chapter 17 ---

Arcane menjelaskan secara singkat apa itu pupuk, bagaimana cara membuatnya, dan bagaimana menggunakannya.

meskipun ini adalah ibukota kerajaan asgar namun tidak ada alasan untuk para petani tidak mengunjungi ibu kota untuk menjual hasil panen dan membeli kebutuhan lainnya, di sekitar ibu kota juga ada persawahan untuk menunjang kebutuhan pangan di kota.

mendengar rencana Arcane mereka semua akhirnya setuju apalagi menurut mereka apa yang akan di lakukan Arcane tidak hanya membuat mereka menambah penghasilan namun juga membuat mereka merawat bangunan yang mereka tinggali.

setelah setuju mereka semua langsung bahu membahu membersihkan halaman yang akan di gunakan sebagai kandang.

namun melihat mereka semua melakukan pekerjaan secara manual Arcane sedikit bingung.

"tunggu kalian tidak menggunakan sihir saja supaya bisa lebih cepat selesai? "

pertanyaan Arcane sontak menjadi perhatian sesaat dan mereka semua mulai tertawa, setelah puas tertawa Brian menghampiri Arcane dan membalas.

"hahahahahaha.... hei Arcane kami rakyat biasa saja sulit untuk mempelajari sihir apalagi mereka yang sedari kecil harus bekerja untuk sepotong roti"

"heh?... lalu kenapa beberapa pedagang di pasar bisa menggunakan sihir? "

"mereka berbeda, pasti ada yang mengajari mereka dari orang tua atau majikan baik yang mereka layani...

aku sendiri saja hanya bisa mengeluarkan api sebesar jempol saja"

jelas Brian sambil mempraktikkan apa yang ia katakan, Arcane hanya mengangguk dan menoleh kepada Samuel

Samuel yang sadar ia kemudian menjawab.

"jangan menoleh kepadaku, aku juga hanya bisa melakukan sihir sederhana seperti mengukir dan membentuk benda...

yah sihir dasar dari almarhum guruku yang sekaligus pengurus panti ini sebelumnya"

Arcane paham akan kondisi yang mereka alami, dan intinya sihir juga setiap orang harus terus di latih karena keterbatasan dan pelitnya pemerataan edukasi.

Arcane kemudian berjongkok di depan tanah yang telah di bersihkan lalu beberapa saat kemudian tangan Arcane bercahaya dan keajaiban terjadi.

"crack.... srrrt... brak"

suara tanah retak dan membentuk pondasi, tidak hanya tanah biasa namun pondasi itu telah di perkuat dan mengeras menjadi batu.

Arcane melakukannya beberapa kali di tempat yang telah di persiapkan, setelah selesai dengan pondasinya ia berdiri dan merentangkan tangannya.

setelah itu tubuhnya bercahaya dan tanah kembali bergerak, kali ini tanah itu mencuat keluar dan membentuk sebuah pagar yang cukup tinggi dan kokoh.

Arcane memeriksa kondisi kandang itu dan mengangguk.

"ok sepertinya berhasil"

begitu ia berbalik Arcane mendapati Brian yang berlari dan mencengkram pundaknya.

"ARCANE!!! APA ITU!! BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ITU!!

KENAPA KAU TIDAK BILANG KAU BISA MENGGUNAKAN SIHIR SEGAMPANG ITU!!!"

Brian mencengkram Arcane sambil menggoyang tubuhnya dengan kuat.

"eeeeweeee.... ttuuunghhuuu... aaakuuu puuussiiiing"

sadar dengan kelakuannya Brian pun berhenti.

"ehem jelaskan ini!!"

"brrrm.... ehem aduh.... "

belum sempat menjelaskan beberapa anak kecil datang mengelilingi Arcane dan menatap dirinya dengan mata yang bersinar.

"eh... kalian kenapa? "

"kakak kereen"

"benar kau keren Arcane, bisakah kau mengajariku!? "

"benar ajari aku juga!! "

....

mulai dari anak-anak kecil dan beberapa pemuda berharap untuk di ajari oleh Arcane, sementara ia sediri hanya bisa tersenyum menanggapi permintaan mereka.

singkat cerita Arcane menceritakan bagaimana ia belajar sihir (tentu sana ia berbohong) dan Setuju untuk mengajar sihir kepada mereka besok dan untuk sekarang mereka masih harus menyelesaikan sisa pekerjaan mereka.

"ngomong-ngomong bagaimana kau bisa kenal dengan mereka? "

Brian menoleh dan berfikir sejenak.

"yah mungkin itu hanyalah kebetulan semata?

soalnya ketika kecil ketika aku tersesat aku bertemu mereka, yah selanjutnya aku mulai akrab dengan mereka"

Arcane hanya mengangguk paham.

