Jaim

Bab 8

Setelah berganti gaun tidur dengan bantuan Mulanie, Diana mulai membaringkan tubuhnya diatas pembaringan. Hari ini ia benar-benar merasa lelah. Tubuhnya sakit semua karena perjalanan jauh yang ia tempuh dan juga acara memasak tadi siang. Belum lagi, ia masih harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu Ashlan yang ternyata tidak pulang-pulang.

"Andai tahu kalau tenagaku hanya akan habis sia-sia, untuk apa aku melakukan hal seperti tadi? Ck...," sungut Diana yang masih saja kesal.

Mulanie tak menanggapi apa-apa. Gadis bangsawan tersebut tampak sibuk mematikan beberapa lilin didalam ruangan sebelum pamit undur diri.

"Selamat beristirahat, Yang Mulia!" pamit Mulanie.

"Kau juga, Mulanie. Terimakasih banyak untuk hari ini,"balas Diana dengan senyum tulus.

Mulanie mengangguk kikuk. Terus terang, ia tak pernah menyangka akan mendapatkan ucapan terima kasih yang dibarengi dengan senyum setulus itu dari Ratu kerajaannya. Perlahan, ia mulai berpikir bahwa keputusannya untuk menerima pekerjaan ini bukanlah hal yang terlalu buruk. Meski dijauhi oleh sesama putri bangsawan, namun Mulanie tidak merasa mengalami kerugian apapun. Toh, selama ini dia memang selalu diasingkan di lingkungan pergaulan hanya karena keluarganya mengalami kebangkrutan dan terpaksa harus pindah ke desa kecil dan bekerja sebagai petani.

*****

Ditempat lain, Ashlan yang baru saja menyelesaikan latihan memanahnya tampak duduk sambil berusaha menetralkan nafas yang masih terengah. Kuda yang ia tunggangi dalam sesi latihan memanah tadi sudah di bawa kembali ke dalam kandang oleh salah satu prajurit.

"Anda tidak ingin pulang?" tanya Ksatria Bennett kepada sang Kaisar sekaligus kakak sepupunya itu. Ya, sepupu. Alarick Kristoff Bennett merupakan putra dari adik kandung mendiang Ibu Kaisar Ashlan Arthur Mounthbetten .

"Untuk apa?" ujar Ashlan balik bertanya.

Ksatria Bennett nampak berpikir. Dipandanginya wajah sang Kaisar dengan tatapan lekat. Pria berusia 30 tahun itu tersenyum kecil. Aih! Sepupunya masih saja selalu berusaha menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.

"Untuk membuktikan ucapan mata-mata tadi siang. Apa benar ada yang menyiapkan makanan untuk Yang Mulia atau tidak."

Ashlan mendesah samar. Ekspresinya terlihat begitu malas menanggapi. Namun, tidak tahu dengan hatinya. Lelaki yang lebih tua 2 tahun dari Ksatria Bennett itu adalah ahlinya dalam menyembunyikan isi hati semenjak Ibu kandungnya meninggal. Tapi, tidak pada sepupunya sendiri.

"Yang Mulia?" panggil Ksatria Bennett.

"Hmm?" jawabnya malas.

"Mau pulang atau tidak?"

Memilih tak menjawab, Kaisar Ashlan segera berdiri dan berjalan ke arah istana. Ksatria Bennett yang melihat itu sigap ikut berdiri. Dengan cepat, ia sudah menyetarakan langkah.

Tiba di bagian istana yang sedikit sepi dan minim penjagaan manusia, Kaisar Ashlan bergegas menuju ke ruang makan. Ksatria Bennett masih setia mengekor dibelakang tanpa bersuara sedikitpun.

"Jadi, perempuan Timur itu yang memasak

semuanya?" tanya Kaisar Ashlan saat melihat makanan diatas meja yang sudah dingin dan tampak tak pernah tersentuh.

