chapter 11 ---

malam telah berganti pagi dan begitu pula dengan orang-orang yang melakukan pekerjaannya Masing-masing, tak terkecuali Arcane yang setelah sarapan ia tiba-tiba meminta banyak tali.

tali-tali itu ia bawa menuju hutan belang dan setelah beberapa saat ia memotong beberapa bagian dan mengikatkan nya pada beberapa dahan pohon.

setelah beberapa saat ia kembali untuk mengambil beberapa kayu bayar yang belum di potong, dan menyeretnya dengan susah payah.

di kejauhan James melihat Arcane sejenak dan kemudian berbalik menuju riang depan di temani Elisabeth. "apakah kau tidak ingin aku panggilkan dia? "

James menggeleng. "biarkan saja, dia tau dengan apa yang ia lakukan"

di depan kediaman terdapat kereta kuda mewah yang menunggu, James mencium kening Elisabeth dan langsung masuk kedalam kereta kuda itu. "ingat hanya sampai pada upacara pemberkatan"

Elisabeth menunduk dan memberi hormat untuk mengantar kepergian suaminya itu, setelah kereta raja pergi meninggalkan kediaman itu Elisabeth menghela nafas panjang dan pergi memasuki kediaman.

disisi lain Arcane tidak terlalu memikirkan James yang pergi kembali ke istana, bukan tidak peduli namun kesan kepada ayahnya tidak terlalu dalam.

begitu pula kepada ibunya, meskipun keduanya memberikan perasaan baru dan rasa hangat namun Arcane yang sebelumnya seseorang yang penyendiri masih merasakan ketidaknyamanan.

inilah yang mendorongnya untuk membuat sendiri tempat pelatihannya seperti yang ia kerjakan saat ini.

meskipun ia kesulitan namun ia berfikir kalau ini juga termasuk latihan jadi ia jalani saja, sebenarnya Arcane bukanlah tipe orang yang mementingkan pekerjaan otot.

namun ia sadar kalau sebagai keluarga kerajaan ia tidak boleh lengah bahkan jika ia terlahir di keluarga jelata, ia hanya mempersiapkan tubuhnya yang lemah untuk menghadapi kemungkinan di masa depan.

--beberapa bulan kemudian--

tanpa terasa waktu terus berlalu memasuki musim penghujan, selama waktu itu pula Arcane terus melatih fisiknya dan jiwanya.

jika ada yang bertanya tentang tempat latihannya tentu saja tempat latihan itu seperti kapal pecah, tak beraturan dan bahkan tidak bisa di sebut sebagai arena pelatihan fisik.

Arcane sebenarnya merencanakan membangun jalan halang rintang sederhana namun ternyata membangun tempat seperti itu tidak semudah dengan apa yang di pikirkan.

alhasil area halang rintang hanyalah seperti tempat kayu berserakan di mana-mana, hal ini juga membuat Arcane lebih menghargai lagi pekerjaan seseorang sekecil apapun itu.

namun meskipun area itu tidak jadi namun Arcane masih melakukan pelatihan fisik seadanya seperti lari, push up, pul up, sit up, dan lin sebagainya.

selain itu ia juga telah melihat cara para kesatria bertarung, ia belajar kalau para kesatria menggunakan sihir untuk memperkuat tubuh mereka.

seperti sihir bernama boost untuk memperkuat beberapa bagian tubuh, dan accel untuk mempercepat pergerakan.

namun yang paling mencolok adalah mereka mengalihkan mana kedalam senjata mereka, senjata yang di aliri mana bisa menjadi berkali-kali lebih kuat dan tajam tergantung pada individu masing-masing.

selain itu Arcane juga menyadari kalau ada seni berpedang tersendiri yang bisa membuat aliran sihir pada pedang menjadi lebih kuat.

seperti yang di gunakan para kapten penjaga yang entah apa namanya, namun sepertinya itu hanya membantu sedikit keahlian berpedang saja.

oh... iya... untuk yang bertanya kenapa mereka menyebutnya sihir karena lapisan yang di keluarkan itu memiliki atribut tersendiri, seperti jika seseorang menggunakan sihir atribut api maka pedangnya juga akan diselimuti api.

beberapa kesatria bahkan bisa mengeluarkan tebasan atau tusukan jarak jauh, makanya mereka menyebut dengan sihir.

