chapter 7 ---

disini Arcane sedikit lama karena ia mencari seseorang yang mampu untuk membuatkan barang yang ia inginkan namun sepertinya tidak ada yang bisa karena beralasan terlalu rumit namun sebenarnya sebagai besar lebih tepat meremehkan Arcane.

lalu tiba-tiba Arcane menemukan sebuah toko yang cukup bobrok dan tidak menarik perhatian, namun di atasnya tertulis.

"TOKO KERAJINAN SAMUEL"

Bisa Membuat Apapun Sesuai Pesanan"

Arcane berjalan kearah toko itu namun di tahan oleh Mai.

"tunggu...tuan apakah anda akan kesana? "

Arcane menoleh dan mengangguk.

"ia... kenapa?"

"hmm... sepertinya toko itu sedikit mencurigakan"

"bagaimana menurutmu kak boy?... "

boy yang memperhatikan sekitar langsung menoleh dan membungkuk.

"sebenarnya hamba juga Setuju tuan, karena toko ini terlihat mencurigakan"

Arcane mengangguk sebentar seperti setuju namun ia tetap menuju dan memasuki toko itu.

"KRING.... "

Sebuah bel berbunyi ketika Arcane memasukinya diikuti oleh Mai dan boy.

"selamat datang... "

suara lemas dan pasrah terdengar menyambut mereka bertiga, dan menampakkan di meja resepsionis seorang pria muda kurus kering dan pucat seperti hantu.

setengah tubuhnya bahkan menempel pada meja tanpa ada pergerakan, laku ketika Arcane akan menghampirinya dan melakukan bisnis Mai langsung menahannya dan membisikan sesuatu.

"pangeran sepertinya ia bukan manusia, mari kita mundur secara perlahan dan pergi seperti tidak terjadi apa-apa"

Arcane hanya tersenyum dan langsung menghampiri meja resepsionis itu dan menunjukkan gambarnya.

orang itu dengan lemas berusaha bangkit dan melihat gambar Arcane.

"ini cetak biru dari sebuah pena? "

Arcane mengangguk.

"benar, apakah anda bisa mengerjakannya dengan cepat?

aku sangat membutuhkannya"

pria itu tersenyum dan menjawab dengan yakin

 "jika hanya seperti ini hanya membutuhkan waktu hingga petang, jika anda mempunyai bahannya bisa lebih cepat"

Arcane tersenyum dan langsung memberikan beberapa benda sebagai bahan dan aksesoris.

"semuanya ada di sini"

"hahahaha.... baik tuan yang terhormat, Samuel akan mengerjakannya sebaik mungkin"

"baiklah aku akan kembali lagi nanti untuk benda ini"

"tenang saja, anda bisa mempercayakannya kepadaku karena hidupku tergantung dengan kepuasan anda"

tanpa menunggu Samuel langsung Mengerjakannya sementara Arcane pergi keluar di ikuti oleh Mai dan boy.

"tuan... kenapa anda menyerahkan pengerjaan hadiah kepada orang itu? ia sangat mencurigakan"

Arcane menoleh kemudian memandang toko Samuel.

"hehehe... yah kita tidak bisa menilai buku dari sampulnya kan? "

Arcane kemudian melanjutkan jalan-jalannya dengan menyisakan Mai dan boy yang masih kebingungan.

kini tujuan Arcane adalah pasar, berbeda dengan sebelumnya dimana toko-toko berbentuk sebuah gedung kokoh.

pasar yang kini Arcane tuju berupa tenda atau lapak semi permanen yang di kumpulkan di sebuah tempat lapang besar, seperti pasar pada umumnya yang dimana meskipun berada di ibukota jalanan pasar masihlah sangat kotor.

meskipun ada petugas kebersihan yang membersihkan sampah hingga sisa dagangan pangan busuk tetap saja banyak lumpur di sana sini padahal jalanan dan tempat pasar sendiri sudah di pasang batu paving atau semacamnya.

di pasar ini selain arcane membeli berbagai jajanan ia tidak lupa juga menghafal gang-gang yang berada di Sekitarnya, setelah puas berkeliling dan waktu sudah menjelang sore Arcane kemudian kembali.

namun sembari kembali ke toko Samuel ia membeli banyak makanan, selain untuk oleh-oleh beberapa penjaga dan pelayan istana makanan itu ia bagikan kepada orang-orang yang tidak mampu.

