chapter 18 ---

"hacik.... iashh..... "

"ada apa Arcane? "

"tidak ada, aku hanya merasakan firasat buruk.... "

"oh... lupakan saja, mungkin itu hanya perasaan mu saja"

"kau benar Brian"

Arcane dan Brian membawa beberapa hewan Hidup dari hutan dengan kesusahan, karena saat ini mereka membawa seekor rusa liar yang terjebak di sana.

mereka memutuskan untuk membawa hewan paling besar dan telah berpindah alam terlebih dahulu kepada orang tua Brian sebelum kembali dan mengambil beberapa hewan lainnya yang masih hidup.

setelah selesai mereka kembali untuk langsung mengambil beberapa hewan hidup, namun kali ini Brian yang bertugas untuk mengikat dan mengumpulkan hewan yang masih hidup.

sementara Arcane ia mengumpulkan beberapa tanaman rempah yang sekiranya bisa di manfaatkan oleh orang-orang yang tinggal di panti.

lalu ketika ia mengumpulkan herbal tiba-tiba ada sesuatu ayang menarik untuk Arcane.

"wow... ternyata di sini juga ada hewan itu.... "

Brian telah mengumpulkan hewan yang masih hidup dan memasang kembali perangkap hewan, Brian mengangguk karena tangkapan mereka kini sangat memuaskan karena mereka telah mengumpulkan 15 ekor ayam dan 10 ekor kelinci.

ia kemudian mencari kayu panjang untuk menggotong semua hewan itu bersama Arcane, namun setelah ia siap Arcane datang dengan membawa hal yang tidak biasa.

"Brian... apakah sudah siap? "

"oh.. sudah lihaaaat... woy! apa itu!! "

Brian terkejut karena saat ini seluruh tangan Arcane telah di tutupi oleh banyak serangga.

"oh ini... ini lebah"

Brian gemetar dan menjauh.

"kau gila... kalau kau membawa itu kita bisa di sengat!! "

Arcane santai dan menggeleng.

"tidak perlu takut.... asal kau tidak melakukan gerakan yang mendadak dan suara bising mereka akan baik-baik saja... "

"meskipun begitu kau tidak perlu membawa mereka kan!!!! kau tidak perlu membawa mereka!!"

"hei jangan salah, mereka ini jenis lebah yang bisa menghasilkan madu, rasanya enak dan mahal"

"tapi... tapi kan!!.... "

"sudah ayo ke panti kita harus segera kesana sebelum hujan"

keduanya kemudian menuju panti asuhan itu meskipun sebenarnya Brian masih merasa ngeri dengan apa yang di bawa Arcane.

untungnya perjalanan menuju panti asuhan yang cukup terpencil dan jauh terasa lumayan sepi karena suasana terbilang cukup pagi.

ketika keduanya sampai Arcane langsung meminta Brian untuk membawa binatang-binatang itu menuju belakang panti tempat kandang yang telah di siapkan oleh mereka.

sementara itu Arcane menuju bagian pojokan panti yang sekiranya aman dan tempat dimana ia mulai menggunakan sihirnya untuk membuat kandang, kali ini ia menggunakan sihir kayu dan membuat sarang lebah moderen.

setelah beberapa saat sebuah kayu tumbuh cepat dan membentuk sebuah kubus yang lumayan besar lengkap beserta isinya dan penutupnya, Arcane memeriksa rumah lebah itu agar dapat dengan mudah di ambil ketika sudah siap di panen.

setelah selesai ia langsung menyingkirkan lebah yang berada di tangannya dengan sihir angin lembut supaya para lebah tidak panik, setelah bersih ia langsung membuka genggaman tangannya yang berisi ratu lebah dan memasukkan ratu lebah itu kedalam kandang dengan lembut.

setelah selesai Arcane langsung menutup kembali kandang itu dan mengamati pergerakan para lebah, setelah beberapa saat untungnya para lebah yang kesana kemari mulai berkumpul dan memasuki sarang baru mereka.

Arcane bernafas lega karena ia sempat mengira kalau akan gagal karena jujur sebenarnya Arcane tidak terlalu ahli tentang masalah ini.

Setelah selesai Arcane langsung menuju belakang panti asuhan, di sana ternyata Brian, anak-anak serta beberapa pemuda sedang memberi makan para kelinci itu.

Arcane menyapa mereka sebentar dan sepertinya anak-anak itu tampak senang, lalu setelah itu seorang anak kecil berjalan menuju arcane.

"kak Arcane kapan kita belajar sihir? "

"oh iya hehehe... hampir lupa... "

percakapan singkat itu memulai sesi pelajaran Arcane, ia menjelaskan kepada mereka semua hal-hal tentang sihir yang ia pahami, selain itu ia juga mendapatkan teman sparing untuk berlatih dalam pertarungan.

