja?" tanya Ashlan ketika Diana beranjak turun dari tempat tidur hendak menuju ke kamar mandi.

Diana menghentikan langkahnya. Ia berbalik menatap Ashlan. "Saya baik-baik saja, Yang Mulia. Anda tidak perlu secemas itu mengenai kondisi tahanan Anda."

Kata 'tahanan' cukup menjadi kunci untuk memancing emosi Ashlan. Lelaki itu reflek berdiri. Berjalan cepat menghampiri sang Ratu lalu menyentak tangannya dengan sedikit kasar.

"Coba katakan sekali lagi yang barusan Ratu ucapkan!" tantangnya dengan tatapan nyalang.

Diana menghela nafas. Netra kehijauannya menantang dengan berani sepasang netra abu-abu di hadapannya. "Anda tidak perlu secemas itu mengenai kondisi tahanan Anda."

Ashlan mendesah samar. Pandangannya ia tundukkan sesaat. "Apa Ratu masih sakit hati mengenai ucapan saya yang dulu?"

Diana memalingkan wajahnya. Ia berusaha untuk menghindari tatapan mata Ashlan kali ini karena mendadak berubah sendu. Dan, itu sedikit membuat Diana menjadi goyah.

"Terlepas dari apapun rencana Anda mengenai saya, pada akhirnya saya hanya akan berakhir di buang atau dibunuh. Jadi...," Diana mencoba untuk melepaskan tangan Ashlan dan berhasil. "Lebih baik Anda bersikap kejam seperti biasa daripada harus bersandiwara baik seperti ini."

Ashlan mematung dalam diam. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain menatap Diana yang kini menghilang dibalik pintu menuju ke tempat permandian. Sesaat, lelaki itu memegang dadanya yang terasa sakit. Namun, meski begitu, bibirnya tetap mengulas senyum dengan netra yang mulai mengembun.

"Ya, begini memang lebih baik. Semakin kau jauh, semakin kau akan tetap aman. Maafkan aku yang sempat berpikir egois untuk menggenggammu." Setetes bening lolos dari sudut mata pria itu. Ia berusaha untuk tetap kuat seperti biasa. Topeng yang tergeletak diatas meja ia raih. Kembali memasangnya untuk menutupi wajah yang kata sebagian orang bukanlah wajah yang pantas untuk mewarisi tahta.

Tiba di luar kamar, terlihat Ksatria Bennett yang sudah menunggunya dengan setia. Lelaki yang lebih muda dua tahun darinya itu langsung menampakkan wajah sumringah meski raut tegang masih mengisi sebagian wajahnya.

"Yang Mulia!" sapa lelaki itu.

Ashlan bergeming. Tatapan dinginnya menyorot Ksatria Bennett dengan pandangan kecewa.

"Lebih baik kau tetap di tempatmu sampai kau benar-benar terbukti tidak terlibat sedikitpun mengenai masalah ini, Rick! Jangan lakukan apapun atau mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan kerajaan. Posisimu sementara ini aku tangguhkan."

"Tapi, Yang Mulia!"

"Alarick!" Ashlan membentak sepupunya. "Berani kau menentang keputusan Rajamu?"

Ksatria Bennett meneguk ludahnya kasar. Sepasang matanya memerah mendapati kekecewaan yang begitu dalam terlihat di mata sang sepupu. "Maafkan saya, Yang Mulia!" ucapnya sambil berlutut dihadapan sang Kaisar.

"Pergilah! Jangan pernah keluar dari tempatmu sampai masalah ini benar-benar selesai."

"Baik, Yang Mulia. Maafkan saya!" Ksatria Bennet masih berdiam dalam posisi yang sama sampai Ashlan benar-benar pergi dan meninggalkannya tanpa mengajak seperti biasa.

Terpopuler

Comments

paty

paty

diana lo aneh katanya mo mengubah nasib tp kaisar ber buat baik lo tdk terima n kaisar lo dg sepupu lo diadu domba n dalangnya tu paman diana

2024-11-16

0

Nailott

Nailott

pertikaian antara kaisar dn sepupunya juga dg ratunya yg selalu salah faham

2024-07-25

1

Oi Min

Oi Min

iki mesty kerjaane pamane Diana

2024-05-02

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!