namun untuk Arcane ia bisa menggunakan mana murni untuk menyalurkan ke senjata, dan ia juga menemukan kalau kwalitas senjata juga akan mempengaruhi penyaluran mana itu sama seperti yang lainnya bedanya adalah senjata yang di aliri terasa lebih kuat dan mudah di atur sesuka hati,Ya meskipun belum di uji.

kemudian untuk sihir Arcane sudah bisa mengeluarkan berbagai bentuk sihir elemen khususnya elemen listrik, untuk perkara sihir ia tidak terlalu banyak melatihnya.

karena imajinasi dan pengetahuan tentang berbagai reaksi kimia sebagai seseorang yang bereinkarnasi tidak perlu di ragukan lagi, yang kurang adalah memperluas cadangan mana dan bagaimana cara agar ia tidak lemas atau pingsan ketika mananya habis.

dan saat ini Arcane seperti biasa berlatih sendiri di hutan belakang, karena tidak ada kepentingan lain Arcane sudah terbiasa dengan kebiasaan ini.

dan menjelang siang ia akan beristirahat, sebenarnya ia cukup merasa aneh karena ia pikir akan ada pendidikan bangsawan namun ibunya tidak terlalu membahas hal itu, yah apapun itu Arcane mendapatkan banyak waktu luang.

kini Arcane sedang berjalan di lorong menuju kamarnya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan ibunya Elisabeth yang di temani oleh Sebastian.

dalam sekali pandang Arcane merasakan ada sesuatu yang berbeda dari ibunya namun ia tidak tau apa itu, Elisabeth yang di tatap Arcane pun menghampirinya. "ada apa nak? apakah ada sesuatu yang salah? "

Arcane masih menatap Elisabeth dan membalas.

"ibu apakah ada sesuatu yang salah dengan tubuh ibu? "

Elisabeth Bingung dengan pertanyaan Arcane.

"tidak ada, hanya sedikit mual... mungkin karena pergantian cuaca yang membuat tubuh ibu tidak enak"

Arcane cuma menggeleng dan kemudian ia meraba-raba perut ibunya. "nah... disini... disini yang aneh"

Elisabeth hanya tersenyum geli dengan perlakuan Arcane yang tiba-tiba. "hei.... jangan seperti itu... ibu merasa geli"

setelah beberapa saat Arcane menatap wajah ibunya dengan tatapan polos. "ibu... apakah aku akan mempunyai seorang adik? "

Elisabeth langsung terdiam mendengar perkataan Arcane, ia kemudian berfikir sejenak dan tiba-tiba Sebastian berteriak. "PANGGIL TABIB!! "

sesaat kemudian di kamar Elisabeth dan di temani oleh Arcane dan beberapa pelayanan khususnya Sebastian sedang memperhatikan Elisabeth yang kini diperiksa oleh tabib kerajaan.

Arcane melihat proses itu dan ternyata pengobatan di era ini juga menggunakan sihir, entah sihir apa namun sepertinya tabib itu mengeluarkan sihir yang membuat tangannya bercahaya yang kemudian di arahkan ke perut Elisabeth seperti seperti melakukan USG versi sihir.

setelah beberapa saat tabib itu berdiri dan memberi hormat kepada Elisabeth.

"selamat yang mulia, kerajaan akan diterpa kebahagiaan karena bertambahnya anggota"

Sebastian dan khususnya para pelayan yang ada di sana menjadi riuh dan bersemangat karena akan kedatangan anggota baru di mansion ini.

Elisabeth tersenyum dan mengelus perutnya seperti selayaknya ibu yang berharap akan keselamatan dan kesehatan kehidupan yang ada di perutnya.

namun ketika semua orang berbahagia hanya Arcane yang terdiam sambil berfikir sesuatu, Elisabeth menyadari hal itu kemudian bertanya.

"Arcane? ada apa? apakah kau tidak bahagia menjadi seorang kakak? "

Arcane tersadar dan kemudian menjawab.

"tidak ibunda hanya berfikir.

apakah bisa aku bisa meminta bantuannya untuk membujuk ibu supaya aku bisa masuk ke perpustakaan kembali? dan meminta tolong untuk mengambil buku yang di bagian yang tidak bisa aku capai.

yah mungkin ia juga bisa aku jadikan alasan jika ada buku yang tak sengaja rusak..."

"pfft.... "

semua orang tertawa dengan jawaban Arcane termasuk juga Elisabeth, namun setelah beberapa saat Elisabeth langsung merubah ekspresinya.