"Benar, Yang Mulia. Yang Mulia Ratu yang sengaja memasak semua makanan ini untuk Anda. Kata Mulanie, ini adalah bentuk bakti Yang Mulia Ratu sebagai seorang istri." Ksatria Bennett memberi penjelasan. Mulutnya berusaha ia bungkam agar tak tersenyum.

Kaisar Ashlan berdecih. "Bagaimana jika dia sebenarnya sengaja ingin meracuniku?"

Ksatria Bennett mengendikkan bahu. " Anda sedari kecil sudah terlatih untuk melawan racun yang memasuki tubuh Anda. Kekebalan Anda terhadap racun hanya akan luntur jika...,"

Kaisar Ashlan mengangkat sebelah tangannya untuk menghentikan ucapan Ksatria Bennett. Tatapan tajam lelaki itu mengarah pada adik sepupunya yang sontak langsung membungkam mulut dan menundukkan kepala. Hampir, dia mengungkap kelemahan sang Kaisar yang beresiko bisa saja ada yang menguping.

"Maafkan Saya!" tutur Ksatria Bennett.

Tak ada tanggapan dari lelaki bernetra abu-abu dan bersurai perak itu. Ia tak terlalu mempermasalahkan ucapan Ksatria Bennett sama sekali. Hanya saja, andai bisa dicegah, maka akan dilakukan.

Fokusnya hanya berpusat pada makanan yang masih tersedia diatas meja. Meski sudah dingin, namun aromanya masih menggugah selera makan dan memaksa cacing-cacing didalam perut Ashlan berdemo untuk meminta bagian. Mau tak mau, ia pun duduk disalah satu kursi dan menarik sepiring steik kemudian dipandanginya dengan lekat.

"Ini tidak basi 'kan?" tanyanya pada Ksatria Bennett. Ia sibuk mengendus bau makanan itu untuk memastikan. Jangan sampai dia memakan makanan basi atau dia akan sakit perut keesokan harinya.

"Mau saya coba terlebih dulu?" Ksatria Bennett menawarkan diri.

"Tidak usah," cegah Ashlan sembari mengamankan makanannya dari jangkauan Ksatria Bennett yang hendak menarik piring berisi steik tersebut.

"Awas saja jika makanan ini benar ada racunnya," imbuhnya lagi seraya memasukkan suapan pertama ke dalam mulut.

Mata Ksatria Bennett membulat sempurna saat melihat bagaimana lahapnya Ashlan memakan makanan tersebut. Katanya tadi takut keracunan, tapi ini malah satu piring sudah bersih tak bersisa. Kemana kekhawatiran dan prasangkanya tadi? Apa kalah dengan rasa makanan buatan sang Ratu?

"Rick, makanan ini aman." Ia mendorong piring kosong agak ke tengah meja. "Apa mungkin, racunnya disini?" imbuhnya sambil menarik sepiring pasta yang tak kalah menggiurkan.

"Itu makanan apa, Yang Mulia?" tanya Ksatria Bennett sambil memperhatikan makanan yang ada didepan Ashlan.

"Tidak tahu," jawab Ashlan yang juga pertama kali menemui jenis masakan tersebut. Namun, meski tak tahu apa nama makanannya, ia tetap lahap memasukkan suap demi suap ke dalam mulutnya hingga piring kedua kembali bersih seketika.

Wajar jika keduanya tak tahu apa itu pasta. Makanan ini pertama kali muncul di abad ke-5 Masehi. Sedangkan, masa di mana mereka hidup sekarang berdasarkan novel adalah tahun 85 SM.

"Habis, Yang Mulia?" goda Ksatria Bennett yang sengaja ingin membuat kakak sepupunya jadi salah tingkah.

Gerakan tangan Ashlan yang hendak meraih piring ketiga menjadi urung. Pertanyaan bernada menyindir dari sang sepupu membuatnya kembali menarik tangan dan malah menyambar air minum yang tersedia.

