chapter 15 ---

Brian terkejut dengan usul Arcane ia kemudian berfikir sebentar.

"hmm... sepertinya boleh juga, namun apa yang akan kita jual? "

Arcane tersenyum dan kemudian membisikkan beberapa hal yang membuat Brian terus menerus merubah wajahnya, ayahnya Brian melihat kedua anak itu hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah kedua anak itu.

sesaat kemudian Brian langsung berdiri dan menepuk dadanya.

"hahaha.... bagus juga idemu, baik aku akan mengurusnya.

untuk personilnya aku memiliki kandidat yang tepat, lagipula mereka pastinya tidak akan menolak tawaran ini.... "

Arcane mengacungkan jempolnya dan kemudian langsung berbalik pergi.

"sip.... kalau begitu aku pulang dulu, besok setelah mengambil hasil buruan kita akan membahas lebih jauh"

"hahaha... tenang kau bisa menyusul ku di rumah datanglah kapanpun bahkan ketika matahari belum muncul"

Arcane pulang ke rumahnya namun sayangnya ia kali ini terlambat, apesnya ia juga di temukan oleh adik dan ibunya.

mungkin lebih tepat yang menemukannya adalah adiknya karena ketika ketahuan ketika memasuki pintu belakang adiknya tiba-tiba memeluk kakinya, namun sayangnya kali ini ia di ikuti oleh ibunya.

"oh... kau ternyata sekarang mulai belajar untuk terlambat dan tidak ijin ketika bermain di luar!? "

sebenarnya bukan kali pertama Arcane lolos dari pengawasan para pelayan karena bagaimanapun juga ada beberapa pelayan yang akan melapor kepada Sebastian dan Elisabeth kemana saja dia bermain.

meskipun ia menuju hutan belakang sesekali ada seorang pelayan yang akan memeriksa tanpa sepengetahuan Arcane, dan tentu saja Arcane tidak tau kalau ibunya mengetahui tentang bakat nya.

itulah mengapa ia membiarkan Arcane berbuat sesukanya dan semakin melonggarkan pengawasannya, namun yang tidak di ketahui oleh Elisabeth adalah Arcane yang sering keluar diam-diam yang ia anggap latihan seperti biasanya.

Arcane yang ketahuan pun hanya bisa menundukkan kepalanya.

"maaf ibu... "

"tidak tidak ada maaf.... kau tau kan terakhir kali kau terlambat hukumannya apa? "

"ku- kurungan 3 hari? "

Elisabeth mengangguk karena Arcane masih ingat.

"bagus....namun sekarang hukumanmu adalah tidak boleh keluar dari kediaman selama 7 hari kau paham!? "

Arcane terkejut dan kemudian menatap ibunya.

"ha? 7 Hari!? tapi bu!! "

sebelum Arcane selesai berbicara Elisabeth memotongnya.

"tidak ada tapi-tapi, daripada kau keluar untuk bermain sendiri bukankah lebih baik ku itu menjaga adikmu ini!! ,ingat kau itu telah menjadi seorang kakak!!!"

Arcane hanya bisa menghela nafas dan mengangguk.

"ia ibu"

kemudian ia pergi dengan lesu beserta Eliana yang mengikutinya dari belakang sembari menghibur Arcane yang sedang sedih.

-- keesokan harinya --

pada waktu subuh Arcane menyelinap keluar dari balkon jendelanya, tidak perlu khawatir tentang ketinggian bangunan meskipun sebenarnya kamar Arcane berada di lantai 2 karena ia memiliki sihir ia tinggal menggunakan sihir angin untuk melayang sejenak dan mendarat dengan aman.

ia menyelinap melewati para penjaga dan beberapa pelayan yang telah terbangun untuk bekerja.

setelah berhasil keluar ia langsung menuju rumah Brian, ia menemukan temannya itu sedang di luar membantu ibunya menyiapkan dagangan.

"Hai... kau sibuk Ya"

"astaga!!!.... Arcane kau Mengagetkanku... "

"hehehe.... maaf kau sedang apa? sini aku bantu"

Brian tinggal di wilayah pemukiman dekat pasar biasanya pemukiman ini sebagai besar di huni oleh pemilik toko maupun pedagang meskipun daya jualnya tidak seberapa namun cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

untuk Brian sebenarnya mereka menjual makanan sejenis Soup daging siap saji, biasanya mereka hanya menjual Soup sayur dan soup ayam namun berkat Arcane yang menjual hewan buruannya keluarga itu bisa mengkreasikan rasa Soup yang lebih bervariasi dan mendapatkan lebih banyak pelanggan.