Arcane baru tau kalau beberapa pemuda di sini pandai dalam berkelahi khususnya tangan kosong Karena mengaca dalam kehidupan sehari-hari mereka yang bertarung dengan para preman ketika hari gajian mereka atau ketika mereka membawa beberapa makanan untuk anak-anak panti.

untuk Arcane sendiri sadar atau tidak ia bisa mengimbangi sparing itu dengan sangat baik bahkan mengalahkan beberapa pemuda yaang ada di sana.

mereka melakukannya hingga hari menjelang siang ketika hari sangat terik dan Samuel telah kembali membawa beberapa makanan.

setelah istirahat sejenak Arcane langsung mengajak Samuel dan beberapa pemuda lain termasuk Brian untuk membawa 2 ekor kelinci jantan.

Arcane kira 4 ekor kelinci betina dan 2 ekor kelinci jantan sudah cukup untuk di jadikan peliharaan, lagipula pertumbuhan dan perkembangbiakan kelinci cukup cepat.

Arcane mengajari Samuel dan anak-anak bagaimana car merawat peliharaan mereka dan khususnya lebah yang Arcane bawa.

Samuel awalnya cukup terkejut namun setelah penjelasan panjang lebar ia akhirnya menyetujui dan membuat pagar di sekeliling kandang lebah serta memperingati anak-anak lainnya.

selanjutnya Arcane menuju dapur panti asuhan yang telah di bersihkan, meskipun temboknya cukup tidak karuan namun kondisi peralatan masak masih bisa di bilang layak pakai.

Arcane juga dihari sebelumnya memberikan sejumlah uang untuk membeli beberapa bahan masakan karena ia tau kalau panti ini kesulitan dalam mencari makan, terbukti dengan mereka selalu membawa roti dengan sedikit Soup dingin untuk makan sehari-hari.

Arcane kini memulai memasak daging kelinci dan beberapa sayuran seperti kentang Arcane juga menggunakan bumbu Sederhana yang bisa mereka gunakan.

setelah beberapa saat masakan Arcane telah siap.

"ok... burger daging kelinci dengan kentang goreng siap di sajikan.... "

Brian dan yang lainnya sedikit bingung karena masakan yang Arcane buat memang tidak pernah di temui dimanapun di seluruh kerajaan, tentu saja mereka langsung berkomentar.

"aaa.... sudah? cepat sekali? "

"bagaimana cara memakannya Arcane? "

"daging dengan roti? bukankah kita sering memakannya? ini kan hanya bentuk nya saja yang berbeda"

Arcane sedikit tertawa dan menjelaskan.

"makanan ini namanya hamburger.

kalian memang sering memakan daging dan roti namun yang aku buat ini adalah makanan cepat saji dan mudah di bawa kemanapun baik kita sebagai penjual maupun pelanggan.

itulah sebabnya kita bisa menyuruh anak-anak untuk membawa makanan ini untuk berjualan mengelilingi kota.

dan coba kalian rasakan sendiri bagaimana rasanya "

Brian, Samuel dan yang lainnya hanya mengangguk paham kemudian mereka membagi hamburger itu secara merata dan tentu saja ekspresi keterkejutan terpampang di mata mereka.

"ini... ENAK!!! "

"sangat sederhana!!! namun sangat gurih dan manis"

"rasa manis ini.... tomat!? "

"iya benar juga meskipun sayurannya mentah itu malah membuat makanan ini menjadi nikmat.!"

"benar!! aku padahal sempat ragu untuk memakannya"

Arcane tersenyum puas mengetahui hasilnya seperti yang ia perkirakan.

"baik!!! berarti kita bisa langsung membuat tempat untuk memperjual belikan makanan ini besok di pagi sampai siang hari"

namun sebelum bernafas lega Samuel mengangkat tangannya dan berbicara.

"aaa... tapi tidak ada dari kamu yang bisa memasak Arcane"

Arcane langsung melongo mendengar hal itu.

"yang benar? "

Arcane mendapati semua orang mengangguk dan bahkan ada beberapa yang membuang muka.

"lalu bagaimana selama ini kalian makan? "

"aaa... bukankah kau sudah melihatnya? "

"kapan? "

"Ya itu tadi siang.... "

"jadi roti-roti itu.... "

"benar kami tidak bisa memasak jadinya kami membeli roti dan Soup.

karena sudah siang beberapa toko menurunkan harga mereka karena makanan yang sudah dingin.

begitulah cara kami bertahan dan itulah alasan kenapa dapur ini perlu di bersihkan dulu"

"benar...... lagipula kami semua adalah koki yang buruk dari yang terburuk"

Arcane terhuyung kebelakang dan tatapannya menjadi kosong.