"tunggu bukannya kau sekarang juga masih kecil?

berarti sekecil apa kau dulu? "

-- menjelang sore--

setelah mereka semua selesai melakukan pekerjaan Arcane dan Brian pun berpamitan dan kemudian pulang.

seperti biasa Arcane selalu di temukan oleh Eliana, namun hari ini ketika ia selesai membersihkan diri tiba-tiba ketika akan membuka pintu Elisabeth berada tepat di depan pintunya.

Arcane terkejut dengan hal itu namun kelihatannya Elisabeth memiliki urusan lain terlihat dari sebuah kertas yang langsung di berikan kepada Arcane.

"Arcane persiapkan dirimu 7 hari lagi kau akan bertemu dengan saudara mu yang lain"

Arcane menerima surat itu dan bingung.

"apa ini? undangan apa? "

Elisabeth menghela nafas dan menjawab.

"itu adalah undangan untuk pemberkatan, kita memiliki tradisi dimana pangeran atau putri di umur 15 tahun harus di berikan berkat oleh Raja sebelumnya atau raja saat ini sendiri.

singkatnya acara pengenalan anggota kerajaan kepada rakyat"

Arcane mengangguk dan membalas.

"apakah aku harus menghadirinya? "

"sebenarnya tidak karena umurmu masih 7 tahun namun kau harus datang karena beberapa orang memaksa dirimu untuk datang dan peraturannya juga di rubah sedikit"

"ok kalau gitu aku tidak usah ikut, dadah... "

mendengar jawaban itu Elisabeth langsung menjewer Arcane untuk menahannya.

"heeeh.... apa kau bilang!? "

"adededeh sakiiiit..!!!! "

"kau harus datang... "

"kenapa? "

Elisabeth melepaskan Jewerannya dan kemudian menjelaskan.

"sebenarnya meskipun itu di bilang pemberkatan namun sebenarnya acaranya sendiri tidak seperti memberkati di istana atau apapun.

namun acara itu adalah kau harus berburu sebuah binatang entah apapun itu, dan kau harus membawanya kehadapan seluruh keluarga raja dan setelah itu kau akan diberikan benda apapun itu"

Arcane bingung dan membalas.

"itu saja? "

Elisabeth mengangguk.

"benar... itu saja"

"ohh.... lalu sebelumnya apa saja yang di buru Ya khususnya ayah"

Elisabeth berfikir sejenak sebelum menjawab.

"tidak terlalu spesial, hanya seekor serigala"

"ohhh...... "

"apanya yang oh? kau juga harus mulai berlatih untuk mempersiapkan perburuan!! "

Arcane hanya menatap bisa Elisabeth dan menjawab dengan berlari.

"tidak.... aku malas, lagian kan aku tinggal menangkap hewan apapun yang aku lihat dan selesai.... tak perlu terlalu rumit laah... "

"Arcaaaane.....!!! "

keesokan paginya Elisabeth berkeliling mencari Arcane di sekitar kediaman bahkan beberapa pelayanan dan penjaga juga dimintai bantuan namun tidak di temukan.

Elisabeth bahkan memeriksa di tempat Arcane biasanya berlatih namun sepertinya tempat itu seperti tidak di gunakan selama beberapa saat terlihat dari bentuk tempat itu yang tak terawat meskipun bentuknya tidak karuan.

setelah menyerah tidak menemukan Arcane Elisabeth melakukan cara terakhir dan paling aneh yang ia pikirkan.

iya, benar.... ia bertanya kepada adik perempuan Arcane, Eliana yang masih belia untuk menemukannya.

konyol memang namun sesungguhnya Elisabeth sudah menyerah untuk mencarinya kemanapun, sebenarnya ia sedikit curiga karena Arcane belakangan ini menghilang setiap siang dan akan muncul ketika matahari akan terbenam namun ia mencoba untuk menepis hal itu.

"jadi Eliana sayang apakah kau mau membantu ibu? "

Eliana menatap Elisabeth dengan polos sebelum menjawab.

"kakak Arcane? kenapa ibu? "

"kakak ada sesuatu yang harus di urus, maka dari itu ibu mencarinya... "

"oh seperti itu"

setelah menjawab hal itu Eliana bermain dengan bonekanya sebentar dan keluar ruangan bermainnya.

namun ketika ia baru membuka pintu ia berbalik menuju ibunya.

"ibu.... sepertinya kakak menghilang"

Elisabeth bingung dan bertanya.

"menghilang? maksudnya? "

Eliana berfikir sejenak dan kemudian menjawab.

"entah lah ibu sepertinya kakak memang tidak ada di rumah"

"PELAYAN!!!.... PELAYAN!! ... "

Elisabeth kemudian baru tersadar dan kemudian memanggil pelayan dan menyuruh mereka beserta tukang kebun untuk menyusuri kediaman.

tentu saja tak lama setelah itu mereka menemukan sebuah lubang yang tertutup semak, dan karena lubang itu terdapat pula sebuah jejak kaki kecil anak 7 tahunan.