"hah ternyata kerajaan ini tidak Semakmur yang ada di buku ya, dan dimanapun dunianya orang yang kurang beruntung selalu ada Ya.... "

"hm? tuan Apakah anda mengatakan sesuatu? "

"ah... tidak Mai, sebaiknya kita cepat mengambil hadiah ibu dan kembali pulang"

beberapa saat kemudian rombongan itu telah sampai ke toko Samuel dan barang yang di inginkan telah jadi, terlebih Samuel ternyata telah menyiapkan barang itu beserta wadah yang sangat elegan.

Arcane sangat puas dengan pekerjaan Samuel dan memberikan 5 koin emas sebagai bayaran, dan tentu saja Samuel seperti mayat yang kembali hidup dari kuburannya.

tidak hanya itu Arcane juga mengakui kwalitas kerajinan yang di buat Samuel hingga ia meminta Mai dan boy untuk merekomendasikan toko Samuel jika ada benda yang ingin di buat dan mereka berdua pun Setuju karena melihat hasil yang jelas di depan mata mereka.

Samuel yang mendengar itu semakin bahagia dan membungkuk 90° kearah Arcane sebagai ucapan terimakasih.

diperjalanan pulang Arcane sempat berfikir berapa banyak uang yang di berikan oleh Sebastian kepada Mai karena sejujurnya ia membeli cukup banyak makanan, dan karena jaman ini seluruh kerajaan menggunakan koin emas, perak dan perunggu Arcane masih belum bisa mengira-ngira seberapa nilai mata uang.

namun yang pasti 1 koin emas setara dengan 100 perak, dan 1 perak setara 100 perunggu.

disepanjang perjalanan Arcane juga menyadari kalau fisiknya tidak mudah lelah terbukti ketika ia berjalan setengah hari penuh, ia juga menebak kalau ini juga merupakan efek dari tehnik pernafasan yang ia coba dan membuatnya tidak mudah lelah.

meskipun tidak ada kemajuan yang efektif namun ini masihlah perkembangan yang baik, dan juga yang paling penting ia tidak mengantuk.

setelah beberapa saat Arcane telah sampai di kediamannya namun sangking senangnya Arcane tidak menyadari kalau ia sudah telat, pasalnya ia datang ketika matahari sudah tenggelam sepenuhnya.

ketika rombongan Arcane memasuki pintu utama bukan pelayanan yang menyambutnya, melainkan tatapan marah Elisabeth dan di sampingnya ada Sebastian yang berdiri tegap.

Arcane baru sadar kalau ia telah melanggar syarat dari Sebastian, dan dengan nada rendah ia berkata sambil menunduk.

"itu... ibu... "

"cukup, pergi bersihkan badan dan keruang makan"

kata Elisabeth dengan marah di susul oleh Sebastian yang tidak ada bedanya dengan nada Elisabeth.

"mai, pergi ke dapur.

dan boy kapten menunggumu di lapangan latihan"

mendengar itu Arcane langsung mendongak dan langsung membela.

"tunggu paman Sebastian apakah mereka akan mendapatkan hukuman!? "

Sebastian melirik tanpa ekspresi dan menjawab.

"yang mulia anda seharusnya mematuhi menuruti baginda ratu untuk pergi sekarang"

Arcane menggeleng dan menatap Sebastian tanpa ragu.

"tidak!! aku ingin tahu apakah mereka akan terkena hukuman atau tidak terlebih dahulu! "

Elisabeth kini menjawab.

"kenapa Arcane apakah kau akan mulai melawan ibumu ini!? "

Arcane menatap Elisabeth tanpa rasa takut seperti sebelumnya.

"bukan seperti itu Ibu, jika mereka mendapatkan hukuman maka biar aku yang menanggung karena ini adalah kesalahan ku.

mereka tidak salah dan malah melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan mengikuti apa permintaan ku, jadi jika mereka salah maka itu kesalahan ku karena tugas mereka hanyalah mengikuti ku"

mendengar jawaban Arcane membuat Sebastian terkejut namun masih mempertahankan sikap datarnya, sementara itu mai dan boy yang siap menerima hukuman kini menatap Arcane dengan tatapan kagum dan terharu.

namun Elisabeth masih memasang tatapan marah kepada Arcane dan tidak goyah sedikitpun.

"Arcane ku tau apa yang kau katakan itu? "

Elisabeth semakin berkata dengan penuh penekanan, namun Arcane malah maju satu langkah dan berdiri tegap.

"iya! aku sadar sepenuhnya ibu"

Sebastian, mai, dan boy semakin di buat terkejut dengan sikap Arcane. pandangan mereka bertiga terpaku pada fenomena di depan matanya dan tidak sedikitpun berpaling seperti melihat adegan menegangkan dari sebuah film.

Terpopuler

Comments

Sri endang Rahayu

Sri endang Rahayu

komen yg tdk membagun ga usah di tampilkan thor.