setelah melakukan persiapan kedua anak itu langsung pergi melihat perangkap yang telah mereka pasang sebelumnya.

keduanya langsung menuju tembok kota dan memasuki saluran irigasi seperti biasanya, karena masih pagi buta penglihatan tidak terlalu baik alhasil keduanya harus berhati-hati.

seperti biasanya mereka mencari tanaman herbal dan kemudian melihat buruan mereka yang kini semakin bervariasi.

selain kelinci, ayam, landak, beberapa jebakan ternyata mendapatkan ular yang cukup besar, Arcane melihat kalau ular itu sejenis piton dan Arcane tidak ragu untuk membunuh dan mengambilnya.

selain itu mereka juga mendapatkan hasil yang cukup besar yaitu seekor babi hutan, dan tak menunggu lama keduanya langsung membunuh babi itu dan membawanya ke rumah Brian.

namun ada kejanggalan di mana salah satu jebakan telah rusak, mereka hanya mengira kalau jebakan itu tidak bisa menahan hewan yang terjebak di sana dan berhasil lolos.

"bagaimana? "

"yah sepertinya memang hewan yang cukup besar Brian, soalnya jika dimangsa tidak ada jejak darah atau perlawanan di sini"

"yah benar juga, kalau gitu kita sebaiknya memasang lagi jebakannya.

kurasa kita sudah mendapatkan cukup banyak buruan Arcane, juga aku sepertinya mulai lapar"

"kau benar Brian ayo kalau begitu"

keduanya langsung kembali dan mereka tidak menyadari kalau ada sebuah jejak kaki hewan predator di sana dan tak jauh dari sana ada seekor babi hutan yang telah tercabik-cabik.

keduanya kembali, dan karena waktu masih cukup pagi dan toko obat belum buka mereka langsung ke rumah Brian dengan menggotong hewan buruan meskipun dengan susah payah.

ibu Brian yang berada di rumah tentu saja terkejut dengan hasil buruan kedua anak kecil itu.

"astaga!!! ... kalian benar mendapatkan ini!? "

Brian tersenyum lebar dan dengan membusungkan dada ia berkata.

"hehehe..... tentu saja, dengan ini kita bahkan bisa pesta daging selama 3 hari penuh.

benar kan Arcane!? "

Arcane sedikit Bingung.

"he? aku!? "

"benar... siapa lagi? "

"tapi aku kan.... "

"sudahlah... jangan malu-malu seperti itu... anggap saja rumah sendiri... benar kan bu? "

ibu Brian tersenyum dan menjawab.

"benar Arcane, mulai sekarang kau bisa makan di sini jika kau mau.

berkatmu juga pemasukan kami telah naik"

Arcane dengan malu mengangguk.

"hehehe, baik tante terimakasih... "

setelah membereskan dan menyimpan hasil buruan mereka makan dengan lahap meskipun hanya sebuah Soup dan roti, namun bagi Arcane asalkan kenyang ia tidak masalah sama sekali.

setelah selesai makan keduanya langsung keluar dan menuju ke sebuah tempat.

"Brian kita mau kemana? "

Brian yang memimpin jalan menjawab tanpa berbalik.

"katamu kau memiliki ide bisnis kan?

lebih baik ke tempat itu saja karena di sana juga ada lebih dari cukup orang yang kau butuhkan untuk menjalankan rencana bisnis itu.

lagipula kemungkinan kita juga akan mendapatkan tempat untuk memproduksinya"

Arcane bingung dan dan kemudian mengikuti Brian tanpa bertanya kembali, meskipun ia sebenarnya sedikit penasaran dengan tempat yang di bicarakan.

setelah beberapa saat kemudian keduanya sampai di sebuah gedung yang cukup besar, namun sayangnya kondisi gedung itu cukup memprihatinkan.

"aaa.... Brian, apakah kau tidak salah tempat? "

Brian tersenyum dan menjawab dengan yakin.

"aku tau kau meragukan penampilan bangunan reot ini namun meskipun begitu bangunan ini sangat berarti untuk sebagian orang khususnya untuk mereka yang tidak beruntung"

bangunan yang di hadapan mereka adalah bangunan 3 lantai dengan tumbuhan yang menutupi setiap jengkal bangunan, halaman dan bahkan pagar besi yang berkarat.

Arcane tidak tau dengan apa yang di pikiran Brian namun ia bisa menebak bangunan apa yang ada di hadapannya dari papan nama reot di hadapannya.

