"hacik.... iashh..... "
"ada apa Arcane? "
"tidak ada, aku hanya merasakan firasat buruk.... "
"oh... lupakan saja, mungkin itu hanya perasaan mu saja"
"kau benar Brian"
Arcane dan Brian membawa beberapa hewan Hidup dari hutan dengan kesusahan, karena saat ini mereka membawa seekor rusa liar yang terjebak di sana.
mereka memutuskan untuk membawa hewan paling besar dan telah berpindah alam terlebih dahulu kepada orang tua Brian sebelum kembali dan mengambil beberapa hewan lainnya yang masih hidup.
setelah selesai mereka kembali untuk langsung mengambil beberapa hewan hidup, namun kali ini Brian yang bertugas untuk mengikat dan mengumpulkan hewan yang masih hidup.
sementara Arcane ia mengumpulkan beberapa tanaman rempah yang sekiranya bisa di manfaatkan oleh orang-orang yang tinggal di panti.
lalu ketika ia mengumpulkan herbal tiba-tiba ada sesuatu ayang menarik untuk Arcane.
"wow... ternyata di sini juga ada hewan itu.... "
Brian telah mengumpulkan hewan yang masih hidup dan memasang kembali perangkap hewan, Brian mengangguk karena tangkapan mereka kini sangat memuaskan karena mereka telah mengumpulkan 15 ekor ayam dan 10 ekor kelinci.
ia kemudian mencari kayu panjang untuk menggotong semua hewan itu bersama Arcane, namun setelah ia siap Arcane datang dengan membawa hal yang tidak biasa.
"Brian... apakah sudah siap? "
"oh.. sudah lihaaaat... woy! apa itu!! "
Brian terkejut karena saat ini seluruh tangan Arcane telah di tutupi oleh banyak serangga.
"oh ini... ini lebah"
Brian gemetar dan menjauh.
"kau gila... kalau kau membawa itu kita bisa di sengat!! "
Arcane santai dan menggeleng.
"tidak perlu takut.... asal kau tidak melakukan gerakan yang mendadak dan suara bising mereka akan baik-baik saja... "
"meskipun begitu kau tidak perlu membawa mereka kan!!!! kau tidak perlu membawa mereka!!"
"hei jangan salah, mereka ini jenis lebah yang bisa menghasilkan madu, rasanya enak dan mahal"
"tapi... tapi kan!!.... "
"sudah ayo ke panti kita harus segera kesana sebelum hujan"
keduanya kemudian menuju panti asuhan itu meskipun sebenarnya Brian masih merasa ngeri dengan apa yang di bawa Arcane.
untungnya perjalanan menuju panti asuhan yang cukup terpencil dan jauh terasa lumayan sepi karena suasana terbilang cukup pagi.
ketika keduanya sampai Arcane langsung meminta Brian untuk membawa binatang-binatang itu menuju belakang panti tempat kandang yang telah di siapkan oleh mereka.
sementara itu Arcane menuju bagian pojokan panti yang sekiranya aman dan tempat dimana ia mulai menggunakan sihirnya untuk membuat kandang, kali ini ia menggunakan sihir kayu dan membuat sarang lebah moderen.
setelah beberapa saat sebuah kayu tumbuh cepat dan membentuk sebuah kubus yang lumayan besar lengkap beserta isinya dan penutupnya, Arcane memeriksa rumah lebah itu agar dapat dengan mudah di ambil ketika sudah siap di panen.
setelah selesai ia langsung menyingkirkan lebah yang berada di tangannya dengan sihir angin lembut supaya para lebah tidak panik, setelah bersih ia langsung membuka genggaman tangannya yang berisi ratu lebah dan memasukkan ratu lebah itu kedalam kandang dengan lembut.
setelah selesai Arcane langsung menutup kembali kandang itu dan mengamati pergerakan para lebah, setelah beberapa saat untungnya para lebah yang kesana kemari mulai berkumpul dan memasuki sarang baru mereka.
Arcane bernafas lega karena ia sempat mengira kalau akan gagal karena jujur sebenarnya Arcane tidak terlalu ahli tentang masalah ini.
Setelah selesai Arcane langsung menuju belakang panti asuhan, di sana ternyata Brian, anak-anak serta beberapa pemuda sedang memberi makan para kelinci itu.
Arcane menyapa mereka sebentar dan sepertinya anak-anak itu tampak senang, lalu setelah itu seorang anak kecil berjalan menuju arcane.
"kak Arcane kapan kita belajar sihir? "
"oh iya hehehe... hampir lupa... "
percakapan singkat itu memulai sesi pelajaran Arcane, ia menjelaskan kepada mereka semua hal-hal tentang sihir yang ia pahami, selain itu ia juga mendapatkan teman sparing untuk berlatih dalam pertarungan.
