malam telah berganti pagi dan begitu pula dengan orang-orang yang melakukan pekerjaannya Masing-masing, tak terkecuali Arcane yang setelah sarapan ia tiba-tiba meminta banyak tali.
tali-tali itu ia bawa menuju hutan belang dan setelah beberapa saat ia memotong beberapa bagian dan mengikatkan nya pada beberapa dahan pohon.
setelah beberapa saat ia kembali untuk mengambil beberapa kayu bayar yang belum di potong, dan menyeretnya dengan susah payah.
di kejauhan James melihat Arcane sejenak dan kemudian berbalik menuju riang depan di temani Elisabeth. "apakah kau tidak ingin aku panggilkan dia? "
James menggeleng. "biarkan saja, dia tau dengan apa yang ia lakukan"
di depan kediaman terdapat kereta kuda mewah yang menunggu, James mencium kening Elisabeth dan langsung masuk kedalam kereta kuda itu. "ingat hanya sampai pada upacara pemberkatan"
Elisabeth menunduk dan memberi hormat untuk mengantar kepergian suaminya itu, setelah kereta raja pergi meninggalkan kediaman itu Elisabeth menghela nafas panjang dan pergi memasuki kediaman.
disisi lain Arcane tidak terlalu memikirkan James yang pergi kembali ke istana, bukan tidak peduli namun kesan kepada ayahnya tidak terlalu dalam.
begitu pula kepada ibunya, meskipun keduanya memberikan perasaan baru dan rasa hangat namun Arcane yang sebelumnya seseorang yang penyendiri masih merasakan ketidaknyamanan.
inilah yang mendorongnya untuk membuat sendiri tempat pelatihannya seperti yang ia kerjakan saat ini.
meskipun ia kesulitan namun ia berfikir kalau ini juga termasuk latihan jadi ia jalani saja, sebenarnya Arcane bukanlah tipe orang yang mementingkan pekerjaan otot.
namun ia sadar kalau sebagai keluarga kerajaan ia tidak boleh lengah bahkan jika ia terlahir di keluarga jelata, ia hanya mempersiapkan tubuhnya yang lemah untuk menghadapi kemungkinan di masa depan.
--beberapa bulan kemudian--
tanpa terasa waktu terus berlalu memasuki musim penghujan, selama waktu itu pula Arcane terus melatih fisiknya dan jiwanya.
jika ada yang bertanya tentang tempat latihannya tentu saja tempat latihan itu seperti kapal pecah, tak beraturan dan bahkan tidak bisa di sebut sebagai arena pelatihan fisik.
Arcane sebenarnya merencanakan membangun jalan halang rintang sederhana namun ternyata membangun tempat seperti itu tidak semudah dengan apa yang di pikirkan.
alhasil area halang rintang hanyalah seperti tempat kayu berserakan di mana-mana, hal ini juga membuat Arcane lebih menghargai lagi pekerjaan seseorang sekecil apapun itu.
namun meskipun area itu tidak jadi namun Arcane masih melakukan pelatihan fisik seadanya seperti lari, push up, pul up, sit up, dan lin sebagainya.
selain itu ia juga telah melihat cara para kesatria bertarung, ia belajar kalau para kesatria menggunakan sihir untuk memperkuat tubuh mereka.
seperti sihir bernama boost untuk memperkuat beberapa bagian tubuh, dan accel untuk mempercepat pergerakan.
namun yang paling mencolok adalah mereka mengalihkan mana kedalam senjata mereka, senjata yang di aliri mana bisa menjadi berkali-kali lebih kuat dan tajam tergantung pada individu masing-masing.
selain itu Arcane juga menyadari kalau ada seni berpedang tersendiri yang bisa membuat aliran sihir pada pedang menjadi lebih kuat.
seperti yang di gunakan para kapten penjaga yang entah apa namanya, namun sepertinya itu hanya membantu sedikit keahlian berpedang saja.
oh... iya... untuk yang bertanya kenapa mereka menyebutnya sihir karena lapisan yang di keluarkan itu memiliki atribut tersendiri, seperti jika seseorang menggunakan sihir atribut api maka pedangnya juga akan diselimuti api.
beberapa kesatria bahkan bisa mengeluarkan tebasan atau tusukan jarak jauh, makanya mereka menyebut dengan sihir.
namun untuk Arcane ia bisa menggunakan mana murni untuk menyalurkan ke senjata, dan ia juga menemukan kalau kwalitas senjata juga akan mempengaruhi penyaluran mana itu sama seperti yang lainnya bedanya adalah senjata yang di aliri terasa lebih kuat dan mudah di atur sesuka hati,Ya meskipun belum di uji.