"panti asuhan..... "

Terpopuler

Comments

Kang ngudud

Kang ngudud

ini mending pake nama bibi bukan tante ngak sih👍

2024-06-21

0

R AN L

R AN L

jadi tambah yakin aku kalo novel ini pernah revisi tapi blm selesai,soalnya cerita dari Chap 1 sampai 12 aja di revisi 13 dan selanjutnya blm di revisi, soalnya ceritanya kek beda gitu

2024-01-11

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Josss...

2023-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 chapter 1--
2 chapter 2--
3 chapter 3--
4 chapter 4--
5 chapter 5--
6 chapter 6 ---
7 chapter 7 ---
8 chapter 8 --
9 chapter 9--
10 chapter 10 ---
11 chapter 11 ---
12 chapter 12 ---
13 chapter 13---
14 chapter 14 ---
15 chapter 15 ---
16 chapter 16 ---
17 chapter 17 ---
18 chapter 18 ---
19 chapter 19 ---
20 chapter 20 --
21 chapter 21 ---
22 chapter 22 ---
23 chapter 23 ---
24 chapter 24 ---
25 chapter 25 ---
26 chapter 26 ---
27 chapter 27 ---
28 chapter 28 ---
29 chapter 29 ---
30 chapter 30 ---
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 chapter 89
90 chapter 90
91 chapter 91
92 chapter 92
93 chapter 93
94 chapter 94
95 chapter 95
96 chapter 96
97 chapter 97
98 chapter 98
99 chapter 99
100 chapter 100
101 chapter 101
102 chapter 102
103 chapter 103
104 chapter 104
105 chapter 105
106 chapter 106
107 chapter 107
108 chapter 108
109 chapter 109
110 chapter 110
111 chapter 111
112 chapter 112
113 chapter 113
114 chapter 144
115 chapter 115
116 chapter 116
117 chapter 117
118 chapter 118
119 chapter 119
120 chapter 120
121 chapter 121
122 chapter 122
123 chapter 123
124 chapter 124
125 chapter 125
126 chapter 126
127 chapter 127
128 chapter 128
129 chapter 129
130 chapter 130
131 chapter 131
132 chapter 132
133 chapter 133
134 chapter 134
135 chapter 135
136 chapter 136
137 chapter 137
138 chapter 138
139 chapter 139
140 chapter 140
141 chapter 141
142 chapter 142
143 chapter 143
144 chapter 144
145 chapter 145
146 chapter 146
147 chapter 147
148 chapter 148
149 pengumuman
150 chapter 21 jangan di baca
151 chapter 23 jangan di bacaa
Episodes

Updated 151 Episodes

1
chapter 1--
2
chapter 2--
3
chapter 3--
4
chapter 4--
5
chapter 5--
6
chapter 6 ---
7
chapter 7 ---
8
chapter 8 --
9
chapter 9--
10
chapter 10 ---
11
chapter 11 ---
12
chapter 12 ---
13
chapter 13---
14
chapter 14 ---
15
chapter 15 ---
16
chapter 16 ---
17
chapter 17 ---
18
chapter 18 ---
19
chapter 19 ---
20
chapter 20 --
21
chapter 21 ---
22
chapter 22 ---
23
chapter 23 ---
24
chapter 24 ---
25
chapter 25 ---
26
chapter 26 ---
27
chapter 27 ---
28
chapter 28 ---
29
chapter 29 ---
30
chapter 30 ---
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
chapter 89
90
chapter 90
91
chapter 91
92
chapter 92
93
chapter 93
94
chapter 94
95
chapter 95
96
chapter 96
97
chapter 97
98
chapter 98
99
chapter 99
100
chapter 100
101
chapter 101
102
chapter 102
103
chapter 103
104
chapter 104
105
chapter 105
106
chapter 106
107
chapter 107
108
chapter 108
109
chapter 109
110
chapter 110
111
chapter 111
112
chapter 112
113
chapter 113
114
chapter 144
115
chapter 115
116
chapter 116
117
chapter 117
118
chapter 118
119
chapter 119
120
chapter 120
121
chapter 121
122
chapter 122
123
chapter 123
124
chapter 124
125
chapter 125
126
chapter 126
127
chapter 127
128
chapter 128
129
chapter 129
130
chapter 130
131
chapter 131
132
chapter 132
133
chapter 133
134
chapter 134
135
chapter 135
136
chapter 136
137
chapter 137
138
chapter 138
139
chapter 139
140
chapter 140
141
chapter 141
142
chapter 142
143
chapter 143
144
chapter 144
145
chapter 145
146
chapter 146
147
chapter 147
148
chapter 148
149
pengumuman
150
chapter 21 jangan di baca
151
chapter 23 jangan di bacaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!