"Aku bukannya suka, hanya saja, sayang jika harus dibuang begitu saja," ujar Kaisar Ashlan memberi pembelaan pada tindakannya barusan.

Setelah itu, dia pun berdiri. Hendak berjalan menuju ke kamar untuk beristirahat.

"Yang itu tidak dihabiskan, Yang Mulia?"

Ashlan menghentikan langkahnya. Ia pun berbalik pada sang sepupu dan memberinya pukulan kecil di mulut lelaki berambut pirang tersebut.

"Makan saja jika kau ingin."

Ksatria Bennett tertawa lebar selepas kepergian saudaranya. Ia segera mengambil posisi duduk dimeja makan usai memastikan Ashlan benar-benar berjalan menuju ke kamar tidur.

Sisi bagian istana yang mereka huni memang hampir tak memiliki penjaga. Hanya ada beberapa maid yang menginap disana dan akan terbangun jika Ashlan membutuhkan sesuatu. Istana itu sudah dilindungi dengan sihir pelindung agar penyusup atau seseorang yang berniat jahat tak akan mampu menembus tameng tak terlihat itu. Semuanya merupakan keputusan Ashlan. Lelaki 32 tahun tersebut memang tak terlalu suka keramaian. Ia juga tak mau banyak orang yang melanggar privasinya termasuk melihat wajahnya.

Terpopuler

Comments

panty sari

panty sari

koki hebat ratu jadi kaisar Aslan pasti suka masakannya

2025-03-27

0

Nailott

Nailott

ha ha, semoga kaisar azlan kecanduan dg masakan yg mulia ratu diana

2024-07-22

0

fitriani

fitriani

wkkwwkwkwk entah laper entah krn masakannya enak entahlah krn doyan jadinya lahap dah😂😂😂😂😂