"lalu untuk apa aku membuat resep dan menunjukkan cara memasak kepada kalian"

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2023-01-27

0

Iam a A

Iam a A

semangat thor

2022-08-19

0

""wong baru""

""wong baru""

lanjut

2022-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 chapter 1--
2 chapter 2--
3 chapter 3--
4 chapter 4--
5 chapter 5--
6 chapter 6 ---
7 chapter 7 ---
8 chapter 8 --
9 chapter 9--
10 chapter 10 ---
11 chapter 11 ---
12 chapter 12 ---
13 chapter 13---
14 chapter 14 ---
15 chapter 15 ---
16 chapter 16 ---
17 chapter 17 ---
18 chapter 18 ---
19 chapter 19 ---
20 chapter 20 --
21 chapter 21 ---
22 chapter 22 ---
23 chapter 23 ---
24 chapter 24 ---
25 chapter 25 ---
26 chapter 26 ---
27 chapter 27 ---
28 chapter 28 ---
29 chapter 29 ---
30 chapter 30 ---
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 chapter 89
90 chapter 90
91 chapter 91
92 chapter 92
93 chapter 93
94 chapter 94
95 chapter 95
96 chapter 96
97 chapter 97
98 chapter 98
99 chapter 99
100 chapter 100
101 chapter 101
102 chapter 102
103 chapter 103
104 chapter 104
105 chapter 105
106 chapter 106
107 chapter 107
108 chapter 108
109 chapter 109
110 chapter 110
111 chapter 111
112 chapter 112
113 chapter 113
114 chapter 144
115 chapter 115
116 chapter 116
117 chapter 117
118 chapter 118
119 chapter 119
120 chapter 120
121 chapter 121
122 chapter 122
123 chapter 123
124 chapter 124
125 chapter 125
126 chapter 126
127 chapter 127
128 chapter 128
129 chapter 129
130 chapter 130
131 chapter 131
132 chapter 132
133 chapter 133
134 chapter 134
135 chapter 135
136 chapter 136
137 chapter 137
138 chapter 138
139 chapter 139
140 chapter 140
141 chapter 141
142 chapter 142
143 chapter 143
144 chapter 144
145 chapter 145
146 chapter 146
147 chapter 147
148 chapter 148
149 pengumuman
150 chapter 21 jangan di baca
151 chapter 23 jangan di bacaa
Episodes

Updated 151 Episodes

1
chapter 1--
2
chapter 2--
3
chapter 3--
4
chapter 4--
5
chapter 5--
6
chapter 6 ---
7
chapter 7 ---
8
chapter 8 --
9
chapter 9--
10
chapter 10 ---
11
chapter 11 ---
12
chapter 12 ---
13
chapter 13---
14
chapter 14 ---
15
chapter 15 ---
16
chapter 16 ---
17
chapter 17 ---
18
chapter 18 ---
19
chapter 19 ---
20
chapter 20 --
21
chapter 21 ---
22
chapter 22 ---
23
chapter 23 ---
24
chapter 24 ---
25
chapter 25 ---
26
chapter 26 ---
27
chapter 27 ---
28
chapter 28 ---
29
chapter 29 ---
30
chapter 30 ---
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
chapter 89
90
chapter 90
91
chapter 91
92
chapter 92
93
chapter 93
94
chapter 94
95
chapter 95
96
chapter 96
97
chapter 97
98
chapter 98
99
chapter 99
100
chapter 100
101
chapter 101
102
chapter 102
103
chapter 103
104
chapter 104
105
chapter 105
106
chapter 106
107
chapter 107
108
chapter 108
109
chapter 109
110
chapter 110
111
chapter 111
112
chapter 112
113
chapter 113
114
chapter 144
115
chapter 115
116
chapter 116
117
chapter 117
118
chapter 118
119
chapter 119
120
chapter 120
121
chapter 121
122
chapter 122
123
chapter 123
124
chapter 124
125
chapter 125
126
chapter 126
127
chapter 127
128
chapter 128
129
chapter 129
130
chapter 130
131
chapter 131
132
chapter 132
133
chapter 133
134
chapter 134
135
chapter 135
136
chapter 136
137
chapter 137
138
chapter 138
139
chapter 139
140
chapter 140
141
chapter 141
142
chapter 142
143
chapter 143
144
chapter 144
145
chapter 145
146
chapter 146
147
chapter 147
148
chapter 148
149
pengumuman
150
chapter 21 jangan di baca
151
chapter 23 jangan di bacaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!