Arcane baru tau kalau beberapa pemuda di sini pandai dalam berkelahi khususnya tangan kosong Karena mengaca dalam kehidupan sehari-hari mereka yang bertarung dengan para preman ketika hari gajian mereka atau ketika mereka membawa beberapa makanan untuk anak-anak panti.
untuk Arcane sendiri sadar atau tidak ia bisa mengimbangi sparing itu dengan sangat baik bahkan mengalahkan beberapa pemuda yaang ada di sana.
mereka melakukannya hingga hari menjelang siang ketika hari sangat terik dan Samuel telah kembali membawa beberapa makanan.
setelah istirahat sejenak Arcane langsung mengajak Samuel dan beberapa pemuda lain termasuk Brian untuk membawa 2 ekor kelinci jantan.
Arcane kira 4 ekor kelinci betina dan 2 ekor kelinci jantan sudah cukup untuk di jadikan peliharaan, lagipula pertumbuhan dan perkembangbiakan kelinci cukup cepat.
Arcane mengajari Samuel dan anak-anak bagaimana car merawat peliharaan mereka dan khususnya lebah yang Arcane bawa.
Samuel awalnya cukup terkejut namun setelah penjelasan panjang lebar ia akhirnya menyetujui dan membuat pagar di sekeliling kandang lebah serta memperingati anak-anak lainnya.
selanjutnya Arcane menuju dapur panti asuhan yang telah di bersihkan, meskipun temboknya cukup tidak karuan namun kondisi peralatan masak masih bisa di bilang layak pakai.
Arcane juga dihari sebelumnya memberikan sejumlah uang untuk membeli beberapa bahan masakan karena ia tau kalau panti ini kesulitan dalam mencari makan, terbukti dengan mereka selalu membawa roti dengan sedikit Soup dingin untuk makan sehari-hari.
Arcane kini memulai memasak daging kelinci dan beberapa sayuran seperti kentang Arcane juga menggunakan bumbu Sederhana yang bisa mereka gunakan.
setelah beberapa saat masakan Arcane telah siap.
"ok... burger daging kelinci dengan kentang goreng siap di sajikan.... "
Brian dan yang lainnya sedikit bingung karena masakan yang Arcane buat memang tidak pernah di temui dimanapun di seluruh kerajaan, tentu saja mereka langsung berkomentar.
"aaa.... sudah? cepat sekali? "
"bagaimana cara memakannya Arcane? "
"daging dengan roti? bukankah kita sering memakannya? ini kan hanya bentuk nya saja yang berbeda"
Arcane sedikit tertawa dan menjelaskan.
"makanan ini namanya hamburger.
kalian memang sering memakan daging dan roti namun yang aku buat ini adalah makanan cepat saji dan mudah di bawa kemanapun baik kita sebagai penjual maupun pelanggan.
itulah sebabnya kita bisa menyuruh anak-anak untuk membawa makanan ini untuk berjualan mengelilingi kota.
dan coba kalian rasakan sendiri bagaimana rasanya "
Brian, Samuel dan yang lainnya hanya mengangguk paham kemudian mereka membagi hamburger itu secara merata dan tentu saja ekspresi keterkejutan terpampang di mata mereka.
"ini... ENAK!!! "
"sangat sederhana!!! namun sangat gurih dan manis"
"rasa manis ini.... tomat!? "
"iya benar juga meskipun sayurannya mentah itu malah membuat makanan ini menjadi nikmat.!"
"benar!! aku padahal sempat ragu untuk memakannya"
Arcane tersenyum puas mengetahui hasilnya seperti yang ia perkirakan.
"baik!!! berarti kita bisa langsung membuat tempat untuk memperjual belikan makanan ini besok di pagi sampai siang hari"
namun sebelum bernafas lega Samuel mengangkat tangannya dan berbicara.
"aaa... tapi tidak ada dari kamu yang bisa memasak Arcane"
Arcane langsung melongo mendengar hal itu.
"yang benar? "
Arcane mendapati semua orang mengangguk dan bahkan ada beberapa yang membuang muka.
"lalu bagaimana selama ini kalian makan? "
"aaa... bukankah kau sudah melihatnya? "
"kapan? "
"Ya itu tadi siang.... "
"jadi roti-roti itu.... "
"benar kami tidak bisa memasak jadinya kami membeli roti dan Soup.
karena sudah siang beberapa toko menurunkan harga mereka karena makanan yang sudah dingin.
begitulah cara kami bertahan dan itulah alasan kenapa dapur ini perlu di bersihkan dulu"
"benar...... lagipula kami semua adalah koki yang buruk dari yang terburuk"
Arcane terhuyung kebelakang dan tatapannya menjadi kosong.
"lalu untuk apa aku membuat resep dan menunjukkan cara memasak kepada kalian"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-01-27
0
Iam a A
semangat thor
2022-08-19
0
""wong baru""
lanjut
2022-08-19
0