2024-01-31

1

anhar005

anhar005

udh gitu aja? lu maafin orang yg udh ambil paksa duit lu? naif bat nih MC ajg jiji gw baca novel MC naif

2024-01-17

1

GRAVITY 000

GRAVITY 000

keajaiban dunia

2023-03-30

0

lihat semua
Episodes
1 chapter 1--
2 chapter 2--
3 chapter 3--
4 chapter 4--
5 chapter 5--
6 chapter 6 ---
7 chapter 7 ---
8 chapter 8 --
9 chapter 9--
10 chapter 10 ---
11 chapter 11 ---
12 chapter 12 ---
13 chapter 13---
14 chapter 14 ---
15 chapter 15 ---
16 chapter 16 ---
17 chapter 17 ---
18 chapter 18 ---
19 chapter 19 ---
20 chapter 20 --
21 chapter 21 ---
22 chapter 22 ---
23 chapter 23 ---
24 chapter 24 ---
25 chapter 25 ---
26 chapter 26 ---
27 chapter 27 ---
28 chapter 28 ---
29 chapter 29 ---
30 chapter 30 ---
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 chapter 89
90 chapter 90
91 chapter 91
92 chapter 92
93 chapter 93
94 chapter 94
95 chapter 95
96 chapter 96
97 chapter 97
98 chapter 98
99 chapter 99
100 chapter 100
101 chapter 101
102 chapter 102
103 chapter 103
104 chapter 104
105 chapter 105
106 chapter 106
107 chapter 107
108 chapter 108
109 chapter 109
110 chapter 110
111 chapter 111
112 chapter 112
113 chapter 113
114 chapter 144
115 chapter 115
116 chapter 116
117 chapter 117
118 chapter 118
119 chapter 119
120 chapter 120
121 chapter 121
122 chapter 122
123 chapter 123
124 chapter 124
125 chapter 125
126 chapter 126
127 chapter 127
128 chapter 128
129 chapter 129
130 chapter 130
131 chapter 131
132 chapter 132
133 chapter 133
134 chapter 134
135 chapter 135
136 chapter 136
137 chapter 137
138 chapter 138
139 chapter 139
140 chapter 140
141 chapter 141
142 chapter 142
143 chapter 143
144 chapter 144
145 chapter 145
146 chapter 146
147 chapter 147
148 chapter 148
149 pengumuman
150 chapter 21 jangan di baca
151 chapter 23 jangan di bacaa
Episodes

Updated 151 Episodes

1
chapter 1--
2
chapter 2--
3
chapter 3--
4
chapter 4--
5
chapter 5--
6
chapter 6 ---
7
chapter 7 ---
8
chapter 8 --
9
chapter 9--
10
chapter 10 ---
11
chapter 11 ---
12
chapter 12 ---
13
chapter 13---
14
chapter 14 ---
15
chapter 15 ---
16
chapter 16 ---
17
chapter 17 ---
18
chapter 18 ---
19
chapter 19 ---
20
chapter 20 --
21
chapter 21 ---
22
chapter 22 ---
23
chapter 23 ---
24
chapter 24 ---
25
chapter 25 ---
26
chapter 26 ---
27
chapter 27 ---
28
chapter 28 ---
29
chapter 29 ---
30
chapter 30 ---
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
chapter 89
90
chapter 90
91
chapter 91
92
chapter 92
93
chapter 93
94
chapter 94
95
chapter 95
96
chapter 96
97
chapter 97
98
chapter 98
99
chapter 99
100
chapter 100
101
chapter 101
102
chapter 102
103
chapter 103
104
chapter 104
105
chapter 105
106
chapter 106
107
chapter 107
108
chapter 108
109
chapter 109
110
chapter 110
111
chapter 111
112
chapter 112
113
chapter 113
114
chapter 144
115
chapter 115
116
chapter 116
117
chapter 117
118
chapter 118
119
chapter 119
120
chapter 120
121
chapter 121
122
chapter 122
123
chapter 123
124
chapter 124
125
chapter 125
126
chapter 126
127
chapter 127
128
chapter 128
129
chapter 129
130
chapter 130
131
chapter 131
132
chapter 132
133
chapter 133
134
chapter 134
135
chapter 135
136
chapter 136
137
chapter 137
138
chapter 138
139
chapter 139
140
chapter 140
141
chapter 141
142
chapter 142
143
chapter 143
144
chapter 144
145
chapter 145
146
chapter 146
147
chapter 147
148
chapter 148
149
pengumuman
150
chapter 21 jangan di baca
151
chapter 23 jangan di bacaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!