2024-07-03

1

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Nenek tua dan Novel Misterius
3 Pernikahan
4 Insiden di Ibukota
5 Harga
6 Dia tak datang
7 Diana di mata pelayan
8 Jaim
9 Wajahmu
10 Aku adalah Ratu!
11 Jangan remehkan aku!
12 Diana vs Verona
13 Berubah-ubah
14 Salah paham
15 Ledakan
16 Sihir yang mendadak muncul
17 Rey, siapa?
18 Setelah tragedi
19 Seperti gosip yang tersebar
20 Pertemuan
21 Keluarga?
22 Psikopat
23 Otak udang
24 Pengakuan
25 Buka Hatimu
26 Sisi lain
27 Pasti berhasil
28 Plot twist
29 Trap
30 Situasi tak menguntungkan
31 Stranger
32 Tak mungkin berkhianat
33 Gangguan sebelum pesta
34 Godaan
35 Di pergoki
36 Ayo lakukan 'itu'
37 Imbalan untuk Verona
38 Tentang perasaan orangtua
39 Jadikan aku rumah!
40 Ksatria Martinez
41 Ayah dan rasa bersalahnya
42 Pilihan
43 Khayalan Levrina, mimpi Sean
44 Hukuman untuk Ayah
45 Tempatmu disini, disisiku!
46 Cinta yang berbalas
47 First night
48 Momen haru yang berantakan
49 Kecurigaan Kaisar Sean
50 One by one
51 Memutuskan kembali
52 Kepulangan Grand Duke Windsor
53 Sihir gelap terlarang
54 Kegilaan Duke Hendrick
55 Kegilaan Duke Hendrick II
56 Guru baru
57 Pasca latihan
58 Syarat Tuan Vernand
59 Kejelasan Identitas
60 Tanda Kerajaan
61 Babak Baru
62 Kekasih rahasia Verona
63 The Day
64 Eksekusi Duke Hendrick
65 Perburuan
66 Kilas masa lalu
67 Hukuman
68 Fakta baru
69 Leon, Ashlan (Singa)
70 Sebelum perang
71 Alarick dan Damian
72 In the Dark
73 Kepergian Fionn
74 Hidup terus berlanjut
75 Kisah akhir Levrina
76 Mungkin kisah cinta yang lain
77 Kabar bahagia?
78 Malaikat kecil
79 Pesta perayaan kehamilan
80 Bencana di tengah pesta
81 Kegilaan Diana
82 Back to the future
83 Dia kembali
84 Masih mengganggu
85 Menolak jatuh di lubang yang sama
86 Gelandangan?
87 Ashlan Joan Arlen
88 Sekarang, berbahagialah!
89 Hai, apa kabar?
90 Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91 Pengusiran ulat bulu
92 Bertemu calon mertua
93 Prank calon mertua
94 Aku dan mantanmu
95 Mengulang malam
96 Takdir yang sama?
97 Menengok calon bayi
98 Cincin lamaran
99 Mantan tunangan
100 Ending
101 Epilog
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Nenek tua dan Novel Misterius
3
Pernikahan
4
Insiden di Ibukota
5
Harga
6
Dia tak datang
7
Diana di mata pelayan
8
Jaim
9
Wajahmu
10
Aku adalah Ratu!
11
Jangan remehkan aku!
12
Diana vs Verona
13
Berubah-ubah
14
Salah paham
15
Ledakan
16
Sihir yang mendadak muncul
17
Rey, siapa?
18
Setelah tragedi
19
Seperti gosip yang tersebar
20
Pertemuan
21
Keluarga?
22
Psikopat
23
Otak udang
24
Pengakuan
25
Buka Hatimu
26
Sisi lain
27
Pasti berhasil
28
Plot twist
29
Trap
30
Situasi tak menguntungkan
31
Stranger
32
Tak mungkin berkhianat
33
Gangguan sebelum pesta
34
Godaan
35
Di pergoki
36
Ayo lakukan 'itu'
37
Imbalan untuk Verona
38
Tentang perasaan orangtua
39
Jadikan aku rumah!
40
Ksatria Martinez
41
Ayah dan rasa bersalahnya
42
Pilihan
43
Khayalan Levrina, mimpi Sean
44
Hukuman untuk Ayah
45
Tempatmu disini, disisiku!
46
Cinta yang berbalas
47
First night
48
Momen haru yang berantakan
49
Kecurigaan Kaisar Sean
50
One by one
51
Memutuskan kembali
52
Kepulangan Grand Duke Windsor
53
Sihir gelap terlarang
54
Kegilaan Duke Hendrick
55
Kegilaan Duke Hendrick II
56
Guru baru
57
Pasca latihan
58
Syarat Tuan Vernand
59
Kejelasan Identitas
60
Tanda Kerajaan
61
Babak Baru
62
Kekasih rahasia Verona
63
The Day
64
Eksekusi Duke Hendrick
65
Perburuan
66
Kilas masa lalu
67
Hukuman
68
Fakta baru
69
Leon, Ashlan (Singa)
70
Sebelum perang
71
Alarick dan Damian
72
In the Dark
73
Kepergian Fionn
74
Hidup terus berlanjut
75
Kisah akhir Levrina
76
Mungkin kisah cinta yang lain
77
Kabar bahagia?
78
Malaikat kecil
79
Pesta perayaan kehamilan
80
Bencana di tengah pesta
81
Kegilaan Diana
82
Back to the future
83
Dia kembali
84
Masih mengganggu
85
Menolak jatuh di lubang yang sama
86
Gelandangan?
87
Ashlan Joan Arlen
88
Sekarang, berbahagialah!
89
Hai, apa kabar?
90
Jarak yang ku tempuh demi dirimu
91
Pengusiran ulat bulu
92
Bertemu calon mertua
93
Prank calon mertua
94
Aku dan mantanmu
95
Mengulang malam
96
Takdir yang sama?
97
Menengok calon bayi
98
Cincin lamaran
99
Mantan tunangan
100
Ending
101
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!