"AAARCAAAANEEEE!!!!!....... "

"JDAAR!!!!!...... "

Terpopuler

Comments

Evenflow

Evenflow

Naiss

2022-08-18

0

Iam a A

Iam a A

crazy up thor

2022-08-18

1

Iam a A

Iam a A

mantap

2022-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 chapter 1--
2 chapter 2--
3 chapter 3--
4 chapter 4--
5 chapter 5--
6 chapter 6 ---
7 chapter 7 ---
8 chapter 8 --
9 chapter 9--
10 chapter 10 ---
11 chapter 11 ---
12 chapter 12 ---
13 chapter 13---
14 chapter 14 ---
15 chapter 15 ---
16 chapter 16 ---
17 chapter 17 ---
18 chapter 18 ---
19 chapter 19 ---
20 chapter 20 --
21 chapter 21 ---
22 chapter 22 ---
23 chapter 23 ---
24 chapter 24 ---
25 chapter 25 ---
26 chapter 26 ---
27 chapter 27 ---
28 chapter 28 ---
29 chapter 29 ---
30 chapter 30 ---
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 chapter 89
90 chapter 90
91 chapter 91
92 chapter 92
93 chapter 93
94 chapter 94
95 chapter 95
96 chapter 96
97 chapter 97
98 chapter 98
99 chapter 99
100 chapter 100
101 chapter 101
102 chapter 102
103 chapter 103
104 chapter 104
105 chapter 105
106 chapter 106
107 chapter 107
108 chapter 108
109 chapter 109
110 chapter 110
111 chapter 111
112 chapter 112
113 chapter 113
114 chapter 144
115 chapter 115
116 chapter 116
117 chapter 117
118 chapter 118
119 chapter 119
120 chapter 120
121 chapter 121
122 chapter 122
123 chapter 123
124 chapter 124
125 chapter 125
126 chapter 126
127 chapter 127
128 chapter 128
129 chapter 129
130 chapter 130
131 chapter 131
132 chapter 132
133 chapter 133
134 chapter 134
135 chapter 135
136 chapter 136
137 chapter 137
138 chapter 138
139 chapter 139
140 chapter 140
141 chapter 141
142 chapter 142
143 chapter 143
144 chapter 144
145 chapter 145
146 chapter 146
147 chapter 147
148 chapter 148
149 pengumuman
150 chapter 21 jangan di baca
151 chapter 23 jangan di bacaa
Episodes

Updated 151 Episodes

1
chapter 1--
2
chapter 2--
3
chapter 3--
4
chapter 4--
5
chapter 5--
6
chapter 6 ---
7
chapter 7 ---
8
chapter 8 --
9
chapter 9--
10
chapter 10 ---
11
chapter 11 ---
12
chapter 12 ---
13
chapter 13---
14
chapter 14 ---
15
chapter 15 ---
16
chapter 16 ---
17
chapter 17 ---
18
chapter 18 ---
19
chapter 19 ---
20
chapter 20 --
21
chapter 21 ---
22
chapter 22 ---
23
chapter 23 ---
24
chapter 24 ---
25
chapter 25 ---
26
chapter 26 ---
27
chapter 27 ---
28
chapter 28 ---
29
chapter 29 ---
30
chapter 30 ---
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
chapter 89
90
chapter 90
91
chapter 91
92
chapter 92
93
chapter 93
94
chapter 94
95
chapter 95
96
chapter 96
97
chapter 97
98
chapter 98
99
chapter 99
100
chapter 100
101
chapter 101
102
chapter 102
103
chapter 103
104
chapter 104
105
chapter 105
106
chapter 106
107
chapter 107
108
chapter 108
109
chapter 109
110
chapter 110
111
chapter 111
112
chapter 112
113
chapter 113
114
chapter 144
115
chapter 115
116
chapter 116
117
chapter 117
118
chapter 118
119
chapter 119
120
chapter 120
121
chapter 121
122
chapter 122
123
chapter 123
124
chapter 124
125
chapter 125
126
chapter 126
127
chapter 127
128
chapter 128
129
chapter 129
130
chapter 130
131
chapter 131
132
chapter 132
133
chapter 133
134
chapter 134
135
chapter 135
136
chapter 136
137
chapter 137
138
chapter 138
139
chapter 139
140
chapter 140
141
chapter 141
142
chapter 142
143
chapter 143
144
chapter 144
145
chapter 145
146
chapter 146
147
chapter 147
148
chapter 148
149
pengumuman
150
chapter 21 jangan di baca
151
chapter 23 jangan di bacaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!