kemudian untuk sihir Arcane sudah bisa mengeluarkan berbagai bentuk sihir elemen khususnya elemen listrik, untuk perkara sihir ia tidak terlalu banyak melatihnya.
karena imajinasi dan pengetahuan tentang berbagai reaksi kimia sebagai seseorang yang bereinkarnasi tidak perlu di ragukan lagi, yang kurang adalah memperluas cadangan mana dan bagaimana cara agar ia tidak lemas atau pingsan ketika mananya habis.
dan saat ini Arcane seperti biasa berlatih sendiri di hutan belakang, karena tidak ada kepentingan lain Arcane sudah terbiasa dengan kebiasaan ini.
dan menjelang siang ia akan beristirahat, sebenarnya ia cukup merasa aneh karena ia pikir akan ada pendidikan bangsawan namun ibunya tidak terlalu membahas hal itu, yah apapun itu Arcane mendapatkan banyak waktu luang.
kini Arcane sedang berjalan di lorong menuju kamarnya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan ibunya Elisabeth yang di temani oleh Sebastian.
dalam sekali pandang Arcane merasakan ada sesuatu yang berbeda dari ibunya namun ia tidak tau apa itu, Elisabeth yang di tatap Arcane pun menghampirinya. "ada apa nak? apakah ada sesuatu yang salah? "
Arcane masih menatap Elisabeth dan membalas.
"ibu apakah ada sesuatu yang salah dengan tubuh ibu? "
Elisabeth Bingung dengan pertanyaan Arcane.
"tidak ada, hanya sedikit mual... mungkin karena pergantian cuaca yang membuat tubuh ibu tidak enak"
Arcane cuma menggeleng dan kemudian ia meraba-raba perut ibunya. "nah... disini... disini yang aneh"
Elisabeth hanya tersenyum geli dengan perlakuan Arcane yang tiba-tiba. "hei.... jangan seperti itu... ibu merasa geli"
setelah beberapa saat Arcane menatap wajah ibunya dengan tatapan polos. "ibu... apakah aku akan mempunyai seorang adik? "
Elisabeth langsung terdiam mendengar perkataan Arcane, ia kemudian berfikir sejenak dan tiba-tiba Sebastian berteriak. "PANGGIL TABIB!! "
sesaat kemudian di kamar Elisabeth dan di temani oleh Arcane dan beberapa pelayanan khususnya Sebastian sedang memperhatikan Elisabeth yang kini diperiksa oleh tabib kerajaan.
Arcane melihat proses itu dan ternyata pengobatan di era ini juga menggunakan sihir, entah sihir apa namun sepertinya tabib itu mengeluarkan sihir yang membuat tangannya bercahaya yang kemudian di arahkan ke perut Elisabeth seperti seperti melakukan USG versi sihir.
setelah beberapa saat tabib itu berdiri dan memberi hormat kepada Elisabeth.
"selamat yang mulia, kerajaan akan diterpa kebahagiaan karena bertambahnya anggota"
Sebastian dan khususnya para pelayan yang ada di sana menjadi riuh dan bersemangat karena akan kedatangan anggota baru di mansion ini.
Elisabeth tersenyum dan mengelus perutnya seperti selayaknya ibu yang berharap akan keselamatan dan kesehatan kehidupan yang ada di perutnya.
namun ketika semua orang berbahagia hanya Arcane yang terdiam sambil berfikir sesuatu, Elisabeth menyadari hal itu kemudian bertanya.
"Arcane? ada apa? apakah kau tidak bahagia menjadi seorang kakak? "
Arcane tersadar dan kemudian menjawab.
"tidak ibunda hanya berfikir.
apakah bisa aku bisa meminta bantuannya untuk membujuk ibu supaya aku bisa masuk ke perpustakaan kembali? dan meminta tolong untuk mengambil buku yang di bagian yang tidak bisa aku capai.
yah mungkin ia juga bisa aku jadikan alasan jika ada buku yang tak sengaja rusak..."
"pfft.... "
semua orang tertawa dengan jawaban Arcane termasuk juga Elisabeth, namun setelah beberapa saat Elisabeth langsung merubah ekspresinya.
"tunggu.... apa? coba kau ulangi lagi? "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
GRAVITY 000
yang baru maksudnya?, typo?
2023-03-30
1
Jimmy Avolution
Nice...
2023-01-27
0
polisi kata
membuat baru kah thor?
2022-12-05
0