"tunggu.... apa? coba kau ulangi lagi? "

Terpopuler

Comments

GRAVITY 000

GRAVITY 000

yang baru maksudnya?, typo?

2023-03-30

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Nice...

2023-01-27

0

polisi kata

polisi kata

membuat baru kah thor?

2022-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 chapter 1--
2 chapter 2--
3 chapter 3--
4 chapter 4--
5 chapter 5--
6 chapter 6 ---
7 chapter 7 ---
8 chapter 8 --
9 chapter 9--
10 chapter 10 ---
11 chapter 11 ---
12 chapter 12 ---
13 chapter 13---
14 chapter 14 ---
15 chapter 15 ---
16 chapter 16 ---
17 chapter 17 ---
18 chapter 18 ---
19 chapter 19 ---
20 chapter 20 --
21 chapter 21 ---
22 chapter 22 ---
23 chapter 23 ---
24 chapter 24 ---
25 chapter 25 ---
26 chapter 26 ---
27 chapter 27 ---
28 chapter 28 ---
29 chapter 29 ---
30 chapter 30 ---
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 chapter 89
90 chapter 90
91 chapter 91
92 chapter 92
93 chapter 93
94 chapter 94
95 chapter 95
96 chapter 96
97 chapter 97
98 chapter 98
99 chapter 99
100 chapter 100
101 chapter 101
102 chapter 102
103 chapter 103
104 chapter 104
105 chapter 105
106 chapter 106
107 chapter 107
108 chapter 108
109 chapter 109
110 chapter 110
111 chapter 111
112 chapter 112
113 chapter 113
114 chapter 144
115 chapter 115
116 chapter 116
117 chapter 117
118 chapter 118
119 chapter 119
120 chapter 120
121 chapter 121
122 chapter 122
123 chapter 123
124 chapter 124
125 chapter 125
126 chapter 126
127 chapter 127
128 chapter 128
129 chapter 129
130 chapter 130
131 chapter 131
132 chapter 132
133 chapter 133
134 chapter 134
135 chapter 135
136 chapter 136
137 chapter 137
138 chapter 138
139 chapter 139
140 chapter 140
141 chapter 141
142 chapter 142
143 chapter 143
144 chapter 144
145 chapter 145
146 chapter 146
147 chapter 147
148 chapter 148
149 pengumuman
150 chapter 21 jangan di baca
151 chapter 23 jangan di bacaa
Episodes

Updated 151 Episodes

1
chapter 1--
2
chapter 2--
3
chapter 3--
4
chapter 4--
5
chapter 5--
6
chapter 6 ---
7
chapter 7 ---
8
chapter 8 --
9
chapter 9--
10
chapter 10 ---
11
chapter 11 ---
12
chapter 12 ---
13
chapter 13---
14
chapter 14 ---
15
chapter 15 ---
16
chapter 16 ---
17
chapter 17 ---
18
chapter 18 ---
19
chapter 19 ---
20
chapter 20 --
21
chapter 21 ---
22
chapter 22 ---
23
chapter 23 ---
24
chapter 24 ---
25
chapter 25 ---
26
chapter 26 ---
27
chapter 27 ---
28
chapter 28 ---
29
chapter 29 ---
30
chapter 30 ---
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
chapter 89
90
chapter 90
91
chapter 91
92
chapter 92
93
chapter 93
94
chapter 94
95
chapter 95
96
chapter 96
97
chapter 97
98
chapter 98
99
chapter 99
100
chapter 100
101
chapter 101
102
chapter 102
103
chapter 103
104
chapter 104
105
chapter 105
106
chapter 106
107
chapter 107
108
chapter 108
109
chapter 109
110
chapter 110
111
chapter 111
112
chapter 112
113
chapter 113
114
chapter 144
115
chapter 115
116
chapter 116
117
chapter 117
118
chapter 118
119
chapter 119
120
chapter 120
121
chapter 121
122
chapter 122
123
chapter 123
124
chapter 124
125
chapter 125
126
chapter 126
127
chapter 127
128
chapter 128
129
chapter 129
130
chapter 130
131
chapter 131
132
chapter 132
133
chapter 133
134
chapter 134
135
chapter 135
136
chapter 136
137
chapter 137
138
chapter 138
139
chapter 139
140
chapter 140
141
chapter 141
142
chapter 142
143
chapter 143
144
chapter 144
145
chapter 145
146
chapter 146
147
chapter 147
148
chapter 148
149
pengumuman
150
chapter 21 jangan di baca
151
chapter 23 jangan di bacaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!